Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Tajuk

Mencetak Mubalig Muhammadiyah yang Paham Gen-Z

Zaki Setiawan, Editor: Sholahuddin
Jumat, 17 Mei 2024 13:50 WIB
Mencetak Mubalig Muhammadiyah yang Paham Gen-Z
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - sumber: pwmu.co

Muhammadiyah merupakan organisasi dakwah Islam amar makruf nahi munkar. Aktivitas dakwah dilakukan dengan metode amal saleh maupun secara lisan. Pimpinan Muhammadiyah dari tingkat pusat sampai ranting mempunyai amal saleh yang berwujud Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan sosial. Sedangkan dakwah bil lisan (secara lisan) telah dilakukan dengan mengajarkan tuntunan hidup Islami yang diyakini oleh Muhammadiyah.

Tuntunan hidup Islami harus  sesuai dengan ajaran Al-Qur’an dan As-Sunnah. Ulama Muhammadiyah melalui Majlis Tarjih  dan Tajdid telah menyusun produk yang terdokumentasikan dalam bentuk Putusan Tarjih dan Fatwa agar warga persyarikatan mempunyai bekal untuk mengarungi kehidupan sesuai dengan Al-Qur’an dan As Sunnah. Salah satu produk Majlis Tarjih dan Tajdid yang paling terkenal adalah Himpunan Putusan Tarjih (HPT). Majlis Tabligh akan menyosialisasikan produk Majlis Tarjih dan Tajdid ini melalui aktivitas dakwah.

Mubalig memang tidak memberi kontribusi berupa profit keuangan,  namun menghidupkan ruh organisasi. Apabila mubalig tidak aktif maka aktivitas dakwah akan mengalami kemunduran. Muhammadiyah tanpa aktivitas dakwah tidak ada artinya sama sekali. Mubalig menjadi garda terdepan dalam aktivitas dakwah. Oleh karena itu, mubalig harus dikelola dengan baik mulai dari hulu sampai hilir di Muhammadiyah.

Mubalig harus dikelola lintas sektoral mulai dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Majlis Tabligh, Majlis Tarjih dan Tajdid, Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) maupun organisasi otonom (ortom). Manajemen Mubalig mempunyai hulu berupa perkaderan. Penjaringan awal mubalig membutuhkan kerjasama antara Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), ortom dan Majlis Tabligh dengan otorisasi dari PDM. Mubalig itu tidak dilahirkan namun dihasilkan dari pendidikan atau latihan. Oleh karena itu, Muhammadiyah harus menjaring kader mubalig kemudian mendidik dan melatih mereka.

Kader Mubalig harus dilatih untuk memperhalus dan menguatkan keunggulan. Pelatihan tidak bertujuan menyeragamkan cara berdakwah,  namun memperkuat karakter kader mubalig yang bervariasi. Salah satu tantangan utama dalam dakwah di era digital adalah keberagaman informasi yang tidak terverifikasi di internet. Oleh karena itu, umat membutuhkan para mubalig Muhammadiyah yang kritis dan bijak. Kader mubalig itu secara ideal berusia di kisaran 20 – 30 tahun. Mereka yang termasuk dalam generasi Z sehingga mampu menghadapi era post truth atau era pascakebenaran. Pelatihan mubalig lebih menekankan kepada penanaman akidah dan pemahaman Islam yang benar menurut Muhammadiyah.

Hilirisasi Mubalig

Apabila kader mubalig telah dilatih maka harus diterjunkan ke medan dakwah. LPCR yang mempunyai data mengenai masjid dan lokasi pengajian yang tersebar di berbagai PCM dan PRM,  maka harus membuat peta dakwah yang akan diramaikan oleh kader mubalig. Hal ini merupakan bagian dari hilirisasi dari kader mubalig yang bertransformasi menjadi anggota korps mubalig Muhammadiyah. Majlis Tarjih dan Tajdid sebagai institusi yang mempunyai otoritas dalam fikih di persyarikatan maka harus membekali para mubalig muda secara berkala.Tujuannya tentu keilmuan dalam bidang fikih bisa dipahami sesuai nafas Muhammadiyah.

Kader mubalig Muhammadiyah yang memahami karakteristik generasi Z akan sangat mudah dan bisa masuk ke alam pikiran anak muda. Apalagi secara makro, masyarakat digital sekarang sudah terbentuk. Maka, membekali mubalig Muhammadiyah selain dengan keilmuan agama yang kuat, perlu penguasaan penggunaan teknologi media sosial. Selain itu mereka mampu menciptakan ruang dialog untuk membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi generasi Z, mencari jalan keluar dengan menciptakan program-program pengembangan diri sangat diperlukan.

Semua ini untuk memastikan agar dakwah Muhammadiyah tetap relevan dan efektif di era yang terus berubah. Sebagai kesimpulan, untuk mencetak mubalig perlu dipersiapkan dengan manajemen yang baik. Dari segi keilmuan dan pemahaman karakteristik kondisi sosial-budaya jamaah,  serta kreatif dalam penggunaan teknologi menjadi bekal yang harus diberikan kepada mubalig Muhammadiyah.

Berita Terbaru

Fitri dalam Kesederhanaan Muhammadiyah

Setiap kali bulan Ramadan berakhir, umat Islam memasuki momentum spiritual yang sarat makna yaitu Idulfitri. Hari raya ini bukan sekadar penanda selesainya ibadah puasa, tetapi...

Sekolah Muhammadiyah sebagai Laboratorium Pengaderan Organisasi

Kita ketahui bersama bahwa ada dua jenis organisasi, yakni organisasi kader dan organisasi massa. Keduanya berbeda dalam hal kuantitas dan kualitas. Organisasi kader lebih menekankan...

Memprihatinkan, Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Merosot

Beberapa hari lalu, Transparency International Indonesia  (TII) merilis hasil riset terbaru tentang Indeks Persepsi Korupsi (IPK). Hasil riset ini selalu dipublikasikan setiap awal tahun untuk...

Memperluas Dakwah Ekonomi Persyarikatan

Salah satu keputusan Muktamar ke-47 Muhammadiyah di Makassar tahun 2015 adalah perlunya memperluas gerakan ekonomi Persyarikatan, selain gerakan pendidikan dan kesehatan. Penguatan di bidang ekonomi...

Menyiapkan Generasi Adaptif dan Kompetitif

Hal menarik di era Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) saat ini adalah adanya kebijakan penerapan mata pelajaran (mapel) Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). KKA...

Kurikulum untuk Mencipakan Kecerdasan Unggul

Menurut laporan Unesco, fenomena disinformasi digital telah menjadi ancaman yang serius terhadap kohesi sosial dan kualitas demokrasi di berbagai negara. Persoalan ini bukan sekadar masalah...

Muhammadiyah, Jalan Pembebasan dan Pemuliaan Manusia

Di tengah himpitan kolonialisme awal abad ke-20, ketika bangsa ini terlelap dalam kebodohan dan kemiskinan, sebuah cahaya pembaruan menyala dari Kampung Kauman, Yogyakarta. Muhammadiyah lahir...

Persepsi Positif tentang Muhammadiyah itu Juga Amanah…

Dalam beberapa hari ini, Muhammadiyah memperoleh apresiasi positif di dunia maya. Aksi kemanusiaan Persyarikatan untuk membantu korban banjir dan tanah longsor di Aceh dan Sumatra...

Artificial Intelligence di Tengah Pusaran Jurnalisme Dakwah Muhammadiyah

Hampir seluruh sendi kehidupan telah memanfaatkan AI (Artificial Intelligence). AI merupakan evolusi dari teknologi komputer yang dikembangkan pertama kali oleh Alan Turing. AI mengalami kemandegan...

Muhammadiyah, Anak Muda, dan Manusia yang tak Lagi Bicara

Di indekos yang eksklusif tak jauh dari pusat Kota Solo, seorang kawan bercerita. Ia tak kenal satu pun tetangganya. Padahal sudah dua bulan tinggal di...

Inovasi atau Mati

Hampir tiap tahun kita mendengar berita ada sekolah yang ditutup atau dimerger dikarenakan tidak mendapatkan murid. Kalaupun ada murid sangat minimalis untuk mengatakan tidak memenuhi...

Teori Vygotsky, Live in Society dan Pendidikan Islam

SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat, Kota Solo, baru saja selesai menjalankan program Live in Society, Jumat- Sabtu (7-8/11/2025), bagi siswa kelas X. Program Live in...

Leave a comment