Menurut laporan Unesco, fenomena disinformasi digital telah menjadi ancaman yang serius terhadap kohesi sosial dan kualitas demokrasi di berbagai negara. Persoalan ini bukan sekadar masalah literasi digital, tetapi juga berpotensi menimbulkan krisis moral dan spiritual. Perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan yang dikuasai tanpa hadirnya nurani, tidak akan menjamin kemaslahatan, sebaliknya bisa menjadi alat perusak tatanan sosial dan nilai kemanusiaan.
Pendidikan karakter menjadi isu yang semakin penting untuk dibahas di era teknologi dan kecerdasan buatan. Banyak narasi yang muncul untuk menggambarkan keprihatinan terhadap kondisi moral bangsa. Hal ini menunjukkan bahwa tugas pendidikan harus mampu menghasilkan manusia yang utuh, yaitu manusia yang bukan hanya cerdas, tetapi juga bijaksana dan bernurani. Maka, diperlukan kurikulum yang mengintegrasikan pendidikan nilai, spiritualitas, dan kemanusiaan secara sistematis.
Kurikulum Kecerdasan Unggul
Lembaga pendidikan harus lebih fokus tidak hanya pada pengembangan keterampilan dan pengetahuan, tetapi juga pada pembinaan akhlak. Pendidikan akhlak tidak hanya berfungsi untuk membentuk perilaku individu, tetapi juga untuk memperkuat hubungan sosial dalam masyarakat. Pendidikan akhlak dan kecerdasan emosi sangat terkait erat. Pendidikan akhlak akan membimbing perilaku mulia seperti kejujuran, empati, dan pengendalian diri.
Terkadang, kecerdasan emosional dan interpersonal sering kali terabaikan dalam kurikulum formal. Padahal, kemampuan memahami perasaan orang lain, menempatkan diri dalam perspektif yang berbeda, serta bertindak demi kebaikan bersama merupakan inti dari nilai kemanusiaan yang akan membentuk peradaban. Di sinilah, betapa penting dan strategisnya pendidikan spiritualitas dan nilai diperkuat dalam desain kurikulum.
Generasi masa depan akan lebih bermakna dan sejahtera ketika dibekali dengan kecerdasan menyeluruh, seperti kecerdasan spiritual yang akan menumbuhkan integritas moral, kesadaran nilai, dan tanggung jawab transendental. Kecerdasan emosional juga penting. Kecerdasan ini memungkinkan siswa memahami, mengelola, dan mengekspresikan emosi secara sehat.
Selanjutnya adalah kecerdasan sosial juga penting dimiliki. Kecerdasan ini akan mendorong kolaborasi lintas budaya serta kepedulian terhadap kesejahteraan bersama. Kecerdasan kreatif-inovatif pun tak kalah penting. Kecerdasan ini akan melahirkan solusi baru atas persoalan yang kompleks dan dinamis. Terakhir, kecerdasan adaptif. Kecerdasan ini akan mendorong budaya belajar sebagai proses sepanjang hayat. Kesemua kecerdasan di atas, harus diintegrasikan dalam kurikulum formal sekolah.
Implementasi Kurikulum
Lembaga pendidikan Islam dapat mengimplementasikan pendidikan akhlak dan karakter kecerdasan unggul melalui beberapa langkah strategis yang terintegrasi dan berkesinambungan. Pertama desain Kurikulum Berbasis Akhlak. Langkah Mengintegrasikan nilai-nilai akhlak dalam kurikulum pendidikan adalah langkah awal yang krusial. Setiap mata pelajaran harus dirancang untuk tidak hanya fokus pada pengetahuan akademis, tetapi juga pada pembentukan karakter. Selanjutnya desain kegiatan ekstrakurikuler. Sekolah merancang kegiatan ekstrakurikuler yang mendorong siswa untuk berpartisipasi dalam amal sosial sangat penting. Kegiatan seperti bakti sosial, penggalangan dana untuk yang membutuhkan, dan kegiatan berbagi lainnya dapat membantu siswa memahami pentingnya berbagi dan berkorban. Kegiatan seperti ini mendorong tumbuhnya empati siswa.
Desain pendidikan spiritual penting juga dirancang. Sekolah mengadakan kegiatan untuk meningkatkan kesadaran spiritual siswa seperti pengajian, diskusi tentang nilai-nilai Islam, dan praktik ibadah yang baik. Kegiatan ini membantu siswa memahami pentingnya akhlak dalam konteks keimanan. Menurut Hasan (2021), pendidikan spiritual yang terintegrasi dalam kurikulum dapat memperkuat fondasi moral siswa dan membantu mereka menghadapi tantangan kehidupan dengan lebih baik. Dengan rancangan kurikulum kecerdasan unggul, akan mendorong lahirnya manusia utuh. Manusia yang memiliki kecerdasan holistik, berkhidmat pada kemanusiaan, adaptif pada perubahan dan menjadi rahmat bagi kehidupan di tengah arus kemajuan teknologi.
Fitri dalam Kesederhanaan Muhammadiyah
Setiap kali bulan Ramadan berakhir, umat Islam memasuki momentum spiritual yang sarat makna yaitu Idulfitri. Hari raya ini bukan sekadar penanda selesainya ibadah puasa, tetapi...
Sekolah Muhammadiyah sebagai Laboratorium Pengaderan Organisasi
Kita ketahui bersama bahwa ada dua jenis organisasi, yakni organisasi kader dan organisasi massa. Keduanya berbeda dalam hal kuantitas dan kualitas. Organisasi kader lebih menekankan...
Memprihatinkan, Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Merosot
Beberapa hari lalu, Transparency International Indonesia (TII) merilis hasil riset terbaru tentang Indeks Persepsi Korupsi (IPK). Hasil riset ini selalu dipublikasikan setiap awal tahun untuk...
Memperluas Dakwah Ekonomi Persyarikatan
Salah satu keputusan Muktamar ke-47 Muhammadiyah di Makassar tahun 2015 adalah perlunya memperluas gerakan ekonomi Persyarikatan, selain gerakan pendidikan dan kesehatan. Penguatan di bidang ekonomi...
Menyiapkan Generasi Adaptif dan Kompetitif
Hal menarik di era Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) saat ini adalah adanya kebijakan penerapan mata pelajaran (mapel) Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). KKA...
Muhammadiyah, Jalan Pembebasan dan Pemuliaan Manusia
Di tengah himpitan kolonialisme awal abad ke-20, ketika bangsa ini terlelap dalam kebodohan dan kemiskinan, sebuah cahaya pembaruan menyala dari Kampung Kauman, Yogyakarta. Muhammadiyah lahir...
Persepsi Positif tentang Muhammadiyah itu Juga Amanah…
Dalam beberapa hari ini, Muhammadiyah memperoleh apresiasi positif di dunia maya. Aksi kemanusiaan Persyarikatan untuk membantu korban banjir dan tanah longsor di Aceh dan Sumatra...
Artificial Intelligence di Tengah Pusaran Jurnalisme Dakwah Muhammadiyah
Hampir seluruh sendi kehidupan telah memanfaatkan AI (Artificial Intelligence). AI merupakan evolusi dari teknologi komputer yang dikembangkan pertama kali oleh Alan Turing. AI mengalami kemandegan...
Muhammadiyah, Anak Muda, dan Manusia yang tak Lagi Bicara
Di indekos yang eksklusif tak jauh dari pusat Kota Solo, seorang kawan bercerita. Ia tak kenal satu pun tetangganya. Padahal sudah dua bulan tinggal di...
Inovasi atau Mati
Hampir tiap tahun kita mendengar berita ada sekolah yang ditutup atau dimerger dikarenakan tidak mendapatkan murid. Kalaupun ada murid sangat minimalis untuk mengatakan tidak memenuhi...
Teori Vygotsky, Live in Society dan Pendidikan Islam
SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat, Kota Solo, baru saja selesai menjalankan program Live in Society, Jumat- Sabtu (7-8/11/2025), bagi siswa kelas X. Program Live in...
Berharap kepada JIMM…
Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM) Soloraya, Selasa (28/10/2025), menyelenggarakan diskusi bertema “Rancang Bangun Tafsir At-Tanwir: Pandangan Orang Dalam”. Acara yang berlangsung di ruang Siti Baroroh...






