Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Refleksi

Membangun Cinta kepada Nabi Muhammad Saw. (Bagian I)

Ari Mulyono, Editor: Alan Aliarcham
Jumat, 21 Agustus 2026 16:32 WIB
Membangun Cinta kepada Nabi Muhammad Saw. (Bagian I)
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Ilustrasi Al-Qur'an.

Kasih sayang Allah Swt. kepada manusia salah satunya diwujudkan melalui petunjuk yang disampaikan para nabi dan rasul. Allah Swt. tidak membiarkan manusia hidup tanpa pedoman, tetapi mengutus manusia pilihan untuk mengajarkan petunjuk, memberikan kabar gembira, sekaligus menyampaikan peringatan.

Allah Swt. menurunkan Zabur kepada Nabi Daud As., Taurat kepada Nabi Musa As., serta kitab dan petunjuk kepada nabi-nabi lainnya. Kepada Nabi Muhammad Saw., Allah Swt. menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.

Sebagai bentuk ketaatan kepada Allah Swt., umat Islam tidak hanya diperintahkan untuk meyakini dan mengikuti Rasulullah Saw., tetapi juga mencintainya. Kecintaan kepada Nabi Muhammad Saw. menjadi bagian penting dari keimanan seorang muslim.

Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad Saw. bersabda kepada Umar bin Al-Khattab, “Tidak, demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, sampai aku lebih kamu cintai dari dirimu sendiri.” (HR. Al-Bukhari)

Perintah mencintai Allah Swt. dan Rasul-Nya juga ditegaskan dalam QS At-Taubah ayat 24. Allah Swt. memperingatkan orang-orang yang lebih mencintai keluarga, harta, perdagangan, dan tempat tinggal dibandingkan Allah Swt., Rasul-Nya, serta perjuangan di jalan-Nya.

Ayat tersebut menunjukkan posisi penting kecintaan kepada Rasulullah Saw. dalam kehidupan seorang muslim. Kecintaan tersebut tidak cukup hanya diucapkan, tetapi perlu diwujudkan melalui sikap dan perilaku.

Allah Swt. juga menjelaskan hubungan antara kecintaan kepada-Nya dengan mengikuti Nabi Muhammad Saw. dalam QS Ali Imran ayat 31: “Jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihimu dan mengampuni dosa-dosamu.”

Ayat tersebut menunjukkan bahwa mengikuti Rasulullah Saw. menjadi bukti kecintaan kepada Allah Swt. Kecintaan kepada Nabi Muhammad Saw. memiliki konsekuensi berupa kesediaan mengikuti ajaran dan tuntunan yang dibawanya.

Al-Imam Ibnu Katsir menjelaskan, ayat tersebut menjadi tolok ukur bagi orang yang mengaku mencintai Allah Swt., tetapi tidak mengikuti jalan Nabi Muhammad Saw. Menurutnya, kecintaan tersebut perlu dibuktikan dengan mengikuti syariat dan agama yang dibawa Rasulullah Saw. dalam ucapan dan perbuatan.

Karena itu, mencintai Nabi Muhammad Saw. bukan sekadar mengagumi sosok beliau atau memperbanyak ungkapan kecintaan secara lisan. Kecintaan tersebut perlu hadir dalam kehidupan sehari-hari melalui upaya mengenal beliau, mengikuti sunah, meneladani akhlak, serta menjalankan ajaran yang dibawanya.

Lantas, bagaimana cara membangun cinta kepada Nabi Muhammad Saw. dalam kehidupan sehari-hari? (Bersambung)

Daftar Pustaka

Al-Qur’an Al-Karim.

Ibnu Ismail, Muhammad. 1893 M. Shahih Al-Bukhari. Mesir: As-Sulthaniyyah (Maktabah Syamilah).

Ibnu Umar, Ismail. TT. Tafsir Al-Qur’an Al-Adzim. Riyadh: Daar As-Salam.

Berita Terbaru

Jangan Remehkan Satu Menit Orang Lain

Dalam hidup, kita sering diajarkan menghitung tahun, mengejar target bulanan, dan menyusun rencana lima tahunan. Namun, jarang ada yang menyadari bahwa perubahan terbesar justru sering...

Dingin…

Kang Karto siuman. Ia bangun dari hibernasi yang panjang. Selama hibernasi, dia puasa bicara situasi politik di kampungnya. Kang Karto menyepi dari keramaian setelah melahap...

Sentralisasi Pendidikan Muhammadiyah yang Luwes dan Luas

Sentralisasi pendidikan Muhammadiyah di Solo sangat dinamis, luas dan luwes. Konsep sentralisasi pendidikan sebagai sistem pengaturan dan pengelolaan pendidikan secara terpusat di mana segala keputusan,...

Satu Arah, Banyak Sekolah: Refleksi atas Sentralisasi Pendidikan Muhammadiyah Solo

“Awal Mula Sentralisasi Pendidikan Muhammadiyah Solo”, judul artikel yang ditulis oleh Dr. Mohamad Ali, Ketua Majelis Pendidikan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo pada laman...

Awal Mula Sentralisasi Pendidikan Muhammadiyah Solo

Salah satu manifestasi gerakan Muhammadiyah yang paling mudah ditangkap dan dirasakan oleh publik adalah hadirnya lembaga pendidikan formal mulai dari jenjang pra-sekolah, sekolah, sampai tingkat...

Adab, Warisan Nabi Muhammad Saw. yang Harus Diamalkan

Di zaman ketika ilmu semakin mudah didapat, justru adab semakin sulit ditemukan. Banyak orang cerdas, tetapi kurang santun. Banyak yang pandai berbicara, tetapi kurang menghormati....

Negara Minta Kita Rajin Membaca, tapi Buku Terasa Mewah

Setiap tanggal Hari Buku Nasional atau Hari Pendidikan Nasional, kita selalu mendengar kalimat yang sama: minat baca masyarakat Indonesia harus meningkat. Pemerintah, sekolah, kampus, hingga...

Peta Mutu Pendidikan Kota Solo

Pada Jumat (14 Juli 2026) sore, saya membaca postingan di sebuah akun di Facebook tentang peringkat TKA (Tes Kemampuan Akademik) jenjang SMP di Kota Solo....

Dakwah Muhammadiyah Melalui Kucing

Seorang teman aktivis pencinta kucing, Rabu (8/7/2026) malam, tiba-tiba telepon. “Selamat ya Muhammadiyah mendirikan KucingMU,” ujarnya dengan suara ceria. Dia menyampaikan ucapan selamat ke saya,...

Politeisme Politik Indonesia

Praksis politik di Indonesia itu, fully politeistik (penuh kemusyrikan). Nilai-nilai ketuhanan (kebenaran dan kebaikan universal) tidak menjadi pusat orientasi, tapi orientasinya adalah kepentingan-kepentingan. Saat bicara...

Renungan Tahun Baru 1448 Hijriah: Saatnya Pulang kepada Allah

Bismillahirrahmanirrahim. Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah, tanpa terasa satu tahun telah berlalu. Hari demi hari kita lewati dengan berbagai cerita. Ada tawa yang pernah menghiasi hidup,...

Belajar Bernapas di Tengah Sesak

Indonesia tidak sedang perang. Mal-mal masih ramai. Konser musik tetap dipenuhi lautan manusia. Kafe-kafe baru terus bermunculan. Linimasa media sosial dipenuhi video liburan, diskon besar-besaran,...