Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Umum

Kisah tentang RotiMu…

Sholahuddin, Editor: Sholahuddin
Senin, 16 Februari 2026 10:59 WIB
Kisah tentang RotiMu…
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Suasana pelatihan pembuatan roti di Shabran Bakery Pondok Shabran UMS. [Dok Shabran Bakery].

Shabran Bakery. Dari namanya, bagi warga Muhammadiyah Kota Solo, bisa menebak siapa pengelola industri roti ini. Ya, Shabran Bakery adalah industri roti rumahan yang dikelola oleh Pondok Muhammadiyah Hajjah Nurriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta atau disingkat Pondok Shabran UMS.  Pondok ini didirikan oleh UMS sebagai pusat pengaderan Persyarikatan. Mahasantrinya berasal dari utusan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) dari seluruh Indonesia.

Shabran Bakery—sekarang dengan brand baru, RotiMu—awalnya dijalankan karena ada tawaran dari Menteri Perindustrian yang memberikan bantuan kepada pondok pesantren di seluruh Indonesia. Pada saat Pondok Shabran dipimpin Mutohharun Jinan sebagai Direktur, pondok menerima bantuan peralatan lengkap senilai sekitar Rp200 juta untuk memproduksi roti. Bahkan, pihak Kementerian Perindustrian mendampingi produksi roti sehingga Shabran Bakery bisa mandiri. Pada awalnya, pondok kesulitan menjalankan usaha ini karena tak berpengalaman memproduksi roti. “Kemudian saya diminta untuk ikut membantu karena eman-eman peralatan tersedia tapi tidak dimanfaatkan,” jelas Muna Jamilah, pengelola Shabran Bakery. Apalagi ada klausul,  bila alat-alat tersebut tidak digunakan pada jangka waktu tertentu, peralatan akan ditarik kembali pihak kementerian.

Suasana pelatihan pembuatan roti di Shabran Bakery Pondok Shabran UMS. [Dok Shabran Bakery].

Pada awal-awal merintis, Shabran Bakery sempat memperoleh omzet yang bagus karena melayani peserta Baitul Arqam di Pondok Shabran UMS. Peserta menginap selama empat hari. Kebutuhan snack Baitul Arqam ini dipenuhi Shabran Bakery. Dalam sehari bisa menghabiskan 10 kg tepung. Sayangnya, industri kecil ini sempat berhenti produksi akibat pandemi Covid-19. Ditambah lagi peserta Baitul Arqam tidak menginap lagi di Pondok Shabran. Selain karena Covid-19, gedung yang digunakan untuk Baitul Arqam rusak—dan sekarang baru dibangun kembali. “Setelah itu kami jatuh bangun,” cerita Muna Jamilah pada forum Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan majalah Langkah Baru, pada Agustus 2025 silam, di Balai Muhammadiyah Keprabon.

Pengelola Shabran Bakery berusaha bangkit. Usai pandemi, usaha roti ini kembali menggeliat. Pesanan, khususnya dari UMS, mulai berdatangan. Ada pula pelanggan lainnya, para pencinta roti, yang selalu menghubungi pihaknya untuk pesan. Selama ini prinsip penjualan Shabran Bakery menggunakan model pre-oder atau pesan lebih dulu. Karena itu, omzet industri roti ini masih belum pasti tergantung banyak sedikitnya pesanan. Kadang-kadang, dalam satu bulan, bisa ribuan roti yang diproduksi, antara 2000-3000 roti. Ke depan, omzet Shabran Bakery bakal lebih pasti karena telah menandatangani kerja sama dengan UMS Boga, distributor tunggal dari UMS. Dalam sebulan, Shabran Bakery memberi target omzet penjualan Rp25 juta kepada UMS Boga. Penjualan roti, melalui UMS Boga, akan dikembangkan ke Muhammadiyah maupun ‘Aisyiyah di daerah lain sehingga pangsa pasarnya terus menggeliat.

Proses produksi di Shabran Bakery. [Dok. Shabran Bakery].

Tawarkan Menjadi Subagen

Pihak Shabran Bakery menawarkan kepada Ranting, Cabang, maupun Daerah Muhammadiyah untuk bisa berkolaborasi menjadi subagen penjualan roti, khususnya untuk kegiatan Persyarikatan. Tentu akan ada pembagian keuntungan sesuai kesepakatan. Pihak calon subagen harus menghubungi UMS Boga sebagai agen tunggal penjualan Shabran Bakery. Setelah kerja sama dengan UMS Boga ini, branding untuk Shabran Bakery diubah menjadi RotiMu. Brand ini akan memperbanyak produk lain dengan menggunakan merek –mu yang sudah beredar, seperti Airmu, MieMu, AC MU, dsb. Merek dengan -mu telah menjadi identik produk Persyarikatan.

Pengelola Shabran Bakery lainnya, Riastuti Nurhayati, menambahkan sebenarnya kebutuhan terhadap roti di Muhammadiyah itu sangat besar. Misalnya, misalnya dulu ada momentum Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Solo tahun 2022, ada masa ta’aruf (masta) mahasiswa di kampus Muhammadiyah-‘Aisyiyah, ada rapat-rapat, pengajian, dan pertemuan lainnya. Semua membutuhkan roti. Kalau hal itu bisa dipenuhi oleh Persyarikatan sendiri, itu akan dampak bagus secara ekonomi. Riastuti menyarankan agar Persyarikatan baik di Ranting, Cabang, maupun Daerah bisa membuat industri roti untuk mencukupi banyaknya kebutuhan roti dan snack tersebut. Pasalnya, RotiMu tidak akan bisa mengover semua permintaan roti di Persyarikatan.

Dia menjamin memproduksi roti itu bukan hal sulit. Modalnya pun tidak terlalu besar. “Memproduksi roti pun tidak terlalu sulit, bahkan tergolong mudah. Misalnya para aktivis Pemuda Muhammadiyah ini kita training, satu atau dua bulan, pasti bisa,” tambah dia. Selain untuk produksi, industri roti juga bisa membuka program lain seperti cooking class untuk anak-anak TK, ibu-ibu ‘Aisyiyah maupun siswa sekolah Muhammadiyah yang jumlahnya sangat banyak.

Siapa tertarik?

Sumber: Majalah Langkah Baru edisi 23/Januari-April 2026

Berita Terbaru

Muhammadiyah Pandang Malam Satu Suro sebagai Budaya, Tauhid Tetap Utama

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Muhammadiyah memandang tradisi Malam Satu Suro sebagai bagian dari kebudayaan masyarakat Jawa yang lahir dari proses sosial dan sejarah. Namun, tradisi tersebut...

Pertamax Naik ke Rp16.250, Pengamat UMS Soroti Beban Kelas Menengah

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Kenaikan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter memicu kekhawatiran di tengah masyarakat. Isu yang ramai dibicarakan mulai dari ancaman inflasi...

Muhammadiyah Investasikan Rp800 Miliar untuk Bangun Pabrik Infus

MALANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, melakukan groundbreaking (peletakan batu pertama) pabrik infus milik Persyarikatan, PT Suryavena Farma Indonesia, Kamis (11/6/2026), di...

Akademisi UMS Ingatkan Pentingnya Kepastian Teknis dalam Ekspor Satu Pintu

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Akbar Pratama Kartika menilai kebijakan ekspor satu pintu yang melibatkan Badan Usaha...

Indonesia Open 2026 Banyak Beri Pelajaran soal Teknologi dan Analisis Olahraga

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Perhelatan Indonesia Open 2026 yang menghadirkan atlet-atlet bulu tangkis terbaik dunia dinilai menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk mempelajari perkembangan pembinaan olahraga...

Jurus Mahasiswa UMS Tenangkan Sapi Sebelum Penyembelihan Kurban

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Penyembelihan hewan kurban di Lapangan Timur Masjid Hj. Sudalmiyah Rais Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Kamis (28/5/2026), menjadi pengalaman berharga bagi...

UMS Dampingi Anak Migran Indonesia di Sabah, Ajarkan Kelola Uang Saku dan Dasar Komputer

SABAH, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PkM KI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan penguatan literasi keuangan dan pelatihan dasar komputer bagi siswa...

PCA Gatak Gelar Pengajian Safari Dakwah dan Pelepasan Calon Jemaah Haji

GATAK, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Siang yang cerah, usai Salat Jumat, Jumat (08/05/2026), gedung Tirta Wirejo, Wironanggan dipadati  jemaah pengajian Safari Dakwah dan jemaah calon haji Kecamatan Gatak, Sukoharjo tahun...

Padukan Syiar dan Tadabur Alam, Santri Pondok KHAD MTs Muhammadiyah Surakarta Rihlah ke Gunungkidul

GUNUNGKIDUL, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Pondok Putra KH Ahmad Dahlan (KHAD) MTs Muhammadiyah Surakarta melaksanakan kegiatan Rihlah dan Tadabur Alam di Kabupaten Gunungkidul, Sabtu–Minggu (9–10/5/2026). Kegiatan ini...

Melaju Bersama Dakwah, BikersMu Surakarta Gelar Touring ke Pacitan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Lebih dari 50 warga Muhammadiyah dan simpatisan yang tergabung dalam komunitas BikersMu Surakarta menggelar touring ke Pantai Buyutan dan Pantai Kasap, Pacitan,...

Atlet Panahan Kota Solo Ikuti Lomba Degradasi untuk Porprov Jateng

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Para atlet panahan Kota Solo, Minggu (3/5/2026) melaksanakan kegiatan lomba degradasi. Degradasi akan dilaksanakan dua tahap. Tahap pertama bulan Mei dan tahap kedua bulan...

Peluang El Nino 2026 Capai 70 Persen, Akademisi UMS Ingatkan Potensi Kemarau Panjang

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Fenomena El Nino “Godzilla” yang belakangan ramai diperbincangkan publik bukan merupakan istilah ilmiah resmi. Guru Besar Program Studi Geografi Fakultas Geografi Universitas...