Kemajuan, kemandekan, ataupun kemunduran suatu sekolah (dan madrasah) sangat bergantung pada kapasitas kepemimpinan (leadhership) kepala sekolah dalam menahkodai guru dan tenaga kependidikan. Ibarat laju kereta api, lokomotif bergerak dan menggerakkan gerbang-gerbang lain untuk melaju menuju tempat tujuan. Apabila lokomotif mandek atau mogok, maka perjalanan kereta api terganggu dan rangkaian gerbong juga terhenti.
Demikian pula perjalanan suatu sekolah. Bila kepala sekolah tidak memiliki visi yang jelas, atau tidak berani mengingatkan teman-teman guru dan tenaga kependidikan yang tidak disiplin, maka perjalanan sekolah bisa terhenti, mengalami stagnasi. Bahkan mengalami kemunduran yang ditandai dengan terus merosotnya jumlah siswa.
Kesadaran akan pentingnya peran kepala sekolah dalam memajukan ataupun memundurkan sekolah benar-benar dipahami oleh seluruh anggota pimpinan Majelis Pendidikan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo yang beranggotakan delapan (8) orang dan sebagian besar merupakan muka-muka baru, yaitu: Mohamad Ali, Supraptono, Fajar Kurniawan, Widi Wardoyo, Kartono, Harminto, Subandrio, dan Hakam Faruk. Kesadaran inilah yang memotivasi kita untuk memilih kepala sekolah yang benar-benar tangguh, visioner, dan humanis.
Keinginan untuk memilih kepala sekolah yang tangguh, visioner, dan humanis menghadapi tantangan yang serius di lapangan. Tantangan besar yang dihadapi adalah minimnya stok atau persediaan guru untuk dipilih, karena sejumlah guru senior banyak yang tertarik dan eksodus menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) yang dalam rentang waktu tiga tahun terakhir terus digencarkan oleh pemerintah tanpa menghiraukan kondisi sekolah swasta.
Baca juga: Orientasi Pengembangan Sekolah Muhammadiyah
Dihadapkan dengan pilihan yang sangat terbatas, Majelis Pendidikan berusaha memperbaiki sistem rekrutmen dan proses seleksi kepala sekolah. Kalau pada tahun-tahun sebelumnya instrumen seleksi meliputi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, administrasi, dan portofolio, maka pada periode ini lebih disempurnakan dengan melihat kapasitas kepemimpinan dari sudut keilmuan. Kami bekerja sama dengan Biro Konsultasi dan Pemeriksaan Psikologi (BPKPP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Setelah lolos tahapan-tahapan itu, maka langkah selanjutnya adalah proses pemagangan ke sekolah-sekolah Muhammadiyah unggul baik di Solo maupun daerah lain.
Objektif dan Transparan
Sejak awal pimpinan Majelis Pendidikan memiliki komitmen, dalam proses rekrutmen kepala sekolah dilakukan secara objektif dan transparan dengan meminimalisir kepentingan-kepentingan subjektif-pribadi, ataupun tekanan-tekanan dari luar maupun dari dalam yang potensial mengganggu jalannya seleksi. Dalam pandangan Majelis Pendidikan, proses seleksi dan penetapan kepala sekolah adalah pertaruhan besar yang harus dipertanggungjawabkan bukan hanya di dunia ini, tetapi juga di hari akhir nanti.
Setelah penetapan maupun pelantikan kepala sekolah, pun tidak dibiarkan tetapi terus didampingi untuk menjamin perannya sebagai lokomotif kemajuan sekolah benar-benar berjalan. Proses pendampingan mulai dari proses perencanan, pelaksanaan, sampai evaluasi. Dengan cara demikian kepala sekolah di lingkungan sekolah Muhammadiyah sebagai lokomotif diharapkan dapat menahkodai laju perkembangan sekolah dengan kecepatan tinggi. Selain itu mereka mampu mengakselerasi kualitas pembelajaran dan layanan secara prima.
Kunci kemajuan sekolah terletak pada layanan prima dan kualitas pembelajaran. Apabila hal demikian sudah menjadi habitus sekolah-sekolah Muhammadiyah, maka mereka akan dicari dan dirindukan siswa. Bukan malah sebaliknya, sekolah sibuk mencari siswa. Kepala sekolah berperan penting dalam mentransformasikan diri dari sekolah yang “sibuk mencari siswa” menjadi “sekolah yang dicari dan dirindukan siswa”.
Pena Ilahi Dalam Gending Jawa
Di malam yang sunyi, ketika cahaya lampu minyak hanya menyisakan bayangan di dinding joglo, suara sindhen merayap pelan mengikuti denting gamelan. Nada-nada itu seolah bukan...
Ketika Baju Adat Lebih Penting daripada Harga Diri Siswa: Pelajaran Pahit dari SMPN 18 Malang
Ada ironi besar dalam pendidikan ketika sebuah pakaian yang seharusnya menjadi simbol budaya justru berakhir menjadi sumber luka bagi seorang anak. Dugaan kekerasan di SMP...
Aku Tidak Durhaka, Aku Hanya Lelah Terluka
Ada luka yang tidak pernah terlihat di kulit, tetapi terus berdarah di dalam hati. Luka itu bukan datang dari teman, pasangan, atau orang asing, melainkan...
Membangun Cinta kepada Nabi Muhammad Saw. (Bagian I)
Kasih sayang Allah Swt. kepada manusia salah satunya diwujudkan melalui petunjuk yang disampaikan para nabi dan rasul. Allah Swt. tidak membiarkan manusia hidup tanpa pedoman,...
Jangan Remehkan Satu Menit Orang Lain
Dalam hidup, kita sering diajarkan menghitung tahun, mengejar target bulanan, dan menyusun rencana lima tahunan. Namun, jarang ada yang menyadari bahwa perubahan terbesar justru sering...
Dingin…
Kang Karto siuman. Ia bangun dari hibernasi yang panjang. Selama hibernasi, dia puasa bicara situasi politik di kampungnya. Kang Karto menyepi dari keramaian setelah melahap...
Sentralisasi Pendidikan Muhammadiyah yang Luwes dan Luas
Sentralisasi pendidikan Muhammadiyah di Solo sangat dinamis, luas dan luwes. Konsep sentralisasi pendidikan sebagai sistem pengaturan dan pengelolaan pendidikan secara terpusat di mana segala keputusan,...
Satu Arah, Banyak Sekolah: Refleksi atas Sentralisasi Pendidikan Muhammadiyah Solo
“Awal Mula Sentralisasi Pendidikan Muhammadiyah Solo”, judul artikel yang ditulis oleh Dr. Mohamad Ali, Ketua Majelis Pendidikan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo pada laman...
Awal Mula Sentralisasi Pendidikan Muhammadiyah Solo
Salah satu manifestasi gerakan Muhammadiyah yang paling mudah ditangkap dan dirasakan oleh publik adalah hadirnya lembaga pendidikan formal mulai dari jenjang pra-sekolah, sekolah, sampai tingkat...
Adab, Warisan Nabi Muhammad Saw. yang Harus Diamalkan
Di zaman ketika ilmu semakin mudah didapat, justru adab semakin sulit ditemukan. Banyak orang cerdas, tetapi kurang santun. Banyak yang pandai berbicara, tetapi kurang menghormati....
Negara Minta Kita Rajin Membaca, tapi Buku Terasa Mewah
Setiap tanggal Hari Buku Nasional atau Hari Pendidikan Nasional, kita selalu mendengar kalimat yang sama: minat baca masyarakat Indonesia harus meningkat. Pemerintah, sekolah, kampus, hingga...
Peta Mutu Pendidikan Kota Solo
Pada Jumat (14 Juli 2026) sore, saya membaca postingan di sebuah akun di Facebook tentang peringkat TKA (Tes Kemampuan Akademik) jenjang SMP di Kota Solo....







