Pendidikan merupakan kunci bagi pembangunan sumber daya manusia. Para pendidik, sosiolog, psikolog dan ahli ilmu-ilmu sosial sepakat bahwa pendidikan merupakan faktor penentu untuk mengarahkan dan membentuk karakteristik individu dalam kehidupan masyarakat modern yang berskala luas dan komplek. Kadar pendidikan yang diterima seseorang akan memainkan peranan penting dalam menentukan kualitas personal maupun kualitas sosial anak bangsa.
Pendidikan merupakan penentu utama pembentukan sikap, nilai-nilai dan tingkah laku yang akan dapat membedakan manusia maju dan tradisional. Berangkat dari pernyataan tersebut dapat dinyatakan bahwa pendidikan adalah merupakan human investment dalam pembangunan nasional yang akan menghasilkan kader-kader pembangunan berkualitas. Oleh karena itu titik tekan desain pembangunan suatu bangsa seharusnya lebih diprioritaskan pada pembangunan sumber daya manusia melalui pembangunan pendidikan yang berorientasi pada karekteristik khas bangsa Indonesia, namun tetap tidak mengabaikan karekteristik-karakteristik khas yang dimiliki oleh anak-anak negeri, karena negeri kita terdiri dari berbagai ragam suku, adat dan kebudayaan.
Sebagai sebuah investasi kemanusiaan (human investment), proses pendidikan dan pengajaran kepada anak didik harus dilakukan dengan semangat yang menyeluruh. Artinya proses pendidikan dan pengajaran bukan sekadar proses pengajaran kognitif formalistik, tetapi juga harus merupakan proses mental untuk membentuk anak didik menjadi sosok yang berkepribadian unggul yang cerdas secara intelektual, emosional dan cerdas berketuhanan. Selain berilmu pengetahuan, siswa juga dididik untuk beriman, bertakwa dan berwawasan kebangsaan. Oleh karena itu kualitas manusia Indonesia paling tidak harus meliputi kualitas kepribadian, kualitas penguasaan iptek serta kualitas keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Konsep yang demikian ini akan mengantarkan bangsa indonesia pada pencapaian tujuan pembanguan nasional, yaitu terwujutnya kehidupan bangsa Indonesia yang sejahtera di masa depan.
Realitas di Indonesia
Indonesia sebagai negara yang sedang berkembang (development country) tentu tidak lepas dari permasalahan yang terkait dengan masalah sumber daya manusia yang berkualitas. Menyadari hal itu maka pendidikan harus menjadi prioritas penting dalam desain makro pembangunan nasional Indonesia.
Di Indonesia pendidikan diposisikan sebagai upaya yang sengaja diadakan oleh orang dewasa untuk menolong anak didik dalam perkembangannya menuju kedewasaan jasamani dan rohani. Kedewasaan jasmani yang dimaksudkan adalah pertumbuhan (growth) yang sehat secara maksimal.
Sedangkan kedewasaan rohani adalah perkembangan (development) rohaniah yang mencakup perkembangan kognitip dan afektif atau dalam istilah bahasa Indonesianya disebut dengan cipta, rasa dan karsa. Maka menjadi wajar apabila para pakar pendidikan berpandangan pendidikan suatu bangsa merupakan suatu usaha membawa masyarakat kepada tujuan yang dicita-citakan, yaitu kehidupan yang sejahtera lahir batin. Pandangan tersebut tersusun dalam suatu formula yang dikenal sebagai filsafat negara dan filsafat bangsa. Filosofi inilah yang mendasari dan menjiwai semua perbuatan, semua kegiatan, semua bentuk organisasi dan selanjutnya menjadi pedoman dalam mencapai tujuan atau cita-cita.
Sampai titik pembahasan ini dapat disimpulkan makna pendidikan adalah usaha-usaha manusia yang sengaja dilakukan untuk membina kepribadian sesuai dengan nilai-nilai yang berekembang di dalam masyarakat dan kebudayaan. Hal ini dilakukan dengan jalam membina potensi-potensi pribadi, baik yang bersifat jasmaniah maupun rohaniah. Pada sisi yang lain pendidikan juga merupakan suatu proses pertumbuhan yang di dalamnya ada upaya memberikan bantuan kepada individu untuk mengembangkan kekuatan, bakat, kemampuan dan minatnya.
Pendidikan merupakan proses pemberian kesempatan kepada seseorang untuk menyesuaikan diri terhadap aspek-aspek kehidupan modern, yaitu pola kehidupan sosial yang menghormati nilai-nilai keterbukaan, individualitas dan progresif berhadapan dengan pola kehidupan sosial tradisional.
Fitri dalam Kesederhanaan Muhammadiyah
Setiap kali bulan Ramadan berakhir, umat Islam memasuki momentum spiritual yang sarat makna yaitu Idulfitri. Hari raya ini bukan sekadar penanda selesainya ibadah puasa, tetapi...
Sekolah Muhammadiyah sebagai Laboratorium Pengaderan Organisasi
Kita ketahui bersama bahwa ada dua jenis organisasi, yakni organisasi kader dan organisasi massa. Keduanya berbeda dalam hal kuantitas dan kualitas. Organisasi kader lebih menekankan...
Memprihatinkan, Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Merosot
Beberapa hari lalu, Transparency International Indonesia (TII) merilis hasil riset terbaru tentang Indeks Persepsi Korupsi (IPK). Hasil riset ini selalu dipublikasikan setiap awal tahun untuk...
Memperluas Dakwah Ekonomi Persyarikatan
Salah satu keputusan Muktamar ke-47 Muhammadiyah di Makassar tahun 2015 adalah perlunya memperluas gerakan ekonomi Persyarikatan, selain gerakan pendidikan dan kesehatan. Penguatan di bidang ekonomi...
Menyiapkan Generasi Adaptif dan Kompetitif
Hal menarik di era Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) saat ini adalah adanya kebijakan penerapan mata pelajaran (mapel) Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). KKA...
Kurikulum untuk Mencipakan Kecerdasan Unggul
Menurut laporan Unesco, fenomena disinformasi digital telah menjadi ancaman yang serius terhadap kohesi sosial dan kualitas demokrasi di berbagai negara. Persoalan ini bukan sekadar masalah...
Muhammadiyah, Jalan Pembebasan dan Pemuliaan Manusia
Di tengah himpitan kolonialisme awal abad ke-20, ketika bangsa ini terlelap dalam kebodohan dan kemiskinan, sebuah cahaya pembaruan menyala dari Kampung Kauman, Yogyakarta. Muhammadiyah lahir...
Persepsi Positif tentang Muhammadiyah itu Juga Amanah…
Dalam beberapa hari ini, Muhammadiyah memperoleh apresiasi positif di dunia maya. Aksi kemanusiaan Persyarikatan untuk membantu korban banjir dan tanah longsor di Aceh dan Sumatra...
Artificial Intelligence di Tengah Pusaran Jurnalisme Dakwah Muhammadiyah
Hampir seluruh sendi kehidupan telah memanfaatkan AI (Artificial Intelligence). AI merupakan evolusi dari teknologi komputer yang dikembangkan pertama kali oleh Alan Turing. AI mengalami kemandegan...
Muhammadiyah, Anak Muda, dan Manusia yang tak Lagi Bicara
Di indekos yang eksklusif tak jauh dari pusat Kota Solo, seorang kawan bercerita. Ia tak kenal satu pun tetangganya. Padahal sudah dua bulan tinggal di...
Inovasi atau Mati
Hampir tiap tahun kita mendengar berita ada sekolah yang ditutup atau dimerger dikarenakan tidak mendapatkan murid. Kalaupun ada murid sangat minimalis untuk mengatakan tidak memenuhi...
Teori Vygotsky, Live in Society dan Pendidikan Islam
SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat, Kota Solo, baru saja selesai menjalankan program Live in Society, Jumat- Sabtu (7-8/11/2025), bagi siswa kelas X. Program Live in...






