Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Refleksi

Renungan Tahun Baru 1448 Hijriah: Saatnya Pulang kepada Allah

Bambang Sugeng, Editor: Alan Aliarcham
Rabu, 17 Juni 2026 16:14 WIB
Renungan Tahun Baru 1448 Hijriah: Saatnya Pulang kepada Allah
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Kajian tafsir online Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali digelar dengan pembahasan Surah Al-Mursalat ayat 1–28 yang disampaikan oleh Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) UMS, Ainur Rha’in. Kajian ini mengupas makna sumpah Allah, peran malaikat, hingga janji pasti tentang datangnya hari kiamat. (Humas)

Bismillahirrahmanirrahim. Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah, tanpa terasa satu tahun telah berlalu. Hari demi hari kita lewati dengan berbagai cerita. Ada tawa yang pernah menghiasi hidup, ada air mata yang pernah membasahi pipi. Ada cita-cita yang tercapai, ada pula harapan yang masih Allah simpan untuk waktu yang lebih tepat.

Pergantian tahun Hijriah bukan sekadar pergantian angka dalam kalender. Ia adalah pengingat bahwa umur kita terus berkurang. Tahun yang datang bukan berarti usia kita bertambah, tetapi jatah hidup kita di dunia semakin menipis.

Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata:

يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّمَا أَنْتَ أَيَّامٌ، فَإِذَا ذَهَبَ يَوْمٌ ذَهَبَ بَعْضُكَ

“Wahai anak Adam, sesungguhnya engkau hanyalah kumpulan hari. Setiap kali satu hari berlalu, maka hilang pula sebagian dari dirimu.”

Malam ini, mari bertanya kepada diri sendiri:

  • Sudahkah Al-Qur’an menjadi sahabat hidup kita?
  • Sudahkah kedua orang tua merasakan bakti kita?
  • Sudahkah salat kita semakin khusyuk?
  • Sudahkah hati kita semakin dekat kepada Allah?
  • Ataukah justru dosa-dosa kita yang semakin bertambah?

Betapa banyak saudara, sahabat, dan kerabat yang tahun lalu masih bersama kita, tetapi hari ini telah berada di alam kubur. Nama mereka mungkin masih kita kenang, tetapi amal merekalah yang kini menemani mereka.

Rasulullah ﷺ bersabda:

الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ

“Orang yang cerdas adalah orang yang mengoreksi dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian.”
(HR. Tirmidzi)

Hijrah yang Sesungguhnya

Ketika mendengar kata hijrah, banyak orang teringat perpindahan Rasulullah ﷺ dari Makkah ke Madinah. Namun hakikat hijrah yang harus terus hidup dalam diri kita adalah berpindah dari kemaksiatan menuju ketaatan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ

“Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah.”
(HR. Bukhari)

Jika tahun lalu kita masih lalai, mari berhijrah menjadi pribadi yang lebih peduli terhadap ibadah.

Jika tahun lalu kita mudah marah, mari berhijrah menjadi lebih sabar.

Jika tahun lalu kita masih berat bersedekah, mari berhijrah menjadi lebih dermawan.

Jika tahun lalu kita masih sering menyakiti orang lain, mari berhijrah menjadi pribadi yang membawa manfaat.

Jangan Menunda Taubat

Tak ada seorang pun yang mengetahui apakah ia akan bertemu Muharam tahun depan atau tidak.

Allah berfirman:

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Bertaubatlah kalian semua kepada Allah wahai orang-orang yang beriman agar kalian beruntung.”
(QS. An-Nur: 31)

Mungkin selama ini kita terlalu sibuk menghitung harta, tetapi lupa menghitung dosa.

Terlalu sibuk mengejar dunia, tetapi lupa mempersiapkan akhirat.

Terlalu sibuk melihat kesalahan orang lain, tetapi lupa memperbaiki diri sendiri.

Padahal suatu hari nanti kita akan berdiri sendirian di hadapan Allah—tanpa jabatan, tanpa kekayaan, tanpa keluarga. Yang tersisa hanyalah iman dan amal saleh.

Saudaraku, mari jadikan Tahun Baru Hijriah ini sebagai momentum membuka lembaran baru.

Jika tidak bisa menjadi orang yang paling kaya, jadilah orang yang paling bersyukur.

Jika tidak bisa menjadi orang yang paling hebat, jadilah orang yang paling bermanfaat.

Jika belum mampu menghapus seluruh dosa masa lalu, setidaknya jangan mengulangi dosa yang sama di masa depan.

Semoga ketika Muharam berikutnya datang, kita menjadi hamba yang lebih dekat kepada Allah, lebih taat kepada-Nya, lebih cinta kepada Al-Qur’an, lebih hormat kepada orang tua, dan lebih bermanfaat bagi sesama.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ عَامَنَا الْجَدِيدَ عَامَ خَيْرٍ وَبَرَكَةٍ وَهُدًى وَتَوْفِيقٍ، وَاخْتِمْ لَنَا بِالْحُسْنَى

“Ya Allah, jadikanlah tahun baru kami sebagai tahun yang penuh kebaikan, keberkahan, petunjuk, dan taufik. Akhirilah hidup kami dengan husnul khatimah.”

Selamat Tahun Baru 1448 Hijriah.
Mari berhijrah, bukan sekadar berpindah waktu, tetapi berpindah menjadi hamba yang lebih dekat kepada Allah Swt.

Berita Terbaru

Aku Tidak Durhaka, Aku Hanya Lelah Terluka

Ada luka yang tidak pernah terlihat di kulit, tetapi terus berdarah di dalam hati. Luka itu bukan datang dari teman, pasangan, atau orang asing, melainkan...

Membangun Cinta kepada Nabi Muhammad Saw. (Bagian I)

Kasih sayang Allah Swt. kepada manusia salah satunya diwujudkan melalui petunjuk yang disampaikan para nabi dan rasul. Allah Swt. tidak membiarkan manusia hidup tanpa pedoman,...

Jangan Remehkan Satu Menit Orang Lain

Dalam hidup, kita sering diajarkan menghitung tahun, mengejar target bulanan, dan menyusun rencana lima tahunan. Namun, jarang ada yang menyadari bahwa perubahan terbesar justru sering...

Dingin…

Kang Karto siuman. Ia bangun dari hibernasi yang panjang. Selama hibernasi, dia puasa bicara situasi politik di kampungnya. Kang Karto menyepi dari keramaian setelah melahap...

Sentralisasi Pendidikan Muhammadiyah yang Luwes dan Luas

Sentralisasi pendidikan Muhammadiyah di Solo sangat dinamis, luas dan luwes. Konsep sentralisasi pendidikan sebagai sistem pengaturan dan pengelolaan pendidikan secara terpusat di mana segala keputusan,...

Satu Arah, Banyak Sekolah: Refleksi atas Sentralisasi Pendidikan Muhammadiyah Solo

“Awal Mula Sentralisasi Pendidikan Muhammadiyah Solo”, judul artikel yang ditulis oleh Dr. Mohamad Ali, Ketua Majelis Pendidikan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo pada laman...

Awal Mula Sentralisasi Pendidikan Muhammadiyah Solo

Salah satu manifestasi gerakan Muhammadiyah yang paling mudah ditangkap dan dirasakan oleh publik adalah hadirnya lembaga pendidikan formal mulai dari jenjang pra-sekolah, sekolah, sampai tingkat...

Adab, Warisan Nabi Muhammad Saw. yang Harus Diamalkan

Di zaman ketika ilmu semakin mudah didapat, justru adab semakin sulit ditemukan. Banyak orang cerdas, tetapi kurang santun. Banyak yang pandai berbicara, tetapi kurang menghormati....

Negara Minta Kita Rajin Membaca, tapi Buku Terasa Mewah

Setiap tanggal Hari Buku Nasional atau Hari Pendidikan Nasional, kita selalu mendengar kalimat yang sama: minat baca masyarakat Indonesia harus meningkat. Pemerintah, sekolah, kampus, hingga...

Peta Mutu Pendidikan Kota Solo

Pada Jumat (14 Juli 2026) sore, saya membaca postingan di sebuah akun di Facebook tentang peringkat TKA (Tes Kemampuan Akademik) jenjang SMP di Kota Solo....

Dakwah Muhammadiyah Melalui Kucing

Seorang teman aktivis pencinta kucing, Rabu (8/7/2026) malam, tiba-tiba telepon. “Selamat ya Muhammadiyah mendirikan KucingMU,” ujarnya dengan suara ceria. Dia menyampaikan ucapan selamat ke saya,...

Politeisme Politik Indonesia

Praksis politik di Indonesia itu, fully politeistik (penuh kemusyrikan). Nilai-nilai ketuhanan (kebenaran dan kebaikan universal) tidak menjadi pusat orientasi, tapi orientasinya adalah kepentingan-kepentingan. Saat bicara...