
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersama Mahidol University, Thailand, memperkuat pelayanan fisioterapi dan kesehatan lansia berbasis komunitas melalui program Active Living Across Borders: Empowering Older Adults with Diabetes Mellitus through Physical Activity Education and Indonesia-Thailand Knowledge Exchange.
Program tersebut menggabungkan edukasi aktivitas fisik, latihan praktis, pendampingan home program, serta pertukaran pengetahuan antara Indonesia dan Thailand. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pengembangan layanan kesehatan bagi lansia sekaligus memperluas kolaborasi internasional UMS dengan Mahidol University.
Rangkaian program diawali dengan knowledge exchange di Thailand pada 25-29 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung di Community Laboratory Faculty of Physical Therapy Mahidol University, Luang Por Poen Primary Health Care Centre, dan Bang Len Nara Phiron Rehabilitation Center.
Tim UMS dan mitra dari Mahidol University saling bertukar pengalaman mengenai pelayanan fisioterapi komunitas, promosi aktivitas fisik, rehabilitasi, serta pengelolaan kesehatan lansia, khususnya bagi penyandang diabetes melitus.
Dari UMS, kegiatan dipimpin Dwi Rosella Komalasari yang memiliki keahlian dalam rehabilitasi berbasis komunitas, khususnya bagi lansia dengan penyakit metabolik. Sementara dari Faculty of Physical Therapy Mahidol University, kolaborasi dipimpin Pakaratee Chaiyawat yang memiliki keahlian dalam rehabilitasi komunitas dan community service.
“Selain berbagi pengalaman mengenai program pengabdian masyarakat, kedua institusi mendiskusikan persamaan dan perbedaan pelayanan kesehatan bagi penyandang diabetes melitus dan lansia di Indonesia dan Thailand,” ungkap Dwi Rosella, Selasa (6/10/2026).
Pembahasan meliputi pelayanan kesehatan primer, pengelolaan diabetes, pelayanan berbasis komunitas, home-based care, long-term care, hingga pendekatan terhadap fungsi tubuh dan risiko jatuh pada lansia.
“Pertukaran pengetahuan tersebut menjadi ruang pembelajaran bersama bagi kedua institusi untuk memahami bagaimana pelayanan kesehatan dan rehabilitasi dapat dikembangkan dengan mempertimbangkan konteks budaya serta sistem pelayanan kesehatan di masing-masing negara,” paparnya.
Setelah kegiatan di Thailand, program dilanjutkan di Indonesia pada 2-26 September 2026. Kegiatan berlangsung di Puskesmas Kartasura dan Puskesmas Pajang dengan melibatkan lansia peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).
Kegiatan di Indonesia meliputi asesmen awal, edukasi kesehatan, promosi aktivitas fisik, latihan keseimbangan, latihan daya tahan, dan latihan penguatan otot ekstremitas bawah. Peserta juga mempraktikkan berbagai latihan yang dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.
“Rangkaian kegiatan di Indonesia meliputi asesmen awal, edukasi kesehatan, promosi aktivitas fisik, latihan keseimbangan, latihan daya tahan, serta latihan penguatan otot ekstremitas bawah. Para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung berbagai latihan yang dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari,” tambahnya.

Kaprodi Program Studi Fisioterapi Program Magister, Dwi Rosella Komalasari, Ftr., M.Fis., Sp. Vest., Ph.D
Latihan yang diberikan mencakup aktivitas berjalan, keseimbangan statis dan dinamis, stepping, perubahan arah, sit-to-stand, serta latihan dengan tambahan tantangan sensorik, motorik, dan kognitif.
Program disusun secara bertahap dengan memperhatikan keselamatan peserta. Selain latihan bersama, lansia juga memperoleh home program agar aktivitas fisik yang telah dipelajari dapat dilanjutkan secara mandiri di rumah.
“Melalui kegiatan tersebut, lansia dengan diabetes melitus diharapkan semakin memahami pentingnya aktivitas fisik yang aman untuk menjaga keseimbangan tubuh, mempertahankan kekuatan otot, meningkatkan daya tahan, serta mengurangi risiko jatuh,” tegas Dwi Rosella.
Edukasi dalam program tersebut juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif pasien dalam pengelolaan diabetes melitus. Pengobatan menjadi salah satu bagian dari pengelolaan penyakit, sementara pemeliharaan fungsi tubuh dan penerapan gaya hidup sehat secara berkelanjutan juga menjadi perhatian.
Program tidak hanya menyasar lansia. Kader kesehatan masyarakat turut mendapatkan penguatan kapasitas agar dapat mendukung edukasi dan skrining risiko jatuh bagi penyandang diabetes melitus di lingkungan komunitas.
“Peran kader diharapkan dapat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program di tingkat masyarakat, terutama melalui pemantauan aktivitas fisik, penguatan motivasi peserta, serta penyampaian kembali pesan-pesan kesehatan yang telah diberikan selama program,” ujarnya.
Program Active Living Across Borders juga menjadi langkah awal pengembangan kolaborasi berkelanjutan antara UMS dan Mahidol University. Hasil knowledge exchange akan menjadi dasar bagi pengembangan kegiatan pengabdian masyarakat dan penelitian berikutnya, terutama terkait aktivitas fisik, pencegahan risiko jatuh, rehabilitasi, serta pengelolaan kesehatan lansia dengan penyakit kronis.
Kolaborasi tersebut selanjutnya dapat dikembangkan melalui pemantauan home program yang lebih terstruktur, pendampingan jangka panjang, serta pelaksanaan kegiatan yang dilakukan secara paralel di Indonesia dan Thailand.
“Melalui program Active Living Across Borders, UMS tidak hanya memperkuat pemberdayaan masyarakat di tingkat lokal, tetapi juga memperluas jejaring kolaborasi internasional dalam pengembangan pelayanan fisioterapi dan kesehatan lansia berbasis komunitas,” ujarnya.
Program tersebut diharapkan menjadi salah satu model kolaborasi lintas negara yang mengintegrasikan edukasi, aktivitas fisik, rehabilitasi, dan pemberdayaan masyarakat untuk mendukung kehidupan yang lebih aktif, mandiri, dan sehat bagi lansia dengan diabetes melitus.
RS UMS A.R. Fachrudin Ikut Rumuskan Tantangan Inovasi Kesehatan UMS
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat ekosistem inovasi kesehatan melalui UMS Health Innovation Hackathon (HIH) 2026. Program pengembangan inovasi berbasis deeptech tersebut disiapkan untuk...
Workshop RS PKU Muhammadiyah Surakarta Bahas Sterilisasi dan Pencegahan Infeksi
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- RS PKU Muhammadiyah Surakarta menggelar Workshop Penguatan Central Sterile Supply Department (CSSD) dalam Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Kegiatan yang...
UMS dan RS UMS Komitmen Beri Layanan Kesehatan bagi Mahasiswa Lewat BPJS Kesehatan
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat komitmen dalam mendukung perlindungan dan layanan kesehatan sivitas akademika melalui sinergi dengan BPJS Kesehatan. Komitmen tersebut mengemuka dalam Seminar...
RS PKU Muhammadiyah Surakarta Hadirkan Priority Floor, Utamakan Privasi dan Kenyamanan Pasien
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- RS PKU Muhammadiyah Surakarta resmi membuka Priority Floor bertepatan dengan Hari Pelanggan Nasional, Jumat (4/9/2026). Layanan baru tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman berobat...
Semarak HUT ke-81 RI, RS PKU Muhammadiyah Surakarta Perkenalkan Priority Care
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- RS PKU Muhammadiyah Surakarta memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia dengan rangkaian kegiatan yang menggabungkan semangat kemerdekaan, kebersamaan, kepedulian sosial, dan penguatan pelayanan kesehatan....
Mahasiswa Profesi Fisioterapi UMS Skrining Skoliosis Remaja di Lima Posyandu Tawangsari
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Mahasiswa Profesi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar edukasi kesehatan postur tubuh sekaligus skrining skoliosis dan forward head posture (FHP) bagi remaja...
Mengelola Stres
Mengelola stres bukan sekadar membuat pikiran lebih tenang, tetapi merupakan salah satu pilar utama kebugaran dan kesehatan. Dalam ilmu psikologi kesehatan dan psikoneuroimunologi (psychoneuroimmunology), stres...
Hari Anak Nasional, RS PKU Muhammadiyah Surakarta Ajak Orang Tua Lebih Pahami Perasaan Anak
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Memperingati Hari Anak Nasional 2026, RS PKU Muhammadiyah Surakarta melalui Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) dan Tim Stunting menggelar sharing session...
Transformasi Digital Berbuah Prestasi, RS PKU Muhammadiyah Surakarta Sabet Penghargaan SBBI 2026
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – RS PKU Muhammadiyah Surakarta kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan Best Hospital Digital Experience dalam ajang Solopos Best Brand and Innovation (SBBI)...
Mahasiswa Farmasi Didorong Ciptakan Inovasi Kesehatan yang Berdampak
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menegaskan komitmennya mendukung lahirnya inovasi bidang kesehatan melalui Seminar Nasional Gebyar Mahasiswa Farmasi 2026 bertema Empowering Health: From...
Seminar Nasional UMS, dr. Gia Pratama Tekankan Pentingnya Kenali Gejala Serangan Jantung
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menguatkan komitmennya meningkatkan literasi kesehatan masyarakat melalui Seminar Nasional Gebyar Mahasiswa Farmasi 2026 bertema Empowering Health: From Pharmaceutical...
RS PKU Muhammadiyah Surakarta Perluas Dukungan Layanan Kesehatan Mental Kota Solo
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — RS PKU Muhammadiyah Surakarta memperkuat dukungan terhadap program kesehatan masyarakat Kota Surakarta melalui penguatan kerja sama dengan Posyandu Plus, program yang diinisiasi...






