
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Dalam sejarah Islam terdapat sosok pendidik karakter inspiratif. Luqman Al-Hakim namanya, ceritanya dijelaskan secara komprehensif dalam Al-Qur’an pada surat Luqman.
Dosen Ilmu Qur’an dan Tafsir (IQT) sekaligus Mudir Ma’had Abu Bakar Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Hakimuddin Salim, mengulas sejarah kehidupan Luqman Al-Hakim dalam mentarbiyah atau mendidik anaknya.
Hakimuddin mengawali dengan menjelaskan biografi seorang Luqman Al-Hakim. Para jumhur ulama berpendapat bahwa Luqman bukan seorang nabi, dia adalah sosok manusia biasa yang memiliki keistimewaan di sisi Allah Swt.
Keistimewaan terletak pada cara tarbiyahnya terhadap anaknya. “Luqman Al-Hakim merupakan seorang yang dipandang sebelah mata oleh masyarakat pada zaman itu, tapi dia memiliki skill mendidik yang membuatnya dimuliakan oleh Allah SWT,” terangnya, Selasa (3/3/2026).
Menurut Hakimuddin, julukan Al-Hakim yang disandarkan pada Luqman merupakan buah lisannya yang selalu melontarkan kata-kata bijaksana, tanpa pernah menyakiti hati siapa pun. Pada surat Al-Luqman ayat 13 dijelaskan bahwa tauhid merupakan pendidikan awal yang diberikan Luqman kepada anaknya.
Ilmu Fundamental
Menurut Hakimuddin, sebagai pendidikan Islam, tauhid merupakan ilmu fundamental atas ilmu-ilmu yang lainnya. “Kurikulum pertama yang harus ditekankan dalam pendidikan umat Muslim yakni ilmu tauhid,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa tauhid merupakan tujuan utama penciptaan manusia, yaitu untuk beribadah kepada Allah Swt. Perkara tauhid, kata Hakimuddin, perlu dikhawatirkan jika tidak tertanam kokoh pada diri peserta didik. “Perkara tauhid harus dikhawatirkan pada peserta didik kita, sebelum urusan-urusan yang lainnya. Karena akan menjadi permasalahan yang fatal jika tidak dikokohkan pondasinya,” tambahnya.
Lebih lanjut, dalam surat Luqman ayat 13 terdapat inspirasi tarbawi ala Luqman Al-Hakim. Pertama, kedekatan seorang orang tua yang berperan sebagai pendidik. Kedekatan pendidik dan peserta didik akan menghilangkan gap atau jarak, sehingga proses transfer ilmu tersampaikan secara utuh.
Kedua, nasehat yang disampaikan dengan lemah lembut, atau yang disebut dengan Uslubul Mauidhoh (mendidik dengan lemah lembut). Melalui metode ini, Luqman dapat menyampaikan tauhid yang terasa berat menjadi sebuah materi ringan.

Dosen Ilmu Qur’an dan Tafsir (IQT) sekaligus Mudir Ma’had Abu Bakar Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Hakimuddin Salim, mengulas sejarah kehidupan Luqman Al-Hakim dalam mentarbiyah atau mendidik anaknya. (Humas)
Ketiga, Uslubul Mulatofah merupakan kelembutan yang penuh kasih sayang. Dalam konteks Luqman, cara memanggil Luqman kepada anaknya dengan “Ya Bunayya” menunjukkan kasih sayang seorang orang tua/pendidik terhadap anaknya. “Pendidikan yang efektif melalui pendekatan kasih sayang, sebagai gerbang awal untuk melancarkan proses transaksi ilmu dalam pendidikan,” tambah Hakimuddin.
Keempat, Luqman menjelaskan atas dilarangnya syirik dengan kalimat Inna syirka ladzulmun adhim (Bahwa syirik merupakan sebuah kezaliman yang paling besar). Kalimat tersebut, kata Hakimuddin, menunjukkan adanya sebuah pesan pendidik untuk menyampaikan sesuatu dengan penjelasan yang gamblang atau rasional.
Pemahaman merupakan poin fundamental dalam menjalankan suatu syariat. “Di era saat ini, rasionalisasi terhadap suatu ilmu sangat dibutuhkan, karena banyak orang yang skeptis akan ilmu agama, yang dikatakan sebagai ilmu dogma semu. Maka, dengan penjelasan yang rasional akan lebih diterima oleh peserta didik era sekarangi”, tuturnya.
Dalam sebuah cerita lain, dikatakan bahwa keluarga luqman hakim berlatar belakang kafir. Namun dengan kelemahlembutan dan kesabaran Luqman dapat menghantarkan keluarganya pada jalan yang benar, yakni ajaran agama Islam.
Hakimuddin menutup kajian dengan mengutip tafsir Ibnu katsir pada surat Luqman ayat 13. “Allah SWT ketika menyebutkan nama Luqman, maka, segala yang dilakukannya menjadi sebuah pedoman bagi kita semua dalam mendidik,” tuturnya.
Mengapa Aku Berpuasa: Refeleksi Ramadan 1447 H
Puasa merupakan salah satu praktik spiritual paling tua dalam sejarah peradaban manusia. Hampir semua tradisi agama mengenal bentuk pengendalian diri melalui pembatasan makan, minum, atau...
Tablig Akbar UMS Soroti Peran Masjid dalam Membangun Kehidupan Warga
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar tablig akbar di Masjid Sudalmiyah Rais, Senin (9/3/2026) sebagai rangkaian dari Gema Kampus Ramadan 1447 H. Kegiatan tersebut menghadirkan...
Masjid Baiturrahman Nusukan Gelar Peringatan Nuzulul Qur’an
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Memasuki pertengahan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Masjid Baiturrahman, Cangakan, Nusukan Banjarsari, menggelar Pengajian Nuzulul Qur’an pada Sabtu (7/3/2026). Kegiatan Nuzulul Quran...
Puasa : Regulasi Diri dan Etika Digital
Puasa Ramadan merupakan ibadah wajib bagi umat Islam yang tidak hanya berdimensi ritual, tetapi juga memiliki makna psikologis dan sosial yang mendalam. Di sisi lain,...
Di Meja Berbuka, Kita Menyulam Cinta dan Takwa
Ramadan di Indonesia selalu menghadirkan wajah yang khas. Ia bukan hanya bulan ibadah individual seperti puasa, tarawih, dan tilawah, tetapi juga ruang sosial yang hidup....
Meneropong Sejarah Perubahan Kiblat dan Konsep Umat Wasathan
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Sejarah perubahan kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka’bah dijelaskan dalam QS Al-Baqarah. Dosen Ilmu Quran dan Tafsir (IQT) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah...
Ramadan Berdaya, Kuliah Subuh Desa Demangan Bangkitkan Spirit Kepedulian
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Suasana Subuh di Masjid Desa Demangan Sambi Boyolali terasa lebih hidup dan khidmat. Ratusan jamaah memadati saf untuk mengikuti Kuliah Subuh bertema “Ramadhan Berdaya,...
Tarhib Ramadan Masjid Al-Jannah Tegalgiri, Wayang Golek Pitutur Kupas Keutamaan Bulan Suci
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Masjid Al-Jannah Dukuh Kajar, Tegalgiri, Nogosari menggelar kegiatan Tarhib Ramadan yang dikemas melalui pagelaran Wayang Golek Pitutur, Sabtu (14/2/2026) malam. Kegiatan dalam rangka menyambut...
Menyambut Ramadan 1447 H: Saatnya Kembali Menata Hati
Setiap kali bulan Ramadan mendekat, ada getaran batin yang berbeda dalam diri seorang Muslim. Seolah-olah jiwa ini dipanggil untuk pulang kepada kesadaran terdalam sebagai hamba...
Mencerahkan, Kajian AIK di PCM Grogol Kupas Thaharah dari Dimensi Akidah
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo menyelenggarakan Kajian Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) yang bertempat di MCC LKSA Muhammadiyah Cabang Grogol, Sukoharjo, Sabtu (31/1/2026). Kegiatan ini...
Pengajian Sabtu Legi, PRA Malangjiwan Angkat Tema Isra Mi’raj
KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Malangjiwan menyelenggarakan pengajian rutin Sabtu Legi di Masjid Al Huda Trowangsan, Malangjiwan, Sabtu (24/1/2026). Acara dengan penceramah Ustaz Hananto ini...
Kajian Tafsir UMS Bahas Sifat Bani Israil dalam Al-Qur’an
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Menyadari pentingnya memahami kandungan ayat-ayat suci Al-Qur’an untuk meningkatkan kadar spiritualitas hamba. Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) hadir dengan menggelar Kajian Tafsir, mengundang pakar dalam...





