Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Kesehatan

Mengelola Stres

Soleh Amini Yahman, Editor: Sholahuddin
Minggu, 2 Agustus 2026 18:46 WIB
Mengelola Stres
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Soleh Amini Yahman [Dok.pribadi].

Mengelola stres bukan sekadar membuat pikiran lebih tenang, tetapi merupakan salah satu pilar utama kebugaran dan kesehatan. Dalam ilmu psikologi kesehatan dan psikoneuroimunologi (psychoneuroimmunology), stres dipahami sebagai faktor yang memengaruhi hampir seluruh sistem tubuh, mulai dari otak, jantung, sistem imun, metabolisme, hingga proses penuaan.

Ketika seseorang mengalami stres, tubuh mengaktifkan respons “fight or flight” melalui sistem saraf simpatis. Hipotalamus mengirim sinyal ke kelenjar adrenal untuk melepaskan hormon adrenalin dan kortisol. Dalam jangka pendek, respons ini bermanfaat karena meningkatkan kewaspadaan dan energi. Namun, bila stres berlangsung terus-menerus, kadar kortisol yang tinggi akan berdampak negatif, antara lain meningkatkan tekanan darah dan gula darah, mengganggu kualitas tidur, melemahkan sistem imun, mempercepat kehilangan massa otot, meningkatkan penumpukan lemak di perut, serta mempercepat proses penuaan biologis.

Oleh karena itu, tujuan pengelolaan stres bukan menghilangkan semua stres—karena sebagian stres justru diperlukan untuk memotivasi kita—melainkan mengembalikan tubuh pada kondisi seimbang (homeostasis) setelah menghadapi tekanan.

Strategi mengelola stres untuk kebugaran

  1. Aktivitas fisik yang teratur

Olah raga merupakan cara paling efektif untuk menurunkan hormon stres. Selama bergerak, tubuh menghasilkan endorfin, dopamin, dan serotonin yang memperbaiki suasana hati sekaligus meningkatkan kebugaran.

Bagi orang dewasa dan lansia, aktivitas yang dianjurkan antara lain:

  • jalan kaki cepat;
  • bersepeda santai;
  • berenang;
  • senam lansia;
  • tai chi;
  • yoga.

Durasi sekitar 30 menit sehari, lima hari dalam seminggu, sudah memberikan manfaat yang bermakna.

  1. Tidur yang berkualitas

Kurang tidur menyebabkan kortisol tetap tinggi keesokan harinya. Sebaliknya, tidur yang cukup membantu memulihkan fungsi otak, memperbaiki jaringan tubuh, dan menstabilkan emosi.

Beberapa kebiasaan yang mendukung tidur:

  • tidur dan bangun pada jam yang sama;
  • menghindari kafein pada sore dan malam hari;
  • mengurangi paparan layar gawai sebelum tidur;
  • menciptakan suasana kamar yang nyaman dan tenang.
  1. Latihan relaksasi

Latihan relaksasi membantu mengaktifkan sistem saraf parasimpatis, yaitu sistem yang bertanggung jawab terhadap proses pemulihan tubuh.

Contohnya:

  • pernapasan diafragma;
  • relaksasi otot progresif;
  • mindfulness;
  • meditasi;
  • yoga.

Latihan sederhana selama 10–15 menit setiap hari dapat menurunkan ketegangan fisik dan psikologis.

  1. Menjaga hubungan sosial

Dukungan dari keluarga, sahabat, atau komunitas terbukti mengurangi dampak stres. Berbagi cerita dengan orang yang dipercaya sering kali lebih efektif daripada memendam masalah sendirian.

Interaksi sosial yang positif juga meningkatkan hormon oksitosin, yang membantu menekan respons stres.

  1. Mengelola cara berpikir

Dalam psikologi kognitif, sering kali bukan peristiwa itu sendiri yang menimbulkan stres, melainkan cara kita menafsirkan peristiwa tersebut.

Misalnya:

  • mengubah “Saya pasti gagal” menjadi “Saya akan mempersiapkan diri sebaik mungkin”;
  • mengubah “Semuanya hancur” menjadi “Ini masalah yang bisa saya selesaikan satu per satu.”

Pendekatan ini merupakan inti dari Cognitive Behavioral Therapy (CBT) yang telah banyak terbukti efektif.

  1. Mengatur ritme hidup

Banyak orang mengalami stres karena ritme hidup yang tidak seimbang.

Beberapa langkah praktis:

  • menentukan prioritas pekerjaan;
  • menghindari multitasking berlebihan;
  • menyisihkan waktu untuk rekreasi;
  • menjaga keseimbangan antara bekerja, beristirahat, dan berkumpul dengan keluarga.
  1. Pola makan yang mendukung kesehatan mental

Nutrisi memengaruhi fungsi otak. Konsumsi makanan bergizi seimbang, cukup protein, sayuran, buah, serta asam lemak omega-3 dapat membantu menjaga kestabilan emosi. Sebaliknya, konsumsi gula berlebihan, alkohol, dan makanan ultra-proses cenderung memperburuk respons stres pada sebagian orang.

Perspektif Islam

Bagi seorang Muslim, pengelolaan stres tidak hanya bersifat psikologis, tetapi juga spiritual. Al-Qur’an menegaskan:

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d [13]: 28)

Dzikir, doa, membaca Al-Qur’an, salat dengan khusyuk, dan tawakal bukan sekadar ritual ibadah, tetapi juga menjadi mekanisme psikologis yang memperkuat ketenangan batin, harapan, dan kemampuan menghadapi tekanan hidup.

Nabi Muhammad ﷺ juga mengajarkan keseimbangan hidup. Beliau beribadah dengan tekun, tetapi tetap berolahraga, bercengkerama dengan keluarga, bekerja, dan beristirahat. Hal ini menunjukkan bahwa kesehatan fisik, mental, sosial, dan spiritual merupakan satu kesatuan.

Model praktis: “4B” untuk mengelola stres

Agar mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, pengelolaan stres dapat diringkas menjadi empat kebiasaan:

  1. Bergerak – lakukan aktivitas fisik setiap hari.
  2. Bernapas – luangkan waktu beberapa menit untuk relaksasi dan pernapasan dalam.
  3. Berbagi – jalin komunikasi dengan keluarga, sahabat, atau komunitas.
  4. Beribadah – perkuat hubungan dengan Allah melalui salat, dzikir, doa, dan tadabbur Al-Qur’an.

Keempat kebiasaan ini saling melengkapi: bergerak menyehatkan tubuh, bernapas menenangkan sistem saraf, berbagi memperkuat dukungan sosial, dan beribadah memberi makna serta ketenangan batin.

Bagi lansia, terutama yang memiliki diabetes dan hipertensi, pengelolaan stres memiliki manfaat tambahan. Stres kronis dapat meningkatkan kadar gula darah dan tekanan darah melalui peningkatan hormon kortisol dan aktivasi sistem saraf simpatis. Karena itu, menggabungkan aktivitas fisik ringan (misalnya jalan kaki atau senam), latihan pernapasan, tidur yang cukup, serta rutinitas ibadah yang khusyuk merupakan pendekatan yang aman dan efektif untuk membantu menjaga kebugaran sekaligus mengendalikan kedua penyakit tersebut.

Rekomendasi Redaksi

Berita Terbaru

RS UMS A.R. Fachrudin Jalin Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan

JAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Surakarta (RS UMS) A.R. Fachrudin kembali menorehkan langkah strategis dalam pengembangan pelayanan kesehatan. Rumah sakit yang berada di bawah naungan...

RS UMS Tekankan Pentingnya Sanitasi dan Kelestarian Lingkungan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- RS UMS A.R. Fachrudin mengikuti Sosialisasi Persetujuan Lingkungan yang diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo di Sukoharjo Room, Hotel Sahid Jaya Solo,...

RS UMS A.R. Fachrudin dan IBI Kartasura Gelar Edukasi Resusitasi Bayi

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Surakarta (RS UMS) A.R. Fachrudin menjadi tuan rumah pertemuan rutin Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Ranting XI Kecamatan Kartasura, Kabupaten...

RS PKU Muhammadiyah Solo Serap Aspirasi untuk Program Kerja 2027

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- RS PKU Muhammadiyah Solo menghimpun masukan dari 46 peserta dalam Pertemuan Stakeholder dan Jejaring Mitra Kerja untuk membahas rencana kerja 2027. Pertemuan yang...

RS UMS Perkuat Kompetensi Tenaga Kesehatan dalam Penanganan ISPA

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Surakarta (RS UMS) A.R. Fachrudin mengikuti Pertemuan Tatalaksana Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (P2 ISPA) bagi petugas...

Jalani Kredensial BPJS, RS UMS A.R. Fachrudin Perkuat Standar Mutu Pelayanan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Surakarta (RS UMS) A.R. Fachrudin menjalani proses kredensialing BPJS Kesehatan pada Rabu (21/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di rumah sakit...

MARS FK UMS Perkuat Manajemen dan Pelayanan RS PKU Muhammadiyah Kartasura

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS) Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendampingi RS PKU Muhammadiyah Kartasura untuk memperkuat tata kelola manajemen...

Tim Medis RS UMS A.R. Fachrudin Kawal Kesehatan Jemaah Tabligh Akbar

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Rumah Sakit UMS A.R. Fachrudin menyiagakan tim medis untuk mendukung pelayanan kesehatan selama Tabligh Akbar Hari Jadi ke-68 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di...

Kader Posyandu Karangasem Dibekali Edukasi Kesehatan Siklus Hidup

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat kapasitas kader Posyandu di Kelurahan Karangasem, Kecamatan Laweyan, Solo, melalui program pengabdian kepada masyarakat berbasis...

RS UMS A.R. Fachrudin Perkuat Kemitraan dengan Mandiri Taspen

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Surakarta (RS UMS) A.R. Fachrudin menjalin kerja sama dengan PT Bank Mandiri Taspen untuk mendukung pemanfaatan layanan kesehatan bagi...

RS PKU Muhammadiyah Surakarta Perkuat Peran Kader Posyandu

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- RS PKU Muhammadiyah Surakarta memperkuat kerja sama dengan kader Posyandu dan Puskesmas melalui kegiatan Gathering Kader Posyandu bertema “Menyapa Kader, Menguatkan Masyarakat”, Jumat...

RS UMS A.R. Fachrudin Dukung Lari Solidaritas untuk Gaza

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Rumah Sakit UMS A.R. Fachrudin mendukung penyelenggaraan SoloRUNity – Run for Gaza 2026 dengan menyiagakan tim medis untuk membantu menjaga keselamatan peserta. Kegiatan...