
Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Solo, sukses menyelenggarakan Uji Publik Calon Walikota dan Wakil Walikota Solo, Senin (14/10/2024), di Auditorium M. Djazman Al Kindi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
Uji publik ini berhasil mendatangkan dua pasangan calon (paslon), masing-masing paslon nomor 1: Teguh Prakosa-Bambang Nugroho (Gage) dan paslon nomor 2: Respati Ardi-Astrid Widayani. Kedua paslon memaparkan visi, misi dan program mereka jika terpilih pada pemilihan kepala daerah (pilkada) 27 November 2024 mendatang. Para paslon juga diuji program mereka oleh para pakar Muhammadiyah yang terdiri dari para guru besar UMS dan para ahli lainnya. Para panelis menguji paslon dari berbagai sudut, antara lain dari tema “Pendidikan Inklusif”; “Demokrasi dan Pemerintahan Daerah”; Pemberdayaan Ekonomi Lokal”; serta tema “Kebudayaan”.
Pada uji publik yang berjalan efektif sekitar 90-120 menit ini, para paslon menyampaikan ambisi mereka untuk membawa—dalam istilah Muhammadiyah—Solo Berkemajuan. Tentu kemajuan dalam banyak hal: ekonomi, pendidikan, kebudayaan, sosial dan lainnya. Meski singkat, setidaknya publik bisa membaca ide, gagasan, pemikiran, visi-misi, dan program mereka membawa kemajuan kota ini. Sehingga masyarakat Kota Solo bisa menilai kompetensi mereka saat memimpin. Bisa menilai kemajuan-kemajuan apa saja yang akan mereka tonjolkan. Dengan demikian, para pemilih Kota Solo bisa menjadi pemilih rasional, tidak asal memilih pada pilkada mendatang.
Kita perlu mengapresiasi program PDPM Kota Solo ini. program ini sangat bagus dan menarik, khususnya untuk pendidikan politik bagi masyarakat. Sebuah terobosan yang luar biasa. Peran-peran seperti ini yang perlu terus dimainkan oleh Angkatan Muda Muhammadiyah, khususnya Pemuda Muhammadiyah. Saat musim kampanye Pemilihan Presiden (pilpres) lalu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga berhasil melakukan Dialog Publik Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden dengan mengundang ketiga paslon Capres dan Cawapres. Kegiatan ini mendapatkan apresiasi luar biasa dari publik. Kegiatan di tingkat pusat ini kemudian diadopsi Pemuda Muhammadiyah Kota Solo untuk ditarik ke tingkat lokal. Spiritnya sama; untuk mengedukasi publik di bidang politik kebangsaan.

PDPM Kota Solo telah melangkah jauh untuk “keluar kandang” dalam menjalankan program-programnya. Selama ini program-program di Pemuda Muhammadiyah lebih berorientasi ke internal persyarikatan. Sehingga aksi kader-kader muda Muhammadiyah jarang yang keluar ke publik. Masih minim kader muda Muhammadiyah terlibat pada isu-isu pembangunan perkotaan, isu-isu lingkungan, toleransi, perdamaian, kesetaraan, isu-isu kebangsaan, maupun isu-isu kemanusiaan. Ini adalah isu-isu universal yang mesti menjadi perhatian penting. Apalagi gerakan Muhammadiyah telah masuk pada isu-isu kesemestaan universal.
Kader Kemanusiaan
Mestinya orientasi perkaderan bukan semata-mata menyiapkan kader-kader persyarikatan, melainkan pula terlibat dalam proses perkaderan politik kebangsaan. Kalau kita mengadopsi pesan Buya A. Syafi’i Ma’arif, Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, perkaderan di Muhammadiyah yang utama justru untuk mencetak kader-kader kemanusiaan, baru kemudian mencetak kader-kader persyarikatan. Kalau berhasil mencetak kader kemanusiaan, secara otomatis akan mencetak kader persyarikatan yang kini berorientasi pada kesemestaan yang rahmatan lil alamin.
Dalam bahasa PDPM Kota Solo, program uji publik sebagai transformasi dari nilai ke aksi. Transformasi dari nilai-nilai kebangsaan ke aksi-aksi kebangsaan. Transformasi dari ideologi persyarikatan ke gerakan nyata berkemajuan. Langkah gerakan kebangsaan Pemuda Muhammadiyah ini sangat strategis. Kalau menyangkut politik pragmatis, di Indonesia sudah overdosis. Tapi, kita masih miskin kader politik kebangsaan.
Pemuda Muhammadiyah Solo telah memulai. Kita tunggu aksi-aksi berikutnya. Semoga…
Fitri dalam Kesederhanaan Muhammadiyah
Setiap kali bulan Ramadan berakhir, umat Islam memasuki momentum spiritual yang sarat makna yaitu Idulfitri. Hari raya ini bukan sekadar penanda selesainya ibadah puasa, tetapi...
Sekolah Muhammadiyah sebagai Laboratorium Pengaderan Organisasi
Kita ketahui bersama bahwa ada dua jenis organisasi, yakni organisasi kader dan organisasi massa. Keduanya berbeda dalam hal kuantitas dan kualitas. Organisasi kader lebih menekankan...
Memprihatinkan, Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Merosot
Beberapa hari lalu, Transparency International Indonesia (TII) merilis hasil riset terbaru tentang Indeks Persepsi Korupsi (IPK). Hasil riset ini selalu dipublikasikan setiap awal tahun untuk...
Memperluas Dakwah Ekonomi Persyarikatan
Salah satu keputusan Muktamar ke-47 Muhammadiyah di Makassar tahun 2015 adalah perlunya memperluas gerakan ekonomi Persyarikatan, selain gerakan pendidikan dan kesehatan. Penguatan di bidang ekonomi...
Menyiapkan Generasi Adaptif dan Kompetitif
Hal menarik di era Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) saat ini adalah adanya kebijakan penerapan mata pelajaran (mapel) Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). KKA...
Kurikulum untuk Mencipakan Kecerdasan Unggul
Menurut laporan Unesco, fenomena disinformasi digital telah menjadi ancaman yang serius terhadap kohesi sosial dan kualitas demokrasi di berbagai negara. Persoalan ini bukan sekadar masalah...
Muhammadiyah, Jalan Pembebasan dan Pemuliaan Manusia
Di tengah himpitan kolonialisme awal abad ke-20, ketika bangsa ini terlelap dalam kebodohan dan kemiskinan, sebuah cahaya pembaruan menyala dari Kampung Kauman, Yogyakarta. Muhammadiyah lahir...
Persepsi Positif tentang Muhammadiyah itu Juga Amanah…
Dalam beberapa hari ini, Muhammadiyah memperoleh apresiasi positif di dunia maya. Aksi kemanusiaan Persyarikatan untuk membantu korban banjir dan tanah longsor di Aceh dan Sumatra...
Artificial Intelligence di Tengah Pusaran Jurnalisme Dakwah Muhammadiyah
Hampir seluruh sendi kehidupan telah memanfaatkan AI (Artificial Intelligence). AI merupakan evolusi dari teknologi komputer yang dikembangkan pertama kali oleh Alan Turing. AI mengalami kemandegan...
Muhammadiyah, Anak Muda, dan Manusia yang tak Lagi Bicara
Di indekos yang eksklusif tak jauh dari pusat Kota Solo, seorang kawan bercerita. Ia tak kenal satu pun tetangganya. Padahal sudah dua bulan tinggal di...
Inovasi atau Mati
Hampir tiap tahun kita mendengar berita ada sekolah yang ditutup atau dimerger dikarenakan tidak mendapatkan murid. Kalaupun ada murid sangat minimalis untuk mengatakan tidak memenuhi...
Teori Vygotsky, Live in Society dan Pendidikan Islam
SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat, Kota Solo, baru saja selesai menjalankan program Live in Society, Jumat- Sabtu (7-8/11/2025), bagi siswa kelas X. Program Live in...





