Menjelang awal tahun pelajaran baru 2024/2025 ini Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non-Formal (Dikdasmen-PNF) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah membuat gebrakan baru dengan memformulasikan dan menyempurnakan kembali Kurikulum Al-Islam Kemuhammadiyahan dan Bahasa Arab (Ismuba). Langkah ini sebagai upaya mewujudkan visi pendidikan Muhammadiyah hasil Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Solo tahun 2022 lalu. Visi pengembangan pendidikan dasar dan menengah Muhammadiyah adalah terwujudnya transformasi pendidikan dasar dan menengah berbasis Al-Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai karakter utama, holistik, dan integratif. Selain itu mampu menghasilkan lulusan berkemajuan dengan etos pembelajar sepanjang hayat yang mampu menjawab kebutuhan zaman dengan tata kelola pendidikan unggul yang berdaya saing global dan inklusif.
Kini tantangan zaman semakin kompleks. Pelbagai tantangan zaman tersebut bisa dilihat dengan adanya berbagai fenomena yang saat ini mulai terjadi. Masyarakat mulai sulit membedakan antara fakta dan hiperrealitas, sehingga banyak masyarakat yang termakan isu provokatif, agitatif, dan menghasut. Hal ini terjadi sedikit banyak karena adanya perkembangan teknologi digital yang akhirnya menyebabkan adanya perubahan tata kelola, tata norma, serta peradaban dalam masyarakat. Perubahan terjadi begitu cepat, tidak terduga, sangat kompleks, dan tidak menentu yang jika tidak ada basic element yang kuat maka akan mudah terombang-ambing dalam mengarungi kehidupan. Sering orang mengatakan hal ini dengan adanya fenomena VUCA (volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity).
Berangkat dari fenomena dan pelbagai tantangan tersebut Majelis Dikdasmen-PNF PP Muhammadiyah melakukan strukturisasi dan penyempurnaan Kurikulum Ismuba. Ismuba harus menjadi daya beda (diferensiasi) sekolah Muhammadiyah. Ismuba menjadi core value dalam penyelenggaraan dan pengembangan sekolah bukan lagi pelajaran yang dipandang sebelah mata serta pelengkap saja. Apalagi pembelajaran Ismuba dilakukan sambil lalu tanpa by design. Padahal spirit yang diusung dengan adanya perubahan Kurikulum Ismuba ini adalah bagaimana kurikulum ini lebih hidup, lebih fungsional, dan lebih berefek bagi seluruh warga sekolah. Mengapa? Pasalnya kurikulum baru Ismuba ini berbasis aktivitas dan terintegrasi dengan pelajaran yang lain. Sehingga nantinya semua guru di sekolah Muhammadiyah adalah “guru agama”. Selain itu manakala dilihat dari strukturnya kurikulum baru Ismuba ini lebih sederhana dan lebih praktis dalam implementasinya.
Struktur kurikulum baru Ismuba ini mencakup intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, dan program pembiasaan yang terintegrasi. Intrakurikuler berisi mata Pelajaran PAI (Pendidikan Al-Islam), Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab. Kokurikuler berisi penguatan kompetensi baca tulis, tahsin, tahfiz Al-Quran; pembinaan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM); dan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila/Berkemajuan (P5/PPB) yang dirancang terpisah dari intrakurikuler.
Baca juga: Saatnya Sekolah Muhammadiyah Berbenah
Membentuk Sikap
Ekstrakuirkuler bertujuan menguatkan ruh Al-Islam Kemuhammadiyahan dan mengembangkan minat, bakat, dan kaderisasi. Ekstrakurikuler yang bersifat wajib adalah pendampingan kegiatana IPM, Tapak Suci, dan Hizbul Wathan (HW). Sedangkan ekstrakurikuler yang lain sifatnya pilihan dan dikembangkan sesuai dengan karakteristik serta kebutuhan peserta didik yang mampu dikelola sekolah.
Program pembiasaan bertujuan membentuk sikap dan perilaku peserta didik dalam mencapai Profil Pelajar Berkemajuan. Program ini terdiri dari pendampingan kegiatan Al- Islam Kemuhammadiyahan di sekolah dan pemantauannya di luar sekolah. Seperti kegiatan salat fardu berjemaah, pembiasaan doa harian, salat duha, puasa wajib dan sunah, kitobah/pidato, berinfak melalui gerai Lazismu, kunjungan ke pimpinan ranting, pimpinan cabang, kunjungan ke AUM (Amal Usaha Muhammadiyah), mengikuti kajian Muhammadiyah dan organisasi otonom (ortom) dari tingkat ranting/cabang/daerah dan pembiasaan berbahasa Arab.
Melihat stuktur kurikulum baru Ismuba ini diharapkan pembelajaran akan lebih bermakna, implementatif, dan fungsional baik di sekolah maupun di luar sekolah. Lebih banyak aktivitas yang harus dilakukan daripada menghafal teoritisnya. Dengan demikian dengan adanya kurikulum baru ini diharapkan akan lahir generasi-generasi yang lebih andal, berkarakter, dan berkemajuan karena mereka terbangun dari pembiasaan-pembiasaan yang mereka lakukan baik di dalam maupun di luar sekolah.
Fitri dalam Kesederhanaan Muhammadiyah
Setiap kali bulan Ramadan berakhir, umat Islam memasuki momentum spiritual yang sarat makna yaitu Idulfitri. Hari raya ini bukan sekadar penanda selesainya ibadah puasa, tetapi...
Sekolah Muhammadiyah sebagai Laboratorium Pengaderan Organisasi
Kita ketahui bersama bahwa ada dua jenis organisasi, yakni organisasi kader dan organisasi massa. Keduanya berbeda dalam hal kuantitas dan kualitas. Organisasi kader lebih menekankan...
Memprihatinkan, Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Merosot
Beberapa hari lalu, Transparency International Indonesia (TII) merilis hasil riset terbaru tentang Indeks Persepsi Korupsi (IPK). Hasil riset ini selalu dipublikasikan setiap awal tahun untuk...
Memperluas Dakwah Ekonomi Persyarikatan
Salah satu keputusan Muktamar ke-47 Muhammadiyah di Makassar tahun 2015 adalah perlunya memperluas gerakan ekonomi Persyarikatan, selain gerakan pendidikan dan kesehatan. Penguatan di bidang ekonomi...
Menyiapkan Generasi Adaptif dan Kompetitif
Hal menarik di era Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) saat ini adalah adanya kebijakan penerapan mata pelajaran (mapel) Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). KKA...
Kurikulum untuk Mencipakan Kecerdasan Unggul
Menurut laporan Unesco, fenomena disinformasi digital telah menjadi ancaman yang serius terhadap kohesi sosial dan kualitas demokrasi di berbagai negara. Persoalan ini bukan sekadar masalah...
Muhammadiyah, Jalan Pembebasan dan Pemuliaan Manusia
Di tengah himpitan kolonialisme awal abad ke-20, ketika bangsa ini terlelap dalam kebodohan dan kemiskinan, sebuah cahaya pembaruan menyala dari Kampung Kauman, Yogyakarta. Muhammadiyah lahir...
Persepsi Positif tentang Muhammadiyah itu Juga Amanah…
Dalam beberapa hari ini, Muhammadiyah memperoleh apresiasi positif di dunia maya. Aksi kemanusiaan Persyarikatan untuk membantu korban banjir dan tanah longsor di Aceh dan Sumatra...
Artificial Intelligence di Tengah Pusaran Jurnalisme Dakwah Muhammadiyah
Hampir seluruh sendi kehidupan telah memanfaatkan AI (Artificial Intelligence). AI merupakan evolusi dari teknologi komputer yang dikembangkan pertama kali oleh Alan Turing. AI mengalami kemandegan...
Muhammadiyah, Anak Muda, dan Manusia yang tak Lagi Bicara
Di indekos yang eksklusif tak jauh dari pusat Kota Solo, seorang kawan bercerita. Ia tak kenal satu pun tetangganya. Padahal sudah dua bulan tinggal di...
Inovasi atau Mati
Hampir tiap tahun kita mendengar berita ada sekolah yang ditutup atau dimerger dikarenakan tidak mendapatkan murid. Kalaupun ada murid sangat minimalis untuk mengatakan tidak memenuhi...
Teori Vygotsky, Live in Society dan Pendidikan Islam
SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat, Kota Solo, baru saja selesai menjalankan program Live in Society, Jumat- Sabtu (7-8/11/2025), bagi siswa kelas X. Program Live in...






