SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Bencana alam tidak seharusnya dipahami semata sebagai peristiwa fisik atau hukuman Tuhan, melainkan sebagai momentum refleksi spiritual, sosial, dan ekologis. Cara pandang inilah yang ditekankan Alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Rahmat Balaroa, dalam kajian bertema “Memaknai Bencana dalam Islam”.
Rahmat yang juga menjabat sebagai Mudir PPM Qursains Wonogiri menjelaskan bahwa bencana merupakan fenomena yang terus hadir dalam perjalanan sejarah umat manusia. Gempa bumi, banjir, longsor, hingga tsunami tidak hanya menimbulkan kerugian material dan korban jiwa, tetapi juga mengguncang kesadaran moral dan keimanan masyarakat.
“Indonesia merupakan wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi. Karena itu, umat Islam perlu memiliki cara pandang keagamaan yang matang agar tidak keliru dalam memaknai bencana,” ujarnya, Senin, (5/1/2026).
Dalam pemaparannya, Rahmat menegaskan bahwa Al-Qur’an tidak menggunakan satu istilah tunggal untuk menjelaskan bencana. Ia menyebutkan sejumlah konsep kunci dalam Al-Qur’an, seperti musibah, balā’ (ujian), dan fitnah, yang masing-masing memiliki makna teologis yang berbeda.
Menurutnya, keberagaman istilah ini menunjukkan bahwa bencana tidak selalu identik dengan hukuman. “Musibah dalam Al-Qur’an dipahami sebagai peristiwa yang terjadi atas izin Allah dan menjadi bagian dari dinamika kehidupan manusia. Ia bukan semata hukuman, tetapi sarana pembelajaran dan penguatan iman,” jelasnya.

Alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Rahmat Balaroa, dalam kajian bertema “Memaknai Bencana dalam Islam”. (Humas)
Rahmat juga menyoroti kecenderungan sebagian masyarakat yang mudah melabeli bencana sebagai azab. Ia mengingatkan bahwa konsep ‘azāb dalam Al-Qur’an memiliki indikator sosial dan moral yang jelas, sehingga tidak bisa digeneralisasi pada setiap peristiwa bencana. Pelabelan yang serampangan, menurutnya, justru berpotensi melahirkan sikap teologis yang tidak empatik terhadap para korban.
Selain dimensi teologis, Rahmat menekankan pentingnya memahami bencana dari sudut pandang ekologis. Ia mengutip konsep fasād fī al-arḍ atau kerusakan di bumi akibat perbuatan manusia, yang relevan dengan kondisi lingkungan saat ini. Kerusakan alam, eksploitasi berlebihan, dan ketidakadilan ekologis dinilai turut berkontribusi terhadap meningkatnya risiko bencana.
“Al-Qur’an mengingatkan bahwa kerusakan di darat dan laut muncul karena ulah manusia. Ini menjadi dasar penting untuk membangun kesadaran ekologis dan tanggung jawab kolektif,” tegasnya. Lebih lanjut, Rahmat menguraikan sikap yang seharusnya dimiliki umat Islam dalam menghadapi bencana.
Ia menekankan tiga nilai utama, yakni sabar, ikhtiar, dan taubat. Sabar menjadi fondasi spiritual dalam menerima ujian, ikhtiar diwujudkan melalui mitigasi dan kesiapsiagaan bencana, sementara taubat dimaknai sebagai komitmen memperbaiki relasi manusia dengan Allah, sesama, dan alam. “Mitigasi bencana adalah bagian dari ajaran Islam. Prabencana kita diajarkan untuk bijak terhadap alam, saat bencana saling menolong, dan pasca bencana melakukan pemulihan bersama,” ujarnya.
Melalui kajian tersebut, Rahmat berharap masyarakat mampu membangun cara pandang yang tidak fatalistik dalam menyikapi bencana. Ia menekankan bahwa bencana dapat menjadi jalan untuk memperkuat solidaritas sosial, menumbuhkan kesadaran ekologis, serta memperdalam nilai-nilai keimanan dan kemanusiaan.
Pelari dari Jawa Barat Tempuh 5K, Edu Fun Run FKIP UMS Dinilai Kondusif
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyemarakkan Hari Jadi ke-68 melalui Edu Fun Run FKIP UMS 2026 bertema “Move for...
Pelajar Didorong Jadi Agen Pengawasan Kawasan Tanpa Rokok
SEMARANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Magister Ilmu Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Abi Umaroh, menggagas Youth Clean Air Movement for Tobacco Control (YCAM-TC) 2026 untuk melibatkan pelajar...
Ketika Usia Bertambah, Jangan Biarkan Makna Hidup Berkurang
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Bertambahnya usia bukan alasan untuk berhenti berkarya dan mengabdi. Masa pensiun justru dapat menjadi fase baru untuk memperbanyak syukur, menjaga kesehatan, memperluas kebermanfaatan,...
Silaturahmi Pensiunan Muhammadiyah Solo, Rawat Persaudaraan dan Semangat Pengabdian
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Puluhan purnatugas pendidik dan tenaga kependidikan Perguruan Muhammadiyah Kota Surakarta berkumpul dalam agenda Silaturahmi dan Pengajian Pensiunan Perguruan Muhammadiyah Kota Surakarta, Sabtu (29/8/2026)....
BikersMu Jepara Konsolidasi, Dorong Komunitas Bikers Berkontribusi bagi Warga
JEPARA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Sebanyak 33 peserta mengikuti silaturahmi dan konsolidasi awal untuk menyongsong pembentukan kepengurusan BikersMu Chapter Jepara. Kegiatan tersebut berlangsung di Pantai Bandengan, Tirta...
Ironi Solo sebagai Kota Cerdas Pangan
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pemerintah Kota (Pemkot) Solo telah mendeklarasikan Kota Solo sebagai Kota Cerdas Pangan sejak 2020. Pemkot Solo telah menandatangani Pakta Milan (Milan Urban Food Policy...
Pakar UMS: Desil Tak Bisa Jadi Satu-satunya Dasar Batasi Pertalite
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Wacana pembatasan pembelian Pertalite berdasarkan desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) mendapat perhatian dari pakar Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan...
Touring ke Pacitan, Bikersmu Solo Perkuat Ukhuwah dan Nilai Keagamaan
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Komunitas Bikersmu Solo menggelar touring sekaligus camping ke Pacitan selama dua hari satu malam, 15-16 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 30 peserta...
UMS Bekali Pemuda Karang Taruna Jajar Keterampilan Las Listrik
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membekali pemuda Karang Taruna RW VIII Kampung Kraton Ulo, Kelurahan Jajar, Kecamatan Laweyan, Surakarta,...
Haedar Nashir Tekankan Pentingnya Peran Pers Berkemajuan
JAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan bahwa pers harus ditempatkan sebagai pilar keempat demokrasi. Menurutnya, pers memiliki peran penting dalam...
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, Terima Sertifikat Wartawan Utama Khusus dari Dewan Pers
JAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir sampaikan Orasi Ilmiah dalam rangka Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah 2026 dan penyerahan kartu dan sertifikat...
Masjid Nurul Hidayah Mojo Solo Torehkan Prestasi di CRM Award Jateng
JEPARA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Masjid Nurul Hidayah Mojo, Kota Solo, meraih Juara Harapan 1 Masjid Unggulan Jawa Tengah dalam Lomba Expo dan Cabang Ranting Masjid (CRM)...







