
Supervisor Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) PDM Kota Solo, Azhari, mengatakan bahwa forum yang mempertemukan Cabang-Ranting seperti ini sebaiknya mengundang Lazismu Kota Solo. Kehadiran Lazismu akan sangat membantu karena Cabang-Ranting selama ini masih menghadapi persoalan pendanaan.
“Dari 12 orang yang berbicara [dalam FGD], saya amati ada tujuh PRM dan PCM yang mengeluhkan pendanaan,” ujarnya. Menghadapi situasi seperti ini, sinergi antar-berbagai elemen di Persyarikatan itu sangat penting. Lazismu bisa menjadi jembatan untuk mengolaborasikan berbagai kendala pembiayaan di Cabang dan Ranting. Hal itu bisa berjalan bila dana Persyarikatan itu bisa dikelola oleh Lazismu. Dengan demikian, Cabang-Ranting yang mampu bisa menyubsidi kegiatan di Cabang-Ranting yang kurang mampu. Namun, kendalanya, kalau sudah menyangkut uang, setiap elemen di Muhammadiyah tidak mudah disatukan pengelolaannya melalui Lazismu. Masih ada perasaan ego sektoral.
Azhari mengatakan siswa sekolah Muhammadiyah di Solo itu banyak. Siswa tingkat SD-SMA sekitar 11.000, siswa TK 14.000. Kalau setiap siswa itu berinfak Rp2.000 atau Rp1.000 setiap bulan, dan dananya bisa dikelola Lazismu, maka hal ini bisa sangat membantu Ranting-Cabang yang penggalangan dananya masih lemah. Belum lagi kalau memasukkan mahasiswa kampus Muhammadiyah-‘Aisyiyah, seperti Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Universitas ‘Aisyiyah Surakarta (AISKA), dan Universitas Muhammadiyah PKU (UMPKU Surakarta), pasti jumlah dananya makin banyak. Bukan hanya PRM/PCM, ortom-ortom yang masih kekurangan bisa memanfaatkan dana yang dikelola Lazismu ini.
Azhari mengatakan bahwa memang selama ini masih menjadi problem untuk menyinergikan semua elemen di PDM Kota Solo. Masih banyak kendala. Problematika di Persyarikatan itu ada di jamiyah (organisasi), jemaah dan jariyah. Pada FGD malam itu, lanjut Azhari, pembahasan baru pada fokus pada problem jemaah di sub-ideologi penguatan Muhammadiyah. Padahal, sesungguhnya problematikanya banyak sekali. Baru pada sub itu saja sudah kompleks masalahnya. Azhari mengakui belum adanya kerja sama yang baik antar-berbagai elemen di Muhammadiyah. Jangankan kerja sama antar-PRM/PCM, antar-struktur organisasi, misalnya, dengan organisasi otonom (ortom) yang sama-sama berkantor di Balai Muhammadiyah Solo saja masih sulit untuk kerja berjemaah. “Salatnya sudah berjemaah, tapi kerjanya belum,” keluhnya.
Perlu Standardisasi
Agar organisasi di Muhammadiyah ini berjalan dengan baik, perlu ada standardisasi, baik itu standardisasi organisasi, standardisasi keuangan dan standardisasi layanan. Untuk standardisasi organisasi masjid, pihaknya menargetkan 143 masjid milik Muhammadiyah ini harus punya Surat Keputusan (SK) dari Persyarikatan. Kalau bisa ber-SK semua, paling tidak pada periode Muktamar ke-48 ini, bisa membuat SK 50% dari 143, kata Azhari, itu tidak masalah. Kelihatannya sepele, hanya soal SK, tapi pada pelaksanaannya ternyata sulit karena sudah menjadi problem lama. Sulitnya membuat SK ini karena tidak semua takmir masjid Muhammadiyah itu warga Persyarikatan.
Masjid-masjid itu juga perlu standardidasi pengelolaan keuangannya. Andaikan kas-kas masjid itu bisa disatukan dananya, kemudian dikelola Lazismu, maka hal ini akan menjadi kekuatan yang bagus karena akan bisa saling bantu antara masjid yang mampu dan masjid yang masih kekurangan. Tapi, faktanya, hal ini masih sulit direalisasikan. “Masih ada perasaan, ini masjidku, itu masjidmu,” jelas Azhari. Ini yang menjadi pekerjaan rumah bersama.
Sumber: Majalah Langkah Baru, edisi 22/April-Juni 2025
Tingkatkan Kualitas Layanan, RS PKU ‘Aisyiyah Boyolali Lakukan Groundbreaking Gedung Baru
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-RS PKU ‘Aisyiyah Boyolali resmi memulai proyek pembangunan perluasan Gedung A. Langkah strategis ini ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dirangkaikan dengan...
IMM FKIP UMS Gandeng Warga Susun SOP Peringatan Dini Banjir di Desa Carikan
KLATEN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar...
Peduli Korban Gempa NTT, IMM Sukoharjo Gelar Penggalangan Dana
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Sukoharjo melalui Bidang Sosial Pemberdayaan Masyarakat (SPM) menggelar aksi penggalangan dana kemanusiaan untuk membantu masyarakat terdampak gempa...
Wayang Kulit Jadi Media Dakwah, IMM Jawa Tengah Angkat Lakon Suta Sudarma
KLATEN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Tengah melalui Bidang Seni, Budaya, dan Pariwisata bersama LSBO PDM Klaten menggelar Pagelaran...
Teknik Mesin UMS Perkuat Kompetensi SDM Hadapi Era Kendaraan Listrik
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat kesiapan sumber daya manusia (SDM) menghadapi perkembangan teknologi otomotif, khususnya kendaraan listrik. Upaya...
Kwarda HW Solo Siapkan 85 Calon Pelatih Lewat Jaya Melati 1
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Kwartir Daerah Hizbul Wathan (Kwarda HW) Kota Solo bersiap menggelar pendidikan dan pelatihan bagi calon pelatih kepanduan HW tingkat dasar atau Jaya Melati...
Kepala SMP Muhammadiyah 1 Simpon Sampaikan 5 Pesan dari Ketua Umum PP Muhammadiyah
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Kepala SMP Muhammadiyah 1 Simpon, Kota Solo, The Favourite School, H.M. Rusmanto, menyampaikan lima pesan penting Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, sebagai...
KKN-MAs Sukses Gelar Program “Isi Piringku” di Kab. Malang
MALANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Dalam upaya meningkatkan kesadaran gizi seimbang sejak dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah ‘Aisyiyah (KKN-MAs) sukses menggelar program kerja bertajuk “Isi Piringku” di Sekolah...
Monica Subastia Pimpin PP Nasyiatul Aisyiyah Periode 2026-2030
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Puncak perhelatan Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah resmi menetapkan Monica Subastia sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) periode 2026–2030. Penetapan tersebut melalui Sidang...
Eco Bhinneka Muhammadiyah Berbagi Praktik Baik Eco Sociopreneurship di Muktamar NA
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Eco Bhinneka Muhammadiyah menggelar talkshow “Dari Rumah, Menggerakkan Perubahan” dalam rangkaian Tanwir III dan Muktamar XV Nasyiatul Aisyiyah di Hotel Dwangsa Lorin, Colomadu, Karanganyar,...
Haedar Nashir: Muktamar Harus Menjadi Ruang Musyawarah, Bukan Ketegangan
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengingatkan agar muktamar tidak dimaknai sekadar sebagai forum organisasi atau pergantian kepemimpinan. Lebih dari itu, muktamar...
Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah Tetapkan 13 Formatur PPNA Periode 2026–2030
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah yang berlangsung di Kota Solo berhasil menetapkan 13 formatur Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) periode 2026–2030, Sabtu (8/8/2026) dini hari....






