Pada Jumat (14 Juli 2026) sore, saya membaca postingan di sebuah akun di Facebook tentang peringkat TKA (Tes Kemampuan Akademik) jenjang SMP di Kota Solo. Untuk memastikan validitas informasi itu, saya mencoba menghubungi salah satu kepala sekolah untuk memastikan keabsahan data. Ringkasnya, datanya valid karena informasi itu diperoleh dari kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta.
Esai ini berupaya membaca peta mutu sekolah (pendidikan) Kota Sola dengan lensa nilai TKA (Tes Kemampuan Akademik) pada jenjang SMP/MTts, baik negeri maupun swasta. Pertama, penulis menyadari bahwa nilai TKA tidak mencerminkan keseluruhan mutu suatu sekolah, banyak indikator mutu di luar TKA yang direduksi. Kedua, yang dibicarakan data jenjang SMP, padahal ada jenjang Sekolah Dasar dan jenjang SMA yang luput dari perbincangan ini.
Peringkat Nilai TKA Jenjang SMP Kota Solo tahun 2026
| Peringkat | Nama Sekolah |
| 1 | SMP Muhammadiyah PK Kottabarat |
| 2 | SMP Kalam Kudus |
| 3 | SMP Bintang Laut |
| 4 | SMP Al-Abidin |
| 5 | SMP Batik PK |
| 6 | SMPIT Nur Hidayah |
| 7 | SMP Insan Mulia |
| 8 | SMP Al-Azhar Shifa Budi |
| 9 | SMP Regina Pecis |
| 10 | SMPN 1 Surakarta |
Sumber: Dinas Pendidikan Kota Solo
Data pada tabel di atas nampaknya sederhana, tetapi bila dibaca secara seksama berbicara begitu banyak hal. Dalam esai ringkas ini, saya melihat dari sisi peta mutu sekolah dengan cara membuat klasifikasi berdasarkan beberapa kategori, seperti sekolah negeri vs sekolah swasta, ragam sekolah swasta, dimensi kesejarahan, dan pada akhirnya membuat suat proyeksi masa depan mutu sekolah.
Sekolah Swasta Menyala
Tabel di atas mengabarkan dominasi secara telak SMP swasta atas SMP negeri. Dari sepuluh sekolah, hanya ada satu SMP negeri, itupun berada di lapisan paling bawah dalam deretan sepuluh tertinggi nilai TKA. Sementara itu urutan satu sampai sembilan ditempati SMP Swasta. Kalau kita tengok ke masa lampau, awal tahun 2000-an, sekitar dua puluh lima tahun silam, dominasi SMP negeri masih terasa. Dengan demikian, dalam rentang dua dekade ini telah terjadi pergeseran mutu sekolah, dari dominasi SMP negeri beralih ke SMP swasta.
Kalau kita telaah lebih mendalam domiasi SMP swasta sebagian besar ditopang oleh munculnya sekolah-sekolah baru yang berdiri tahun 2000-an hingga saat ini. SMP Muhammadiyah PK Kottabarat dan SMP Batik PK, meskipun Yayasan atau organisasi berdiri sejak sebelum kemerdekaan, tetapi dua sekolah ini berdiri setelah tahun 2000-an. Hanya ada tiga SMP lama berdiri, tetapi mutu tetap terjaga, yaitu SMP Kalam Kudus, SMP Bintang Laut, dan SMP Regina Pecis. Ketiganya merupakan Yayasan milik Katolik yang dikenal luas memiliki perhatian yang tinggi atas, dan keberpihakan terhadap, mutu pendidikan.
Dari penjelasan di atas dapat ditarik benang merah bahwa keberpihakan terhadap mutu menjadi kunci kemajuan sekolah dalam menjaga kepercayaan masyarakat. Berbeda dengan SMP-SMP berbasis Islam yang didominasi oleh sekolah-sekolah baru, sekolah-sekolah Katolik tetap didomiasi sekolah lama yang jejak mutunya terjaga dan terus merawat kepercayaan masyarakat.
Pelajaran penting yang dapat dipetika dari peta mutu di atas adalah: betapa urgennya masalah mutu sekolah untuk menjaga eksistensi keunggulan sekaligus sebagai instrumen untuk merawat kepercayaan Masyarakat. Oleh karena itu, sudah pada tempatnya apabila setiap sekolah memiliki sistem penjaminan mutu internal sebagai wujud keberpihakan sekolah terhadap mutu layanan pendidikan kepada masyarakat.
Penulis adalah Dekan FAI Universitas Muhammadiyah Surakarta, anggota Komite Akreditasi Pendidikan Formal BSANP 2026-2031
Aku Tidak Durhaka, Aku Hanya Lelah Terluka
Ada luka yang tidak pernah terlihat di kulit, tetapi terus berdarah di dalam hati. Luka itu bukan datang dari teman, pasangan, atau orang asing, melainkan...
Membangun Cinta kepada Nabi Muhammad Saw. (Bagian I)
Kasih sayang Allah Swt. kepada manusia salah satunya diwujudkan melalui petunjuk yang disampaikan para nabi dan rasul. Allah Swt. tidak membiarkan manusia hidup tanpa pedoman,...
Jangan Remehkan Satu Menit Orang Lain
Dalam hidup, kita sering diajarkan menghitung tahun, mengejar target bulanan, dan menyusun rencana lima tahunan. Namun, jarang ada yang menyadari bahwa perubahan terbesar justru sering...
Dingin…
Kang Karto siuman. Ia bangun dari hibernasi yang panjang. Selama hibernasi, dia puasa bicara situasi politik di kampungnya. Kang Karto menyepi dari keramaian setelah melahap...
Sentralisasi Pendidikan Muhammadiyah yang Luwes dan Luas
Sentralisasi pendidikan Muhammadiyah di Solo sangat dinamis, luas dan luwes. Konsep sentralisasi pendidikan sebagai sistem pengaturan dan pengelolaan pendidikan secara terpusat di mana segala keputusan,...
Satu Arah, Banyak Sekolah: Refleksi atas Sentralisasi Pendidikan Muhammadiyah Solo
“Awal Mula Sentralisasi Pendidikan Muhammadiyah Solo”, judul artikel yang ditulis oleh Dr. Mohamad Ali, Ketua Majelis Pendidikan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo pada laman...
Awal Mula Sentralisasi Pendidikan Muhammadiyah Solo
Salah satu manifestasi gerakan Muhammadiyah yang paling mudah ditangkap dan dirasakan oleh publik adalah hadirnya lembaga pendidikan formal mulai dari jenjang pra-sekolah, sekolah, sampai tingkat...
Adab, Warisan Nabi Muhammad Saw. yang Harus Diamalkan
Di zaman ketika ilmu semakin mudah didapat, justru adab semakin sulit ditemukan. Banyak orang cerdas, tetapi kurang santun. Banyak yang pandai berbicara, tetapi kurang menghormati....
Negara Minta Kita Rajin Membaca, tapi Buku Terasa Mewah
Setiap tanggal Hari Buku Nasional atau Hari Pendidikan Nasional, kita selalu mendengar kalimat yang sama: minat baca masyarakat Indonesia harus meningkat. Pemerintah, sekolah, kampus, hingga...
Dakwah Muhammadiyah Melalui Kucing
Seorang teman aktivis pencinta kucing, Rabu (8/7/2026) malam, tiba-tiba telepon. “Selamat ya Muhammadiyah mendirikan KucingMU,” ujarnya dengan suara ceria. Dia menyampaikan ucapan selamat ke saya,...
Politeisme Politik Indonesia
Praksis politik di Indonesia itu, fully politeistik (penuh kemusyrikan). Nilai-nilai ketuhanan (kebenaran dan kebaikan universal) tidak menjadi pusat orientasi, tapi orientasinya adalah kepentingan-kepentingan. Saat bicara...
Renungan Tahun Baru 1448 Hijriah: Saatnya Pulang kepada Allah
Bismillahirrahmanirrahim. Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah, tanpa terasa satu tahun telah berlalu. Hari demi hari kita lewati dengan berbagai cerita. Ada tawa yang pernah menghiasi hidup,...







