
Bismillahirrahmanirrahim. Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah, tanpa terasa satu tahun telah berlalu. Hari demi hari kita lewati dengan berbagai cerita. Ada tawa yang pernah menghiasi hidup, ada air mata yang pernah membasahi pipi. Ada cita-cita yang tercapai, ada pula harapan yang masih Allah simpan untuk waktu yang lebih tepat.
Pergantian tahun Hijriah bukan sekadar pergantian angka dalam kalender. Ia adalah pengingat bahwa umur kita terus berkurang. Tahun yang datang bukan berarti usia kita bertambah, tetapi jatah hidup kita di dunia semakin menipis.
Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata:
يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّمَا أَنْتَ أَيَّامٌ، فَإِذَا ذَهَبَ يَوْمٌ ذَهَبَ بَعْضُكَ
“Wahai anak Adam, sesungguhnya engkau hanyalah kumpulan hari. Setiap kali satu hari berlalu, maka hilang pula sebagian dari dirimu.”
Malam ini, mari bertanya kepada diri sendiri:
- Sudahkah Al-Qur’an menjadi sahabat hidup kita?
- Sudahkah kedua orang tua merasakan bakti kita?
- Sudahkah salat kita semakin khusyuk?
- Sudahkah hati kita semakin dekat kepada Allah?
- Ataukah justru dosa-dosa kita yang semakin bertambah?
Betapa banyak saudara, sahabat, dan kerabat yang tahun lalu masih bersama kita, tetapi hari ini telah berada di alam kubur. Nama mereka mungkin masih kita kenang, tetapi amal merekalah yang kini menemani mereka.
Rasulullah ﷺ bersabda:
الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ
“Orang yang cerdas adalah orang yang mengoreksi dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian.”
(HR. Tirmidzi)
Hijrah yang Sesungguhnya
Ketika mendengar kata hijrah, banyak orang teringat perpindahan Rasulullah ﷺ dari Makkah ke Madinah. Namun hakikat hijrah yang harus terus hidup dalam diri kita adalah berpindah dari kemaksiatan menuju ketaatan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ
“Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah.”
(HR. Bukhari)
Jika tahun lalu kita masih lalai, mari berhijrah menjadi pribadi yang lebih peduli terhadap ibadah.
Jika tahun lalu kita mudah marah, mari berhijrah menjadi lebih sabar.
Jika tahun lalu kita masih berat bersedekah, mari berhijrah menjadi lebih dermawan.
Jika tahun lalu kita masih sering menyakiti orang lain, mari berhijrah menjadi pribadi yang membawa manfaat.
Jangan Menunda Taubat
Tak ada seorang pun yang mengetahui apakah ia akan bertemu Muharam tahun depan atau tidak.
Allah berfirman:
وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Bertaubatlah kalian semua kepada Allah wahai orang-orang yang beriman agar kalian beruntung.”
(QS. An-Nur: 31)
Mungkin selama ini kita terlalu sibuk menghitung harta, tetapi lupa menghitung dosa.
Terlalu sibuk mengejar dunia, tetapi lupa mempersiapkan akhirat.
Terlalu sibuk melihat kesalahan orang lain, tetapi lupa memperbaiki diri sendiri.
Padahal suatu hari nanti kita akan berdiri sendirian di hadapan Allah—tanpa jabatan, tanpa kekayaan, tanpa keluarga. Yang tersisa hanyalah iman dan amal saleh.
Saudaraku, mari jadikan Tahun Baru Hijriah ini sebagai momentum membuka lembaran baru.
Jika tidak bisa menjadi orang yang paling kaya, jadilah orang yang paling bersyukur.
Jika tidak bisa menjadi orang yang paling hebat, jadilah orang yang paling bermanfaat.
Jika belum mampu menghapus seluruh dosa masa lalu, setidaknya jangan mengulangi dosa yang sama di masa depan.
Semoga ketika Muharam berikutnya datang, kita menjadi hamba yang lebih dekat kepada Allah, lebih taat kepada-Nya, lebih cinta kepada Al-Qur’an, lebih hormat kepada orang tua, dan lebih bermanfaat bagi sesama.
اللَّهُمَّ اجْعَلْ عَامَنَا الْجَدِيدَ عَامَ خَيْرٍ وَبَرَكَةٍ وَهُدًى وَتَوْفِيقٍ، وَاخْتِمْ لَنَا بِالْحُسْنَى
“Ya Allah, jadikanlah tahun baru kami sebagai tahun yang penuh kebaikan, keberkahan, petunjuk, dan taufik. Akhirilah hidup kami dengan husnul khatimah.”
Selamat Tahun Baru 1448 Hijriah.
Mari berhijrah, bukan sekadar berpindah waktu, tetapi berpindah menjadi hamba yang lebih dekat kepada Allah Swt.
Belajar Bernapas di Tengah Sesak
Indonesia tidak sedang perang. Mal-mal masih ramai. Konser musik tetap dipenuhi lautan manusia. Kafe-kafe baru terus bermunculan. Linimasa media sosial dipenuhi video liburan, diskon besar-besaran,...
TKA dan Ancaman Marjinalisasi Ismuba
Kebijakan asesmen pendidikan Indonesia kembali memantik kegelisahan pada relung pembelajaran di Muhammadiyah, khususnya bagi pendidikan Ismuba (Al Islam, Ke-Muhammadiyahan dan Bahasa Arab). Tes Kemampuan Akademik...
Sang Pencari Makna
“Aku tahu kehidupan ini tiada arti, namun aku masih percaya bahwa ada suatu makna yang paling berarti, yakni aku (manusia).” Albert Camus – Krisis Kebebasan...
Menolak Politeisme Politik
Salah satu persoalan dakwah Islam di Indonesia saat ini adalah kecenderungannya yang lebih banyak berkonsentrasi pada pembangunan kesalehan individu. Mimbar-mimbar dakwah dipenuhi pembahasan tentang ibadah...
Krisis Peran Perempuan: Refleksi Ketiadaan IMMawati dalam Calon Formatur Musycab XLIV IMM Surakarta
Muhammadiyah dalam sejarahnya sukses melahirkan tokoh-tokoh bangsa dengan berbagai pengaruhnya, termasuk tokoh perempuan. Hal ini dibuktikan dengan adanya organisasi otonom (ortom) khusus perempuan yakni ‘Aisyiah...
Tuhan, Aku Takut Jika Engkau Dipakai untuk Menakutiku
“Tuhan Maha Pengasih, Tuhan Maha Penyayang.” Kalimat ini sering kita dengar sejak kecil, bahkan menjadi hafalan pertama dalam hidup seorang Muslim. Namun entah sejak kapan,...
Perspektif Al-Qur’an tentang Kesehatan Mental
Beberapa hari terakhir, media sosial diramaikan oleh kabar yang menyayat hati. Seorang pemuda ditemukan mengakhiri hidupnya dengan melompat dari jembatan. Tidak ada yang tahu persis...
Antara Gula, Darah, dan Doa: Memaknai Penyakit dalam Pelukan Kasih Allah
Pernahkah kita tertegun melihat hasil laboratorium yang menunjukkan angka gula darah melonjak, atau tensi yang menembus batas normal? Di titik itu, sering kali muncul pertanyaan...
Pengaruh Artificial Intelligence (AI) terhadap Masa Depan Pendidikan Indonesia
Perkembangan teknologi digital, khususnya Artificial Intelligence (AI), telah membawa perubahan besar dalam berbagai sektor kehidupan, termasuk pendidikan. Di Indonesia, kehadiran AI mulai mengubah cara belajar,...
Seni Menjaga Kekhusyukan di Balik Notifikasi Smartphone
Bayangkan kamu sedang membaca Al-Qur’an dengan khusyuk, suara lembut ayat-ayat suci mengalir pelan dari bibirmu—lalu tiba-tiba, ding! Notifikasi masuk ke HP mu. Sebuah meme lucu...
Ruang Imajiner: Ahmad Dahlan, Hasyim Asy’ari, dan Rakyat Membahas Penentuan 1 Syawal 2026
Malam itu, langit terasa berbeda. Takbir belum berkumandang, tetapi perdebatan sudah riuh di mana-mana. Di masjid, di grup WhatsApp, bahkan di warung kopi, satu pertanyaan...
Ketika Silaturahmi Berubah Jadi Panggung Kesombongan
Idulfitri seharusnya menjadi momen paling sakral dalam perjalanan spiritual seorang Muslim. Setelah sebulan penuh berpuasa, menahan diri, dan melatih keikhlasan, hari kemenangan itu datang sebagai...






