Baru-baru ini, Muhammadiyahsolo.com mengangkat berita program salah satu Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) sekolah yang bekerja sama dengan perguruan tinggi di Solo. Program itu bernama Sit in University. Dalam liputan tersebut, selama dua pekan, mulai tanggal 6 – 17 Oktober 2025, siswa kelas XI SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Solo melaksanakan program Sit in University di dua universitas di Kota Solo, yakni Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Tujuan program ini untuk mengenalkan iklim perkuliahan di program studi pilihan siswa.
Program Sit in University ini memberikan pengalaman nyata bagi siswa untuk merasakan belajar dan menikmati iklim akademis maupun non-akademik di kampus. Siswa mendapatkan kesempatan belajar mata kuliah bersama mahasiswa dan dosen serta berkesempatan mengeksplorasi kegiatan pengembangan diri melalui UKM (unit kegiatan mahasiswa). Program Sit in University merupakan program sinergi antara sekolah dan fakultas untuk saling mendukung dan menopang perkembangan karakter dan soft skill dalam mempersiapkan siswa memasuki bangku kuliah.
Kebetulan, saya ikut mendampingi siswa yang sit in di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dengan prodi Akuntansi, Ekonomi Pembangunan, Bisnis Digital, dan Manajemen. Selama dua pekan, siswa SMA ini belajar mengenal iklim atmosfer pendidikan kampus. Di FEB, kegiatan pekan pertama adalah pola pengenalan pembelajaran akademis di kelas. Siswa mengikuti jadwal perkuliahan mata kuliah yang ditentukan pihak kampus. Sedangkan di pekan kedua, siswa mengeksplorasi kegiatan-kegiatan pengembangan diri yang difasilitasi oleh prodi dan mahasiswa pendamping.
Di tengah pendampingan, saya membuat polling pertanyaan yang sifatnya reflektif bagi siswa Sit In. Beberapa contoh pertanyaan dan jawaban, saya cuplik sebagai berikut:
1. Bagaimana perasaanmu selama sepekan berkegiatan belajar di FEB? Ceritakanlah!
“Perasaan saya, ya senang walaupun teman teman dekat saya tidak di managemen. saya melatih kemandirian saya selama sit in university, jadi saya merasa lebih mandiri di sini. Saya enjoy menjalani sit in di FEB karena mahasiswa dan dosennya baik, enjoy dan welcome semua.
“Senang, karena merasakan pengalaman yang benar benar baru bersama lingkungan perkuliahan di prodi yang saya inginkan. banyak juga informasi informasi baru yang saya dapatkan terkait program di perkuliahan, mata kuliah, dan sebagainya”.
2. Kegiatan pengembangan diri seperti adanya UKM (unit kegiatan mahasiswa) di kampus sangat membantu pengembangan soft skill. UKM apa yang saat ini menarik minat Anda, dan apa alasannya?
“BEM, karena saya ingin melatih softskill terkait leadership dan kerja sama dalam kelompok. aiesec (bukan UKM) juga menarik perhatian saya. itu berupa organisasi mahasiswa internasional yang berfokus dalam pengembangan kepemimpinan dan pengalaman global”.
“Lembaga pers mahasiswa, saya ingin melatih penempatan kata kata dengan baik dan benar secara rapih, kemungkinan saya akan masuk ke LPM, sebelumnya LPM itu UKM di bidang jurnalisme.
3. Apakah Anda tahu prospek bidang pekerjaan yang bisa dijalani setelah lulus dari program studi pilihan anda saat sit in ini ? Sebutkan apa saja bidang pekerjaan tersebut!
“Owner sebuah perusahaan, manager, enterpreneur, HR manager, data analyst, pegawai negeri dan swasta”
“Ya saya tahu, bidang pekerjaannya seperti manajemen pemasaran, manajemen keungan, business analyst”.
Tergambar Kondisi Batin
Dari jawaban siswa tentang kegiatan Sit in University, tergambar kondisi batin yang bergembira mendapatkan pengalaman baru serta memperkuat orientasi terhadap pengembangan diri dan karir siswa. Siswa mendapatkan pengalaman dan semangat dalam mempersiapkan diri menuju dunia perkuliahan. Dalam ruang akademis, siswa mengikuti alur presentasi dan diskusi dalam mata kuliah yang diikuti. Pendekatan andragogi dalam perkuliahan sangat mendominasi di kampus. Andragogi adalah seni dan ilmu mendidik orang dewasa yang berfokus pada kemandirian dan pengalaman hidup sebagai sumber pembelajaran utama. Pendekatan ini mengasumsikan bahwa orang dewasa memiliki kemauan dan kemampuan untuk bertanggung jawab atas pembelajaran mereka sendiri, tertarik pada materi yang relevan langsung dengan kehidupan mereka, dan lebih suka belajar berbasis masalah. Inilah, manfaat program Sit in University sebagai daya dorong bagi siswa SMA untuk mandiri dan bertanggungjawab atas pilihan kemauan dan tindakan.
Kegiatan pengembangan diri di kampus memberikan inspirasi bagi siswa saat menjalani program sit in. Di FEB, diskusi antara siswa sit in dengan mahasiswa yang aktif di UKM dan berprestasi terjadi dalam sebuah forum kajian dan diskusi. Tema aktivis kampus, pengenalan UKM, karya ilmiah mahasiswa, karya inovasi mahasiswa, sampai pada beasiswa prestasi menjadi topik diskusi yang diangkat. Sharing pengalaman mahasiswa dengan cara berbagi cerita, wawasan, pelajaran, dan observasi untuk menginspirasi, mendidik, membangun empati, atau memberikan dukungan emosional, tentu akan berdampak pada penguatan motivasi berprestasi bagi siswa Sit In.
Program Sit in University merupakan terobosan untuk mempersiapkan siswa SMA lebih siap menjalani pendidikan tinggi. Peralihan dari pendekatan pedagogi menuju pendekatan andragogi dijembatani oleh program ini. Output dari program ini, siswa akan menciptakan sebuah produk inovasi berbasis ilmu pengetahuan pada bidang studi yang dipilih. Ini, mendorong pada level berpikir tingkat tinggi menurut taksonomi Bloom. Program ini bisa menjadi daya dorong pembentukan mindset, level berpikir tinggi dan kemandirian. Program kerjasama antara SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat dan perguruan tinggi untuk mempersiapkan siswa sukses di pendidikan tinggi bisa menjadi inspirasi bagi AUM pendidikan lain.
Fitri dalam Kesederhanaan Muhammadiyah
Setiap kali bulan Ramadan berakhir, umat Islam memasuki momentum spiritual yang sarat makna yaitu Idulfitri. Hari raya ini bukan sekadar penanda selesainya ibadah puasa, tetapi...
Sekolah Muhammadiyah sebagai Laboratorium Pengaderan Organisasi
Kita ketahui bersama bahwa ada dua jenis organisasi, yakni organisasi kader dan organisasi massa. Keduanya berbeda dalam hal kuantitas dan kualitas. Organisasi kader lebih menekankan...
Memprihatinkan, Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Merosot
Beberapa hari lalu, Transparency International Indonesia (TII) merilis hasil riset terbaru tentang Indeks Persepsi Korupsi (IPK). Hasil riset ini selalu dipublikasikan setiap awal tahun untuk...
Memperluas Dakwah Ekonomi Persyarikatan
Salah satu keputusan Muktamar ke-47 Muhammadiyah di Makassar tahun 2015 adalah perlunya memperluas gerakan ekonomi Persyarikatan, selain gerakan pendidikan dan kesehatan. Penguatan di bidang ekonomi...
Menyiapkan Generasi Adaptif dan Kompetitif
Hal menarik di era Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) saat ini adalah adanya kebijakan penerapan mata pelajaran (mapel) Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). KKA...
Kurikulum untuk Mencipakan Kecerdasan Unggul
Menurut laporan Unesco, fenomena disinformasi digital telah menjadi ancaman yang serius terhadap kohesi sosial dan kualitas demokrasi di berbagai negara. Persoalan ini bukan sekadar masalah...
Muhammadiyah, Jalan Pembebasan dan Pemuliaan Manusia
Di tengah himpitan kolonialisme awal abad ke-20, ketika bangsa ini terlelap dalam kebodohan dan kemiskinan, sebuah cahaya pembaruan menyala dari Kampung Kauman, Yogyakarta. Muhammadiyah lahir...
Persepsi Positif tentang Muhammadiyah itu Juga Amanah…
Dalam beberapa hari ini, Muhammadiyah memperoleh apresiasi positif di dunia maya. Aksi kemanusiaan Persyarikatan untuk membantu korban banjir dan tanah longsor di Aceh dan Sumatra...
Artificial Intelligence di Tengah Pusaran Jurnalisme Dakwah Muhammadiyah
Hampir seluruh sendi kehidupan telah memanfaatkan AI (Artificial Intelligence). AI merupakan evolusi dari teknologi komputer yang dikembangkan pertama kali oleh Alan Turing. AI mengalami kemandegan...
Muhammadiyah, Anak Muda, dan Manusia yang tak Lagi Bicara
Di indekos yang eksklusif tak jauh dari pusat Kota Solo, seorang kawan bercerita. Ia tak kenal satu pun tetangganya. Padahal sudah dua bulan tinggal di...
Inovasi atau Mati
Hampir tiap tahun kita mendengar berita ada sekolah yang ditutup atau dimerger dikarenakan tidak mendapatkan murid. Kalaupun ada murid sangat minimalis untuk mengatakan tidak memenuhi...
Teori Vygotsky, Live in Society dan Pendidikan Islam
SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat, Kota Solo, baru saja selesai menjalankan program Live in Society, Jumat- Sabtu (7-8/11/2025), bagi siswa kelas X. Program Live in...






