Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Tajuk

Artificial Intelligence di Tengah Pusaran Jurnalisme Dakwah Muhammadiyah

Zaki Setyawan, Editor: Sholahuddin
Senin, 15 Desember 2025 11:29 WIB
Artificial Intelligence di Tengah Pusaran Jurnalisme Dakwah Muhammadiyah
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Ilustrasi Artificial Intelligence (AI). [ChatGPT}.

Hampir seluruh sendi kehidupan telah memanfaatkan AI (Artificial Intelligence). AI merupakan evolusi dari teknologi komputer yang dikembangkan pertama kali oleh Alan Turing. AI mengalami kemandegan ketika di era 1980-an. Periode ini disebut dengan AI winter karena minimnya kemajuan penelitian dan berkurangnya pendanaan penelitian AI.

Salah satu sejarah besar yang menandai keunggulan AI atas manusia terjadi pada tanggal 11 Mei 1997. Grand Master Garry Kasparov dikalahkan oleh super computer Deep Blue di dalam sebuah pertandingan catur. Gary Kasparov merupakan grand master terbaik di dunia dipaksa menyerah oleh Deep Blue yang merupakan komputer yang dikembangkan oleh perusahaan IBM. Komputer tersebut mengusung konsep AI yang dilengkapi algoritma permainan catur. Deep Blue dirancang secara khusus agar memiliki “kecerdasan” kemampuan untuk mengalahkan pecatur terhebat dunia.

Setelah itu, AI melakukan rebound karena berbagai institusi pendidikan mengembangkan lagi di awal era milenial. Era di mana internet juga sedang tumbuh bermekaran. Perkembangan AI berbanding lurus dengan internet. Semakin luas jangkauan internet maka AI semakin berkembang.  AI dikembangkan untuk membantu kehidupan manusia di berbagai bidang. AI memungkinkan kehidupan manusia menjadi lebih cepat dan efisien karena dibantu oleh aplikasi algoritma. AI membantu mempercepat proses kerja dan menyelesaikan tugas yang berulang secara otomatis sehingga manusia bisa fokus pada tugas yang lebih strategis. Dunia Jurnalistik juga terdampak oleh AI. Proses jurnalistik mengalami perubahan yang semula konvensional dan murni hasil pemikiran manusia menjadi revolusioner dan tidak murni “sentuhan” manusia karena sentuhan AI.

AI membantu dalam pengumpulan data, penulisan sampai dengan penyebaran informasi. AI mampu melakukan pembuatan berita secara otomatis. AI mampu menganalisis data untuk menghasilkan tulisan. Ini yang membuat dunia jurnalistik tidak murni “humanis” namun menghemat waktu secara signifikan. Manusia juga dapat menggunakan AI Generatif untuk membantu tugas yang lebih substansial  seperti  menyusun judul potensial, ringkasan artikel, dan terjemahan artikel dari bahasa asing. Tentu saja, Semua ini dilakukan dengan pengawasan manusia dan melalui proses penyuntingan sebelum dipublikasikan.

Menulis Berita

Platform berita tingkat dunia telah menggunakan AI juga dalam proses jurnalistik seperti Associated Press dan Bloomberg. Dua Platform tersebut telah menggunakan AI untuk menulis laporan keuangan dan berita yang mempunyai database. Bloomberg merupakan perusahaan informasi lintas platform, berbasis data, dan berteknologi tinggi. Bloomberg dijadikan rujukan untuk memecahkan masalah global dan menggerakkan pasar. Bloomberg telah mengumumkan peluncuran Bloomberg’s AI-Powered Document  yang menggunakan AI generative. Fasilitias ini digunakan untuk memudahkan analis riset dan pengambil keputusan perusahaan secara cepat dengan mengajukan pertanyaan dalam bahasa percakapan sehari-hari. Solusi ini merupakan evolusi dari Bloomberg’s AI-Powered Earnings Call Summaries yang terhubung secara mulus dengan alat dan alur kerja analitis Bloomberg lainnya. Hasil riset ini memungkinkan pelanggan mendapatkan pandangan investasi dengan cepat dengan menganalisis teks dan data terstruktur. Database tersebut mencakup lebih dari 200 juta dokumen perusahaan, lebih dari 5.000 berita Bloomberg News yang diterbitkan setiap hari tentang pasar, ekonomi, industri, dan perusahaan yang penting dan konten riset.

Associated Press juga terdepan dalam memanfaatkan AI dengan membentuk berita terdepan. Associated Press mengeksplorasi AI untuk melihat bagaimana menyederhanakan produksi berita dan meningkatkan efisiensi editorial mulai dari pengumpulan berita, proses produksi, dan cara distribusi berita ke pelanggan. Pencarian berbasis AI memudahkan untuk menemukan foto dan video terbaik yang sesuai dengan kriteria pencarian. Alih-alih pencarian metadata tradisional, AI memahami bahasa deskriptif dan menghasilkan hasil pencarian berdasarkan deskripsi yang diberikan pengguna.

Aplikasi AI memunculkan pertanyaan, apakah AI akan menggeser peran jurnalis? Pertanyaan lain juga muncul yaitu kualitas jurnalistik akan menurun atau AI merupakan konten hoaks atau pembodohan. Pertanyaan ini datang silih berganti. Sebagus apapun hasil AI, namun tidak ada sentuhan humanisme. Sejelek apapun tulisan manusia masih mempunyai “roh”. Sebagus apapun tulisan AI itu tidak ada “jiwa” yang menyelubungi sehingga hampa.

Jurnalisme bukan hanya mengenai berita namun juga cara bercerita, investigasi, dan menyampaikan informasi yang humanis ke publik. AI telah mengubah jurnalisme secara signifikan beberapa tahun terakhir. Proses jurnalisme mulai dari pengumpulan, penulisan, dan distribusi berita dilakukan dengan bantuan AI. Kecerdasan buatan telah membawa revolusi baru bagi manusia. Namun, AI masih belum mampu menggantikan kreativitas, analisis mendalam, berpikir kritis dan etika. Hal itu semua terkait dengan kemanusiaan. Algoritma apapun belum sampai kesana. Perkembangan AI tidak pernah diprediksi oleh manusia kecuali para pengembangan AI selama beberapa dekade sebelumnya. Aplikasi AI mampu mengotomatisasi pekerjaan berulang dalam hitungan detik, Pekerjaan menjadi semakin cepat, cerdas, dan efisien. Kemajuan ini menimbulkan pertanyaan moral.AI ini memiliki keunggulan dan tantangan. Berdasarkan dua hal tersebut maka para jurnalis seyogianya memiliki pedoman yang dapat dijadikan patokan dalam menggunakan AI. Salah satu cara dunia jurnalistik beradaptasi dengan AI dengan menegakkan kode etik jurnalistik sehingga kredibilitas dan kualitas jurnalisme.

Simbol Muhammadiyah (Muhammadiyah.or.id).

Jurnalisme Muhammadiyah

Muhammadiyah harus menyikapi perkembangan AI di dunia jurnalistik. Jurnalisme Muhammadiyah berfokus informasi yang benar dan bermanfaat bagi masyarakat. Jurnalisme Muhammadiyah tidak sakedar mengabarkan peristiwa dan juga mengajak berpikir kritis, memahami isu-isu sosial dengan perspektif yang lebih luas dan menghadirkan solusi atas masalah yang terjadi. Tantangan jurnalisme Muhammadiyah menghadapi kemajuan teknologi (khususnya AI) dan perkembangan media yang cepat. Informasi tersebar begitu cepat dan tidak dapat dikontrol maka Muhammadiyah perlu terus beradaptasi Hal ini penting agar dakwah pencerahan tidak tergerus oleh informasi yang salah atau hoaks.

Jurnalisme Muhammadiyah harus memiliki kode etik sebagai landasan utama dalam menjalankan tugas. Jurnalis dituntut untuk selalu berpegang pada prinsip kejujuran, integritas, dan tanggung jawab dalam setiap pemberitaan. Mereka tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai teladan yang membawa misi dakwah yang menyejukkan dan bermanfaat bagi masyarakat. Kejujuran merupakan blind spot dalam penggunaan AI karena hanya merupakan alat bantu atau mesin. Jurnalisme yang hanya mengandalkan AI maka akan terasa hampa. Misi Muhammadiyah tidak akan tersampaikan oleh AI. Misi dakwah Muhammadiyah dapat tersampaikan oleh jurnalis itu sendiri. Maka, Muhammadiyah memerlukan kode etik penggunaan AI di dalam jurnalisme. Hal ini merupakan ikhtiar beradaptasi dengan perkembangan zaman dan sekaligus menjaga roh Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah Islam.

Wallahu A’lam Bi Showwab

Berita Terbaru

Fitri dalam Kesederhanaan Muhammadiyah

Setiap kali bulan Ramadan berakhir, umat Islam memasuki momentum spiritual yang sarat makna yaitu Idulfitri. Hari raya ini bukan sekadar penanda selesainya ibadah puasa, tetapi...

Sekolah Muhammadiyah sebagai Laboratorium Pengaderan Organisasi

Kita ketahui bersama bahwa ada dua jenis organisasi, yakni organisasi kader dan organisasi massa. Keduanya berbeda dalam hal kuantitas dan kualitas. Organisasi kader lebih menekankan...

Memprihatinkan, Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Merosot

Beberapa hari lalu, Transparency International Indonesia  (TII) merilis hasil riset terbaru tentang Indeks Persepsi Korupsi (IPK). Hasil riset ini selalu dipublikasikan setiap awal tahun untuk...

Memperluas Dakwah Ekonomi Persyarikatan

Salah satu keputusan Muktamar ke-47 Muhammadiyah di Makassar tahun 2015 adalah perlunya memperluas gerakan ekonomi Persyarikatan, selain gerakan pendidikan dan kesehatan. Penguatan di bidang ekonomi...

Menyiapkan Generasi Adaptif dan Kompetitif

Hal menarik di era Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) saat ini adalah adanya kebijakan penerapan mata pelajaran (mapel) Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). KKA...

Kurikulum untuk Mencipakan Kecerdasan Unggul

Menurut laporan Unesco, fenomena disinformasi digital telah menjadi ancaman yang serius terhadap kohesi sosial dan kualitas demokrasi di berbagai negara. Persoalan ini bukan sekadar masalah...

Muhammadiyah, Jalan Pembebasan dan Pemuliaan Manusia

Di tengah himpitan kolonialisme awal abad ke-20, ketika bangsa ini terlelap dalam kebodohan dan kemiskinan, sebuah cahaya pembaruan menyala dari Kampung Kauman, Yogyakarta. Muhammadiyah lahir...

Persepsi Positif tentang Muhammadiyah itu Juga Amanah…

Dalam beberapa hari ini, Muhammadiyah memperoleh apresiasi positif di dunia maya. Aksi kemanusiaan Persyarikatan untuk membantu korban banjir dan tanah longsor di Aceh dan Sumatra...

Muhammadiyah, Anak Muda, dan Manusia yang tak Lagi Bicara

Di indekos yang eksklusif tak jauh dari pusat Kota Solo, seorang kawan bercerita. Ia tak kenal satu pun tetangganya. Padahal sudah dua bulan tinggal di...

Inovasi atau Mati

Hampir tiap tahun kita mendengar berita ada sekolah yang ditutup atau dimerger dikarenakan tidak mendapatkan murid. Kalaupun ada murid sangat minimalis untuk mengatakan tidak memenuhi...

Teori Vygotsky, Live in Society dan Pendidikan Islam

SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat, Kota Solo, baru saja selesai menjalankan program Live in Society, Jumat- Sabtu (7-8/11/2025), bagi siswa kelas X. Program Live in...

Berharap kepada JIMM…

Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM) Soloraya, Selasa (28/10/2025), menyelenggarakan diskusi bertema “Rancang Bangun Tafsir At-Tanwir: Pandangan Orang Dalam”. Acara yang berlangsung di ruang Siti Baroroh...

Leave a comment