Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Tajuk

Memperluas Dakwah Ekonomi Persyarikatan

Sholahuddin, Editor: Sholahuddin
Senin, 9 Februari 2026 16:30 WIB
Memperluas Dakwah Ekonomi Persyarikatan
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Rotimu, produk dari Shabran Bakery, merupakan salah satu bentuk gerakan ekonomi di Muhammadiyah. [Dok. Shabran Bakery].

Salah satu keputusan Muktamar ke-47 Muhammadiyah di Makassar tahun 2015 adalah perlunya memperluas gerakan ekonomi Persyarikatan, selain gerakan pendidikan dan kesehatan. Penguatan di bidang ekonomi menjadi salah satu program prioritas Muhammadiyah.

Penguatan gerakan ekonomi ini bukan untuk mencari keuntungan bagi pengurus Muhammadiyah, melainkan untuk memberdayakan warga Muhammadiyah agar produktif dalam berwirausaha. Selain itu, keuntungan dari gerakan ekonomi ini diperuntukkan sepenuhnya untuk membiayai organisasi dan gerakan dakwah. Bolehlah kita mengatakan itu sebagai gerakan dakwah ekonomi. Tentu saja, semua pimpinan Muhammadiyah di segala tingkatan, perlu memikirkan secara serius keputusan Muktamar Muhammadiyah lebih dari 10 tahun silam ini.

Selama ini, gerakan ekonomi Persyarikatan masih berkutat pada Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), khususnya sekolah, perguruan tinggi, maupun rumah sakit/klinik kesehatan. Tiga bidang ini yang menonjol di Muhammadiyah. Padahal, kalau kita mau jeli, potensi ekonomi di Persyarikatan ini sangat besar dikelola dengan baik. Di balik besarnya stuktur organisasi Muhammadiyah berikut AUM-nya, ada kebutuhan-kebutuhan akan barang dan jasa yang besar pula. Sejauh ini, kebutuhan itu banyak dipasok mitra di luar Muhammadiyah. Contoh sederhana, kebutuhan akan roti/snack, dan makanan lainnya di lingkungan Persyarikatan, baik untuk pengajian, rapat, dan acara lainnya itu tinggi. Apabila kebutuhan tersebut bisa dipenuhi oleh badan usaha yang dikelola Muhammadiyah setempat, tentu ini akan menjadi kekuatan ekonomi yang luar biasa. Ada perputaran uang besar di lingkup Persyarikatan dari bidang ini. Dalam istilah ekonomi, gerakan agar uang itu berputar di komunitas disebut sebagai gerakan closed-loop economy (ekonomi berputar/tertutup) dengan pemanfaatannya juga untuk menggerakkan dakwah di Muhammadiyah. Sayangnya, gaung gerakan ekonomi Persyarikatan ini belum banyak dipikirkan secara serius oleh para pimpinan Persyarikatan.

Menekuni

Sesungguhnya Persyarikatan bisa menggerakkan Cabang dan Ranting untuk memulai menekuni gerakan ekonomi. Gerakan ini akan melengkapi gerakan amal usaha yang sudah eksis. Apalagi kita masih menemukan realitas bahwa gerakan Persyarikatan di akar rumput, di Cabang, Ranting maupun masjid, masih banyak kekurangan dana untuk menggerakkan organisasi dan dakwah. Pemasukan dari AUM tidak selalu mencukupi kebutuhan organisasi. Lagi pula, tidak semua Cabang dan Ranting mengelola AUM yang maju. Keterbatasan dari sisi pendanaan ini bisa menghambat kerja-kerja untuk memajukan masyarakat.

Di lingkungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo, sudah ada benih-benih gerakan ekonomi di luar AUM yang konvensional. Misalnya, PRM Pajang Utara yang mengawali bisnis roti dengan merek Syifa Bakery untuk mencukupi kebutuhan roti di Persyarikatan. Belum besar karena baru rintisan. Namun, rintisan ini bisa menjadi modal sosial dan ekonomi untuk terus mengembangkan usaha-usaha seperti ini. Andai saja usaha produksi roti ini digarap serius, kita yakin akan bisa tumbuh membesar. PRM akan mendapatkan keuntungan ekonomi untuk mendukung gerakan dakwah.

Tentu ini menjadi tugas Majelis Ekonomi PDM Kota Solo untuk mendorong Cabang-Ranting di Kota Solo untuk memulainya.

Kalau bukan sekarang, kapan lagi?

 Sumber: Majalah Langkah Baru edisi 23/Januari-April 2026

Berita Terbaru

Jangan Antikritik

Pesan jangan antikritik ini sampaikan Pak Marpuji Ali saat acara “Silaturahim dan Buka Bersama” yang diikuti oleh seluru GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) Perguruan Muhammadiyah...

Kompak Menyongsong Kemajuan

Memasuki abad kedua perjalanannya, Muhammadiyah menghadapi tantangan yang berbeda dengan masa-masa awal kelahirannya. Pada era Kiai Haji Ahmad Dahlan tantangan utamanya adalah kebodohan, kemiskinan, dan...

Selamat Datang SMP Muhammadiyah PKBS Kota Solo

Dalam AD/ART Persyarikatan Muhammadiyah tentang identitas organisasi disebutkan bahwa Muhammadiyah sebagai gerakan Islam, dakwah amar ma’ruf nahi munkar dan tajdid. Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan...

Paradoks Kaum Muda di Muhammadiyah

Pusat Studi Kebijakan Publik (PSKP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) merilis hasil riset perihal ketertarikan kaum muda, generasi Z dan milenial, terhadap gerakan Muhammadiyah. Riset bertajuk...

Fitri dalam Kesederhanaan Muhammadiyah

Setiap kali bulan Ramadan berakhir, umat Islam memasuki momentum spiritual yang sarat makna yaitu Idulfitri. Hari raya ini bukan sekadar penanda selesainya ibadah puasa, tetapi...

Sekolah Muhammadiyah sebagai Laboratorium Pengaderan Organisasi

Kita ketahui bersama bahwa ada dua jenis organisasi, yakni organisasi kader dan organisasi massa. Keduanya berbeda dalam hal kuantitas dan kualitas. Organisasi kader lebih menekankan...

Memprihatinkan, Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Merosot

Beberapa hari lalu, Transparency International Indonesia  (TII) merilis hasil riset terbaru tentang Indeks Persepsi Korupsi (IPK). Hasil riset ini selalu dipublikasikan setiap awal tahun untuk...

Menyiapkan Generasi Adaptif dan Kompetitif

Hal menarik di era Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) saat ini adalah adanya kebijakan penerapan mata pelajaran (mapel) Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). KKA...

Kurikulum untuk Mencipakan Kecerdasan Unggul

Menurut laporan Unesco, fenomena disinformasi digital telah menjadi ancaman yang serius terhadap kohesi sosial dan kualitas demokrasi di berbagai negara. Persoalan ini bukan sekadar masalah...

Muhammadiyah, Jalan Pembebasan dan Pemuliaan Manusia

Di tengah himpitan kolonialisme awal abad ke-20, ketika bangsa ini terlelap dalam kebodohan dan kemiskinan, sebuah cahaya pembaruan menyala dari Kampung Kauman, Yogyakarta. Muhammadiyah lahir...

Persepsi Positif tentang Muhammadiyah itu Juga Amanah…

Dalam beberapa hari ini, Muhammadiyah memperoleh apresiasi positif di dunia maya. Aksi kemanusiaan Persyarikatan untuk membantu korban banjir dan tanah longsor di Aceh dan Sumatra...

Artificial Intelligence di Tengah Pusaran Jurnalisme Dakwah Muhammadiyah

Hampir seluruh sendi kehidupan telah memanfaatkan AI (Artificial Intelligence). AI merupakan evolusi dari teknologi komputer yang dikembangkan pertama kali oleh Alan Turing. AI mengalami kemandegan...