Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Umum

Muhammadiyah Investasikan Rp800 Miliar untuk Bangun Pabrik Infus

Tim Redaksi, Editor: Sholahuddin
Kamis, 11 Juni 2026 14:57 WIB
Muhammadiyah Investasikan Rp800 Miliar untuk Bangun Pabrik Infus
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Suasana peletakan batu pertama pabrik infus milik Muhammadiyah, PT Suryavena Farma Indonesia, di Jawa Timur, Kamis (11/06/2026). [Muhammadiyah.or.id].

MALANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, melakukan groundbreaking (peletakan batu pertama) pabrik infus milik Persyarikatan, PT Suryavena Farma Indonesia, Kamis (11/6/2026), di lahan milik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Karangploso, Malang, Jawa Timur. Pabrik dengan nilai investasi hingga Rp800 miliar ini akan memproduksi cairan infus baik untuk kebutuhan rumah sakit maupun klinik Muhammadiyah maupun dijual ke pihak lain.

Dikutip dari laman Muhammadiyah.or.id, Haedar Nashir saat melakukan peletakan batu pertama didampingi oleh Ketua PP Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, Saad Ibrhaim, dan Agus Taufiqurrahman, serta Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Diktisaintek) Fauzan, dan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Sukadiono.

Haedar menjelaskan, pembangunan pabrik ini memiliki semangat untuk memperbaiki ekonomi umat dan bangsa. Sementara, pembangunan pabrik untuk skala industri besar ini merupakan usaha Muhammadiyah untuk naik kelas.  Meski demikian, langkah ini diambil juga diharapkan untuk penguatan pilar ekonomi di bidang yang lain. Selama ini Muhammadiyah telah mendampingi kelompok ekonomi mikro, kecil, dan menengah. “Semangat Muhammadiyah adalah untuk membangun ekosistem ekonomi umat dan bangsa, atau rakyat yang mulai naik kelas ke ekonomi menengah ke atas,” ungkapnya.

Haedar menegaskan, pembangunan pabrik ini tidak menggeser fokus dakwah ekonomi Muhammadiyah dari UMKM. Karena ini memiliki ketersambungan dengan semangat menaikkan kelas ekonomi umat dan bangsa.  Selain itu, langkah ini menjadi wujud dari kekuatan kapital sosial dan ekonomi Muhammadiyah, bahwa ormas keagamaan mampu bergerak di bidang ekonomi dan bisnis di kelas menengah ke atas.  Pabrik ini memiliki ketersambungan semangat untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Sebab salah satu fondasi Indonesia Emas adalah mempersiapkan kemandirian, khususnya di bidang ekonomi.

Dia menekankan, jangan sampai kekuatan dan potensi ekonomi Indonesia dipegang atau dikuasai oleh pihak lain. Semangat Muhammadiyah ini selaras dengan Pasal 33 UUD 1945. “Muhammadiyah berada di jalur itu, maka dengan cara seperti itu saya yakin akan bertemu dengan spirit pemerintah sekarang. Tapi juga dengan kepentingan bangsa yang lebih luas,” ungkapnya.

Ekonomi Sirkular

Suryavena Farma Indonesia yang diinisiasi oleh Majelis Ekonomi Bisnis (MEB) dan Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) PP Muhammadiyah ini pada tahap awal akan memproduksi infus.  Haedar juga mengungkapkan, pembangunan pabrik ini sebagai upaya Muhammadiyah untuk membangun sirkulasi ekonomi dengan menyuplai kebutuhan infus bagi 135 Rumah Sakit Muhammadiyah-’Aisyiyah (RSMA).

Oleh karena itu, dia berharap ke depan RSMA untuk menggunakan infus produk PT Suryavena ini. Dengan demikian, diharapkan Muhammadiyah akan semakin mandiri dari segi ekonomi. “Dengan pabrik infus ini kita memulai dengan sesuatu yang paling bisa kita lakukan di ekosistem bisnis di rumah sakit,” imbuhnya. Tak hanya infus, ke depan PT Suryavena Farma Indonesia juga akan memproduksi obat-obatan, jarum suntik, dan lain sebagainya untuk menyuplai kebutuhan 135 RSMA di seluruh Indonesia.

Sementara, Muhadjir Effendy mengatakan pabrik akan siap memproduksi infus awal tahun 2027. Muhadjir menjelaskan alasan Muhammadiyah bangun pabrik infus. Menurutnya infus jadi alat kesehatan yang selalu dibutuhkan rumah sakit. “Infus ini sangat generik, berbeda dengan obat. Karena obat ini sangat tergantung pada dokter, oleh karena itu kita belum berani masuk ke produksi obat,” ungkapnya.

Sementara untuk infus, nyaris semua dokter di semua rumah sakit tidak ada yang memberi resep khusus untuk jenis infus. Sehingga ini menjadi peluang bisnis dan manajemen risiko lebih ringan bagi Muhammadiyah.  Oleh karena itu, pertimbangan bisnis dari pabrik infus Muhammadiyah ini sangat potensial. Maka bagi pihak-pihak yang mendanai proyek ini tidak perlu khawatir sebab akan kembali dalam bentuk keuntungan. “Karena itu saya berharap dukungan dari perbankan untuk mempercepat pembangunan pabrik infus ini,” katanya.

Muhadjir menargetkan pembangunan pabrik PT Suryavena Farma Indonesia ini akan selesai tepat waktu, dan dapat berproduksi pada awal tahun 2027.  Selain itu, pembangunan pabrik infus oleh Muhammadiyah ini adalah untuk mengokohkan pilar ekonomi. Selama ini Muhammadiyah telah kokoh di pilar pendidikan dan kesehatan.  “Dengan penguatan pilar ekonomi, Muhammadiyah tidak hanya dikenal sebagai lembaga filantropi, tapi juga menjadi social corporate,” ungkapnya.  Dalam penjelasannya, social corporate merupakan perusahaan yang bergerak di bidang ekonomi dan bisnis, namun keuntungannya akan dikembalikan pada kepentingan dan kepentingan bersama.

“Semua keuntungan Muhammadiyah akan diputar kembali, dilimpahkan kembali, bukan menjadi milik pribadi pengurus Muhammadiyah tapi dikembalikan kepada kepentingan masyarakat,” katanya.  Oleh karena itu, ke depan bagi para direksi dan jajarannya untuk memantapkan orientasi berkhidmat bukan mencari keuntungan pribadi. Hal ini sebagaimana Pasal 33 UUD 45. Melalui PT. Suryavena Farma Indonesia, Muhadjir berharap Muhammadiyah menjadi pelopor kembalinya social corporate di Indonesia. Bahwa ekonomi itu dikelola berdasar asas kekeluargaan dan untuk kepentingan bersama.

Dalam konteks Indonesia, Penasihat Presiden Bidang Haji ini berharap akan semakin banyak social corporate seperti Muhammadiyah, sehingga kesejahteraan bisa semakin meluas dan tidak menumpuk di kelompok tertentu saja.

Pada kesempatan sebelumnya, Muhadjir Effendy mengatakan untuk membangun pabrik infus dengan teknologi dari Italia ini memerlukan investasi sekitar Rp800 miliar. Modal tersebut berasal dari saham jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah-‘Aisyiyah.

Rekomendasi Redaksi

Berita Terbaru

Pelari dari Jawa Barat Tempuh 5K, Edu Fun Run FKIP UMS Dinilai Kondusif

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyemarakkan Hari Jadi ke-68 melalui Edu Fun Run FKIP UMS 2026 bertema “Move for...

Pelajar Didorong Jadi Agen Pengawasan Kawasan Tanpa Rokok

SEMARANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Magister Ilmu Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Abi Umaroh, menggagas Youth Clean Air Movement for Tobacco Control (YCAM-TC) 2026 untuk melibatkan pelajar...

Ketika Usia Bertambah, Jangan Biarkan Makna Hidup Berkurang

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Bertambahnya usia bukan alasan untuk berhenti berkarya dan mengabdi. Masa pensiun justru dapat menjadi fase baru untuk memperbanyak syukur, menjaga kesehatan, memperluas kebermanfaatan,...

Silaturahmi Pensiunan Muhammadiyah Solo, Rawat Persaudaraan dan Semangat Pengabdian

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Puluhan purnatugas pendidik dan tenaga kependidikan Perguruan Muhammadiyah Kota Surakarta berkumpul dalam agenda Silaturahmi dan Pengajian Pensiunan Perguruan Muhammadiyah Kota Surakarta, Sabtu (29/8/2026)....

BikersMu Jepara Konsolidasi, Dorong Komunitas Bikers Berkontribusi bagi Warga

JEPARA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Sebanyak 33 peserta mengikuti silaturahmi dan konsolidasi awal untuk menyongsong pembentukan kepengurusan BikersMu Chapter Jepara. Kegiatan tersebut berlangsung di Pantai Bandengan, Tirta...

Ironi Solo sebagai Kota Cerdas Pangan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pemerintah Kota (Pemkot) Solo telah mendeklarasikan Kota Solo sebagai Kota Cerdas Pangan sejak 2020. Pemkot Solo telah menandatangani Pakta Milan (Milan Urban Food Policy...

Pakar UMS: Desil Tak Bisa Jadi Satu-satunya Dasar Batasi Pertalite

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Wacana pembatasan pembelian Pertalite berdasarkan desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) mendapat perhatian dari pakar Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan...

Touring ke Pacitan, Bikersmu Solo Perkuat Ukhuwah dan Nilai Keagamaan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Komunitas Bikersmu Solo menggelar touring sekaligus camping ke Pacitan selama dua hari satu malam, 15-16 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 30 peserta...

UMS Bekali Pemuda Karang Taruna Jajar Keterampilan Las Listrik

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membekali pemuda Karang Taruna RW VIII Kampung Kraton Ulo, Kelurahan Jajar, Kecamatan Laweyan, Surakarta,...

Haedar Nashir Tekankan Pentingnya Peran Pers Berkemajuan

JAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan bahwa pers harus ditempatkan sebagai pilar keempat demokrasi. Menurutnya, pers memiliki peran penting dalam...

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, Terima Sertifikat Wartawan Utama Khusus dari Dewan Pers

JAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir sampaikan Orasi Ilmiah dalam rangka Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah 2026 dan penyerahan kartu dan sertifikat...

Masjid Nurul Hidayah Mojo Solo Torehkan Prestasi di CRM Award Jateng

JEPARA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Masjid Nurul Hidayah Mojo, Kota Solo, meraih Juara Harapan 1 Masjid Unggulan Jawa Tengah dalam Lomba Expo dan Cabang Ranting Masjid (CRM)...