
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Pengajian jelang UAS Semester Gasal, bertempat di Gedung Auditorium Moh. Djazman Kampus 1 UMS pada Selasa, (30/12/2025).
Dekan FKIP UMS, Prof. Anam Sutopo, mengawali sambutannya dengan menafsirkan makna dua jari tangan yang dijadikan sebagai simbol identitas FIKP. “Ibu jari sebagai simbol apresiasi, komunikasi, dan leadership. Sedangkan Jari telunjuk sebagai simbol kekuatan dan ketauhidan. Kedua jari ini sebagai simbol FKIP dalam mengupayakan FKIP yang cakap, hebat, dan islami” terangnya, Selasa (30/12/2025).
Anam juga menyampaikan program-program Islami yang digagas FKIP. ia menegaskan program Islami tersebut sebagai bentuk ikhtiar untuk meningkatkan hubungan harmonis dengan Allah SWT. “FKIP memiliki program islami yang telah digagas di setiap prodi, di antaranya yaitu, mengaji setiap jum’at, program tahsin setiap kamis, kajian subuh setiap sabtu, dan lain sebagainya yang menunjukkan FKIP UMS cakap, hebat, dan islami,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan FKIP UMS menerima kuota 373 untuk PPG pra Jabatan, meliputi prodi PKN, PTI, Penjas, dan PGSD. “Kuota tersebut menjadi kuota terbesar kedua di tingkat PTS,” ujarnya. Pengajian kali ini menghadirkan Wiwoho Aji Santoso selaku Pendekar Utama Tapak Suci Putera Muhammadiyah.
Organisasi Wasathiyah
Mengawali penyampaian tausiyah dengan menjelaskan Muhammadiyah adalah organisasi wasathiyah (pertengahan). Ia mengibaratkan muhammadiyah seperti wasit pertandingan.“Keberadaan Muhammadiyah seperti wasit pertandingan, jika tidak ada wasit, maka pertandingan tidak bisa dimulai. Jika ada kekurangan sedikit, akan jadi permasalahan. Hal ini menjadi hal yang wajar karena Muhammadiyah memposisikan diri sebagai organisasii wasathiyah,” paparnya.
Wiwoho menambahkan Muhammadiyah memiliki paham beragama yang sesuai dengan surat At-Tahrim ayat 6. “Beragama bagi Muhammadiyah tidak hanya menyelamatkan diri sendiri dari siksa neraka, tapi menyelamatkan segala manusia yang ada di dunia ini,” ujarnya.
Selanjutnya Wiwoho mengajak audiens memperbanyak istighfar untuk meneladani amalan Rasulullah SAW. Di sisi lain juga agar mendapat ampunan dari Allah SWT atas kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat. Ia juga menekankan memperbanyak disini bukan berarti untuk mengejar kuantitas pelafadzan, tapi harus memahami esensi pelafadzan istighfar itu sendiri.
“Rasulullah seorang maksum saja masih melafadzkan istighfar lebih dari 70 kali dalam sehari, maka ini menjadi bahan refleksi bagi kita untuk meneladani hal tersebut. Namun, dalam beristighfar jangan terlalu mengejar kuantitasnya, tapi esensi dari pelafadzan istighfar harus dimaknai lebih dalam,” paparnya.

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Pengajian jelang UAS Semester Gasal, bertempat di Gedung Auditorium Moh. Djazman Kampus 1 UMS pada Selasa, (30/12/2025). (Humas)
Lebih jauh, ia menceritakan Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan salat fardhu secara berjemaah dan tepat waktu. Kata Rasulullah dalam haditsnya, amalan yang paling dicintai Allah Swt. salah satunya adalah salat pada waktunya. ia juga mendefinisikan orang yang meninggalkan salat pada waktunya itu mengedepankan hawa nafsunya untuk hal yang tidak penting.
Pemateri menyoroti Rasulullah sebagai anak yatim tidak menghilangkan rasa peduli terhadap anak yatim dan orang miskin, Rasul selalu memberikan sebagian hartanya untuk mensejahterakan mereka. Rasulullah juga Dijuluki al-amin karena kejujuran. Bahkan julukan tersebut telah disandarkan sebelum rasul menjadi seorang Nabi.
Wiwoho menekankan kejujuran harus tertanam pada sanubari keluarga besar FKIP. “Kejujuran itu harus tertanam pada diri kita semua, karena rasa jujur semakin terkikis pada zaman ini,” tegasnya. Sebagai penutup, ia mengatakan warga Muhammadiyah sesuai dengan nama Muhammadiyah bermakna pengikut Nabi Muhammad.
“Maka kita harus teladani segala amalan-amalan Nabi Muhammad untuk membuktikan Islam rahmatan lil alamin. Ia juga berpesan kepada keluarga FKIP UMS untuk terus meningkatkan pendidikan yang lebih unggul dan berkualitas.”
Langgar Agung Al Falah Kerten Gelar Pengajian Arloji Sambut 1 Muharam
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Langgar Agung Al Falah Kerten Solo kembali menggelar Pengajian Arloji (Amanah Ora Lali Ndongo lan Ngaji) pada Malam Jumat Kliwon di Teras...
Momen Iduladha, Umat Diajak Perkuat Kepedulian Sosial
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Semangat pengorbanan dalam nilai spiritual menjadi tema utama Salat Iduladha yang digelar di Masjid Al-Ikhlas Bayan Krajan RT 4 RW 15, Kadipiro,...
Iman dan Takwa Jadi Kunci Keberkahan Kampung
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Dwi Jatmiko, menyampaikan kajian bertema “Kunci Kampung yang Berkah dan Bahagia” dalam Salat Subuh...
Doa sebagai Penyembuh: Sembuhkanlah Sakitmu dengan Dahsyatnya Kekuatan Doa
Di tengah dunia yang semakin bising, manusia modern sesungguhnya sedang memikul banyak luka yang tidak selalu tampak oleh mata. Ada tubuh yang sakit karena kelelahan,...
Pengajian Aisyiyah Kampung Sewu, Jatmiko Ingatkan Ketakwaan sebagai Solusi Langit
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Dwi Jatmiko, menyampaikan pesan mendalam tentang ketakwaan sebagai solusi atas setiap persoalan hidup dalam...
Tafsir atau Tafsir-Tafsir-an? Bahaya Belajar Agama Tanpa Guru di Era Digital
Ada satu perubahan yang pelan-pelan terjadi dalam cara manusia memahami agama—dan sering kali luput disadari. Hari ini, belajar agama terasa semakin mudah. Cukup membuka TikTok,...
Pengajian di Masjid Darul Hayat Solo, Mubaligh Muhammadiyah: Bersyukur Itu Ibadah 24 Jam
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Anggota Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Cabang Solo Utara, Dwi Jatmiko, menyampaikan pengajian bertema “Charging Power Ketakwaan” di Masjid Darul Hayat Banyuanyar RT...
Bukan Sekadar Harta, Ini Warisan Terbaik Orang Tua Menurut Tafsir Al-Kahfi Ayat 82
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Orang tua kerap bersusah payah demi kebaikan hidup anaknya, rela bekerja keras pagi hingga malam demi menyiapkan kenyamanan hidup anak. Namun dalam...
Mendidik Anak dengan Kesabaran dalam Perspektif Al-Qur’an
Pendidikan kesabaran (ṣabr) sebagai salah satu nilai fundamental dalam Al-Qur’an sangat penting untuk pengembangan karakter manusia, terutama dalam konteks pendidikan. Pendidikan karakter sebaiknya diterapkan sejak ...
Berkomunikasi di Era Digital: Masihkah Kita Menjaga Etika Al-Qur’an?
Kondisi masyarakat Indonesia yang semakin modern menyebabkan berkembangnya pula teknologi digital. Bersamaan dengan itu teknologi kini bukan hanya menghasilkan sebuah kecanggihan informasi namun menjadi sarana...
Relevansi Tafsir Al-Qur’an dalam Menjawab Krisis Moral Generasi Z
Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia, khususnya bagi Generasi Z yang lahir dan tumbuh di tengah kemajuan tersebut....
Ketika Masalah Datang Bertubi-Tubi: Belajar Sabar dari Al-Qur’an
Setiap orang pasti pernah berada pada titik di mana masalah datang silih berganti. Terkadang satu masalah saja sudah cukup membuat seseorang merasa lelah, apalagi jika...






