Kurikulum Merdeka bermuara pada merdeka belajar dalam berproses pembelajaran. Berproses pada memberi pelayanan pembelajaran sesuai potensi murid yang beragam. Di sisi lain, guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat murid.
Merdeka belajar menitikberatkan pada esensi merdeka dalam berpikir. Guru dan murid diharapkan terus berkreasi, berinovasi dan mandiri dalam pembelajaran. Murid diberi banyak ruang untuk dapat mengakses berbagai ilmu.
Sumber ilmu bukan hanya dibatasi dalam ruang kelas, bisa dilakukan di luar kelas, media online, dan lingkungan sekitar. Dalam merdeka belajar, guru bukan lagi menjadi sumber belajar utama. Murid bisa mengembangkan minat dan bakatnya dengan berinteraksi secara langsung dengan lingkungan sekitar dan masyarakat.
Momentum Ramadan dapat dijadikan sebagai ruang pendidikan. Pembelajaran yang menitikberatkan pada peningkatan keimanan, sehingga dapat meraih predikat muttaqin atau orang yang memiliki ketakwaan tinggi di hadapan Allah SWT. Ranah pendididikan tentunya tidak lepas dari kegiatan pembelajaran di sekolah.
Sekolah secara kreatif mengisi kegiatan ramadan dengan banyak agenda kegiatan. Tidak sedikit sekolah menggelar kegiatan pesantren ramadan atau bisa disebut pesantren kilat. Tidak sedikit juga, tempat kegiatan dilakukan di internal sekolah (lingkungan sekolah) dan belum banyak yang memilih melakukannya di luar sekolah.
Berbeda halnya dengan di SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Solo, menggelar kegiatan Ramadan dilakukan di luar sekolah. Seperti kegiatan yang dilakukan murid kelas IV dan murid kelas V. Kegiatan safari Ramadan merupakan kegiatan untuk murid kelas IV dan murid kelas V yang dinamai Kampung Ramadan. Kedua kegiatan tersebut merupakan salah satu program kegiatan ciri khusus yang senantiasa menjadi agenda tahunan sekolah.
Kegiatan berbasis kemasyarakatan untuk melatih kecakapan murid berinteraksi secara langsung dengan lingkungan masyarakat. Kegiatan ini diwajibkan bagi murid yang duduk di bangku kelas IV maupun kelas V. Alasannya, karena secara kemandirian dan tanggung jawab murid sudah bisa diandalkan.
Rangkaian Kegiatan
Projek penguatan profil pelajar pancasil (P5) merupakan salah satu inovasi atau pengembangan dari kurikulum merdeka yang bertujuan untuk memberikan ruang pengalaman nyata pada murid dalam mewujudkan nilai-nilai luhur melalui serangkaian aktivitas pembelajaran. Sejalan dengan tujuan dari penguatan P5, kegiatan safari Ramadan dan Kampung Ramadan yang dilakukan SD Muhammadiyah PK Kottabarat sangatlah berkorelasi.
Kegiatan yang bermuara pada pembentukan karakter nilai luhur yang dikemas dalam Safari Ramadan dan Kampung Ramadan. Kegiatan Safari Ramadan memiliki tujuan memberi ruang ekspresi murid sesuai bakat melalui beberapa kegiatan yang produktif.
Kegiatan ini dikemas selama dua hari satu malam dan pelaksanan kegiatan bekerjasama dengan pengurus cabang atau ranting Muhammadiyah, seperti ranting Muhammadiyah Waru, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo.
Rangkaian kegiatan yang dikemas meliputi pembagian zakat fitri, salat tarawih dan tadarus Al-Qur’an di masjid, kolaborasi dengan AUM setempat yaitu Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Waru, mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis yang bekerjasama dengan Lazismu serta pembagian bakti sosial (baksos). Baksos berupa paket sembako yang diadakan dari uang infak atau kencleng murid kelas IV.
Belajar Berdikari
Untuk kegiatan kampung Ramadan memiliki tujuan di antaranya belajar berdikari menjadi pribadi sejati, belajar mensyukuri menjadi pribadi robbani, belajar meneladani menjadi pribadi santri, serta menjalani dengan gembira hati.
Kegiatan ini dikemas selama tiga hari dua malam. Serangkain kegiatan di antaranya, tinggal bersama orang tua asuh, orientasi lingkungan desa, salat jemaah di masjid, kegiatan TPA, belajar mengelola zakat, pemeriksasan dan pengobatan gratis, baksos dan bazar (pasar murah).
Untuk kegiatan Kampung Ramadan bekerjasama dengan pemerintah desa. Seperti yang pernah dilakukan berkerjasama dengan Desa Canden, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali. Kegiatan yang disusun dalam kegiatan Kampung R amadan bersifat kelompok dan mandiri/individu.
Terkait kegiatan yang bersifat kelompok di antaranya, orientasi lingkungan, lomba tahfiz, buka dan sahur bersama, bersih-bersih lingkungan, membuat parcel, kerja bakti warga dan zakat fitri. Untuk kegiatan yang bersifat individu di antaranya, tadarus Al-Qur’an, khitobah, lomba mewarnai, membuat ketupat dan mencatat seluruh rangkaian kegiatan yang sudah dirancang di buku panduan.
Murid dibagi ke dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok mengikuti serangkai kegiatan yang sudah terjadwal secara urut melalui buku panduan. Pada kegiatan safari dan Kampung Ramadan diadakannya buku panduan. Buku panduan disusun untuk memudahkan murid dalam menyiapkan dan menjalani kegiatan tersebut dengan maksimal.
Dalam buku ini berisi tata tertib, rundown acara, panduan setiap kegiatan, pembagian kelompok dan pembekalan. Sehingga murid dapat melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan secara mandiri dan terbimbing. Juga secara terstruktur buku panduan ini didesain lebih sederhana, jelas dan mudah dipahami.
Seluruh rangkaian kegiatan yang dilakukan di safari dan Kampung Ramadan tentunya membawa pembelajaran yang bermakna bagi murid. Memberikan ruang ekspresi yang nyata, belajar nilai-nilai kearifan lokal dan juga sosial kemasyarakatan.
Tentunya penanaman projek penguatan profil pelajar pancasil (P5) sangat tertanam dan nampak. P5 yang nampak di antaranya elemen beriman dan bertaqwa pada Tuhan YME, elemen berakhlak mulia, elemen mandiri, dan elemen kreatif.
Merancang dan mengimplementasikan kegiatan sekolah yang terkait dengan momentum ramadan tentunya tidak hanya sebatas rutinitas saja. Merancang kegiatan yang bermakna dan memberi ruang ekspresi murid yang seluas-luasnya akan menjadi model kegiatan merdeka belajar yang harmoni. Kegiatan yang dirancang berpihak pada murid, dari murid, oleh murid dan untuk murid.
Penulis adalah guru SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Solo
Tulisan ini juga dimuat di Majalah Langkah Baru, edisi Maret-Juni 2024.
Mengapa Pelecehan Masih Dianggap Biasa?
Setiap tahun, nama R.A. Kartini kembali diangkat ke permukaan. Perempuan mengenakan kebaya, kutipan-kutipan inspiratif dibagikan, dan narasi tentang emansipasi memenuhi ruang publik. Kita seolah sepakat...
Dekat Tapi Jauh : Saat Ibadah Tak Lagi Menghadirkan Makna
Judul “Dekat Tapi Jauh: Saat Ibadah Tak Lagi Menghadirkan Makna” menggambarkan jarak batin yang sering dialami banyak orang: ritual tetap dijalankan, tetapi rasa kedekatan dengan...
Tabayun di Era Digital: Belajar dari Haditsul Ifki untuk Melawan Hoaks
Di era digital yang serba cepat ini, arus informasi bergerak jauh melampaui kemampuan manusia untuk memverifikasinya. Dalam hitungan detik, sebuah kabar dapat menyebar luas melalui...
Lulus Seleksi, Tapi Dibunuh Biaya
Setiap tahun, ribuan pelajar Indonesia merayakan satu momen yang dianggap sakral: pengumuman kelulusan seleksi masuk perguruan tinggi. Nama yang terpampang di layar seolah menjadi tiket...
Megahnya SPPG, Rapuhnya SD: Ironi dari Majalengka
Majalengka hari ini sedang berdiri di antara dua wajah pembangunan yang saling bertolak belakang. Di satu sisi, berdiri bangunan SPPG yang megah, bersih, dan tampak...
Kasih Sayang Ayah, Fondasi Kuat bagi Tumbuh Kembang Anak Perempuan
Islam menempatkan anak dalam posisi yang sangat penting dalam konteks pendidikan, karena tugas suci ini termasuk fardlu ‘ain bagi setiap orang tua. Maka dosa besar...
Relevansi QS. Al-Mutaffifin dalam Program MBG
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi diluncurkan pada 6 Januari 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto. Program ini dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dan ditargetkan...
Mengapa yang Kita Yakini Tak Selalu Kita Jalani?
Fenomena ini sangat akrab dalam kehidupan sehari-hari. Setiap orang pasti pernah mengalami momen ketika apa yang diyakini sebagai kebenaran ternyata tidak diikuti oleh tindakan nyata....
Hidup di Tengah Notifikasi: Mengapa Kita Mudah Lelah Secara Emosional?
Hidup manusia hari ini hampir tidak pernah benar-benar sepi. Sejak bangun tidur, tangan langsung mencari ponsel untuk melihat pesan, berita, media sosial, atau notifikasi yang...
Mengapa Al-Qur’an Penting dalam Isu Krisis Iklim Global?
Krisis iklim global saat ini tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga mencerminkan krisis cara pandang manusia terhadap alam. Berbagai solusi yang ditawarkan selama ini...
Syahadah di Media Sosial: Persaksian atau Pencitraan?
Sebuah informasi atau berita di dalam Islam, dinyatakan valid dan terverifikasi jika ditemukan adanya saksi mata. Persaksian ini disebut syahadah (pernyataan kebenaran) syarat akan ‘ilm...
Hidup Terlihat Sempurna, Lalu Mengapa Hati Serasa Kosong?
Fenomena sosial yang sering kita lihat dari berbagai sudut mulai dari sosial media, kehidupan sehari-hari atau bahkan di lingkungan sekitar kita. Banyak fenomena yang dapat...






