Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Opini

Dari GWO Sriwedari, Saya Belajar Jadi Manusia Seutuhnya

Hendro Susilo, Editor: Sholahuddin
Rabu, 3 Januari 2024 16:29 WIB
Dari GWO Sriwedari, Saya Belajar Jadi Manusia Seutuhnya
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Tangkapan layar Buletin Tajdid Pendidikan Oktober 2023, edisi 12 tahun 2023.

Dua kali saya menyaksikan tampilan seni budaya dalam bentuk drama dan pagelaran seni daerah nusantara persembahan siswa SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Solo. Gelaran seni budaya oleh siswa yang diselenggarakan di gedung wayang orang (GWO) Sriwedari ini menarik untuk ditelisik dalam perspektif pendidikan. Mengapa? Sebab, proses pendidikan itu sangat kompleks. Tujuan pendidikan itu membentuk manusia seutuhnya. Jadi, harus mengembangkan seluruh aspek potensi manusia yang meliputi cipta, rasa, dan karsa.

Sebelum menelisik lebih jauh tentang proses pendidikan, saya tertarik mengenai sejarah dan fungsi tempat gedung wayang orang (GWO) Sriwedari ini. Salah satu siswa SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Solo, Nashira Bilqis Sabrina, pernah menulis artikel tentang Gedung Wayang Orang Sriwedari. Gedung yang memiliki sejarah panjang.   Diawali pada 1911, saat kesenian wayang orang dipopulerkan oleh pegiat budaya Kota Solo sehingga digemari masyarakat hingga saat ini.  Dalam tulisannya, Nashira Bilqis Sabrina, mencermati fenomena antusiasme anak muda “zaman now” terhadap pertunjukan wayang orang di GWO. Setelah membaca tulisan tersebut, saya menyimpulkan bahwa mendekatkan dan atau menggerakkan anak muda berkegiatan seni budaya di gedung ini menjadi sebuah praktik pembelajaran untuk menjadi manusia seutuhnya.

Pendidikan Holistik 

Secara konseptual, pendidikan holistik merupakan pendidikan yang mengembangkan seluruh potensi siswa secara harmonis, meliputi potensi intelektual, emosional, fisik, sosial, estetika, dan spiritual. Saya mengamati proses pembelajaran berbasis proyek seni pertunjukan oleh siswa adalah sebuah proses pembelajaran holistik integratif yang meliputi semua aspek potensi pengembangan manusia. Saya akan coba urai satu persatu aspek tersebut.

Aspek kognitif intelektual dalam pembelajaran proyek ini diasah melalui penyusunan konsep gelaran, baik drama maupun seni budaya nusantara yang akan ditampilkan kelompok siswa. Perkembangan intelektual manusia merupakan proses psikologis yang di dalamnya melibatkan proses memperoleh, menyusun, dan menggunakan pengetahuan serta kegiatan mental dan berfikir, menimbang, mengamati, mengingat, menganalisis, menyintesis, mengevaluasi dan memecahkan permasalahan yang berlangsung melalui interaksi bersama tim. Konsep gelaran merupakan kristalisasi dari proses intelektual kelompok.

Aspek kecerdasan emosi terlatih dari aspek interaksi di kelompok. Antara lain kemampuan  memahami orang lain, kepemimpinan, kemampuan membina hubungan dengan orang lain, kemampuan berkomunikasi, kerjasama tim, membentuk citra diri yang positif, memotivasi dan memberi inspirasi terwujud melalui kegiatan proyek ini. Tampilan seni yang baik akan lahir dari kerjasama tim yang mampu berkomunikasi dengan baik di bawah arahan koordinator tampilan (ketua tim) yang harus memiliki kepemimpinan yang baik untuk mengarahkan puluhan anggota menuju konsep tampilan yang dikehendaki.

Aspek pengembangan sosial budaya juga tercipta dalam proses pembelajaran proyek ini. Perkembangan sosial merupakan pencapaian kematangan dalam hubungan sosial. Atau juga bermakna sebagai proses belajar untuk menyesuaikan diri terhadap norma-norma kelompok, moral, dan tradisi, meleburkan diri menjadi satu kesatuan dan saling berkomunikasi dan bekerja sama.

Menyajikan tampilan seni yang indah, jelas harus membuang ego pribadi demi suksesnya pertunjukan. Termasuk melestarikan dan menghargai budaya masyarakat Solo dengan tampilan seni daerah di GWO merupakan komponen pengembangan sosial budaya. Sehingga pengembangan sosial budaya melalui pembelajaran proyek akan mendorong dan memberi banyak manfaat. Salah satunya, kemunculan dan perkembangan inovasi di bidang seni budaya.

Proyek gelaran seni budaya siswa SMA ini juga mengasah perkembangan seni pada siswa. Kegiatan dalam mengekspresikan imajinasi dan daya kreativitas yang ada pada diri siswa teraktualisasi dalam sajian tampilan karya. Kemampuan intelektual dan imajinatif serta keterampilan teknik untuk menciptakan karya seni yang memiliki fungsi personal atau sosial dengan menggunakan berbagai media untuk menambah keindahan tampilan karya ditunjukkan oleh siswa SMA dalam proyek ini.

Pagelaran seni budaya siswa ini juga akan mendorong perkembangan non fisik, seperti kecerdasan spiritual. Kecerdasan ini sangat penting untuk perkembangan siswa, apalagi memasuki usia remaja. Kecerdasan ini mendorong siswa memiliki motivasi diri. Memiliki motivasi yang baik bisa membuat siswa bersemangat untuk melakukan apa yang diinginkan. Tentu motivasi ini harus positif dan tidak berhubungan dengan sesuatu yang melanggar etika dan norma kesusilaan.

Kecerdasan spiritual ini juga mendorong siswa menghargai perbedaan. Jika siswa dilatih bisa cerdas secara spiritual dan bisa menghargai berbagai perbedaan yang ada dalam masyarakat, maka ini akan jauh lebih baik dan menggembirakan. Mereka tidak akan dengan mudah memaksakan kehendak yang dimiliki pada orang lain. Karakter ini bisa diasah dan diperoleh dari media pembelajaran yang bernama proyek tampilan seni budaya siswa ini.

Berdasarkan uraian di atas, saya dapat menyimpulkan bahwa proyek pembelajaran berbasis tampilan seni budaya merupakan sebuah pendekatan pendidikan holistik integratif yang menjadi sarana bagi siswa untuk mengembangkan semua aspek sisi humanitas. Tujuan pendidikan yang membentuk manusia seutuhnya saya lihat dan amati dalam proses pembelajaran berbasis proyek yang dilakukan siswa SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Solo di GWO Sriwedari.

Dari GWO Sriwedari, kita belajar menjadi manusia seutuhnya…

Penulis adalah seorang pendidik, aktif di MPI PDM Kota Solo

Berita Terbaru

TKA Bukan Momok

Tes Kemampuan Akademik (TKA) dirancang sebagai instrumen asesmen yang menjalankan tiga fungsi utama, yaitu assessment of learning untuk menggambarkan capaian belajar peserta didik, assessment for...

Berbuka atau Balas Dendam? Ancaman Lonjakan Gula Darah di Bulan Ramadan

Azan Magrib berkumandang. Dalam hitungan menit, meja dipenuhi kolak, es buah, sirup, kurma berlumur madu, gorengan, dan minuman manis berwarna mencolok. Setelah hampir 13 jam...

Begadang Tarawih, Bangun Sahur, Lalu Tumbang

Ramadan selalu membawa perubahan ritme. Masjid lebih hidup, silaturahmi lebih hangat, dan malam terasa lebih panjang. Namun, di banyak rumah, perubahan itu juga berarti satu...

Penerapan KHGT, Babak Baru Peradaban Kalender Islam

Di era modern ini, hampir seluruh dunia sepakat menggunakan kalender berbasis matahari, yakni Kalender Gregorian. Pergantian hari ditetapkan pada pukul 00.00, dan pergantian bulan serta...

Evolusi Sistem Asesmen Pendidikan di Indonesia: Dari UN hingga TKA

Perjalanan sistem ujian di Indonesia mencerminkan dinamika kebijakan pendidikan nasional yang terus berupaya mencari format terbaik untuk mengukur dan meningkatkan mutu pendidikan. Sejak kemerdekaan hingga...

Membangun Ranting dan Cabang Muhammadiyah Unggulan

Ada banyak sorotan dan kritik yang menurut saya penting berkaitan dengan kondisi Muhammadiyah di abad kedua ini. Salah satu yang menonjol adalah kritik tentang krisis...

Saat Mimpi Seorang Anak Patah di Ujung Tali

Pagi itu seharusnya seperti pagi lain bagi seorang anak berusia sepuluh tahun. Usia di mana dunia masih dipenuhi warna pensil, tawa teman sekolah, dan mimpi...

Pesan Mbah Moen pada Guru: Lelah Itu Datang Saat Niat Mulai Bergeser

Banyak guru hari ini mengajar dengan tubuh di kelas, tetapi hatinya tertinggal di rumah kelelahan. Bukan hanya lelah fisik karena jam mengajar, administrasi, dan tuntutan...

Guru Honorer vs Petugas MBG: Saat Kelayakan Gaji Menjadi Cermin Kejanggalan Sosial

Di ruang publik Indonesia hari ini, muncul perbandingan yang terasa menampar nurani: gaji guru honorer kerap kalah dari petugas MBG (Makan Bergizi Gratis). Bukan untuk...

Behavioral Addiction: Saat Pornografi Ubah Cara Kerja Otak Manusia

Daftar IsiBehavioral Addiction dalam Psikologi ModernOtak yang Terlatih pada Stimulus InstanKesehatan Mental dan Relasi yang TergangguAl-Qur’an dan Penjagaan KesadaranKecanduan sebagai Masalah KesadaranMembebaskan Otak, Mengembalikan MartabatTidak...

Indonesia Darurat Kesehatan Mental

Masyarakat Indonesia saat ini banyak mengalami permasalahan yang mendera. Kenakalan remaja yang tiada henti sepeprti tawuran antar-pelajar, bullying, geng motor dan perilaku lainnya menjadi berita...

Guru Bukan Penjaga Toko, Tapi Penjemput Masa Depan

Sekolah swasta tidak hidup dari “menunggu”, tetapi dari “menjemput”. Ini kenyataan yang kadang pahit, namun harus diakui bersama, terutama oleh para guru. Di tengah persaingan...

Leave a comment