Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Tajuk

Menyelamatkan Aset Sejarah Muhammadiyah Kota Solo

Sholahuddin, Editor: Sholahuddin
Selasa, 6 Oktober 2026 13:32 WIB
Menyelamatkan Aset Sejarah Muhammadiyah Kota Solo
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Berfoto bersama di depan lukisan Kiai Ahmad Dahlan usai diskusi. [MPI Solo].

Pengurus Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo, belum lama ini berkunjung ke pengurus MPI Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Jogja. Rombongan MPI PDM Solo diterima oleh Wakil Ketua MPI PP Muhammadiyah Bidang Sejarah, Museum dan Pustaka, Widyastuti, dan pengelola Museum Muhammadiyah di Jogja, Muhammad Ichsan Budi Prabowo.

MPI PDM Kota Solo tidak sekadar anjangsana, melainkan membawa misi penting untuk berdiskusi, konsultasi, dan meminta masukan kepada PP Muhammadiyah dalam hal penyelamatan aset sejarah Persyarikatan, khususnya di Kota Solo. Sebelumnya, MPI PDM Kota Solo membentuk komunitas sejarah, History-Mu, melalui Surat Keputusan (SK) No:

48/III.18/B/VIII/2026 yang ditandatangani Ketua MPI PDM Kota Solo, Muhdiyatmoko, dan Sekretaris, Hendro Susilo. Dalam SK tersebut, History-Mu bertujuan untuk (1) menumbuhkan kesadaran sejarah warga Muhammadiyah; (2) menghimpun dan mengembangkan sumber sejarah Muhammadiyah lokal; (3) melakukan kajian dan penelitian sejarah; (4) mendokumentasikan tokoh, lembaga, peristiwa, artefak, dan jejak gerakan Muhammadiyah; (5) mengembangkan literasi dan publikasi sejarah melalui berbagai media; serta (6) membangun jejaring kolaborasi dengan sekolah, perguruan tinggi, komunitas, museum, lembaga arsip, dan pihak terkait.

Kita mengapresiasi inisiatif MPI PDM Kota Solo yang menginisiasi History-Mu.  Tujuan pembentukan komunitas ini sejalan dengan misi Muhammadiyah, khususnya pada bidang literasi sejarah. Kita berharap History-Mu bukan sekadar nama. Ramai di awal, kemudian pelan-pelan meredup, hingga akhirnya tiada. Tidak. Sebaliknya kita berharap, melalui komunitas ini, aktivis Persyarikatan mulai bergairah untuk memperhatikan, menekuni, mendokumentasikan, menyelamatkan sejarah penting Persyarikatan, sejak awal-awal  berdirinya Muhammadiyah Cabang Solo, hingga kini. Kita tahu, Solo menempati posisi penting dalam dinamika sejarah Persyarikatan. Bahkan, sebelum Muhammadiyah resmi berdiri di Kota Solo, Kiai Ahmad Dahlan sering wira-wiri Jogja-Solo untuk berdakwah, menyebarkan paham Muhammadiyah yang berkemajuan. Banyak kisah, cerita, dan narasi-narasi penting Muhammadiyah di kota ini yang belum kita acuhkan (perhatikan). Sebagian di antara kita masih acuh tak acuh. Sebagian lain masih “alergi” dengan tokoh-tokoh tertentu, padahal tokoh tersebut memiliki peran besar melahirkan Muhammadiyah Cabang Solo. Bahkan ingin “membuang” tokoh tersebut dari kesejarahan Muhammadiyah di Kota Bengawan. Kalau bicara sisi kontroversi, sangat mungkin setiap pelaku sejarah di Muhammadiyah ada sisi-sisi kontroversialnya. Termasuk Kiai Dahlan pun ada sisi kontroversinya. Namun, sejarah adalah kisah berbasis fakta yang tidak bisa kita buang fakta itu hanya karena pandangan subjektif kita. Yang kita tonjolkan adalah sisi kepeloporannya di Persyarikatan.

Belum Sungguh-Sungguh

Kita memiliki Museum Muhammadiyah, tapi ya belum kita rawat dengan penuh kasih sayang. Kita memiliki perpustakaan di jantung Muhammadiyah Kota Solo (Balai Muhammadiyah), tapi ya masih kita anggurin begitu saja. Belum kita garap sungguh-sungguh. Banyak dokumen penting Persyarikatan yang musnah dimakan rayap karena tak terawat. Sungguh memprihatinkan. Kita sering berbicara tentang pola pikir berkemajuan, tapi dalam praktiknya, sebagian di antara kita masih berada dalam alam pikir berkemunduran, apalagi kalau kita bicara dunia literasi, termasuk literasi sejarah. Padahal dunia literasi adalah basis gerakan Muhammadiyah, sejak awal hingga entah sampai kapan nanti. Keprabon, sebagai pusat kegiatan Muhammadiyah-Aisyiyah, menyimpan nilai penting kesejarahan Persyarikatan, yang bisa jadi belum kita selamatkan secara serius dari sisi dokumentasi kesejarahannya. Belum lagi tempat-tempat lainnya, seperti Kauman, dst.

Hasil diskusi di Kantor PP Muhammadiyah di Jl. Menteri Supeno No. 42, Sorosutan, Umbulharjo, Jogja, itu sungguh menggembirakan. Widyastuti, yang juga canggah Kiai Ahmad Dahlan, mengatakan bahwa dalam dua tahun terakhir ada fenomena menggembirakan karena ada kegairahan Muhammadiyah di berbagai daerah untuk menuliskan sejarah lokalnya. MPI PP Muhammadiyah sangat mendukung perhatian MPI PDM Kota Solo untuk menekuni kajian-kajian sejarah Persyarikatan. Masih banyak dimensi penting sejarah di Kota Solo yang perlu ditelusuri melalui riset, penelitian, maupun kajian-kajian lainnya. Para sejarawan di MPI PP Muhammadiyah siap menjadi mentor, bahkan mendampingi tim History-Mu untuk menyelamatkan aset sejarah Persyarikatan di Kota Solo.

Bagaimana dengan kita?…

Rekomendasi Redaksi

Berita Terbaru

Meneguhkan Ideologi, Memperbarui Strategi

Muhammadiyah tidak lahir dari ruang kosong. Ia tumbuh dari kegelisahan, pemikiran, dan cita-cita besar K.H. Ahmad Dahlan untuk menghadirkan Islam sebagai kekuatan yang mencerahkan kehidupan....

Pembelajaran Mendalam dan Profil Pelajar Berkemajuan….

Tahun ajaran baru 2026/2027 baru saja dimulai. Pendekatan pembelajaran mendalam semakin masif disosialisasikan serta diterapkan di satuan pendidikan. Tujuan pembelajaran mendalam untuk mencetak generasi yang...

Turun ke Bawah, Rangkul Anak Muda

Proses pengaderan Persyarikatan di arus bawah, di Cabang dan Ranting, masih menjadi persoalan serius, khususnya di lingkungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo. Umumnya, pengurus...

Jangan Antikritik

Pesan jangan antikritik ini sampaikan Pak Marpuji Ali saat acara “Silaturahim dan Buka Bersama” yang diikuti oleh seluru GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) Perguruan Muhammadiyah...

Kompak Menyongsong Kemajuan

Memasuki abad kedua perjalanannya, Muhammadiyah menghadapi tantangan yang berbeda dengan masa-masa awal kelahirannya. Pada era Kiai Haji Ahmad Dahlan tantangan utamanya adalah kebodohan, kemiskinan, dan...

Selamat Datang SMP Muhammadiyah PKBS Kota Solo

Dalam AD/ART Persyarikatan Muhammadiyah tentang identitas organisasi disebutkan bahwa Muhammadiyah sebagai gerakan Islam, dakwah amar ma’ruf nahi munkar dan tajdid. Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan...

Paradoks Kaum Muda di Muhammadiyah

Pusat Studi Kebijakan Publik (PSKP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) merilis hasil riset perihal ketertarikan kaum muda, generasi Z dan milenial, terhadap gerakan Muhammadiyah. Riset bertajuk...

Fitri dalam Kesederhanaan Muhammadiyah

Setiap kali bulan Ramadan berakhir, umat Islam memasuki momentum spiritual yang sarat makna yaitu Idulfitri. Hari raya ini bukan sekadar penanda selesainya ibadah puasa, tetapi...

Sekolah Muhammadiyah sebagai Laboratorium Pengaderan Organisasi

Kita ketahui bersama bahwa ada dua jenis organisasi, yakni organisasi kader dan organisasi massa. Keduanya berbeda dalam hal kuantitas dan kualitas. Organisasi kader lebih menekankan...

Memprihatinkan, Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Merosot

Beberapa hari lalu, Transparency International Indonesia  (TII) merilis hasil riset terbaru tentang Indeks Persepsi Korupsi (IPK). Hasil riset ini selalu dipublikasikan setiap awal tahun untuk...

Memperluas Dakwah Ekonomi Persyarikatan

Salah satu keputusan Muktamar ke-47 Muhammadiyah di Makassar tahun 2015 adalah perlunya memperluas gerakan ekonomi Persyarikatan, selain gerakan pendidikan dan kesehatan. Penguatan di bidang ekonomi...

Menyiapkan Generasi Adaptif dan Kompetitif

Hal menarik di era Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) saat ini adalah adanya kebijakan penerapan mata pelajaran (mapel) Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). KKA...