Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Kajian Agama

Pengajian di Masjid Darul Hayat Solo, Mubaligh Muhammadiyah: Bersyukur Itu Ibadah 24 Jam

Redaksi, Editor: Alan Aliarcham
Senin, 27 April 2026 15:52 WIB
Pengajian di Masjid Darul Hayat Solo, Mubaligh Muhammadiyah: Bersyukur Itu Ibadah 24 Jam
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Anggota Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Cabang Solo Utara, Dwi Jatmiko, menyampaikan pengajian bertema "Charging Power Ketakwaan" di Masjid Darul Hayat Banyuanyar RT 02 RW 12, Kecamatan Banjarsari, Solo, Minggu (26/4/2026). (Humas)

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Anggota Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Cabang Solo Utara, Dwi Jatmiko, menyampaikan pengajian bertema “Charging Power Ketakwaan” di Masjid Darul Hayat Banyuanyar RT 02 RW 12, Kecamatan Banjarsari, Solo, Minggu (26/4/2026).

Dwi Jatmiko yang juga Dai Champions MUI Pusat itu mengajak jamaah untuk senantiasa bersyukur dan bertakwa kepada Allah. “Bersyukur dan berterima kasih itu ibadah yang harus dilakukan selama 24 jam. Salah satu bentuknya ikut pengajian sebagai charging power ketakwaan,” katanya.

Ia menuturkan, barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yang banyak. Apa yang dimiliki seharusnya menjadi modal untuk bersyukur.

“Bersyukur dengan charger ibadah, bagaimana salat wajib, salat Jumat, umrah, zakat, infak, sedekah, dan haji. Barang siapa yang ingin berkomunikasi atau berbicara dengan Tuhan, maka bacalah Al-Qur’an. Akan tetapi, kita harus mengetahui dan memahami arti dan maksud dari setiap ayat yang kita baca. Kita harus berusaha untuk memahaminya,” tuturnya.

Limpahan Berkah

Dwi Jatmiko mengingatkan firman Allah Swt. bahwa seandainya para penduduk negeri beriman dan bertakwa, Allah akan melimpahkan berkah dari langit dan bumi. Namun jika mereka mendustakan ayat-ayat-Nya, Allah akan menjatuhkan siksaan akibat perbuatan mereka sendiri.

Orang yang bertakwa, lanjutnya, akan melakukan segala sesuatu atas dasar cinta kepada Allah. “Sama halnya ketika salat tahajud, salat subuh. Meski cuaca dingin, mager, malas bergerak, tetap dilakukan karena cinta kepada Allah. Semua lillah bukan linnas,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar jamaah segera mengingat Allah ketika dibayangi pikiran jahat, sebagaimana anjuran dalam surah Al-A’raf ayat 20. “Lalu kita lihat surah Al-Baqarah ayat 194, bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah bersama orang-orang yang bertakwa,” ulasnya.

Guru PAI SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta itu berpesan kepada jamaah untuk benar-benar menjadi muslim yang bertakwa dengan empat cara: menginfakkan sebagian harta saat senang maupun susah, menahan amarah, memberi maaf kepada orang lain, serta meminta ampun atas kesalahan dan dosa yang dilakukan.

Berita Terbaru

Bukan Sekadar Harta, Ini Warisan Terbaik Orang Tua Menurut Tafsir Al-Kahfi Ayat 82

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Orang tua kerap bersusah payah demi kebaikan hidup anaknya, rela bekerja keras pagi hingga malam demi menyiapkan kenyamanan hidup anak. Namun dalam...

Mendidik Anak dengan Kesabaran dalam Perspektif Al-Qur’an

Pendidikan  kesabaran  (ṣabr)  sebagai  salah  satu  nilai  fundamental  dalam  Al-Qur’an  sangat penting   untuk   pengembangan   karakter   manusia,   terutama   dalam   konteks   pendidikan. Pendidikan  karakter  sebaiknya  diterapkan  sejak ...

Berkomunikasi di Era Digital: Masihkah Kita Menjaga Etika Al-Qur’an?

Kondisi masyarakat Indonesia yang semakin modern menyebabkan berkembangnya pula teknologi digital. Bersamaan dengan itu teknologi kini bukan hanya menghasilkan sebuah kecanggihan informasi namun menjadi sarana...

Relevansi Tafsir Al-Qur’an dalam Menjawab Krisis Moral Generasi Z

Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia, khususnya bagi Generasi Z yang lahir dan tumbuh di tengah kemajuan tersebut....

Ketika Masalah Datang Bertubi-Tubi: Belajar Sabar dari Al-Qur’an

Setiap orang pasti pernah berada pada titik di mana masalah datang silih berganti. Terkadang satu masalah saja sudah cukup membuat seseorang merasa lelah, apalagi jika...

Memahami Al-Qur’an di Era Modern: Pentingnya Pendekatan Kontekstual dalam Kehidupan Kontemporer

Al-Qur’an merupakan hidup bagi umat Islam sepanjang zaman. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tidak mengatur hubungan manusia dengan tuhan-Nya, tetapi juga mengatur hubungan manusia dalam...

Mengupas Bahasa Langit Secara Membumi: Sebuah Artikel tentang Ilmu Tafsir Al-Qur’an

Daftar IsiApa Itu Ilmu Tafsir?Sejarah Singkat: Dari Lisan Nabi hingga Era DigitalRagam Pendekatan TafsirTafsir di Era Kita: Relevansi di Tengah Laju ZamanTafsir sebagai Perjalanan SpiritualDaftar...

Relevansi Tafsir Kontemporer dalam Isu Kesetaraan Gender

Perkembangan wacana keislaman di era modern menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk memahami Al-Qur’an secara lebih kontekstual. Hal ini terutama terlihat dalam pembahasan isu gender dan...

Membaca Tafsir Al-Qur’an di Era Teknologi: Adaptasi dan Relevansi

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam cara memahami ajaran agama. Salah satu perubahan yang paling signifikan terlihat...

Ketentuan Fidyah dan Qadha Puasa dalam Islam

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ibadah puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat. Namun, dalam kondisi tertentu seperti sakit, perjalanan jauh, atau usia lanjut, Islam...

Orang Bertakwa Pasti Meyakini Kebenaran Al-Qur’an

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Puasa Ramadan target utamanya adalah membentuk insan bertakwa. Hal itu disampaikan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko...

Mengapa Aku Berpuasa: Refeleksi Ramadan 1447 H

Puasa merupakan salah satu praktik spiritual paling tua dalam sejarah peradaban manusia. Hampir semua tradisi agama mengenal bentuk pengendalian diri melalui pembatasan makan, minum, atau...