Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Kajian Agama

Ibrahim Landung Tekankan Toleransi dalam Pengajian Pemuda Muhammadiyah Solo Selatan

Mafaza Haikal Ahmad, Editor: Alan Aliarcham
Senin, 15 Desember 2025 18:58 WIB
Ibrahim Landung Tekankan Toleransi dalam Pengajian Pemuda Muhammadiyah Solo Selatan
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Pengajian rutin Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Solo Selatan kembali digelar pada Rabu (10/12/2025), pukul 19.30, di Mushola An-Nur, Kelurahan Tipes, Solo. Kegiatan ini diikuti sekitar 17 pengurus Pemuda Muhammadiyah Cabang Solo Selatan. (Humas)

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pengajian rutin Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Solo Selatan kembali digelar pada Rabu (10/12/2025), pukul 19.30, di Mushola An-Nur, Kelurahan Tipes, Solo. Kegiatan ini diikuti sekitar 17 pengurus Pemuda Muhammadiyah Cabang Solo Selatan.

Pengajian tersebut menghadirkan Ustaz Ibrahim Landung sebagai pemateri utama. Dalam kesempatan itu, ia mengangkat tema Mempertegas Sikap Toleransi yang dinilai relevan dengan kehidupan masyarakat yang majemuk. Dalam pemaparannya, Ustaz Landung menjelaskan toleransi merupakan bagian dari ajaran Islam yang luhur.

Ia menegaskan pentingnya sikap saling menghormati antarumat beragama, hidup berdampingan secara damai, serta menjaga hubungan sosial yang baik tanpa mencampuradukkan ritual dan ajaran agama. “Toleransi bukan berarti mencampuradukkan akidah. Umat Islam tetap harus tegas dalam keyakinannya, namun tetap santun dan menghormati pemeluk agama lain,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menekankan konsistensi identitas keislaman, termasuk dalam penggunaan salam pembuka. “Salam Islam, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, tidak boleh dicampur dengan salam dari agama lain seperti Shalom, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan, maupun Rahayu. Sikap ini bukan bentuk intoleransi, melainkan wujud keteguhan akidah di tengah pergaulan lintas agama.”

Sebagai pengayaan wawasan, Ustaz Landung juga mengulas secara singkat ajaran Buddha. Ia menjelaskan bahwa kata ‘Buddha’  bermakna manusia yang tercerahkan, yakni gelar bagi Siddharta Gautama yang mengajarkan jalan menuju pencerahan batin.

Penjelasan ini disampaikan sebagai pengetahuan umum agar para pemuda memiliki pemahaman yang lebih proporsional terhadap keberagaman keyakinan di sekitarnya.

Berita Terbaru

Pengajian di Masjid Darul Hayat Solo, Mubaligh Muhammadiyah: Bersyukur Itu Ibadah 24 Jam

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Anggota Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Cabang Solo Utara, Dwi Jatmiko, menyampaikan pengajian bertema “Charging Power Ketakwaan” di Masjid Darul Hayat Banyuanyar RT...

Bukan Sekadar Harta, Ini Warisan Terbaik Orang Tua Menurut Tafsir Al-Kahfi Ayat 82

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Orang tua kerap bersusah payah demi kebaikan hidup anaknya, rela bekerja keras pagi hingga malam demi menyiapkan kenyamanan hidup anak. Namun dalam...

Mendidik Anak dengan Kesabaran dalam Perspektif Al-Qur’an

Pendidikan  kesabaran  (ṣabr)  sebagai  salah  satu  nilai  fundamental  dalam  Al-Qur’an  sangat penting   untuk   pengembangan   karakter   manusia,   terutama   dalam   konteks   pendidikan. Pendidikan  karakter  sebaiknya  diterapkan  sejak ...

Berkomunikasi di Era Digital: Masihkah Kita Menjaga Etika Al-Qur’an?

Kondisi masyarakat Indonesia yang semakin modern menyebabkan berkembangnya pula teknologi digital. Bersamaan dengan itu teknologi kini bukan hanya menghasilkan sebuah kecanggihan informasi namun menjadi sarana...

Relevansi Tafsir Al-Qur’an dalam Menjawab Krisis Moral Generasi Z

Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia, khususnya bagi Generasi Z yang lahir dan tumbuh di tengah kemajuan tersebut....

Ketika Masalah Datang Bertubi-Tubi: Belajar Sabar dari Al-Qur’an

Setiap orang pasti pernah berada pada titik di mana masalah datang silih berganti. Terkadang satu masalah saja sudah cukup membuat seseorang merasa lelah, apalagi jika...

Memahami Al-Qur’an di Era Modern: Pentingnya Pendekatan Kontekstual dalam Kehidupan Kontemporer

Al-Qur’an merupakan hidup bagi umat Islam sepanjang zaman. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tidak mengatur hubungan manusia dengan tuhan-Nya, tetapi juga mengatur hubungan manusia dalam...

Mengupas Bahasa Langit Secara Membumi: Sebuah Artikel tentang Ilmu Tafsir Al-Qur’an

Daftar IsiApa Itu Ilmu Tafsir?Sejarah Singkat: Dari Lisan Nabi hingga Era DigitalRagam Pendekatan TafsirTafsir di Era Kita: Relevansi di Tengah Laju ZamanTafsir sebagai Perjalanan SpiritualDaftar...

Relevansi Tafsir Kontemporer dalam Isu Kesetaraan Gender

Perkembangan wacana keislaman di era modern menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk memahami Al-Qur’an secara lebih kontekstual. Hal ini terutama terlihat dalam pembahasan isu gender dan...

Membaca Tafsir Al-Qur’an di Era Teknologi: Adaptasi dan Relevansi

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam cara memahami ajaran agama. Salah satu perubahan yang paling signifikan terlihat...

Ketentuan Fidyah dan Qadha Puasa dalam Islam

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ibadah puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat. Namun, dalam kondisi tertentu seperti sakit, perjalanan jauh, atau usia lanjut, Islam...

Orang Bertakwa Pasti Meyakini Kebenaran Al-Qur’an

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Puasa Ramadan target utamanya adalah membentuk insan bertakwa. Hal itu disampaikan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko...