Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Artikel

Gerakan Infak Pendidikan (GIP-111) Harus Menjadi Gerakan Bersama

Sholahuddin, Editor: Sholahuddin
Jumat, 24 November 2023 09:06 WIB
Gerakan Infak Pendidikan (GIP-111) Harus Menjadi Gerakan Bersama
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Bendara Umum PP Muhammadiyah Hilman Latief meluncurkan program GIP-111 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Sabtu (18/11/2023). (Foto : muhammadiyah.or.id).

Persyarikatan Muhammadiyah meluncurkan program Gerakan Infak Pendidikan atau sering disingkat GIP-111. Angka 111 menunjuk usia persyarikatan yang berumur 111 tahun pada 18 November 2023 lalu. Program GP-111 diluncurkan pada perayaan Milad Muhammadiyah ke-111 di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Sabtu (18/11/2023) malam.

Muhammadiyah menginisiasi gerakan infak untuk mengatasi persoalan di lembaga pendidikan di persyarikatan. Selama ini masih ada kesenjangan di antara ribuan sekolah itu.  Ada sekolah yang maju dengan fasilitas memadai. Sekolah juga bisa menggaji para pengajarnya dengan imbalan yang layak. Ada lembaga pendidikan Muhammadiyah yang kurang layak, terutama sekolah-sekolah di perdesaan maupun di kawasan terpencil. Sebagai sekolah swasta yang berbasis komunitas, maka maju tidaknya lembaga pendidikan tergantung pada komunitas setempat. Nah, sekolah-sekolah seperti ini yang perlu penanganan khusus.

Karena itu, GIP-111 sebagai ikhtiar untuk membangun kemandirian Muhammadiyah dalam mengelola amal usaha di bidang pendidikan. Dana tersebut akan digunakan untuk membantu sekolah-sekolah Muhammadiyah yang masih memerlukan support dana, baik untuk membangun infrastruktur pendidikan maupun meningkatkan kesejahteraan para guru. Memang, problem kesejahteraan guru ini masih menjadi persoalan bersama. Bukan hanya persoalan di sekolah Muhammadiyah melainkan menjadi problem di Indonesia secara umum. Bahkan di sekolah-sekolah yang dikelola oleh negara sekalipun. Kesejahteraan guru masih jadi masalah besar, khususnya guru-guru selain yang berstatus aparatur sipil negara (ASN) maupun guru kontrak melalui PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja).

Inisiasi Muhammadiyah mengumpulkan dana abadi pendidikan ini patut kita apresiasi. Ini menjadi salah satu usaha untuk meningkatkan layanan pendidikan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan guru di sekolah persyarikatan. Yang lebih urgen, Muhammadiyah ingin membangun kemandirian dalam hal keuangan dengan mengurangi ketergantungan pihak lain. Sebagai warga persyarikatan, kita perlu mengapresisi, mendukung, dan tentunya ikut menyumbangkan dana untuk GIP-111 demi terbangunnya sekolah-sekolah yang berkemajuan.

Alhamdulillah, pada saat diluncurkan pada 18 November 2023 lalu, GIP-111 berhasil mengumpulkan dana lebih dari Rp82 miliar. Dana akan terus bertambah seiring makin banyaknya warga persyarikatan yang menyumbang.  Dana tersebut selain dari sumbangan dari amal usaha Muhammadiyah (AUM), juga dari tokoh-tokoh persyarikatan, karyawan AUM, hingga warga persyarikatan. Tentu saja hal ini patut kita syukuri. Meski dana Rp82 masih terlalu kecil untuk membiaya pendidikan Muhammadiyah di seluruh Tanah Air, sebagai dana awal, ini menjadi hal yang luar biasa. Apalagi warga Muhammadiyah selama ini dikenal sebagai warga yang suka berderma. Gerakan filantropi, serta gerakan keikhlasan ini yang menjadi faktor penting Muhammadiyah bisa memasuki usia hingga lebih dari 1 abad.

Muhammadiyah melalui Lazismu, pada saat pandemi Covid-19 lalu, mampu mengumpulkan dan menyalurkan dana hingga lebih dari Rp1 triliun untuk membantu korban pandemi. Muhammadiyah juga mampu mengumpulkan dana hingga Rp40 miliar untuk membantu korban perang di Palestina sejak 2018 hingga 2023. Belum lagi dana zakat, infak, sedekah yang berhasil dikumpulkan Lazismu dari masyarakat. Ini menandakan potensi warga Muhammadiyah itu besar untuk mengumpulkan dana pendidikan yang saat ini diluncurkan. Karena itu kita harus optimistis GIP-111 akan terus menggelinding dan menjadi gerakan besar dan masif di Muhammadiyah. Tentu gerakan ini harus menjadi kesadaran bersama di seluruh warga persyarikatan sebagai ikhtiar serius untuk membangun kemandirian dan menjadikan sekolah Muhammadiyah sebagai lembaga pendidikan yang jauh lebih bermartabat.

Insya Allah…

Berita Terbaru

Jangan Antikritik

Pesan jangan antikritik ini sampaikan Pak Marpuji Ali saat acara “Silaturahim dan Buka Bersama” yang diikuti oleh seluru GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) Perguruan Muhammadiyah...

Kompak Menyongsong Kemajuan

Memasuki abad kedua perjalanannya, Muhammadiyah menghadapi tantangan yang berbeda dengan masa-masa awal kelahirannya. Pada era Kiai Haji Ahmad Dahlan tantangan utamanya adalah kebodohan, kemiskinan, dan...

Selamat Datang SMP Muhammadiyah PKBS Kota Solo

Dalam AD/ART Persyarikatan Muhammadiyah tentang identitas organisasi disebutkan bahwa Muhammadiyah sebagai gerakan Islam, dakwah amar ma’ruf nahi munkar dan tajdid. Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan...

Paradoks Kaum Muda di Muhammadiyah

Pusat Studi Kebijakan Publik (PSKP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) merilis hasil riset perihal ketertarikan kaum muda, generasi Z dan milenial, terhadap gerakan Muhammadiyah. Riset bertajuk...

Fitri dalam Kesederhanaan Muhammadiyah

Setiap kali bulan Ramadan berakhir, umat Islam memasuki momentum spiritual yang sarat makna yaitu Idulfitri. Hari raya ini bukan sekadar penanda selesainya ibadah puasa, tetapi...

Sekolah Muhammadiyah sebagai Laboratorium Pengaderan Organisasi

Kita ketahui bersama bahwa ada dua jenis organisasi, yakni organisasi kader dan organisasi massa. Keduanya berbeda dalam hal kuantitas dan kualitas. Organisasi kader lebih menekankan...

Memprihatinkan, Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Merosot

Beberapa hari lalu, Transparency International Indonesia  (TII) merilis hasil riset terbaru tentang Indeks Persepsi Korupsi (IPK). Hasil riset ini selalu dipublikasikan setiap awal tahun untuk...

Memperluas Dakwah Ekonomi Persyarikatan

Salah satu keputusan Muktamar ke-47 Muhammadiyah di Makassar tahun 2015 adalah perlunya memperluas gerakan ekonomi Persyarikatan, selain gerakan pendidikan dan kesehatan. Penguatan di bidang ekonomi...

Menyiapkan Generasi Adaptif dan Kompetitif

Hal menarik di era Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) saat ini adalah adanya kebijakan penerapan mata pelajaran (mapel) Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). KKA...

Kurikulum untuk Mencipakan Kecerdasan Unggul

Menurut laporan Unesco, fenomena disinformasi digital telah menjadi ancaman yang serius terhadap kohesi sosial dan kualitas demokrasi di berbagai negara. Persoalan ini bukan sekadar masalah...

Muhammadiyah, Jalan Pembebasan dan Pemuliaan Manusia

Di tengah himpitan kolonialisme awal abad ke-20, ketika bangsa ini terlelap dalam kebodohan dan kemiskinan, sebuah cahaya pembaruan menyala dari Kampung Kauman, Yogyakarta. Muhammadiyah lahir...

Persepsi Positif tentang Muhammadiyah itu Juga Amanah…

Dalam beberapa hari ini, Muhammadiyah memperoleh apresiasi positif di dunia maya. Aksi kemanusiaan Persyarikatan untuk membantu korban banjir dan tanah longsor di Aceh dan Sumatra...