
Salah satu keputusan Muktamar ke-47 Muhammadiyah di Makassar tahun 2015 adalah perlunya memperluas gerakan ekonomi Persyarikatan, selain gerakan pendidikan dan kesehatan. Penguatan di bidang ekonomi menjadi salah satu program prioritas Muhammadiyah.
Penguatan gerakan ekonomi ini bukan untuk mencari keuntungan bagi pengurus Muhammadiyah, melainkan untuk memberdayakan warga Muhammadiyah agar produktif dalam berwirausaha. Selain itu, keuntungan dari gerakan ekonomi ini diperuntukkan sepenuhnya untuk membiayai organisasi dan gerakan dakwah. Bolehlah kita mengatakan itu sebagai gerakan dakwah ekonomi. Tentu saja, semua pimpinan Muhammadiyah di segala tingkatan, perlu memikirkan secara serius keputusan Muktamar Muhammadiyah lebih dari 10 tahun silam ini.
Selama ini, gerakan ekonomi Persyarikatan masih berkutat pada Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), khususnya sekolah, perguruan tinggi, maupun rumah sakit/klinik kesehatan. Tiga bidang ini yang menonjol di Muhammadiyah. Padahal, kalau kita mau jeli, potensi ekonomi di Persyarikatan ini sangat besar dikelola dengan baik. Di balik besarnya stuktur organisasi Muhammadiyah berikut AUM-nya, ada kebutuhan-kebutuhan akan barang dan jasa yang besar pula. Sejauh ini, kebutuhan itu banyak dipasok mitra di luar Muhammadiyah. Contoh sederhana, kebutuhan akan roti/snack, dan makanan lainnya di lingkungan Persyarikatan, baik untuk pengajian, rapat, dan acara lainnya itu tinggi. Apabila kebutuhan tersebut bisa dipenuhi oleh badan usaha yang dikelola Muhammadiyah setempat, tentu ini akan menjadi kekuatan ekonomi yang luar biasa. Ada perputaran uang besar di lingkup Persyarikatan dari bidang ini. Dalam istilah ekonomi, gerakan agar uang itu berputar di komunitas disebut sebagai gerakan closed-loop economy (ekonomi berputar/tertutup) dengan pemanfaatannya juga untuk menggerakkan dakwah di Muhammadiyah. Sayangnya, gaung gerakan ekonomi Persyarikatan ini belum banyak dipikirkan secara serius oleh para pimpinan Persyarikatan.
Menekuni
Sesungguhnya Persyarikatan bisa menggerakkan Cabang dan Ranting untuk memulai menekuni gerakan ekonomi. Gerakan ini akan melengkapi gerakan amal usaha yang sudah eksis. Apalagi kita masih menemukan realitas bahwa gerakan Persyarikatan di akar rumput, di Cabang, Ranting maupun masjid, masih banyak kekurangan dana untuk menggerakkan organisasi dan dakwah. Pemasukan dari AUM tidak selalu mencukupi kebutuhan organisasi. Lagi pula, tidak semua Cabang dan Ranting mengelola AUM yang maju. Keterbatasan dari sisi pendanaan ini bisa menghambat kerja-kerja untuk memajukan masyarakat.
Di lingkungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo, sudah ada benih-benih gerakan ekonomi di luar AUM yang konvensional. Misalnya, PRM Pajang Utara yang mengawali bisnis roti dengan merek Syifa Bakery untuk mencukupi kebutuhan roti di Persyarikatan. Belum besar karena baru rintisan. Namun, rintisan ini bisa menjadi modal sosial dan ekonomi untuk terus mengembangkan usaha-usaha seperti ini. Andai saja usaha produksi roti ini digarap serius, kita yakin akan bisa tumbuh membesar. PRM akan mendapatkan keuntungan ekonomi untuk mendukung gerakan dakwah.
Tentu ini menjadi tugas Majelis Ekonomi PDM Kota Solo untuk mendorong Cabang-Ranting di Kota Solo untuk memulainya.
Kalau bukan sekarang, kapan lagi?
Sumber: Majalah Langkah Baru edisi 23/Januari-April 2026
Fitri dalam Kesederhanaan Muhammadiyah
Setiap kali bulan Ramadan berakhir, umat Islam memasuki momentum spiritual yang sarat makna yaitu Idulfitri. Hari raya ini bukan sekadar penanda selesainya ibadah puasa, tetapi...
Sekolah Muhammadiyah sebagai Laboratorium Pengaderan Organisasi
Kita ketahui bersama bahwa ada dua jenis organisasi, yakni organisasi kader dan organisasi massa. Keduanya berbeda dalam hal kuantitas dan kualitas. Organisasi kader lebih menekankan...
Memprihatinkan, Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Merosot
Beberapa hari lalu, Transparency International Indonesia (TII) merilis hasil riset terbaru tentang Indeks Persepsi Korupsi (IPK). Hasil riset ini selalu dipublikasikan setiap awal tahun untuk...
Menyiapkan Generasi Adaptif dan Kompetitif
Hal menarik di era Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) saat ini adalah adanya kebijakan penerapan mata pelajaran (mapel) Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). KKA...
Kurikulum untuk Mencipakan Kecerdasan Unggul
Menurut laporan Unesco, fenomena disinformasi digital telah menjadi ancaman yang serius terhadap kohesi sosial dan kualitas demokrasi di berbagai negara. Persoalan ini bukan sekadar masalah...
Muhammadiyah, Jalan Pembebasan dan Pemuliaan Manusia
Di tengah himpitan kolonialisme awal abad ke-20, ketika bangsa ini terlelap dalam kebodohan dan kemiskinan, sebuah cahaya pembaruan menyala dari Kampung Kauman, Yogyakarta. Muhammadiyah lahir...
Persepsi Positif tentang Muhammadiyah itu Juga Amanah…
Dalam beberapa hari ini, Muhammadiyah memperoleh apresiasi positif di dunia maya. Aksi kemanusiaan Persyarikatan untuk membantu korban banjir dan tanah longsor di Aceh dan Sumatra...
Artificial Intelligence di Tengah Pusaran Jurnalisme Dakwah Muhammadiyah
Hampir seluruh sendi kehidupan telah memanfaatkan AI (Artificial Intelligence). AI merupakan evolusi dari teknologi komputer yang dikembangkan pertama kali oleh Alan Turing. AI mengalami kemandegan...
Muhammadiyah, Anak Muda, dan Manusia yang tak Lagi Bicara
Di indekos yang eksklusif tak jauh dari pusat Kota Solo, seorang kawan bercerita. Ia tak kenal satu pun tetangganya. Padahal sudah dua bulan tinggal di...
Inovasi atau Mati
Hampir tiap tahun kita mendengar berita ada sekolah yang ditutup atau dimerger dikarenakan tidak mendapatkan murid. Kalaupun ada murid sangat minimalis untuk mengatakan tidak memenuhi...
Teori Vygotsky, Live in Society dan Pendidikan Islam
SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat, Kota Solo, baru saja selesai menjalankan program Live in Society, Jumat- Sabtu (7-8/11/2025), bagi siswa kelas X. Program Live in...
Berharap kepada JIMM…
Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM) Soloraya, Selasa (28/10/2025), menyelenggarakan diskusi bertema “Rancang Bangun Tafsir At-Tanwir: Pandangan Orang Dalam”. Acara yang berlangsung di ruang Siti Baroroh...





