
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Semangat Kartini tak pernah benar-benar usai. Ia hidup dalam denyut gerakan perempuan masa kini, salah satunya tercermin dalam sosok Ninin Karlina, alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang terus menghidupkan nilai-nilai emansipasi dalam wajah lebih kontekstual dan progresif.
Ninin menerima penghargaan dari Rektor UMS, Prof. Sofyan Anif, sebagai apresiasi atas dedikasinya dalam kemanusiaan, perdamaian, dan pemberdayaan perempuan pada rangkaian Hari Jadi ke-66 UMS. Pengakuan ini bukan sekadar simbolik, melainkan refleksi dari perjalanan panjang aktivismenya di tingkat lokal hingga global.
Kiprahnya menjangkau berbagai sektor, mulai dari isu keberagaman, gender, hingga penanganan bencana. Salah satu pencapaian pentingnya adalah saat terpilih sebagai penerima beasiswa International Visitor Leadership Program (IVLP) 2021 dengan fokus Empowering Muslim Women as Peacemaker and Agent of Change di Amerika Serikat. “Saya fokus di isu-isu perdamaian, kesetaraan, dan kemanusiaan, baik dalam lingkup persyarikatan Muhammadiyah, umat, maupun bangsa,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Bagi Ninin, Muhammadiyah sebenarnya telah selesai secara ideologis dalam memandang keberagaman. Ia merujuk pada dokumen resmi seperti Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah yang telah mengafirmasi pentingnya toleransi dan kebhinekaan. “Tantangannya bukan lagi pada wacana, tetapi bagaimana implementasinya di tengah masyarakat yang terus berubah,” jelasnya.
Dakwah Grassroot
Ninin menyoroti kekuatan dakwah kultural di tingkat grassroot. Menurutnya, praktik dakwah yang humanis dan membumi justru lebih efektif dilakukan kader di ranting dan cabang, menyentuh sisi kemanusiaan, bukan sekadar retorika.
Salah satu langkah progresifnya adalah saat memimpin Pimpinan Daerah Nasyiatul ‘Aisyiyah (PDNA) Sukoharjo dengan mendobrak stigma domestifikasi perempuan dalam organisasi. “Nasyiatul ‘Aisyiyah tidak hanya soal konsumsi. Kader kami harus tampil di panggung, menjadi pemimpin, intelektual, dan profesional,” tegasnya.
Transformasi itu membuahkan hasil. Kader Nasyiatul ‘Aisyiyah di Sukoharjo kini tampil lebih percaya diri, aktif di berbagai bidang, dan mampu mengelola organisasi secara profesional.
Di tahun kedua kepemimpinannya, Ninin mulai memperkenalkan isu yang sebelumnya dianggap sensitif, seperti gender dan feminisme. Melalui kolaborasi dengan akademisi dan tokoh perempuan, ia menghadirkan diskursus eco-feminism serta menginisiasi program lingkungan seperti Eko-Pesantren yang mengedukasi santri tentang gaya hidup ramah lingkungan. “Kalau bukan sekarang kita mulai, kapan lagi?” ujarnya.

Semangat Kartini tak pernah benar-benar usai. Ia hidup dalam denyut gerakan perempuan masa kini, salah satunya tercermin dalam sosok Ninin Karlina, alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang terus menghidupkan nilai-nilai emansipasi dalam wajah lebih kontekstual dan progresif. (Humas)
Ninin juga menghadirkan pendekatan yang cair dalam menjembatani kesenjangan generasi. Rapat organisasi digelar di ruang dekat dengan Gen Z, seperti kafe atau ruang kreatif, tanpa meninggalkan adab terhadap generasi senior. Hasilnya, 12 cabang Nasyiatul ‘Aisyiyah di Sukoharjo yang sebelumnya pasif kini kembali aktif dan produktif.
Langkah konkret lain yang dihasilkan adalah SOP Penanganan dan Pencegahan Kekerasan Seksual di lingkungan Muhammadiyah, serta kerja sama dengan lembaga seperti LBH APIK dan Rahimah yang mendapat apresiasi dari Kementerian Agama wilayah.
Dalam refleksinya menyambut Hari Kartini, Ninin menyampaikan pandangan tegas. “Perempuan itu harus feminis. Lawan kita adalah patriarki, bukan laki-laki,” ungkapnya.
Baginya, menjadi perempuan Muhammadiyah berarti melawan segala bentuk ketidakadilan, karena hal tersebut tidak sejalan dengan nilai Islam berkemajuan. “Upgrade diri tidak harus selalu lewat pendidikan formal. Forum, diskusi, dan ruang berbagi adalah tempat belajar yang luar biasa,” pesannya.
RS PKU Muhammadiyah Surakarta Raih Penghargaan Perhumasri Award 2026
JAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-RS PKU Muhammadiyah Surakarta meraih penghargaan tingkat nasional The Best Hospital Public Relation Program (Pemenang Kesatu Program Kehumasan Rumah Sakit Terbaik) dalam ajang PERHUMASRI...
Calista Atha Yumna Raih Dua Penghargaan Internasional pada Inovasi Digital Kesehatan
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Situasi darurat dapat terjadi kapan saja dan membutuhkan respons penanganan yang cepat dan tepat. Pengetahuan mengenai pertolongan pertama dapat menjadi bekal penting sebelum tenaga...
Guru Besar UMS Bahas AI dalam Forensik di Konferensi Uzbekistan
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Guru Besar hukum tata negara Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Aidul Fitriciada Azhari, menjadi pembicara dalam konferensi internasional yang diselenggarakan Kementerian Kehakiman Republik...
Mahasiswa UMS Raih Most Inspiring Participant Future Leader Summit
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jody Julian Putra Caesar, meraih penghargaan Most Inspiring Participant dalam Future Leader...
Jody Julian Putra Caesar Kembali Raih Prestasi Tingkat Nasional
JAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Jody Julian Putra Caesar, mahasiswa Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial (FHIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Jody dinobatkan...
Haedar Nashir Kenang Pengabdian Prof. Chamamah Soeratno
YOGYAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan duka cita atas wafatnya Prof. Chamamah Soeratno, Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah periode 2000–2005...
Faeyza Bayanaka Kusuma, Ungkap Rahasia Raih Seabrek Prestasi
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa SD Muhammadiyah 1 Solo, Jawa Tengah. Faeyza Bayanaka Kusuma, siswa kelas III, menunjukkan konsistensi gemilang dalam prestasi bidang akademik maupun...
Mengenal Nur Subekti, Pelatih PON yang Berdedikasi di Kampus UMS
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Konsistensi, disiplin, dan keberanian dalam mengambil keputusan besar menjadi benang merah perjalanan hidup Nur Subekti. Sosok kader Muhammadiyah ini menapaki jalan panjang dari arena...
Alumnus UMS Asri Hartanti Buktikan Bahasa Inggris Bisa Dipelajari dari Aktivitas Harian
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menghadirkan kisah inspiratif alumninya melalui program UMS Talk Podcast. Kali ini, podcast menghadirkan Asri Hartanti, alumnus Pendidikan Bahasa Inggris...
Ketua IPM Solo Lempar Analisis Fiskal di Future Leader Camp Kemendiktisaintek
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM– Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui keaktifan mahasiswanya di kancah nasional. Jody Julian Putra Caesar, mahasiswa dari Fakultas Hukum dan...
Dari Tikar Sederhana hingga Lapak Tetap: Perjalanan Hidup Sularti di Pasar Gede
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Di antara hiruk-pikuk suara tawar-menawar dan aroma buah segar yang memenuhi udara pagi di Pasar Gede, tepatnya di Jl. Suryopranoto, Kota Solo, seorang perempuan...
Kisah Mahasiswa UMS Jadi Classification Assistant IFCPF Men’s Asia-Oceania Cup 2025
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Tak selamanya seorang mahasiswa menghabiskan waktu untuk belajar di dalam kelas. Bagi sebagian mahasiswa, praktik langsung di lapangan adalah pengalaman berharga. Mengimplementasikan pelajaran di...






