Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Tajuk

Mendesak, Revitalisasi Ranting, Cabang & Masjid

Hendro Susilo, Editor: Sholahuddin
Senin, 19 Mei 2025 14:21 WIB
Mendesak, Revitalisasi Ranting, Cabang & Masjid
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Masjid Kottabarat, salah satu amal usaha Muhammadiyah di Kota Solo. (Istimewa).

Cabang Ranting itu Penting

 

Di cabang ranting Muhammadiyah, ber-Islam dengan gembira.

 Beramaliah, bermuamalah, berdakwah penuh ukhuwah.

 Di cabang ranting kita wujudkan Islam yang berkemajuan

 Sebagai rahmat solusi umat menjalani kehidupan.

 Reff:

 Di cabang ranting kita rawat jamaah, makmurkan masjid suburkan pengajian,

 Cerahkan umat, berdayakan masyarakat, jadikan NKRI negri yang diberkahi.

 Ranting itu penting, Cabang harus berkembang,

 Masjid makmur memakmurkan kita semua, Adil sejahtera, selamat dan bahagia

 Ranting itu penting, Cabang harus berkembang,

 Masjid makmur memakmurkan Muhammadiyah, sukses di dunia ini dan akherat nanti

Syair tersebut merupakan lagu yang dirilis oleh Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Lagu itu menggambarkan semangat untuk membangun dan menggembirakan dakwah di akar rumput. Ranting itu penting, Cabang harus berkembang, Masjid makmur memakmurkan, Muhammadiyah sukses dunia, sukses akhirat menjadi pekik yel-yel yang sering menggema di setiap pertemuan di Muhammadiyah. Ranting, Cabang, dan masjid menjadi ranah indikator keberlangsungan gerakan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Visi pengembangan Cabang dan Ranting dalam Tanfidz Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Kota Solo tahun 2022 lalu menyebutkan “terwujudnya 60% Cabang di seluruh kecamatan dan 40% Ranting di seluruh desa serta terwujudnya 45% PCM dan 25% PRM dari jumlah tersebut aktif dalam menggerakan dakwah dan pembangunan masyarakat sesuai dengan konteks kebutuhan lokal. Dari visi tersebut, tergambar realitas banyak Cabang dan Ranting dalam keadaan “tidak baik-baik saja”. Cabang dan Ranting memiliki fungsi utama menjaga kedekatan dan kelekatan dengan warga dan menggerakkan kegiatan yang relevan dengan kebutuhan di akar rumput.

Tiga puluh dua tahun yang lalu, A.R. Fachrudin, sudah mengingatkan dan membuka kesadaran tentang keadaan Ranting, Cabang, dan masjid Muhammadiyah. Beliau menulis di majalah Suara Muhammadiyah nomor 24 tahun 1993. ”Dilihat dari kehidupan organisasi, sekarang ini kita merasakan banyaknya Ranting dan Cabang Muhammadiyah yang tidak mampu lagi mengadakan pengajian. Khususnya pengajian rutin. Banyak masjid dan musala yang fungsinya hanya menjadi tempat salat saja….”. Hal ini sesunggguhnya sudah dipahami, puncaknya pada Muktamar Muhammadiyah ke-45 di Kota Malang tahun 2005, revitalisasi Cabang dan Ranting masuk menjadi program prioritas.

Basis Pembinaan Umat

Bahkan, pada sidang Tanwir 2007 diputuskan  diktum sebagai berikut: 1) menjadikan masjid menjadi basis pembinaan umat/jemaah dan bagian penting dari kegiatan Ranting; 2) menguasai sepenuhnya dan mengorganisasikan kembali pengelolaan masjid-masjid Muhammadiyah; 3) reorganisasi takmir-takmir masjid di lingkungan Persyarikatan; 4) penyiapan dan peningkatan peran/fungsi, kuantitas dan kualitas aktivis dan mubaligh pengelola masjid, imam dan khotib Muhammadiyah; 5) menata dan menghidupkan kembali serta mengembangkan kegiatan-kegiatan pokok masjid yang bersifat rutin dan berkala secara lebih aktif dan terorganisasi rapi: imam salat, khotbah Jumat, pengajian, kajian, syiar, remaja masjid, Taman Pendidikan Al-Qur’an dan sebagainya; 6) pengelolaan dana, infrastuktur dan media untuk memakmurkan masjid. Keputusan Tanwir 2007 ini memberikan perintah jelas agar Ranting, Cabang dan masjid harus dibenahi.

Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Solo baru-baru ini menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) terkait dinamika pergerakan Ranting dan Cabang di Kota Solo. Berbagai informasi peluang, tantangan dan hambatan dakwah yang terjadi di akar rumput pun terungkap. Faktor perubahan sosial dan teknologi yang terjadi membawa dampak signifikan terhadap proses keberlangsungan dakwah dan pengaderan. Salah satu tantangan besar bagi Ranting dan Cabang adalah keterlibatan generasi muda yang cenderung berkurang dalam kegiatan di Ranting maupun Cabang. Ketiadaan reorganisasi, kualitas mubalig, pengelolaan masjid yang lepas dari kultur Muhammadiyah, sampai pada kesulitan dalam menggali sumber dana penopang organisasi terungkap dalam pertemuan FGD tersebut.

Fokus revitalisasi Cabang, Ranting dan masjid adalah peningkatan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia. Program kreatif, inovatif dan melibatkan generasi muda perlu mendapatkan perhatian dari pimpinan Muhammadiyah setempat. Pada edisi Majalah Langkah Baru mengangkat tema dinamika Cabang, Ranting dan masjid Muhammadiyah dalam dakwah menggembirakan di akar rumput.

Lirik lagu “Cabang Ranting itu Penting” semoga memberikan suntikan motivasi kuat untuk menggairahkan dakwah di akar rumput.

Tajuk pernah dimuat di majalah Langkah Baru edisi 22, April-Juni 2025

Berita Terbaru

Fitri dalam Kesederhanaan Muhammadiyah

Setiap kali bulan Ramadan berakhir, umat Islam memasuki momentum spiritual yang sarat makna yaitu Idulfitri. Hari raya ini bukan sekadar penanda selesainya ibadah puasa, tetapi...

Sekolah Muhammadiyah sebagai Laboratorium Pengaderan Organisasi

Kita ketahui bersama bahwa ada dua jenis organisasi, yakni organisasi kader dan organisasi massa. Keduanya berbeda dalam hal kuantitas dan kualitas. Organisasi kader lebih menekankan...

Memprihatinkan, Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Merosot

Beberapa hari lalu, Transparency International Indonesia  (TII) merilis hasil riset terbaru tentang Indeks Persepsi Korupsi (IPK). Hasil riset ini selalu dipublikasikan setiap awal tahun untuk...

Memperluas Dakwah Ekonomi Persyarikatan

Salah satu keputusan Muktamar ke-47 Muhammadiyah di Makassar tahun 2015 adalah perlunya memperluas gerakan ekonomi Persyarikatan, selain gerakan pendidikan dan kesehatan. Penguatan di bidang ekonomi...

Menyiapkan Generasi Adaptif dan Kompetitif

Hal menarik di era Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) saat ini adalah adanya kebijakan penerapan mata pelajaran (mapel) Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). KKA...

Kurikulum untuk Mencipakan Kecerdasan Unggul

Menurut laporan Unesco, fenomena disinformasi digital telah menjadi ancaman yang serius terhadap kohesi sosial dan kualitas demokrasi di berbagai negara. Persoalan ini bukan sekadar masalah...

Muhammadiyah, Jalan Pembebasan dan Pemuliaan Manusia

Di tengah himpitan kolonialisme awal abad ke-20, ketika bangsa ini terlelap dalam kebodohan dan kemiskinan, sebuah cahaya pembaruan menyala dari Kampung Kauman, Yogyakarta. Muhammadiyah lahir...

Persepsi Positif tentang Muhammadiyah itu Juga Amanah…

Dalam beberapa hari ini, Muhammadiyah memperoleh apresiasi positif di dunia maya. Aksi kemanusiaan Persyarikatan untuk membantu korban banjir dan tanah longsor di Aceh dan Sumatra...

Artificial Intelligence di Tengah Pusaran Jurnalisme Dakwah Muhammadiyah

Hampir seluruh sendi kehidupan telah memanfaatkan AI (Artificial Intelligence). AI merupakan evolusi dari teknologi komputer yang dikembangkan pertama kali oleh Alan Turing. AI mengalami kemandegan...

Muhammadiyah, Anak Muda, dan Manusia yang tak Lagi Bicara

Di indekos yang eksklusif tak jauh dari pusat Kota Solo, seorang kawan bercerita. Ia tak kenal satu pun tetangganya. Padahal sudah dua bulan tinggal di...

Inovasi atau Mati

Hampir tiap tahun kita mendengar berita ada sekolah yang ditutup atau dimerger dikarenakan tidak mendapatkan murid. Kalaupun ada murid sangat minimalis untuk mengatakan tidak memenuhi...

Teori Vygotsky, Live in Society dan Pendidikan Islam

SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat, Kota Solo, baru saja selesai menjalankan program Live in Society, Jumat- Sabtu (7-8/11/2025), bagi siswa kelas X. Program Live in...

Leave a comment