Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Kajian Agama

Berkomunikasi di Era Digital: Masihkah Kita Menjaga Etika Al-Qur’an?

Syifa Nabila Putri, Editor: Sholahuddin
Sabtu, 11 April 2026 18:46 WIB
Berkomunikasi di Era Digital: Masihkah Kita Menjaga Etika Al-Qur’an?

Kondisi masyarakat Indonesia yang semakin modern menyebabkan berkembangnya pula teknologi digital. Bersamaan dengan itu teknologi kini bukan hanya menghasilkan sebuah kecanggihan informasi namun menjadi sarana edukasi bahkan sebagai media komunikasi yang efisien dan patut diperhitungkan Jarak tidak lagi menjadi alasan untuk selalu berkomunikasi, kita dapat mengetahui berita-berita orang yang tak pernah kita kenal melalui media sosial. Kita dapat mengirim pesan, foto, dan gambar melalui teknologi yang sudah berkembang pesat. Namun, tidak dapat dipungkiri, di balik kemudahan dan kecepatan teknologi masa kini, terdapat juga oknum-oknum jahat yang tidak dapat menggunakan teknologi dengan baik dan cermat, seperti halnya hoaks yaitu informasi palsu atau menyesatkan yang dibuat dan disebarkan dengan dalih seoalah kebenaran.

Terdapat juga ujaran kebencian, saling serang di kolom komentar dikarenakan tidak sesuai dengan opini pribadi. Adakah yang terpikirkan, kita sebagai umat muslim apakah pantas berbuat sedemikian rupa? Menyebarkan berita hoaks sama halnya dengan berbohong, saling serang, mengecam di social media sama hal nya dengan kita menghina setiap ciptaan, setiap takdir yang Allah telah takdirkan. Hal tersebut sangat kontras dengan nilai-nilai etika yang di ajarkan Al-Qur’an. Al-Qur’an telah mengajarkan kita untuk saling mengasih sayang saudara sesama Muslim. Juga dijelaskan bahwa Allah sangat mengecam orang yang suka berbohong (pendusta) menyebut mereka sebagai orang yang tidak beriman dan dilaknat. Kemudian apakah etika komunikasi qur’ani masih dijaga di era digital? Dan pentingnya etika komunikasi dalam perspektif Al-Qur’an di zaman sekarang.

Komunikasi digital dengan ciri kecepatan akses, bebas dan, juga mempermudah akses informasi meski terhalang jarak ratusan kilometer, juga dapat memperluas relasi dari social media dan lainnya. Namun dibalik sisi positifnya terdapat sisi negatif di era digital ini yaitu, mudahnya menyebarkan informasi tanpa verifikasi, komunikasi kasar/impulsif karena anonimitas, minimnya empati dalam interaksi daring.

Prinsip etika komunikasi dalam Al-Qur’an, Al-Qur’an telah mengatur segala aspek kehidupan kita, begitu pula dengan komunikasi kita terhadap sesama makhluk. Karena komunikasi bukan hanya sekedar menyampaikan pesan, namun juga bagian dari akhlak yang mencerminkan keimanan seseorang. Oleh karena itu, setiap ucapan yang keluar, baik secara lisan maupun melalui tulisan di media digital, memiliki nilai moral dan tanggung jawab di hadapan Allah. Berikut adalah penjelasan konsep dasar komunikasi dalam Al-Qur’an: 1. Qaulan sadidan yaitu berkata secara jujur, benar, dan dapat dipertanggung jawabkan. 2. Qaulan ma’rufan berkata dengan baik, sopan, serta sesuai dengan norma yang berlaku. 3. Qaulan layyinan berkata dengan lemah lembut dan tidak menyakiti perasaan orang lain. 4. Qaulan kariman berkata dengan penuh penghormatan, menjaga martabat, dan memuliakan lawan bicara.

Komunikasi sendiri bukan sekadar penyampaian pesan, tetapi juga mencerminkan akhlak. Jika kita dapat berkomunikasi dengan baik, besar kemungkinan bahwa kita memiliki akhlak dan etika yang baik, begitu pula jika kita berkomunikasi dengan buruk dan menyakiti orang lain, maka etika dan akhlak yang perlu diperbaiki. Sebuah ketikan yang buruk, sebuah kalimat yang berdusta dan menyakiti sesama, maka itu juga mencerminkan ucapan kita. Pada hari akhir segala perbuatan kita akan dipertanggung jawabkan, termasuk juga ucapan, tangan kita apakah untuk melakukan hal buruk, jari kita apakah untuk menyakiti orang lain, bahkan hal-hal kecil pun akan dipertanggung jawabkan dihadapab Allah Subhanahu Wata’ala kelak.

Di era digital seperti sekarang, etika komunikasi dalam Al-Qur’an tetap sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kemudahan dalam menggunakan media sosial membuat setiap orang bisa dengan cepat menyebarkan informasi. Namun, hal ini juga menuntut kita untuk lebih bijak, terutama dengan membiasakan diri memverifikasi informasi sebelum membagikannya agar tidak ikut menyebarkan hoaks. Selain itu, penting juga untuk menghindari ujaran kebencian, provokasi, dan kata-kata kasar, serta lebih mengedepankan sopan santun dalam setiap komentar atau unggahan.

Etika digital sebenarnya merupakan bentuk nyata dari penerapan nilai-nilai Islam di zaman modern. Saat ini, setiap individu tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga sebagai penyebar pesan. Oleh karena itu, setiap kata yang ditulis di media sosial harus dipertimbangkan dengan baik, karena dapat berdampak luas bagi orang lain. Tantangan yang dihadapi adalah bagaimana menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan tanggung jawab moral. Dalam hal ini, kesadaran diri dan kemampuan mengontrol emosi menjadi sangat penting agar komunikasi tetap berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan konflik.

Namun, dalam kenyataannya, etika sering kali diabaikan di dunia digital. Banyak orang merasa bebas karena tidak terlihat secara langsung (anonimitas), kurang memiliki literasi digital dan pemahaman agama, serta lebih mementingkan konten viral daripada kebenaran. Hal ini seharusnya menjadi bahan refleksi bagi kita: apakah cara kita berkomunikasi sudah sesuai dengan nilai-nilai Al-Qur’an, atau justru menjauh dari ajaran tersebut?

Pada akhirnya, komunikasi bukan hanya soal kebebasan berbicara, tetapi juga tanggung jawab moral dan spiritual. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk kembali menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman, agar komunikasi di ruang digital tetap membawa kebaikan, menjaga keharmonisan, dan tidak merugikan orang lain.

Share:

Berita Terbaru

Relevansi Tafsir Al-Qur’an dalam Menjawab Krisis Moral Generasi Z

Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia, khususnya bagi Generasi Z yang lahir dan tumbuh di tengah kemajuan tersebut....

Ketika Masalah Datang Bertubi-Tubi: Belajar Sabar dari Al-Qur’an

Setiap orang pasti pernah berada pada titik di mana masalah datang silih berganti. Terkadang satu masalah saja sudah cukup membuat seseorang merasa lelah, apalagi jika...

Memahami Al-Qur’an di Era Modern: Pentingnya Pendekatan Kontekstual dalam Kehidupan Kontemporer

Al-Qur’an merupakan hidup bagi umat Islam sepanjang zaman. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tidak mengatur hubungan manusia dengan tuhan-Nya, tetapi juga mengatur hubungan manusia dalam...

Mengupas Bahasa Langit Secara Membumi: Sebuah Artikel tentang Ilmu Tafsir Al-Qur’an

Daftar IsiApa Itu Ilmu Tafsir?Sejarah Singkat: Dari Lisan Nabi hingga Era DigitalRagam Pendekatan TafsirTafsir di Era Kita: Relevansi di Tengah Laju ZamanTafsir sebagai Perjalanan SpiritualDaftar...

Relevansi Tafsir Kontemporer dalam Isu Kesetaraan Gender

Perkembangan wacana keislaman di era modern menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk memahami Al-Qur’an secara lebih kontekstual. Hal ini terutama terlihat dalam pembahasan isu gender dan...

Membaca Tafsir Al-Qur’an di Era Teknologi: Adaptasi dan Relevansi

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam cara memahami ajaran agama. Salah satu perubahan yang paling signifikan terlihat...

Ketentuan Fidyah dan Qadha Puasa dalam Islam

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ibadah puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat. Namun, dalam kondisi tertentu seperti sakit, perjalanan jauh, atau usia lanjut, Islam...

Orang Bertakwa Pasti Meyakini Kebenaran Al-Qur’an

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Puasa Ramadan target utamanya adalah membentuk insan bertakwa. Hal itu disampaikan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko...

Mengapa Aku Berpuasa: Refeleksi Ramadan 1447 H

Puasa merupakan salah satu praktik spiritual paling tua dalam sejarah peradaban manusia. Hampir semua tradisi agama mengenal bentuk pengendalian diri melalui pembatasan makan, minum, atau...

Tablig Akbar UMS Soroti Peran Masjid dalam Membangun Kehidupan Warga

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar tablig akbar di Masjid Sudalmiyah Rais, Senin (9/3/2026) sebagai rangkaian dari Gema Kampus Ramadan 1447 H. Kegiatan tersebut menghadirkan...

Masjid Baiturrahman Nusukan Gelar Peringatan Nuzulul Qur’an

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Memasuki pertengahan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Masjid Baiturrahman, Cangakan, Nusukan Banjarsari, menggelar Pengajian Nuzulul Qur’an pada Sabtu (7/3/2026). Kegiatan Nuzulul Quran...

Belajar Metode Pendidikan Islam Ala Luqman Al-Hakim dalam Surat Luqman Ayat 13

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Dalam sejarah Islam terdapat sosok pendidik karakter inspiratif. Luqman Al-Hakim namanya, ceritanya dijelaskan secara komprehensif dalam Al-Qur’an pada surat Luqman. Dosen Ilmu Qur’an dan...