Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Tarjih & Tajdid

Apa yang Bisa Dilakukan oleh Pimpinan Muhammadiyah dalam Menghadapi Penurunan Jumlah Warganya?

Tim Redaksi, Editor: Sugiharko Sahid
Selasa, 12 September 2023 19:31 WIB
Apa yang Bisa Dilakukan oleh Pimpinan Muhammadiyah dalam Menghadapi Penurunan Jumlah Warganya?

SURAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pernyataan Denny JA mengenai penurunan yang signifikan dalam jumlah warga Muhammadiyah dalam 20 tahun terakhir merupakan isu yang perlu dipertimbangkan dengan serius oleh pimpinan Muhammadiyah. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan oleh pimpinan Muhammadiyah dalam menghadapi penurunan ini:

  1. Analisis Mendalam: Pimpinan Muhammadiyah harus melakukan analisis mendalam terkait dengan faktor-faktor penyebab penurunan anggota. Ini mencakup pemahaman yang lebih baik tentang perubahan demografi, perubahan preferensi individu, dan perubahan sosial-politik yang mungkin telah memengaruhi keanggotaan.
  2. Komunikasi yang Efektif: Pimpinan Muhammadiyah perlu berkomunikasi secara efektif dengan anggotanya untuk memahami alasan di balik penurunan tersebut. Ini bisa dilakukan melalui survei, pertemuan, dan dialog terbuka dengan para anggota.
  3. Rebranding atau Reposisi: Berdasarkan analisis yang mendalam, pimpinan Muhammadiyah mungkin perlu melakukan rebranding atau reposisi organisasi mereka. Mungkin ada kebutuhan untuk menyesuaikan pesan, nilai-nilai, atau program-program agar lebih sesuai dengan harapan dan kebutuhan generasi yang berubah.
  4. Pendidikan dan Pelatihan: Muhammadiyah bisa menginvestasikan lebih banyak dalam pendidikan dan pelatihan anggota mereka, terutama dalam konteks perkembangan keagamaan dan keilmuan. Ini bisa meningkatkan kualitas anggota yang lebih aktif dan terlibat.
  5. Kemitraan dan Kolaborasi: Muhammadiyah dapat menjalin kemitraan dan kolaborasi dengan organisasi lain, baik di dalam maupun di luar lingkup keagamaan, untuk menciptakan program-program yang lebih menarik dan relevan bagi masyarakat Indonesia.
  6. Pemberdayaan Generasi Muda: Pimpinan Muhammadiyah harus fokus pada pemberdayaan generasi muda dan mengajak mereka untuk berperan aktif dalam organisasi. Ini bisa melibatkan mereka dalam pengambilan keputusan dan memberikan tanggung jawab yang lebih besar.
  7. Inovasi Teknologi dan Komunikasi: Memanfaatkan teknologi dan media sosial untuk mencapai dan berinteraksi dengan generasi muda yang lebih terhubung dengan dunia digital.
  8. Keterbukaan Terhadap Perubahan: Pimpinan Muhammadiyah harus terbuka terhadap perubahan dan siap untuk beradaptasi dengan perubahan yang terus terjadi dalam masyarakat.
  9. Pendidikan Keagamaan dan Sosial: Muhammadiyah dapat lebih aktif dalam memberikan pendidikan keagamaan dan sosial kepada masyarakat, bukan hanya kepada anggotanya. Ini dapat meningkatkan citra dan relevansi organisasi di mata masyarakat.
  10. Evaluasi Terus Menerus: Terakhir, pimpinan Muhammadiyah harus melakukan evaluasi terus menerus terhadap langkah-langkah yang diambil dan mengukur dampaknya terhadap jumlah anggota serta keterlibatan mereka dalam kegiatan organisasi.

Penting untuk diingat bahwa perubahan demografis dan sosial adalah tantangan yang dihadapi oleh banyak organisasi keagamaan di seluruh dunia. Dengan pendekatan yang tepat, Muhammadiyah dapat terus menjadi organisasi yang relevan dan berdaya tahan dalam menghadapi perubahan zaman. (*)

Berita Terbaru

Dari GWO Sriwedari, Belajar Jadi Manusia Seutuhnya

Dua kali saya menyaksikan tampilan seni budaya dalam bentuk drama dan pagelaran seni daerah nusantara persembahan dari siswa SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta. Gelaran...

Membangun Amal Usaha Muhammadiyah Unggulan

Muhammadiyah adalah sebuah organisasi yang bergerak atas semangat al-Ma’un dan Al-Ashr (dari etos ke spirit peradaban) dan berkhidmat untuk membangun kemanusiaan, keumatan, kebangsaan, dan internasional...

Historical Walking, Ikhtiar Pembumian Nilai Kemuhammadiyahan

Sepanjang yang saya ketahui, ada dua buku yang mengupas perjalanan Sejarah Muhammadiyah kota Surakarta. Pertama, Matahari Terbit di Kota Bengawan yang ditulis oleh Dr Mohamad...

Mindful Learning dalam Pembelajaran Kimia

Materi kimia sangatlah menarik. Bila seorang guru mampu membangkitkan minat dan motivasi siswa, materi kimia bisa menjadi sarana berpikir kritis, kreatif, membentuk karakter ilmiah dan...

STEM and Digitalisation (3): Manpower Development, Coaching Students, and Reflective Thinking

Diskusi dan sharing pengelolaan pendidikan bersama akademisi Nanyang Polytechnic Singapura berlanjut sampai hari ke -10. Tema Pengembangan sumber daya manusia untuk pertumbuhan ekonomi, membangun cara...

Melekat Kelas Baru

Di awal tahun pelajaran baru, satuan pendidikan menyiapkan awal tahun pelajaran. Kegiatan awal tahun ditandai adanya berbagai kegiatan. Salah satunya adalah masa pengenalan lingkungan sekolah...

STEM and Digitalisation (2): Menciptakan Iklim dan Ekosistem Inovasi

Baca seri pertama dari artikel ini di sini Hari ke-2, 3, dan 4 pelatihan, kami berdialog dan sharing dengan Mr Yoon Eng Tong dalam forum...

Merawat Intelektualisme Muhammadiyah (Refleksi Seabad Matahari Bersinar di Kota Bengawan)

RESENSI BUKU Merawat Intelektualisme Muhammadiyah (Refleksi Seabad Matahari Bersinar di Kota Bengawan) Judul Buku : Merawat Intelektualisme Muhammadiyah (Refleksi Seabad Matahari Bersinar di Kota Bengawan)...

STEM And Digitalisation (1): Refleksi Teachers Course di Nanyang Polytechnic Singapura

Hari ini, Senin 17 Juli 2023 saya berkesempatan untuk belajar secara langsung bersama Dr Judy Emily dari Nanyang Polytechnic (NYP) Singapore untuk mendalami model pendidikan...

Romansa Guru Penggerak

Program guru penggerak merupakan bagian dari program merdeka belajar episode ke lima yang digagas oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Program guru pengerak adalah...

Buku Merawat Intelektualisme Muhammadiyah Telah Terbit

Kabar gembira bagi para aktivis dan kader Muhammadiyah di kota Solo. Pasalnya, buku karya Dr Mohamad Ali yang merupakan catatan–catatan sejarah pergerakan Muhammadiyah di kota...

Program Pendidikan Akhlak & Karakter di Perguruan Muhammadiyah Kottabarat

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Sekolah sebagai sebuah ekosistem pendidikan bagi siswa sangat strategis dalam menanamkan nilai-nilai unggul yang akan diserap siswa melalui pemahaman, pembiasaan dan keteladanan. Beragam...

Leave a comment