PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Muhammadiyah memandang tradisi Malam Satu Suro sebagai bagian dari kebudayaan masyarakat Jawa yang lahir dari proses sosial dan sejarah. Namun, tradisi tersebut tetap harus ditempatkan dalam bingkai tauhid agar tidak bergeser menjadi praktik yang bertentangan dengan ajaran Islam.
Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Isman, menjelaskan bahwa dalam Tuntunan Seni Budaya Muhammadiyah berdasarkan Putusan Munas Tarjih ke-27 Tahun 2010 di Malang, kebudayaan dipahami sebagai hasil cipta, karsa, dan rasa manusia.
“Setelah Malam Satu Suro dipahami secara utuh struktur dan objeknya, Muhammadiyah menilai tradisi tersebut dengan menjadikan agama sebagai sumber nilai kebudayaan,” ujar Isman saat ditemui, Senin (15/6/2026).
Ia menjelaskan, seni dan budaya berada dalam wilayah muamalah dunyawiyah yang pada dasarnya diperbolehkan selama tidak mengandung unsur yang bertentangan dengan syariat. Karena itu, tradisi budaya tidak bisa diterima begitu saja, tetapi perlu diuji berdasarkan nilai-nilai agama.
Menurut Isman, hubungan antara Satu Suro dalam kalender Jawa dengan bulan Muharam dalam Islam dapat dipahami sebagai bentuk transformasi budaya. Muharam merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam, sedangkan Satu Suro berkembang sebagai ekspresi budaya Jawa setelah berinteraksi dengan tradisi Islam.
“Pekerjaan rumah berikutnya adalah bagaimana transformasi budaya itu melahirkan demistifikasi, yaitu upaya menghilangkan elemen mitos, takhayul, bid’ah, dan khurafat,” katanya.
Campur Aduk Agama dengan Budaya
Ia menilai persoalan muncul ketika Malam Satu Suro diyakini memiliki kesakralan khusus atau kekuatan mistis tertentu. Keyakinan semacam ini berpotensi mencampuradukkan agama dengan budaya dan dapat mengarah pada praktik yang tidak sejalan dengan dakwah Muhammadiyah.
Isman menegaskan masyarakat tetap dapat melestarikan tradisi selama fungsinya sebagai ekspresi budaya, sarana silaturahmi, media pendidikan, atau penguatan identitas sosial. Batasannya terletak pada orientasi tradisi tersebut. Jika sebuah tradisi dilakukan untuk mencari keselamatan, kekuatan gaib, atau keberkahan dari selain Allah, maka hal itu harus ditinggalkan.
Dalam membedakan budaya yang dapat diterima dengan praktik yang bertentangan dengan ajaran Islam, ia menyebut setidaknya ada tiga aspek yang perlu diuji, yakni tujuan tradisi, nilai atau keyakinan yang terkandung, serta bentuk praktik yang dijalankan.
Tradisi yang bertujuan sosial dan kultural masih dapat diterima. Namun, keyakinan terhadap kekuatan supranatural selain Allah bertentangan dengan prinsip tauhid.
Terkait ritual seperti tirakatan, kirab pusaka, atau aktivitas mencari berkah saat Malam Satu Suro, Muhammadiyah mengambil pendekatan akomodatif-transformatif. Unsur budaya yang bernilai sosial dan edukatif masih dapat dipertahankan, tetapi orientasinya perlu diarahkan sesuai ajaran Islam.
Memasuki bulan Muharam, Isman mengingatkan umat Islam agar lebih fokus pada keutamaan bulan tersebut sebagai salah satu bulan haram yang dimuliakan Allah.
Umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh, termasuk puasa Asyura pada 10 Muharam, meningkatkan ibadah, dan memperkuat ketakwaan, bukan meyakini Satu Suro sebagai malam yang memiliki kekuatan mistis tersendiri. “Budaya dapat dipelihara sebagai warisan sosial, tetapi agama tetap menjadi sumber nilai dan pedoman dalam menilai setiap tradisi,” ujarnya.
SoulMed Diluncurkan, RS UMS Dukung Medical Wellness Tourism Solo
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Surakarta (RS UMS) A.R. Fachrudin mendukung pengembangan ekosistem kesehatan digital melalui partisipasi dalam peluncuran awal aplikasi SoulMed. Kegiatan yang...
Panahan Solo Raih Dua Emas Pertama di Porprov Jateng 2026
KENDAL, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Tim panahan Kota Solo meraih dua medali emas pada hari pertama pertandingan cabang olahraga panahan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII/2026 Semarang...
Dosen UMS Dampingi Atlet Indonesia Raih Emas Asian Para Games
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dosen Pendidikan Jasmani Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Azlan Khoirur Rozikin, turut berkontribusi dalam keberhasilan atlet Indonesia meraih...
Sambut Milad ke-61 Kokam, Pemuda Muhammadiyah Solo Putar Film Kedung Kopi
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Surakarta bersama Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) menggelar refleksi Milad ke-61 Kokam bertajuk “Jejak Darah di Kedung...
Tiga AUM Muhammadiyah di Bolon Ajak Warga Berdoa Memohon Hujan
KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Tiga Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), yakni MIM Digdaya Bolon, SMP Muhammadiyah 7 Program Unggulan, dan TK Aisyiyah Bolon, bersama warga menggelar Salat Istiska...
Sekolah Muhammadiyah Karanggede Dukung Silaturahmi Akbar FGM
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Jajaran kepala sekolah dan madrasah Muhammadiyah se-Kecamatan Karanggede menyatakan dukungan terhadap Silaturahmi Akbar Forum Guru Muhammadiyah (FGM) yang dijadwalkan berlangsung pada 7 November...
UMS Beri Penghargaan bagi Penggerak Muhammadiyah se-Solo Raya
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan penghargaan kepada pimpinan daerah, cabang, ranting, serta dosen dan tenaga kependidikan yang berkontribusi dalam pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah. Apresiasi...
Ribuan Anggota Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Hari Jadi ke-68 UMS
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat komitmen dalam membangun generasi berlandaskan nilai-nilai Islam melalui Tablig Akbar dalam rangka Hari Jadi ke-68 UMS. Kegiatan yang menghadirkan...
Wali Kota Solo Siapkan Program Air Bersih Gratis PDAM untuk Rumah Ibadah
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Wali Kota Solo, Respati Ardi menyiapkan program air bersih gratis dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Toya Wening atau PDAM bagi seluruh rumah...
Tiba-tiba Ingat Seseorang, Benarkah Dia Juga Memikirkan Kita?
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pernah tiba-tiba teringat seseorang, lalu tidak lama kemudian orang tersebut menghubungi atau muncul di hadapan kita? Sebagian orang menganggap pengalaman itu sebagai tanda...
Grup Band Mess in Balance Tuntaskan “Sacred of Ignin Tour” di Lima Kota
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Band rock asal Kota Solo, Mess in Balance (MIB), telah menuntaskan rangkaian tur bertajuk “Sacred of Ignis Tour” di lima kota, yakni Jakarta, Depok,...
Mahasiswa dan Alumni UMS Bersatu Membangun Kepedulian melalui Organisasi Al-Barokah
KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Mahasiswa dan alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang tergabung dalam organisasi Al-Barokah mengadakan kegiatan sosial di Panti Disabilitas Anugrah, Kepoh RT 05/06, Desa Tohudan,...







