Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Kajian Agama

Ketika Masalah Datang Bertubi-Tubi: Belajar Sabar dari Al-Qur’an

Rolita Salwa Nur Afifah, Editor: Sholahuddin
Sabtu, 11 April 2026 16:53 WIB
Ketika Masalah Datang Bertubi-Tubi: Belajar Sabar dari Al-Qur’an

Setiap orang pasti pernah berada pada titik di mana masalah datang silih berganti. Terkadang satu masalah saja sudah cukup membuat seseorang merasa lelah, apalagi jika masalah datang bertubi-bertubi tanpa jeda. Situasi seperti ini bisa membuat seseorang merasa tertekan, kehilangan semangat, bahkan merasa seolah hidupnya tidak berjalan seperti yang diharapkan. Perasaan tersebut sebenarnya sangat wajar, karena manusia memang tidak selalu mampu menghadapi tekanan hidup dengan mudah.

Dalam kehidupan modern yang serba cepat, terkadang tekanan sering datang dari berbagai arah. Tugas yang menumpuk, masalah dalam hubungan sosial. Di tengah derasnya  arus  digitalisasi, manusia modern menghadapi  tantangan besar berupa disorientasi makna hidup, ketika produktivitas diukur semata-mata dari kecepatan dan hasil material, sementara dimensi spiritual, nilai etika, dan kontribusi sosial yang sejatinya menjadi pilar utama produktivitas justru terpinggirkan (Nurrohim 2019). Kesulitan ekonomi, atau bahkan kegagalan dalam mencapai tujuan hidup dapat membuat seseorang merasa kewalahan. Ketika menghadapi kondisi seperti ini, banyak orang mencari cara untuk menenangkan diri. Dalam ajaran Islam, salah satu sikap yang sangat ditekankan untuk menghadapi berbagai ujian kehidupan adalah kesabaran.

Sabar sering kali dipahami hanya sebagai kemampuan menahan diri dari marah atau keluhan. Padahal, makna sabar dalam Islam jauh lebih luas dari itu. Sabar adalah kemampuan untuk tetap tegar ketika menghadapi kesulitan, tidak mudah putus asa, serta tetap berusaha melakukan hal-hal yang baik meskipun keadaan tidak selalu mendukung. Sabar adalah sebuah perkataan yang mudah untuk diucapkan tetapi berat untuk dilaksanakan, namun sabar adalah sebuah keharusan dalam menjalankan kehidupan mengingat beratnya tanggung jawab yang harus ditunaikan dalam kehidupan sehari-hari (Ernadewita dkk, 2019). Nah, dengan kata lain, sabar adalah kekuatan batin yang membantu seseorang tetap berdiri tegak di tengah berbagai tantangan hidup. Sabar merupakan kekuatan hati yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi ujian, meninggalkan maksiat, dan menjalankan ketaatan (Ahmad Nurrohim, 2025)

Al-Qur’an merupakan kitab ilahi, yang berfungsi membimbing manusia dari kegelapan menuju pencerahan, yang merupakan jalan yang terlurus (Ahmad Nurrohim, 2019). Al-Quran memberikan banyak pelajaran tentang pentingnya kesabaran. Salah satu ayat yang sering dijadikan pengingat adalah Surah Al-Baqarah ayat 153 yang berbunyi

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ ۝١٥٣

“Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” (Al-Baqarah:2 ayat 153)

Ayat ini menunjukkan bahwa ketika seseorang menghadapi kesulitan, ia tidak hanya dianjurkan untuk bersabar, tetapi juga untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui ibadah. Kesabaran dan doa menjadi dua hal yang saling melengkapi dalam menghadapi ujian kehidupan. Kesabaran merupakan suatu keharusan, di mana seseorang tidak boleh putus asa hingga ia menginginkan kematian (Raihanah, 2016).

Selain itu, Al-Qur’an juga menjelaskan bahwa ujian merupakan bagian dari kehidupan manusia. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 155 disebutkan bahwa manusia akan diuji dengan berbagai hal seperti rasa takut, kekurangan harta, kehilangan orang yang dicintai, dan berbagai kesulitan lainnya. Ayat ini mengingatkan bahwa ujian hidup bukanlah sesuatu yang aneh atau tidak wajar. Sebaliknya, ujian merupakan bagian dari perjalanan hidup manusia yang tidak bisa dihindari.

Namun demikian, Al-Qur’an juga memberikan kabar baik bagi orang-orang yang mampu bersabar. Orang yang sabar diyakini akan mendapatkan pertolongan dan balasan baik dari Allah. Hal ini menunjukkan bahwa kesabaran bukanlah sikap yang sia-sia, melainkan sikap yang memiliki nilai besar dalam kehidupan seorang mukmin. Dalam kehidupan sehari-hari, kesabaran dapat terlihat dalam banyak hal sederhana. Seorang pelajar, misalnya perlu bersabar ketika menghadapi Pelajaran yang sulit atau ketika nilai yang diperoleh tidak sesuai dengan harapan. Begitu juga dalam hubungan sosial, kesabaran sangat diperlukan Ketika menghadapi perbedaan pendapat atau kesalahpahaman dengan orang lain. Tanpa kesabaran, konflik kecil bisa dengan mudah berubah menjadi masalah yang lebih besar.

Kesabaran juga sangat penting ketika seseorang menghadapi kegagalan. Tidak semua rencana dalam hidup berjalan sesuai dengan harapan. Ada kalanya seseorang sudah berusaha keras,tetapi hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan yang diinginkan. Dalam situasi seperti ini, kesabaran membantu seseorang belajar bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan bagian dari proses menuju keberhasilan. Selain membantu seseorang menghadapi kesulitan, sabar juga membawa banyak hikmah bagi kehidupan. Orang yang mampu bersabar biasanya adalah orang yang memiliki hati lebih tenang dan tidak mudah terbawa emosi. Ia cenderung lebih bijaksana dalam menghadapi menghadapi masalah karena tidak terburu-buru dalam mengambil Keputusan. Kesabaran juga membuat seseorang lebih mampu memahami bahwa setiap peristiwa hidup memiliki pelajaran yang berharga.

Pada akhirnya, kehidupan memang tidak selalu berjalan sesuai dengan harapan manusia. Masalah dan kesulitan merupakan bagian dari perjalanan hidup yang tidak bisa dihindari. Namun, melalui ajaran Al-Qur’an, manusia diajarkan bahwa kesabaran adalah salah satu kunci untuk menghadapi semua itu. Dengan bersabar, seseorang tidak hanya mampu bertahan dalam menghadapi masalah, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat dan lebih matang. Ketika masalah datang bertubi-tubi, mungkin yang paling dibutuhkan bukanlah keluhan atau keputusasaan, melainkan ketenangan hati untuk menghadapi semuanya dengan sabar. Bersabarlah. Kegigihan dan kesabaran adalah faktor yang sangat penting bagi orang-orang yang sedang dalam proses (Ahmad Nurrohim, 2023). Kesabaran membantu seseorang melihat bahwa setiap ujian memiliki makna dan setiap kesulitan selalu membawa pelajaran. Dengan keyakinan tersebut, seseorang dapat menjalani kehidupan dengan lebih tenang, penuh harapan, dan tetap percaya bahwa setelah kesulitan pasti akan ada kemudahan. Selalu bersabar dan menyerahkan hasilnya kepada Allah Yang Maha Kuasa (Ahmad Nurrohim, 2024).

Berita Terbaru

Berkomunikasi di Era Digital: Masihkah Kita Menjaga Etika Al-Qur’an?

Kondisi masyarakat Indonesia yang semakin modern menyebabkan berkembangnya pula teknologi digital. Bersamaan dengan itu teknologi kini bukan hanya menghasilkan sebuah kecanggihan informasi namun menjadi sarana...

Relevansi Tafsir Al-Qur’an dalam Menjawab Krisis Moral Generasi Z

Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia, khususnya bagi Generasi Z yang lahir dan tumbuh di tengah kemajuan tersebut....

Memahami Al-Qur’an di Era Modern: Pentingnya Pendekatan Kontekstual dalam Kehidupan Kontemporer

Al-Qur’an merupakan hidup bagi umat Islam sepanjang zaman. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tidak mengatur hubungan manusia dengan tuhan-Nya, tetapi juga mengatur hubungan manusia dalam...

Mengupas Bahasa Langit Secara Membumi: Sebuah Artikel tentang Ilmu Tafsir Al-Qur’an

Daftar IsiApa Itu Ilmu Tafsir?Sejarah Singkat: Dari Lisan Nabi hingga Era DigitalRagam Pendekatan TafsirTafsir di Era Kita: Relevansi di Tengah Laju ZamanTafsir sebagai Perjalanan SpiritualDaftar...

Relevansi Tafsir Kontemporer dalam Isu Kesetaraan Gender

Perkembangan wacana keislaman di era modern menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk memahami Al-Qur’an secara lebih kontekstual. Hal ini terutama terlihat dalam pembahasan isu gender dan...

Membaca Tafsir Al-Qur’an di Era Teknologi: Adaptasi dan Relevansi

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam cara memahami ajaran agama. Salah satu perubahan yang paling signifikan terlihat...

Ketentuan Fidyah dan Qadha Puasa dalam Islam

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ibadah puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat. Namun, dalam kondisi tertentu seperti sakit, perjalanan jauh, atau usia lanjut, Islam...

Orang Bertakwa Pasti Meyakini Kebenaran Al-Qur’an

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Puasa Ramadan target utamanya adalah membentuk insan bertakwa. Hal itu disampaikan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko...

Mengapa Aku Berpuasa: Refeleksi Ramadan 1447 H

Puasa merupakan salah satu praktik spiritual paling tua dalam sejarah peradaban manusia. Hampir semua tradisi agama mengenal bentuk pengendalian diri melalui pembatasan makan, minum, atau...

Tablig Akbar UMS Soroti Peran Masjid dalam Membangun Kehidupan Warga

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar tablig akbar di Masjid Sudalmiyah Rais, Senin (9/3/2026) sebagai rangkaian dari Gema Kampus Ramadan 1447 H. Kegiatan tersebut menghadirkan...

Masjid Baiturrahman Nusukan Gelar Peringatan Nuzulul Qur’an

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Memasuki pertengahan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Masjid Baiturrahman, Cangakan, Nusukan Banjarsari, menggelar Pengajian Nuzulul Qur’an pada Sabtu (7/3/2026). Kegiatan Nuzulul Quran...

Belajar Metode Pendidikan Islam Ala Luqman Al-Hakim dalam Surat Luqman Ayat 13

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Dalam sejarah Islam terdapat sosok pendidik karakter inspiratif. Luqman Al-Hakim namanya, ceritanya dijelaskan secara komprehensif dalam Al-Qur’an pada surat Luqman. Dosen Ilmu Qur’an dan...