Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Refleksi

Peta Mutu Pendidikan Kota Solo

Dr. Mohamad Ali, Editor: Sholahuddin
Jumat, 24 Juli 2026 20:56 WIB
Peta Mutu Pendidikan Kota Solo
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Dr. Mohamad Ali (dok.pribadi).

Pada Jumat (14 Juli 2026) sore, saya membaca postingan di sebuah akun di Facebook tentang peringkat TKA (Tes Kemampuan Akademik) jenjang SMP di Kota Solo. Untuk memastikan validitas informasi itu, saya mencoba menghubungi salah satu kepala sekolah untuk memastikan keabsahan data. Ringkasnya, datanya valid karena informasi itu diperoleh dari kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta.

Esai ini berupaya membaca peta mutu sekolah (pendidikan) Kota Sola dengan lensa nilai TKA (Tes Kemampuan Akademik) pada jenjang SMP/MTts, baik negeri maupun swasta. Pertama, penulis menyadari bahwa nilai TKA tidak mencerminkan keseluruhan mutu suatu sekolah, banyak indikator mutu di luar TKA yang direduksi. Kedua, yang dibicarakan data jenjang SMP, padahal ada jenjang Sekolah Dasar dan jenjang SMA yang luput dari perbincangan ini.

Peringkat Nilai TKA Jenjang SMP Kota Solo tahun 2026

PeringkatNama Sekolah
1SMP Muhammadiyah PK Kottabarat
2SMP Kalam Kudus
3SMP Bintang Laut
4SMP Al-Abidin
5SMP Batik PK
6SMPIT Nur Hidayah
7SMP Insan Mulia
8SMP Al-Azhar Shifa Budi
9SMP Regina Pecis
10SMPN 1 Surakarta

 Sumber: Dinas Pendidikan Kota Solo

Data pada tabel di atas nampaknya sederhana, tetapi bila dibaca secara seksama berbicara begitu banyak hal. Dalam esai ringkas ini, saya melihat dari sisi peta mutu sekolah dengan cara membuat klasifikasi berdasarkan beberapa kategori, seperti sekolah negeri vs sekolah swasta, ragam sekolah swasta, dimensi kesejarahan, dan pada akhirnya membuat suat proyeksi masa depan mutu sekolah.

Sekolah Swasta Menyala

 Tabel di atas mengabarkan dominasi secara telak SMP swasta atas SMP negeri. Dari sepuluh sekolah, hanya ada satu SMP negeri, itupun berada di lapisan paling bawah dalam deretan sepuluh tertinggi nilai TKA. Sementara itu urutan satu sampai sembilan ditempati SMP Swasta. Kalau kita tengok ke masa lampau, awal tahun 2000-an, sekitar dua puluh lima tahun silam, dominasi SMP negeri masih terasa. Dengan demikian, dalam rentang dua dekade ini telah terjadi pergeseran mutu sekolah, dari dominasi SMP negeri beralih ke SMP swasta.

Kalau kita telaah lebih mendalam domiasi SMP swasta sebagian besar ditopang oleh munculnya sekolah-sekolah baru yang berdiri tahun 2000-an hingga saat ini. SMP Muhammadiyah PK Kottabarat dan SMP Batik PK, meskipun Yayasan atau organisasi berdiri sejak sebelum kemerdekaan, tetapi dua sekolah ini berdiri setelah tahun 2000-an. Hanya ada tiga SMP lama berdiri, tetapi mutu tetap terjaga, yaitu SMP Kalam Kudus, SMP Bintang Laut, dan SMP Regina Pecis. Ketiganya merupakan Yayasan milik Katolik yang dikenal luas memiliki perhatian yang tinggi atas, dan keberpihakan terhadap, mutu pendidikan.

Dari penjelasan di atas dapat ditarik benang merah bahwa keberpihakan terhadap mutu menjadi kunci kemajuan sekolah dalam menjaga kepercayaan masyarakat. Berbeda dengan SMP-SMP berbasis Islam yang didominasi oleh sekolah-sekolah baru, sekolah-sekolah Katolik tetap didomiasi sekolah lama yang jejak mutunya terjaga dan terus merawat kepercayaan masyarakat.

Pelajaran penting yang dapat dipetika dari peta mutu di atas adalah: betapa urgennya masalah mutu sekolah untuk menjaga eksistensi keunggulan sekaligus sebagai instrumen untuk merawat kepercayaan Masyarakat. Oleh karena itu, sudah pada tempatnya apabila setiap sekolah memiliki sistem penjaminan mutu internal sebagai wujud keberpihakan sekolah terhadap mutu layanan pendidikan kepada masyarakat.

Penulis adalah Dekan FAI Universitas Muhammadiyah Surakarta, anggota Komite Akreditasi Pendidikan Formal BSANP 2026-2031    

Berita Terbaru

Dakwah Muhammadiyah Melalui Kucing

Seorang teman aktivis pencinta kucing, Rabu (8/7/2026) malam, tiba-tiba telepon. “Selamat ya Muhammadiyah mendirikan KucingMU,” ujarnya dengan suara ceria. Dia menyampaikan ucapan selamat ke saya,...

Politeisme Politik Indonesia

Praksis politik di Indonesia itu, fully politeistik (penuh kemusyrikan). Nilai-nilai ketuhanan (kebenaran dan kebaikan universal) tidak menjadi pusat orientasi, tapi orientasinya adalah kepentingan-kepentingan. Saat bicara...

Renungan Tahun Baru 1448 Hijriah: Saatnya Pulang kepada Allah

Bismillahirrahmanirrahim. Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah, tanpa terasa satu tahun telah berlalu. Hari demi hari kita lewati dengan berbagai cerita. Ada tawa yang pernah menghiasi hidup,...

Belajar Bernapas di Tengah Sesak

Indonesia tidak sedang perang. Mal-mal masih ramai. Konser musik tetap dipenuhi lautan manusia. Kafe-kafe baru terus bermunculan. Linimasa media sosial dipenuhi video liburan, diskon besar-besaran,...

TKA dan Ancaman Marjinalisasi Ismuba

Kebijakan asesmen pendidikan Indonesia kembali memantik kegelisahan pada relung pembelajaran di Muhammadiyah, khususnya bagi pendidikan Ismuba (Al Islam, Ke-Muhammadiyahan dan Bahasa Arab). Tes Kemampuan Akademik...

Sang Pencari Makna

“Aku tahu kehidupan ini tiada arti, namun aku masih percaya bahwa ada suatu makna yang paling berarti, yakni aku (manusia).” Albert Camus – Krisis Kebebasan...

Menolak Politeisme Politik

Salah satu persoalan dakwah Islam di Indonesia saat ini adalah kecenderungannya yang lebih banyak berkonsentrasi pada pembangunan kesalehan individu. Mimbar-mimbar dakwah dipenuhi pembahasan tentang ibadah...

Krisis Peran Perempuan: Refleksi Ketiadaan IMMawati dalam Calon Formatur Musycab XLIV IMM Surakarta

Muhammadiyah dalam sejarahnya sukses melahirkan tokoh-tokoh bangsa dengan berbagai pengaruhnya, termasuk tokoh perempuan. Hal ini dibuktikan dengan adanya organisasi otonom (ortom) khusus perempuan yakni ‘Aisyiah...

Tuhan, Aku Takut Jika Engkau Dipakai untuk Menakutiku

“Tuhan Maha Pengasih, Tuhan Maha Penyayang.” Kalimat ini sering kita dengar sejak kecil, bahkan menjadi hafalan pertama dalam hidup seorang Muslim. Namun entah sejak kapan,...

Perspektif Al-Qur’an tentang Kesehatan Mental

Beberapa hari terakhir, media sosial diramaikan oleh kabar yang menyayat hati. Seorang pemuda ditemukan mengakhiri hidupnya dengan melompat dari jembatan. Tidak ada yang tahu persis...

Antara Gula, Darah, dan Doa: Memaknai Penyakit dalam Pelukan Kasih Allah

Pernahkah kita tertegun melihat hasil laboratorium yang menunjukkan angka gula darah melonjak, atau tensi yang menembus batas normal? Di titik itu, sering kali muncul pertanyaan...

Pengaruh Artificial Intelligence (AI) terhadap Masa Depan Pendidikan Indonesia

Perkembangan teknologi digital, khususnya Artificial Intelligence (AI), telah membawa perubahan besar dalam berbagai sektor kehidupan, termasuk pendidikan. Di Indonesia, kehadiran AI mulai mengubah cara belajar,...