Kita seringkali melihat manusia yang menderita cacat fisik sejak dari lahir. Anak mengalami autisme karena faktor genetik atau penderita kanker yang disebabkan kelainan jenis darah. Apabila melihat fenomena ini membuat kita bertanya, “Apakah Allah SWT itu adil? “. Allah SWT tentu saja adil namun pertanyaan tersebut harus dijawab dengan baik.
Allah menciptakan alam semesta dan segala isinya berdasarkan atas iradah dan qodrat. Perbuatan Allah SWT tentu saja benar secara mutlak termasuk dalam penciptaan manusia. Allah SWT menciptakan manusia bukan sekadar bersendau gurau, seperti yang tertuang dalam sebuah ayat Al-Quran :
وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاۤءَ وَالْاَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لٰعِبِيْنَ
Artinya : Manusia yang termasuk isi alam ini diciptakan juga bukan main-main belaka dan kelak akan dikembalikan pada Allah untuk diminta tanggung-jawab amalnya (Qs. Al-Anbiya ayat 16).
Manusia diciptakan juga memiliki tujuan untuk menjadi khalifah di bumi dan beribadah kepada Allah SWT, yang tertuang dalam sebuah ayat :
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
Artinya :Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku. (Qs. Adz-Dzariyat : 56)
Manusia sebagai makhluk wajib tunduk dan patuh menurut kemampuannya. Manusia beramal saleh sesuai dengan kemampuan, menerima segala sesuatu yang diberikan Allah SWT atas dirinya dan mengharap rida-NYA. Manusia harus bersyukur atas pemberian Allah SWT. Semua yang terjadi atas manusia merupakan takdir dan rahman-rahim dari Allah SWT. Manusia harus meyakini bahwa Allah mempunyai sifat Rahman dan Rahim seperti tersebut pada surat
هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِۚ هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُ
Artinya : Dialah Allah Yang tidak ada tuhan selain Dia. (Dialah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata. Dialah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. (Q.S. Al Hasyar : 22)
Allah SWT memberi kehidupan dan kematian atas manusia menjadi ujian. Apabila mendapat nikmat maka harus bersyukur dan mendapat ujian maka harus bersabar. Sikap dan perbuatan manusia dinilai oleh Allah SWT dari kepasrahan dan ridlo atas takdir. Hal ini dinyatakan dalam sebuah ayat :
وَلِلّٰهِ يَسْجُدُ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ طَوْعًا وَّكَرْهًا وَّظِلٰلُهُمْ بِالْغُدُوِّ وَالْاٰصَالِ
Artinya : Hanya kepada Allahlah siapa saja yang ada di langit dan di bumi bersujud, baik dengan kemauan sendiri maupun terpaksa. (Bersujud pula kepada-Nya) bayang-bayang mereka pada waktu pagi dan petang hari. (Qs Ar-Ra’du : 15)
Kenikmatan dapat menjadi siksaan jika tidak diberkahi oleh Allah SWT. Sebaliknya, Sesuatu yang dianggap penderitaan justru mendatangkan kebahagiaan jika disyukuri. Hakikatnya yaitu segala sesuatu yang diberikan Allah SWT merupakan ujian. Sesuatu yang menyedihkan harus dihadapi dengan penuh rasa syukur, sabar dan ikhlas.
baca juga: Waktu Subuh dalam Perspektif Muhammadiyah
Sebuah Hadis yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim dari Anas Bin Malik berbunyi sebagai berikut :
“Saya mendengar Rasulullah bersabda: Sesungguhnya Allah telah berfirman Kalau Kucoba hamba-Ku dengan membutakan kedua matanya, ia bersabar pastilah aku ganti kedua matanya itu dengan sorga”
Apabila kita ingin menjawab pertanyaan di awal tulisan maka harus dikembalikan ke diri sendiri. Manusia itu lemah dan Kekuatan Allah SWT tidak terbatas. Manusia harus merenung mengenai nikmat Allah SWT yang lebih besar dari azab-NYA. Apabila manusia menyadari bahwa manusia itu lemah dan nikmat Allah SWT itu lebih besar. Maka, Kita tidak akan pernah berpikir bahwa Allah itu tidak Adil.
Disadur dari : Buku Tanya Jawab Agama Jilid 1, penerbit Suara Muhammadiyah
Kajian Tarjih UMS Bahas Hukum Kewajiban Suami Memberi Nafkah pada Istri
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Kajian Tarjih Online dengan menghadirkan Yayuli, Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) UMS. Kajian tarjih kali ini secara spesifik membahas...
Hukum Pemakaian Media Komunikasi dan Aplikasi Digital Menurut Muhammadiyah
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Perkembangan teknologi menimbulkan perbedaan pandangan dalam memutuskan hukum muamalah era sekarang. Merespons hal itu, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberi pandangan dengan menghadirkan dosen Fakultas...
Kajian Tarjih UMS Bahas Fikih tentang Batasan Aurat Perempuan
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Melanjutkan pembahasan mengenai batasan-batasan aurat perempuan, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kembali Kajian Tarjih Online dengan mengangkat tema “Aurat & Jilbab Menurut Majelis Tarjih...
Kajian UMS Bahas Hukum Perceraian dari Perspektif Tarjih Muhammadiyah
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali hadir menyelenggarakan Kajian Tarjih Online. Pada kesempatan ini Yayuli hadir menjadi narasumber dengan mengangkat tema “Gugatan Cerai Istri atas...
Kajian Tarjih Online UMS Bahas Fikih Makanan Halal
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menyelenggarakan Kajian Tarjih Online dengan tema “Fikih Makanan Halal Perspektif Tarjih” pada Selasa (11/11/2025). Kegiatan ini menghadirkan narasumber Isman,...
Kajian UMS Bahas Puasa Sunnah Sesuai Tarjih Muhammadiyah
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali mengadakan Kajian Tarjih Online bersama Imron Rosyadi dengan tema “Puasa Sunnah yang Disyariatkan menurut Tarjih Muhammadiyah”. Materi yang disampaikan...
Kajian Tarjih Online UMS Bahas Fatwa Aurat dan Jilbab
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Kajian Tarjih Online dengan tema “Aurat dan Jilbab Menurut Fatwa Tarjih”, Selasa (28/5/2025). Kajian ini menghadirkan narasumber Mahasri...
Kajian UMS Ulas Fikih Makanan Halal dalam Perspektif Tarjih
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Kajian Tarjih edisi ke-196 dengan tema “Fikih Makanan Halal (Perspektif Tarjih)” pada Selasa (21/10/2025). Kegiatan ini menjadi ruang...
Fatwa Muhammadiyah: Percepat Salat Demi Ringankan Jemaah Tidak Dibenarkan
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Kajian Tarjih secara daring dengan menghadirkan Imron Rosyadi sebagai narasumber. Dalam kajian kali ini, pembahasan difokuskan pada tema...
Kajian Tarjih UMS Bahas Perbedaan Pandangan Bacaan Rakaat Ketiga dan Keempat Salat
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Perbedaan pandangan terkait bacaan surat pada rakaat ketiga dan keempat salat wajib menjadi pembahasan utama dalam Kajian Tarjih yang digelar Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)...
Jarang Diketahui, Ini Hukum Pasang Sutrah Saat Salat Menurut Tarjih Muhammadiyah
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Memasang sutrah atau pembatas di depan saat salat, baik ketika salat sendiri maupun menjadi imam, merupakan sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan) menurut pandangan...
Bolehkah Tidak Ikut Sujud Sahwi dalam Salat Jemaah? UMS Bahas di Kajian Tarjih ke-184
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Biro Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) menggelar Kajian Tarjih edisi ke-184 pada Selasa (29/7/2025). Dalam kajian daring yang disiarkan...






