Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Tajuk

Pembelajaran Mendalam dan Profil Pelajar Berkemajuan….

Hendro Susilo, Editor: Sholahuddin
Senin, 20 Juli 2026 15:25 WIB
Pembelajaran Mendalam dan Profil Pelajar Berkemajuan….
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Simbol Muhammadiyah (Muhammadiyah.or.id).

Tahun ajaran baru 2026/2027 baru saja dimulai. Pendekatan pembelajaran mendalam semakin masif disosialisasikan serta diterapkan di satuan pendidikan. Tujuan pembelajaran mendalam untuk mencetak generasi yang memiliki kecakapan abad ke-21 dan berfokus pada kemampuan adaptasi dengan aspek kognitif serta karakter yang baik. Siswa belajar dengan kesadaran, tanpa tekanan psikologis sehingga bergembira dan membangun makna dalam kehidupan menjadi arah yang diharapkan.

Pembelajaran mendalan akan memberdayakan siswa dan guru. Kerangka kerja (framework) pembelajaran mendalam akan mendorong pemahaman, setelah memahami, didorong dan dimotivasi untuk mengaplikasikan apa yang diketahui saat pembelajaran dalam kehidupan nyata. Dalam hal ini, peran guru mengajak siswa aktif dan membangun budaya belajar siswa dalam memahami, mengaplikasikan dan merefleksi agar memiliki makna dalam kehidupan.

Pembelajaran Mendalam di Sekolah Muhammadiyah

Sekolah Muhammadiyah memiliki skema Profil Siswa Berkemajuan. Profil Siswa Berkemajuan Muhammadiyah adalah pelajar yang mengintegrasikan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dengan karakter islami yang tajdid (pembaruan). Cirinya, yakni penguasaan ilmu dan keahlian tinggi, semangat terus belajar, kemandirian, berakhlak mulia, serta kepedulian sosial yang kuat.

Ciri karakter di atas dijabarkan dalam delapan ciri pelajar berkemajuan yaitu (1) berakhlak mulia dan taat beragama; (2) cerdas dan berwawasan luas; (3) berkeahlian tinggi, yaitu menguasai keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman; (4) mandiri; (5) peduli sesama dan lingkungan; (6) progresif/ pembaharu; (7) cinta Tanah Air, dan; (8) rela berkorban. Konsep ini selaras dengan ciri khas kurikulum pendidikan dasar dan menengah Muhammadiyah yang mengedepankan nilai-nilai Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab (Ismuba).

Implementasi pembelajaran mendalam dalam mencetak Profil Pelajar Berkemajuan sangat strategis dan relevan diterapkan di sekolah Muhammadiyah. Islam mendorong umatnya harus berkontribusi dalam mewujudkan kebaikan yang nyata. Keberagamaan yang memiliki orientasi bermanfaat diwujudkan sejalan dengan konsep tauhid yang memantulkan sifat rahmah di muka bumi. Jika ini diterapkan, akan melahirkan siswa yang memiliki prinsip hidup dengan tidak menjadi beban sosial, sumber kerusakan, penyebar kebencian atau penonton kemiskinan dan kerusakan alam.

Konsep bermanfaat diwujudkan diperlukan jembatan penghubung antara teks dan realitas. Konsep ini mendorong teori diwujudkan dalam aksi nyata. Belajar dengan pemahaman dan kesadaran akan mendorong tumbuhnya etos kerja, menolong, membangun ilmu, mengembangkan ekonomi/memproduksi, menciptakan teknologi dan menghadirkan maslahat bagi kehidupan. Konsep ini dapat diwujudkan di sekolah Muhammadiyah, salah satunya melalui Projek Pelajar Berkemajuan. Projek Pelajar Berkemajuan sebaiknya terintegrasi dengan nilai Ismuba dan menjadi media yang melahirkan generasi siswa yang unggul bertauhid berdasarkan perspektif Muhammadiyah yang memancarkan Profil Pelajar Berkemajuan.

Sebagai contoh dalam pembelajaran projek, siswa belajar memahami lingkungan dan kerusakannya. Dari pemahaman yang terbentuk, siswa diajak untuk aksi nyata berkontribusi menjaga kelestarian lingkungan. Dalam projek tersebut, siswa menjadi pelaku untuk kelestarian lingkungan sekaligus mengurangi risiko kerusakan lingkungan secara signifikan. Dengan demikian, kerangka pembelajaran mendalam dengan memahami konsep dan mengaplikasikan dalam aksi nyata telah tercapai.

Penerapan konsep ini didalam lingkup sekolah dan rumah tangga dapat diwujudkan melalui beberapa program sederhana. Program tersebut seperti pengelolaan sampah untuk memilah sampah organik dan anorganik, atau mendaur ulang limbah rumah tangga untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA). Langkah ini bisa bekerja sama dengan Bank Sampah Masyarakat. Kemudian, kegiatan pertanian skala kecil (urban farming) dengan menanam sayuran sendiri di halaman sekolah menggunakan wadah plastik agar bermanfaat; mengolah sisa makanan di sekolah atau rumah menjadi pupuk kompos dan dijadikan pupuk untuk merawat bibit tanaman yang ditanam, atau memanfaatkan limbah plastik galon untuk memelihara ikan konsumsi seperti nila, lele bisa dipraktikan oleh siswa.

Terlebih saat ini, Kota Solo sedang mengalami problem darurat sampah. Tempat pembuangan akhir (TPA) sudah overload. Siswa sekolah Muhammadiyah harus memahami keselamatan ekologis yang menjadi tanggung jawab sosial bersama. Sekolah sebagai ekosistem pendidikan, harus memberikan pembelajaran bermakna untuk keberlanjutan lingkungan alam. Sekolah Muhammadiyah harus tampil menjadi bagian solusi masyarakat Kota Solo dengan melaksanakan pembelajaran mendalam menuju Profil Pelajar Berkemajuan yang memberi peran nyata bagi lingkungan.

Selamat berjuang sekolah Muhammadiyah dalam pembaharuan….

Berita Terbaru

Turun ke Bawah, Rangkul Anak Muda

Proses pengaderan Persyarikatan di arus bawah, di Cabang dan Ranting, masih menjadi persoalan serius, khususnya di lingkungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo. Umumnya, pengurus...

Jangan Antikritik

Pesan jangan antikritik ini sampaikan Pak Marpuji Ali saat acara “Silaturahim dan Buka Bersama” yang diikuti oleh seluru GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) Perguruan Muhammadiyah...

Kompak Menyongsong Kemajuan

Memasuki abad kedua perjalanannya, Muhammadiyah menghadapi tantangan yang berbeda dengan masa-masa awal kelahirannya. Pada era Kiai Haji Ahmad Dahlan tantangan utamanya adalah kebodohan, kemiskinan, dan...

Selamat Datang SMP Muhammadiyah PKBS Kota Solo

Dalam AD/ART Persyarikatan Muhammadiyah tentang identitas organisasi disebutkan bahwa Muhammadiyah sebagai gerakan Islam, dakwah amar ma’ruf nahi munkar dan tajdid. Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan...

Paradoks Kaum Muda di Muhammadiyah

Pusat Studi Kebijakan Publik (PSKP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) merilis hasil riset perihal ketertarikan kaum muda, generasi Z dan milenial, terhadap gerakan Muhammadiyah. Riset bertajuk...

Fitri dalam Kesederhanaan Muhammadiyah

Setiap kali bulan Ramadan berakhir, umat Islam memasuki momentum spiritual yang sarat makna yaitu Idulfitri. Hari raya ini bukan sekadar penanda selesainya ibadah puasa, tetapi...

Sekolah Muhammadiyah sebagai Laboratorium Pengaderan Organisasi

Kita ketahui bersama bahwa ada dua jenis organisasi, yakni organisasi kader dan organisasi massa. Keduanya berbeda dalam hal kuantitas dan kualitas. Organisasi kader lebih menekankan...

Memprihatinkan, Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Merosot

Beberapa hari lalu, Transparency International Indonesia  (TII) merilis hasil riset terbaru tentang Indeks Persepsi Korupsi (IPK). Hasil riset ini selalu dipublikasikan setiap awal tahun untuk...

Memperluas Dakwah Ekonomi Persyarikatan

Salah satu keputusan Muktamar ke-47 Muhammadiyah di Makassar tahun 2015 adalah perlunya memperluas gerakan ekonomi Persyarikatan, selain gerakan pendidikan dan kesehatan. Penguatan di bidang ekonomi...

Menyiapkan Generasi Adaptif dan Kompetitif

Hal menarik di era Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) saat ini adalah adanya kebijakan penerapan mata pelajaran (mapel) Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). KKA...

Kurikulum untuk Mencipakan Kecerdasan Unggul

Menurut laporan Unesco, fenomena disinformasi digital telah menjadi ancaman yang serius terhadap kohesi sosial dan kualitas demokrasi di berbagai negara. Persoalan ini bukan sekadar masalah...

Muhammadiyah, Jalan Pembebasan dan Pemuliaan Manusia

Di tengah himpitan kolonialisme awal abad ke-20, ketika bangsa ini terlelap dalam kebodohan dan kemiskinan, sebuah cahaya pembaruan menyala dari Kampung Kauman, Yogyakarta. Muhammadiyah lahir...