Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Tarjih & Tajdid

Merawat Intelektualisme Muhammadiyah (Refleksi Seabad Matahari Bersinar di Kota Bengawan)

Hendro Susilo (Sekretaris MPI PDM Kota Surakarta), Editor: Yusuf R. Yanuri
Kamis, 20 Juli 2023 15:50 WIB
Merawat Intelektualisme Muhammadiyah (Refleksi Seabad Matahari Bersinar di Kota Bengawan)

RESENSI BUKU

Merawat Intelektualisme Muhammadiyah
(Refleksi Seabad Matahari Bersinar di Kota Bengawan)

Judul Buku : Merawat Intelektualisme Muhammadiyah
(Refleksi Seabad Matahari Bersinar di Kota Bengawan)
Penulis : Dr. Mohamad Ali,M.Pd
Tebal Buku : 107 Halaman
Penerbit : Muhammadiyah University Press (MUP)
Tahun Terbit : 2023

Sinopsis :
Benih pemikiran baru yang di semai KH Ahmad Dahlan (1889-1923) dan dilembagakan melalui gerakan persyarikatan terus menggelinding bagai bola salju dan merambah ke berbagai kota d Indonesia terutama daerah yang menjadi sentra perdagangan batik pribumi termasuk Surakarta. Solo (kota Bengawan) menjadi episentrum pergerakkan Muhammadiyah dari awal kelahiran hingga saat ini yang dibuktikan dengan menjamurnya anal usaha Muhammadiyah di kota Solo. Bagi anda yang tertarik dan ingin mendalami perkembangan perjalanan sejarah Muhammadiyah di kota Solo, buku ini jawabannya.

Dr. Mohamad Ali, M.Pd sang penulis merupakan tokoh aktivis pergerakkan Muhammadiyah di kota Surakarta. Beliau mendalami dan menelusuri dokumen-dokumen penting perjalanan pergerakkan Muhammadiyah di kota Surakarta secara historis-kritis. Ini bisa kita lihat dari karya buku Matahari Terbit di Kota Bengawan: Sejarah Awal Muhammadiyah Solo dan karya buku terbaru yang berjudul Merawat Intelektualisme Muhammadiyah: Refleksi Seabad Matahari Bersinar di Kota Bengawan yang sedang saya telaah saat ini.

Buku terbaru beliau memiliki daya keistimewaan karena di tulis dari sudut pandang orang dalam yang terlibat aktif dalam pergerakkan Muhammadiyah kota Surakarta dengan metode historis-kritis yang memunculkan refleksi.

Buku ini terdiri dari 4 bab. Bab pertama penulis menyajikan kiprah K.H Ahmad Dahlan dan corak pemikiran yang bersifat pembaharuan serta jaringan dakwah ulama di kota Surakarta. Anda akan disajikan analisa pusat pergerakkan Islam kota Surakarta di awal abad ke-20 di tiga poros, yaitu Kampung Kauman, Jamsaren, dan Keprabon dan disajikan tabel interaksi K.H Ahmad Dahlan dengan jaringan ulama di Surakarta yang akan membantu pembaca memahami hubungan (interaksi) K.H Ahmad Dahlan dengan ulama di kota Surakarta yang menghasilkan jejak organisasi Islam pembaharu seperti SATV dan Perserekatan Al-Islam.

Bab kedua penulis menyajikan data dan analisa kemunculan Muhammadiyah di kota Bengawan (Solo). Diawali dengan penulis menyajikan refleksi historis masa awal Muhammadiyah yang berhasil menemukan ruh gerakan Islam berkemajuan, sehingga eksperimentasi pemikiran baru hendaknya dibudayakan (dirawat). Kemunculan Islam Progresif di kota Bengawan diulas dengan detail, disertai data-data sumber rujukan yang menjawab kemunculan Muhammadiyah di kota Solo, dinamika SATV berganti menjadi Muhammadiyah cabang Surakarta, bagaimana dinamika Muhammadiyah kota Solo serta Amal Usaha Muhammadiyah Pertama di kota Solo di ulas penulis secara gamblang.

Bab ketiga, penulis secara khusus menyoroti sejarah pergerakan intelektual Muhammadiyah. Bagaimana daerah Keprabon menjadi jantung pergerakan Muhammadiyah kota Solo diulas secara tajam oleh penulis. Bahkan sampai saat ini, kantor Pimpinan daerah Muhammadiyah (PDM) dan kantor Pimpinan daerah Aisiyah (PDA) berada di Keprabon. Anda akan membaca fase periode formatif ditahun 1960-an sampai periode pengembangan yang menggambarkan persebaran Muhammadiyah di kota Solo yang relatif merata.

Di bab ini pula, Anda disajikan data dan analisis terkait HIK (Hollandsch Inlandsche Kweekschool) Muhammadiyah di Surakarta, gerakan pembibitan intelektualisme Islam melalui perguruan tinggi UMS dan kiprah majalah Sinar Islam yang diterbitkan Muhammadiyah Solo bagian Taman Pustaka. Kesemua hal tersebut bila anda baca, anda akan terbawa nuansa semangat gerakan intelektual sehingga tumbuh hasrat untuk belajar ilmu dan amal.

Bab terakhir, penulis menyajikan peran dan kiprah tokoh-tokoh inspiratif yang menjadi lokomotif pergerakan Muhammadiyah Surakarta. Penulis menguraikan peran kaum intelektual Muhammadiyah awal di kota Surakarta. Anda akan membaca bagaimana kiprah Kiai Moechtar Boechari yang ternyata selain ulama, beliau juga seorang penulis, dimana tulisan-tulisan beliau memberikan pandangan-pandangan islam progresif sehingga di sebut oleh penulis sebagai “bayangan K.H Ahmad Dahlan di Surakarta”.

Tokoh lain yang diungkap kiprah dan perannya adalah K.H Mohammad Idris. Pada pembahasan Kiprah K.H Mohammad Idris, penulis menyampaikan kritik atas sejarawan Jepang, Takashi Shiraishi (2005) dalam buku Zaman Bergerak halaman 348 yang menyebut K.H Mohammad E(I)dris dari “Jamsaren”. Padahal ini adalah tokoh yang berbeda. K.H Mohammad Idris dalam pergerakan Muhammadiyah Surakarta adalah ketua Muhammadiyah Solo paling lama (1926-1959).Sayangnya, penulis belum menemukan karya tulis beliau. Namun, kontribusi K.H Mohammad Idris, Mulyadi Joyomartono dan K.H Asnawi Hadisiswaya penulis paparkan secara gamblang untuk menggambarkan bagaimana peran dan kiprah para tokoh ini di bukunya.

Buku ini menjadi rekomendasi bagi siapa saja yang ingin mendalami lebih jauh ataupun meneliti lebih lanjut tentang sejarah Muhammadiyah di kota Surakarta. Keunggulan buku ini dikemas dalam bahasa yang mudah dipahami serta runtut yang akan membawa pembaca dengan mudah untuk memahami. Namun, buku ini belum dilengkapi dengan gambar ataupun foto tokoh-tokoh yang dibahas yang akan membawa pembaca pada penghayatan tulisan yang lebih mendalam. Secara keseluruhan, isi buku ini menarik dan dilengkapi data-data sumber rujukan dan direfleksikan oleh penulis dengan tajam.

Berita Terbaru

Dari GWO Sriwedari, Belajar Jadi Manusia Seutuhnya

Dua kali saya menyaksikan tampilan seni budaya dalam bentuk drama dan pagelaran seni daerah nusantara persembahan dari siswa SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta. Gelaran...

Membangun Amal Usaha Muhammadiyah Unggulan

Muhammadiyah adalah sebuah organisasi yang bergerak atas semangat al-Ma’un dan Al-Ashr (dari etos ke spirit peradaban) dan berkhidmat untuk membangun kemanusiaan, keumatan, kebangsaan, dan internasional...

Apa yang Bisa Dilakukan oleh Pimpinan Muhammadiyah dalam Menghadapi Penurunan Jumlah Warganya?

SURAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pernyataan Denny JA mengenai penurunan yang signifikan dalam jumlah warga Muhammadiyah dalam 20 tahun terakhir merupakan isu yang perlu dipertimbangkan dengan serius...

Historical Walking, Ikhtiar Pembumian Nilai Kemuhammadiyahan

Sepanjang yang saya ketahui, ada dua buku yang mengupas perjalanan Sejarah Muhammadiyah kota Surakarta. Pertama, Matahari Terbit di Kota Bengawan yang ditulis oleh Dr Mohamad...

Mindful Learning dalam Pembelajaran Kimia

Materi kimia sangatlah menarik. Bila seorang guru mampu membangkitkan minat dan motivasi siswa, materi kimia bisa menjadi sarana berpikir kritis, kreatif, membentuk karakter ilmiah dan...

STEM and Digitalisation (3): Manpower Development, Coaching Students, and Reflective Thinking

Diskusi dan sharing pengelolaan pendidikan bersama akademisi Nanyang Polytechnic Singapura berlanjut sampai hari ke -10. Tema Pengembangan sumber daya manusia untuk pertumbuhan ekonomi, membangun cara...

Melekat Kelas Baru

Di awal tahun pelajaran baru, satuan pendidikan menyiapkan awal tahun pelajaran. Kegiatan awal tahun ditandai adanya berbagai kegiatan. Salah satunya adalah masa pengenalan lingkungan sekolah...

STEM and Digitalisation (2): Menciptakan Iklim dan Ekosistem Inovasi

Baca seri pertama dari artikel ini di sini Hari ke-2, 3, dan 4 pelatihan, kami berdialog dan sharing dengan Mr Yoon Eng Tong dalam forum...

STEM And Digitalisation (1): Refleksi Teachers Course di Nanyang Polytechnic Singapura

Hari ini, Senin 17 Juli 2023 saya berkesempatan untuk belajar secara langsung bersama Dr Judy Emily dari Nanyang Polytechnic (NYP) Singapore untuk mendalami model pendidikan...

Romansa Guru Penggerak

Program guru penggerak merupakan bagian dari program merdeka belajar episode ke lima yang digagas oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Program guru pengerak adalah...

Buku Merawat Intelektualisme Muhammadiyah Telah Terbit

Kabar gembira bagi para aktivis dan kader Muhammadiyah di kota Solo. Pasalnya, buku karya Dr Mohamad Ali yang merupakan catatan–catatan sejarah pergerakan Muhammadiyah di kota...

Program Pendidikan Akhlak & Karakter di Perguruan Muhammadiyah Kottabarat

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Sekolah sebagai sebuah ekosistem pendidikan bagi siswa sangat strategis dalam menanamkan nilai-nilai unggul yang akan diserap siswa melalui pemahaman, pembiasaan dan keteladanan. Beragam...

Leave a comment