Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Umum

Jejak Perjuangan Pendidikan Muhammadiyah: Pemberantasan Buta Huruf hingga Kritik Terhadap Kebijakan Ordonansi Guru

Tim Redaksi, Editor: Sugiharko Sahid
Selasa, 29 Agustus 2023 15:43 WIB
Jejak Perjuangan Pendidikan Muhammadiyah: Pemberantasan Buta Huruf hingga Kritik Terhadap Kebijakan Ordonansi Guru

 

SURAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk peradaban dan memajukan masyarakat. Muhammadiyah, sebagai organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia, telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam jejak perjuangan pendidikan di tanah air. Melalui berbagai inisiatif dan program, Muhammadiyah telah berperan aktif dalam pemberantasan buta huruf serta memberikan kritik konstruktif terhadap berbagai kebijakan pendidikan, termasuk kebijakan ordonansi guru. Artikel ini akan membahas perjalanan perjuangan pendidikan Muhammadiyah dengan fokus pada dua aspek utama: pemberantasan buta huruf dan kritik terhadap kebijakan ordonansi guru.

Pemberantasan Buta Huruf

  1. Pendidikan sebagai Landasan Utama: Muhammadiyah sejak awal menyadari bahwa pendidikan merupakan landasan utama dalam mengangkat derajat individu dan masyarakat. Organisasi ini telah berkomitmen untuk memberikan akses pendidikan yang berkualitas bagi semua lapisan masyarakat, termasuk mereka yang belum memiliki kemampuan membaca dan menulis.
  2. Program Pendidikan Berbasis Masyarakat: Muhammadiyah telah mendirikan berbagai lembaga pendidikan, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, yang menyediakan pendidikan dengan biaya terjangkau. Lebih dari itu, mereka juga aktif dalam mengembangkan program-program pendidikan berbasis masyarakat, seperti Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) dan Pondok Pesantren.
  3. Inisiatif Pemberantasan Buta Huruf: Dalam upaya pemberantasan buta huruf, Muhammadiyah telah menginisiasi program-program khusus yang menargetkan kelompok rentan yang belum memiliki akses pendidikan. Program ini melibatkan para guru dan sukarelawan yang bekerja keras untuk membantu orang dewasa mempelajari dasar-dasar membaca, menulis, dan berhitung.

Kritik terhadap Kebijakan Ordonansi Guru

  1. Pentingnya Pendidikan Berkualitas: Muhammadiyah meyakini bahwa pendidikan berkualitas merupakan hak setiap individu. Kebijakan ordonansi guru yang dianggap tidak memadai dapat berdampak negatif pada kualitas pendidikan dan akhirnya merugikan peserta didik.
  2. Kritik Terhadap Standar dan Rekrutmen Guru: Muhammadiyah telah mengkritik kebijakan ordonansi guru yang mungkin mengabaikan standar kualitas dalam merekrut tenaga pendidik. Mereka berpendapat bahwa proses seleksi dan pelatihan guru harus ditingkatkan untuk memastikan kompetensi dan dedikasi yang tinggi.
  3. Dukungan untuk Pengembangan Profesionalisme Guru: Salah satu kritik penting Muhammadiyah terhadap kebijakan ini adalah kurangnya dukungan untuk pengembangan profesionalisme guru. Mereka menekankan perlunya pelatihan berkelanjutan dan insentif yang mendorong guru untuk terus meningkatkan kualitas mengajar.

Visi Ke Depan

Muhammadiyah terus berkomitmen untuk mendorong perubahan positif di dunia pendidikan Indonesia. Dalam jejak perjuangannya, Muhammadiyah telah dan akan terus berkontribusi dalam upaya pemberantasan buta huruf serta memberikan kritik yang konstruktif terhadap kebijakan-kebijakan pendidikan, seperti kebijakan ordonansi guru. Dengan tekad dan semangat yang tinggi, Muhammadiyah berusaha memastikan bahwa pendidikan berkualitas dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat, seiring dengan terus mendorong perbaikan sistem pendidikan nasional.

Kesimpulan

Pendidikan adalah pilar utama dalam mengangkat kualitas hidup dan memajukan masyarakat. Muhammadiyah sebagai organisasi yang memiliki komitmen kuat terhadap pendidikan telah berperan aktif dalam pemberantasan buta huruf dan memberikan kritik yang konstruktif terhadap kebijakan ordonansi guru. Jejak perjuangan pendidikan Muhammadiyah telah meninggalkan dampak yang positif dan berkesinambungan dalam memajukan pendidikan di Indonesia. (*)

Berita Terbaru

Paradoks Era Digital: Demokratis, tapi Krisis Etika

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Perkembangan teknologi digital membuka ruang kebebasan baru bagi masyarakat dalam menyuarakan suara, menyampaikan pengalaman, hingga mengawasi kekuasaan. Namun, di balik peluang tersebut, muncul persoalan...

Ustaz Adi Sulistyo Isi Kajian Bakda Subuh di Masjid Balai Muhammadiyah Kota Solo

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Kajian bakda Subuh di Masjid Balai Muhammadiyah PDM Kota Solo, Jumat (13/03/2026), diisi oleh Ustaz Adi Sulistyo yang menyampaikan materi tentang kriteria...

Mahasantri Pondok Shabran UMS Inisiasi Ramadhan Island Fest 1447 H di Raja Ampat

RAJA AMPAT, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Mahasantri Pondok Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang juga Dai Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LDK PP Muhammadiyah), Ari Hardianto, menggagas penyelenggaraan...

Bank Jateng Syariah KCPS UMS Gelar Jalan Senja Bersama Mitra UMKM

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai kegiatan Jalan Senja yang digelar oleh Bank Jateng Syariah KCPS UMS bersama para pelaku UMKM di wilayah Menco Raya, Kartasura, Sukoharjo, Rabu...

Negara vs Big Tech: Dosen FHIP UMS Soroti Kedaulatan Digital Indonesia

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Langkah tegas Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam memberikan peringatan keras kepada raksasa teknologi Meta dinilai sebagai momentum krusial penegasan kedaulatan digital nasional. Peringatan...

Tokoh Masyarakat Apresiasi Silaturahmi Ramadan UMS, Dorong Kolaborasi Dakwah

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Kegiatan Pengajian Ramadan dan Silaturahmi yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendapat apresiasi positif dari para tokoh masyarakat dan takmir masjid di sekitar kampus....

Menurunnya Minat Menjadi Anggota BEM, Pembina Soroti Tantangan Aktivisme 4.0

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret (FKIP UNS) melaksanakan pelantikan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP UNS yang bertempat di Aula Gedung...

Pelantikan Pengurus BEM FKIP UNS: Dekan dan Wakil Dekan Mendorong Mahasiswa Berkarakter “Juara”

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret (FKIP UNS) secara resmi melantik 181 pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP UNS dalam sebuah prosesi...

Pesantren Jurnalistik Muhammadiyah Jateng Pacu Akselerasi Dakwah Digital

SEMARANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Jurnalistik merupakan bagian dari dakwah amar makruf nahi mungkar yang dilakukan melalui tulisan. Profesi ini dinilai sangat mulia, bahkan telah dicontohkan oleh KH Ahmad...

Andy Ratmanto Sampaikan Kultum Salat Tarawih di Masjid Al-Hikmah Danukusuman

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ketua Majelis Kader Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM Banjarsari, Kota Solo, Andy Ratmanto, belum lama ini menyampaikan kultum salat Tarawih di Masjid Al-Hikmah yang dikelola...

FGM Boyolali Siapkan Halal Bihalal Guru Muhammadiyah Se-Kabupaten

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Boyolali menggelar rapat koordinasi persiapan Halal Bihalal Guru Muhammadiyah se-Kabupaten Boyolali baik guru SD/MIM, SLTP/MTSM/ SLTA Muhammadiyah pada Selasa...

Membangun Cabang dan Ranting Perlu Kolaborasi

Ketua Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo, Sumanto, mengatakan lembaganya sudah menyiapkan indikator-indikator untuk memonitor perkembangan Muhammadiyah...

Leave a comment