
Judul: Saring Sebelum Sharing
Penulis: Nadirsyah Hosen
Penerbit: Mizan
Genre: Keislaman, Literasi Digital, Sosial
Tebal: 232 halaman
Di era ketika satu sentuhan jari mampu menyebarkan informasi ke ribuan bahkan jutaan orang dalam hitungan detik, kemampuan membaca tidak lagi cukup. Manusia dituntut memiliki kemampuan yang lebih penting, yakni kemampuan menyaring.
Ironisnya, semakin mudah informasi diperoleh, semakin sulit pula membedakan mana fakta dan mana dusta. Di tengah kondisi tersebut, Saring Sebelum Sharing karya Nadirsyah Hosen hadir sebagai sebuah pengingat bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kedewasaan berpikir dan tanggung jawab moral.
Buku ini lahir dari kegelisahan penulis melihat fenomena masyarakat yang begitu mudah mempercayai dan menyebarkan berbagai informasi tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu. Akibatnya, media sosial yang seharusnya menjadi sarana berbagi ilmu dan kebaikan justru sering berubah menjadi ruang penyebaran hoaks, fitnah, dan kebencian.
Melalui buku ini, Nadirsyah Hosen mengajak pembaca kembali kepada nilai Islam yang sangat mendasar namun sering dilupakan, yaitu tabayun.
Sinopsis Isi Buku
Secara umum, buku ini membahas hubungan antara ajaran Islam dan fenomena komunikasi digital yang berkembang pesat saat ini. Nadirsyah Hosen menjelaskan bahwa persoalan hoaks, fitnah, dan penyebaran informasi palsu sebenarnya bukanlah persoalan baru. Islam telah lama mengajarkan umatnya untuk memeriksa setiap berita yang diterima sebelum mengambil sikap atau menyebarkannya kepada orang lain.
Penulis menguraikan berbagai contoh nyata tentang bagaimana informasi yang tidak diverifikasi dapat memicu konflik sosial, perpecahan politik, bahkan keretakan hubungan antarumat beragama. Ia menunjukkan bahwa di era media sosial, setiap orang memiliki kekuatan layaknya media massa. Karena itu, setiap unggahan, komentar, dan tombol “bagikan” memiliki konsekuensi moral yang tidak bisa dianggap remeh.
Melalui bahasa yang ringan dan argumentasi yang kuat, pembaca diajak memahami bahwa menjadi Muslim yang baik tidak hanya ditunjukkan melalui ritual ibadah, tetapi juga melalui sikap bertanggung jawab terhadap informasi yang diterima dan disebarkan.
Ulasan dan Analisis
Salah satu kekuatan terbesar buku ini adalah kemampuannya menjembatani ajaran Islam dengan problematika kehidupan modern. Nadirsyah Hosen tidak terjebak dalam ceramah normatif yang hanya berisi nasihat-nasihat umum.
Sebaliknya, ia berhasil menunjukkan bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an dan hadis tetap relevan dalam menghadapi tantangan dunia digital. Pembaca diajak melihat bahwa konsep tabayun yang selama ini dianggap sederhana ternyata memiliki peran yang sangat besar dalam menjaga keharmonisan sosial.
Gaya bahasa yang digunakan juga menjadi nilai tambah tersendiri. Sebagai seorang akademisi yang aktif menulis di berbagai media, Nadirsyah Hosen mampu menjelaskan persoalan yang kompleks dengan bahasa yang renyah dan mudah dipahami.
Pembaca tidak merasa sedang membaca buku yang menggurui, melainkan sedang berdialog dengan seorang sahabat yang mengajak berpikir secara jernih. Berbagai ilustrasi dan contoh kasus yang disajikan membuat isi buku terasa dekat dengan realitas yang dialami masyarakat sehari-hari.
Hal menarik lainnya adalah keberanian penulis mengkritik kecenderungan sebagian masyarakat yang lebih percaya pada informasi yang sesuai dengan keyakinannya daripada kebenaran itu sendiri. Dalam buku ini, pembaca diajak memahami bahwa fanatisme yang tidak disertai sikap kritis sering kali menjadi pintu masuk bagi lahirnya hoaks dan disinformasi.
Pesan ini menjadi sangat relevan di tengah polarisasi sosial dan politik yang semakin menguat dalam beberapa tahun terakhir.
Meski demikian, buku ini bukan tanpa kekurangan. Bagi pembaca yang telah lama mengikuti isu literasi digital atau aktif membaca karya-karya Nadirsyah Hosen sebelumnya, beberapa pembahasan mungkin terasa familiar. Beberapa gagasan tentang bahaya hoaks dan pentingnya verifikasi informasi sesungguhnya telah banyak dibahas dalam berbagai forum dan tulisan lain.
Selain itu, karena ditujukan kepada khalayak umum, pembahasannya lebih bersifat populer daripada akademis. Pembaca yang mengharapkan analisis teoritis yang mendalam lengkap dengan data empiris yang luas mungkin akan merasa beberapa bagian masih dapat dieksplorasi lebih jauh.
Namun demikian, pilihan tersebut tampaknya memang disengaja oleh penulis agar pesan yang disampaikan dapat menjangkau lebih banyak kalangan. Justru dalam kesederhanaan bahasanya, buku ini menemukan kekuatannya. Ia tidak berusaha tampil rumit, tetapi fokus pada upaya menyadarkan pembaca tentang pentingnya berpikir kritis dan bertanggung jawab di tengah derasnya arus informasi.
Penilaian
Saring Sebelum Sharing merupakan buku yang sangat relevan dibaca oleh masyarakat Indonesia saat ini. Buku ini tidak hanya menawarkan wawasan mengenai etika bermedia sosial, tetapi juga mengajarkan bagaimana ajaran Islam dapat menjadi pedoman dalam menghadapi tantangan zaman digital.
Melalui argumentasi yang kuat, bahasa yang mudah dipahami, dan contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, Nadirsyah Hosen berhasil menghadirkan sebuah karya yang edukatif sekaligus reflektif. Lebih dari sekadar buku tentang hoaks, karya ini sesungguhnya mengajarkan pentingnya menjaga akal sehat, kejernihan hati, dan tanggung jawab moral dalam setiap tindakan.
Setelah membaca buku ini, pembaca akan menyadari bahwa tidak semua informasi yang sampai ke layar ponsel harus diteruskan kepada orang lain. Sebab dalam dunia yang dipenuhi kebisingan informasi, kemampuan menyaring sering kali jauh lebih berharga daripada kemampuan berbagi.
Buku ini sangat direkomendasikan bagi pelajar, mahasiswa, guru, aktivis dakwah, kader organisasi, dan masyarakat umum yang ingin menjadi pribadi yang lebih bijak, kritis, dan bertanggung jawab dalam menghadapi banjir informasi di era digital.
Resensi Cerpen Pangeran yang Selalu Bahagia Karya Orcar Wilde
“Tuhan tidak melihat rupa dan harta melainkan hati; hati yang luas tak bertepi, cinta yang dalam tak terajuk” Buku Pangeran yag Selalu Bahagia dan cerita-cerita...
Pulang yang Tidak Pernah Benar-Benar Sampai
Ada rindu yang tak pernah menemukan alamatnya sendiri Ia kemudian tumbuh, menua, dan tetap tertahan oleh sejarah Apalah kemudian arti dari kata pulang, jika sebuah...
Resensi Buku Negara Paripurna, Membedah Lunturnya Nilai Pancasila
Daftar IsiIsi dan Pokok Pemikiran BukuHistorisitas PancasilaRasionalitas PancasilaAktualitas PancasilaKeunggulan BukuKelemahan BukuPenilaian dan RelevansiBuku ini merupakan karya monumental Yudi Latif yang membedah Pancasila secara komprehensif, baik...
Resensi Buku Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Menceritakan sebuah keluarga miskin yang hidup tanpa punggung keluarga sejak Tania (sekitaran 8 tahun) dan Dede (umur 3 tahun) masih kecil, mereka hidup dalam...
Resensi Buku: Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati
Setiap orang pasti pernah merasa lelah dengan kehidupan: soal mimpi yang tak sampai, cinta yang kandas, atau hidup yang terasa biasa-biasa saja. Namun, pernahkah kita...
Resensi Buku Perempuan yang Menunggu di Lorong Menuju Laut
Daftar IsiSinopsis SingkatEkofeminisme dalam Konteks NusantaraKelebihan NovelKekurangan NovelPesan MoralRekomendasi & PenutupResensi BukuSOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Penulisan novel ini terinspirasi langsung dari realitas pahit di Pulau Sangihe, sebuah wilayah...
Rsesensi Buku 9 dari Nadira: Cermin Keberanian Leila S. Chudori
Leila S. Chudori (lahir 12 Desember 1962) adalah wartawan dan penulis produktif Indonesia. Sejak masa remaja, karya-karyanya dimuat di majalah anak-anak, dan ia juga bekerja...
Makna Cinta: Menjadi Autentik dengan Mencintai Tanpa Syarat Ala Søren Kierkegaard
Apa yang sebenarnya kita maksud ketika berkata, “Aku mencintaimu”? Apakah cinta hanyalah perasaan manis yang membuat jantung berdebar? Atau sekadar ketertarikan yang menyala dan padam...
Muhammadiyah, Best Practise Kewirausahaan Sosial di Indonesia
Judul Buku : Bangkitnya Kewirausahaan Sosial Indonesia: Kisah Muhammadiyah Penulis : M. Arsjad Rasjid P.M. Penerbit : Pustaka KSP Kreatif dan Kadin Indonesia Edisi :...
Merekam Jejak Pemikiran Pakar Pendidikan Muslim Modernis
Judul : Diskursus Pedagogi Kritis Kaum Muslim Modernis Penulis : Dr. Mohamad Ali Halaman: 152 halaman ISBN: 978-602-361-638-1 Cetakan: 1, Mei 2024 Penerbit: Muhammadiyah University...
Kemiskinan Tak Menghalangi Gapai Masa Depan
Judul buku : Dompet Ayah Sepatu Ibu Penulis : J.S. Khairen Penerbit : Grasindo Genre : Fiksi Tahun : Cetakan keenam, Januari 2024 Baca Juga...
Seruan Sang Muazin Bangsa
Judul : Islam Berkemajuan untuk Generasi Milenial Penulis : Hasnan Bachtiar Tahun terbit : 2023 Ketebalan : xlvi + 386 Ukuran : 14 x 21 cm Penerbit : Xpresi Books,...





