Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Kajian Agama

Pengajian FKIP UMS, Kuatkan Spiritualitas dengan Meneladani Amalan Rasul

Affiq, Editor: Alan Aliarcham
Rabu, 31 Desember 2025 14:02 WIB
Pengajian FKIP UMS, Kuatkan Spiritualitas dengan Meneladani Amalan Rasul
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Pengajian jelang UAS Semester Gasal, bertempat di Gedung Auditorium Moh. Djazman Kampus 1 UMS pada Selasa, (30/12/2025). (Humas)

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Pengajian jelang UAS Semester Gasal, bertempat di Gedung Auditorium Moh. Djazman Kampus 1 UMS pada Selasa, (30/12/2025).

Dekan FKIP UMS, Prof. Anam Sutopo, mengawali sambutannya dengan menafsirkan makna dua jari tangan yang dijadikan sebagai simbol identitas FIKP. “Ibu jari sebagai simbol apresiasi, komunikasi, dan leadership. Sedangkan Jari telunjuk sebagai simbol kekuatan dan  ketauhidan. Kedua jari ini sebagai simbol FKIP dalam mengupayakan FKIP yang cakap, hebat, dan islami” terangnya, Selasa (30/12/2025).

Anam juga menyampaikan program-program Islami yang digagas FKIP. ia menegaskan program Islami tersebut sebagai bentuk ikhtiar untuk meningkatkan hubungan harmonis dengan Allah SWT. “FKIP memiliki program islami yang telah digagas di setiap prodi, di antaranya yaitu, mengaji setiap jum’at, program tahsin setiap kamis, kajian subuh  setiap sabtu, dan lain sebagainya yang menunjukkan FKIP UMS cakap, hebat, dan islami,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan FKIP UMS menerima kuota 373 untuk PPG pra Jabatan, meliputi prodi PKN, PTI, Penjas, dan PGSD. “Kuota tersebut menjadi kuota terbesar kedua di tingkat PTS,” ujarnya. Pengajian kali ini menghadirkan Wiwoho Aji Santoso selaku Pendekar Utama Tapak Suci Putera Muhammadiyah.

Organisasi Wasathiyah

Mengawali penyampaian tausiyah dengan menjelaskan Muhammadiyah adalah organisasi wasathiyah (pertengahan). Ia mengibaratkan muhammadiyah seperti wasit pertandingan.“Keberadaan Muhammadiyah seperti wasit pertandingan, jika tidak ada wasit, maka pertandingan tidak bisa dimulai. Jika ada kekurangan sedikit, akan jadi permasalahan. Hal ini menjadi hal yang wajar karena Muhammadiyah memposisikan diri sebagai organisasii wasathiyah,” paparnya.

Wiwoho menambahkan Muhammadiyah memiliki paham beragama yang sesuai dengan surat At-Tahrim ayat 6. “Beragama bagi Muhammadiyah tidak hanya menyelamatkan diri sendiri dari siksa neraka, tapi menyelamatkan segala manusia yang ada di dunia ini,” ujarnya.

Selanjutnya Wiwoho mengajak audiens memperbanyak istighfar untuk meneladani amalan Rasulullah SAW. Di sisi lain juga agar mendapat ampunan dari Allah SWT atas kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat. Ia juga menekankan memperbanyak disini bukan berarti untuk mengejar kuantitas pelafadzan, tapi harus memahami esensi pelafadzan istighfar itu sendiri.

“Rasulullah seorang maksum saja masih melafadzkan istighfar lebih dari 70 kali dalam sehari, maka ini menjadi bahan refleksi bagi kita untuk meneladani hal tersebut. Namun, dalam beristighfar jangan terlalu mengejar kuantitasnya, tapi esensi dari pelafadzan istighfar harus dimaknai lebih dalam,” paparnya.

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Pengajian jelang UAS Semester Gasal, bertempat di Gedung Auditorium Moh. Djazman Kampus 1 UMS pada Selasa, (30/12/2025).

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Pengajian jelang UAS Semester Gasal, bertempat di Gedung Auditorium Moh. Djazman Kampus 1 UMS pada Selasa, (30/12/2025). (Humas)

Lebih jauh, ia menceritakan Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan salat fardhu secara berjemaah dan tepat waktu. Kata Rasulullah dalam haditsnya, amalan yang paling dicintai Allah Swt. salah satunya adalah salat pada waktunya. ia juga mendefinisikan orang yang meninggalkan salat pada waktunya itu mengedepankan hawa nafsunya untuk hal yang tidak penting.

Pemateri menyoroti Rasulullah sebagai anak yatim tidak menghilangkan rasa peduli terhadap anak yatim dan orang miskin, Rasul selalu memberikan sebagian hartanya untuk mensejahterakan mereka. Rasulullah juga Dijuluki al-amin karena kejujuran. Bahkan julukan tersebut telah disandarkan sebelum rasul menjadi seorang Nabi.

Wiwoho menekankan kejujuran harus tertanam pada sanubari keluarga besar FKIP. “Kejujuran itu harus tertanam pada diri kita semua, karena rasa jujur semakin terkikis pada zaman ini,” tegasnya. Sebagai penutup, ia mengatakan warga Muhammadiyah sesuai dengan nama Muhammadiyah bermakna pengikut Nabi Muhammad.

“Maka kita harus teladani segala amalan-amalan Nabi Muhammad untuk membuktikan Islam rahmatan lil alamin. Ia juga berpesan kepada keluarga FKIP UMS untuk terus meningkatkan pendidikan yang lebih unggul dan berkualitas.”

Berita Terbaru

Mendidik Anak dengan Kesabaran dalam Perspektif Al-Qur’an

Pendidikan  kesabaran  (ṣabr)  sebagai  salah  satu  nilai  fundamental  dalam  Al-Qur’an  sangat penting   untuk   pengembangan   karakter   manusia,   terutama   dalam   konteks   pendidikan. Pendidikan  karakter  sebaiknya  diterapkan  sejak ...

Berkomunikasi di Era Digital: Masihkah Kita Menjaga Etika Al-Qur’an?

Kondisi masyarakat Indonesia yang semakin modern menyebabkan berkembangnya pula teknologi digital. Bersamaan dengan itu teknologi kini bukan hanya menghasilkan sebuah kecanggihan informasi namun menjadi sarana...

Relevansi Tafsir Al-Qur’an dalam Menjawab Krisis Moral Generasi Z

Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia, khususnya bagi Generasi Z yang lahir dan tumbuh di tengah kemajuan tersebut....

Ketika Masalah Datang Bertubi-Tubi: Belajar Sabar dari Al-Qur’an

Setiap orang pasti pernah berada pada titik di mana masalah datang silih berganti. Terkadang satu masalah saja sudah cukup membuat seseorang merasa lelah, apalagi jika...

Memahami Al-Qur’an di Era Modern: Pentingnya Pendekatan Kontekstual dalam Kehidupan Kontemporer

Al-Qur’an merupakan hidup bagi umat Islam sepanjang zaman. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tidak mengatur hubungan manusia dengan tuhan-Nya, tetapi juga mengatur hubungan manusia dalam...

Mengupas Bahasa Langit Secara Membumi: Sebuah Artikel tentang Ilmu Tafsir Al-Qur’an

Daftar IsiApa Itu Ilmu Tafsir?Sejarah Singkat: Dari Lisan Nabi hingga Era DigitalRagam Pendekatan TafsirTafsir di Era Kita: Relevansi di Tengah Laju ZamanTafsir sebagai Perjalanan SpiritualDaftar...

Relevansi Tafsir Kontemporer dalam Isu Kesetaraan Gender

Perkembangan wacana keislaman di era modern menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk memahami Al-Qur’an secara lebih kontekstual. Hal ini terutama terlihat dalam pembahasan isu gender dan...

Membaca Tafsir Al-Qur’an di Era Teknologi: Adaptasi dan Relevansi

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam cara memahami ajaran agama. Salah satu perubahan yang paling signifikan terlihat...

Ketentuan Fidyah dan Qadha Puasa dalam Islam

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ibadah puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat. Namun, dalam kondisi tertentu seperti sakit, perjalanan jauh, atau usia lanjut, Islam...

Orang Bertakwa Pasti Meyakini Kebenaran Al-Qur’an

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Puasa Ramadan target utamanya adalah membentuk insan bertakwa. Hal itu disampaikan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko...

Mengapa Aku Berpuasa: Refeleksi Ramadan 1447 H

Puasa merupakan salah satu praktik spiritual paling tua dalam sejarah peradaban manusia. Hampir semua tradisi agama mengenal bentuk pengendalian diri melalui pembatasan makan, minum, atau...

Tablig Akbar UMS Soroti Peran Masjid dalam Membangun Kehidupan Warga

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar tablig akbar di Masjid Sudalmiyah Rais, Senin (9/3/2026) sebagai rangkaian dari Gema Kampus Ramadan 1447 H. Kegiatan tersebut menghadirkan...