
Dalam AD/ART Persyarikatan Muhammadiyah tentang identitas organisasi disebutkan bahwa Muhammadiyah sebagai gerakan Islam, dakwah amar ma’ruf nahi munkar dan tajdid. Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam sebuah kesempatan pernah mengatakan bahwa banyak kalangan yang hanya menekankan misi pemurnian, namun mengabaikan misi tajdid. Haedar mengatakan Muhammadiyah menghadapi tantangan yang tidak ringan. Saat ini, Muhammadiyah sebagai bagian dari bangsa berada dalam pusaran globalisasi yang membawa ideologi kapitalisme dan neoliberalisme.
Agenda Muhammadiyah pada abad kedua adalah menegaskan tekad dan usaha untuk terus menerus menjadi gerakan pencerahan dengan misi membebaskan, memberdayakan, dan memajukan kehidupan. Misi tajdid dalam Muhammadiyah tidak sekadar dalam konteks pemikiran, namun juga terwujud dalam sebuah amal nyata yang menjadi maslahat untuk semua. Islam adalah agama berkemajuan, Muhammaddiyah sebagai gerakan pencerahan merupakan praksis Islam berkemajuan untuk memajukan kehidupan. Ini merupakan jawaban atas problem kemanusiaan, seperti kebodohan, kemiskinan, ketertinggalan dan persoalan sosial lainnya. Pencerahan yang dilakukan, sekaligus juga untuk menjawab masalah kekeringan rohani dan krisis moral yang terjadi di era saat ini.
Arah Pendidikan Muhammadiyah Abad Kedua
Muhammadiyah pada abad kedua memasuki fase peningkatan kualitas dengan mendorong Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) menuju standar premium. Standar premium yang dimaksud bermakna kualitas pendidikan yang dibangun. Kualitas pendidikan yang dibangun tidak hanya terbatas pada aspek intelektualitas, tetapi juga mencakup aspek spiritualitas, kepemimpinan dan berwawasan global.
Pengembangan pendidikan yang terintegrasi standar global dengan pembentukan karakter dan spiritualitas adalah fondasi utama pengembangan sekolah Muhammadiyah. Hal ini dimaksudkan dalam rangka mempersiapkan kader-kader yang siap memberikan kontribusi kemajuan dalam peradaban global. Fenomena kecerdasan orang yang tidak diimbangi integritas, berpotensi menimbukan persoalan koruptif. Diharapkan, kader Muhammadiyah tidak hanya memiliki kualitas intelektual yang mumpuni tetapi juga spiritualitas yang harus diatas rata-rata.
Dimensi spiritual harus mendapatkan perhatian yang serius dalam pendidikan dengan orientasi membentuk pribadi ulul albab. Ulul albab ini memiliki kepribadian yang menggabungkan zikir dan pikir. Zikir sebagai kendali diri dan pikir sebagai upaya ikhtiar membangun kemajuan. Pribadi ulul albab akan mengimplementasikan konsep iqra yaitu membaca dengan menyebut nama Allah untuk memberikan nilai ibadah sekaligus kebermanfaatan untuk orang lain.
Termasuk keterampilan kepemimpinan dan kemandirian dalam pendidikan perlu mendapat perhatian serius. Kemampuan kepemimpinan yang membangun kolaborasi, bermusyawarah, dan sinergi penting dalam membangun peradaban maju, mengapa? Untuk membangun peradaban tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi perlu bekerja sama. Di sinilah diperlukan peran pendidikan yang membentuk siswa memiliki karakter kepemimpinan dan terampil berkomunikasi.
Model Pendidikan Integratif
Pendidikan Muhammadiyah Kota Solo begitu dinamis. Tahun ini (2026) hadir SMP Muhammadiyah Program Khusus Boarding School (PKBS) di kota ini. Dalam sebuah poadcast bersama Ketua Majelis Pendidikan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Solo Mohamad Ali, terungkap bahwa bentuk SMP Muhammadiyah PKBS ini menjadi hal baru. Sekolah ini menggabungkan praktik kurikulum pendidikan di Program Khusus Kottabarat ditambah dengan kurikulum boarding (berasrama) yang menjadi eksperimen sekaligus tantangan bagi Majelis Pendidikan PDM Kota Solo sebagai penyelenggara.
Menarik mencermati konsep dan praktik yang akan dilakukan oleh SMP Muhammadiyah PKBS ini. Selain dari sisi kurikulum, sekolah ini menyeimbangkan kurikulum umum dan pesantren. Ada beberapa hal yang menjadi fokus untuk dikembangkan, yakni Tafhimul Qur’an yang merujuk pada pemahaman Al-Qur’an dengan proses membaca, mempelajari, memahami dan mendalami makna ayat-ayat Al-Qur’an. Hal ini selaras dengan perintah iqra yang akan mendorong kebiasaan siswa sehingga akan terbangun budaya literasi unggul.
Fokus berikutnya adalah program bilingual. Pengantar bahasa asing (bahasa inggris) dalam pelajaran Matematika dan IPA menjadi poin penting dalam mengantarkan siswa memiliki wawasan global. Hal ini selaras dengan tujuan pendidikan Muhammadiyah di abad kedua yang mengintegrasikan kompetensi wawasan internasional kedalam pendidikan.
Fokus berikutnya adalah bentuk boarding yang memberikan kelebihan dalam membentuk karakter kepemimpinan. Karakter kepemimpinan penting dimiliki oleh kader-kader penerus Muhammadiyah yang selaras dengan arah pendidikan Muhammadiyah abad kedua. Program lain yang diusung adalah cakap di bidang information technology (IT). Ini menarik, sebab faktor kehadiran teknologi dan dunia maya sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter siswa. Sehingga, bekal kemampuan untuk “menunggangi” IT dan menjadikan IT sebagai alat pendukung kemajuan penting ditanamkan pada siswa.
Kita ucapkan selamat datang untuk SMP Muhammadiyah Program Khusus Boarding School (PKBS) Kota Solo. Secara konsep, kehadiran SMP Muhammadiyah PKBS ini senapas dengan semangat pendidikan Muhammadiyah abad kedua yang masuk pada fase kualitas. Harapan mewujudkan lulusan sekolah Muhammadiyah yang memiliki budaya literasi kuat, memiliki intelektual, cakap IT, berwawasan global, dan memiliki karakter kepemimpinan sangat dinantikan umat.
Selamat berjuang untuk pendidikan Muhammadiyah Solo dalam mewujudkan cita-cita Persyarikatan Muhammadiyah.
Paradoks Kaum Muda di Muhammadiyah
Pusat Studi Kebijakan Publik (PSKP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) merilis hasil riset perihal ketertarikan kaum muda, generasi Z dan milenial, terhadap gerakan Muhammadiyah. Riset bertajuk...
Fitri dalam Kesederhanaan Muhammadiyah
Setiap kali bulan Ramadan berakhir, umat Islam memasuki momentum spiritual yang sarat makna yaitu Idulfitri. Hari raya ini bukan sekadar penanda selesainya ibadah puasa, tetapi...
Sekolah Muhammadiyah sebagai Laboratorium Pengaderan Organisasi
Kita ketahui bersama bahwa ada dua jenis organisasi, yakni organisasi kader dan organisasi massa. Keduanya berbeda dalam hal kuantitas dan kualitas. Organisasi kader lebih menekankan...
Memprihatinkan, Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Merosot
Beberapa hari lalu, Transparency International Indonesia (TII) merilis hasil riset terbaru tentang Indeks Persepsi Korupsi (IPK). Hasil riset ini selalu dipublikasikan setiap awal tahun untuk...
Memperluas Dakwah Ekonomi Persyarikatan
Salah satu keputusan Muktamar ke-47 Muhammadiyah di Makassar tahun 2015 adalah perlunya memperluas gerakan ekonomi Persyarikatan, selain gerakan pendidikan dan kesehatan. Penguatan di bidang ekonomi...
Menyiapkan Generasi Adaptif dan Kompetitif
Hal menarik di era Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) saat ini adalah adanya kebijakan penerapan mata pelajaran (mapel) Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). KKA...
Kurikulum untuk Mencipakan Kecerdasan Unggul
Menurut laporan Unesco, fenomena disinformasi digital telah menjadi ancaman yang serius terhadap kohesi sosial dan kualitas demokrasi di berbagai negara. Persoalan ini bukan sekadar masalah...
Muhammadiyah, Jalan Pembebasan dan Pemuliaan Manusia
Di tengah himpitan kolonialisme awal abad ke-20, ketika bangsa ini terlelap dalam kebodohan dan kemiskinan, sebuah cahaya pembaruan menyala dari Kampung Kauman, Yogyakarta. Muhammadiyah lahir...
Persepsi Positif tentang Muhammadiyah itu Juga Amanah…
Dalam beberapa hari ini, Muhammadiyah memperoleh apresiasi positif di dunia maya. Aksi kemanusiaan Persyarikatan untuk membantu korban banjir dan tanah longsor di Aceh dan Sumatra...
Artificial Intelligence di Tengah Pusaran Jurnalisme Dakwah Muhammadiyah
Hampir seluruh sendi kehidupan telah memanfaatkan AI (Artificial Intelligence). AI merupakan evolusi dari teknologi komputer yang dikembangkan pertama kali oleh Alan Turing. AI mengalami kemandegan...
Muhammadiyah, Anak Muda, dan Manusia yang tak Lagi Bicara
Di indekos yang eksklusif tak jauh dari pusat Kota Solo, seorang kawan bercerita. Ia tak kenal satu pun tetangganya. Padahal sudah dua bulan tinggal di...
Inovasi atau Mati
Hampir tiap tahun kita mendengar berita ada sekolah yang ditutup atau dimerger dikarenakan tidak mendapatkan murid. Kalaupun ada murid sangat minimalis untuk mengatakan tidak memenuhi...





