Sepanjang yang saya ketahui, ada dua buku yang mengupas perjalanan Sejarah Muhammadiyah kota Surakarta. Pertama, Matahari Terbit di Kota Bengawan yang ditulis oleh Dr Mohamad Ali dan Syifaul Arifin. Kedua, Merawat Intelektualisme Muhammadiyah (Refleksi Seabad Matahari Bersinar di Kota Bengawan) yang ditulis Dr Mohamad Ali.
Tentu saja saya yakin sumber-sumber tulisan lain tentang sejarah Muhammadiyah Solo ada, namun tercecer di berbagai sumber. Setidaknya, kehadiran dua buku ini bisa memberikan gambaran yang lebih utuh tentang Sejarah perjalanan Muhammadiyah Solo.
Sejarah tentu memiliki fungsi. Secara umum, Sejarah berfungsi sebagai sumber pengetahuan dan dijadikan media untuk menelusuri fakta dan kejadian yang terjadi di masa lampau. Sebagai ilmu pengetahuan, Sejarah setidaknya memiliki fungsi yaitu fungsi inspiratif, fungsi instruktif, dan fungsi rekreatif. Fungsi inspiratif, dimana Sejarah dapat menginspirasi seseorang agar menjadi pribadi yang lebih baik.
Mengapa? Sebab Sejarah memberikan dasar (instruktif) yang mengandung nilai-nilai perjuangan yang bisa dipetik oleh kita untuk belajar. Fungsi instruktif dan inspiratif Sejarah Muhammadiyah Solo bisa kita dapatkan di dua buku yang saya sebut di atas.
Satu hal lagi yang tidak boleh kita abai, bahwa Sejarah juga memiliki fungsi rekreatif. Fungsi ini tentu untuk memberikan hiburan dan rekreasi yang menggembirakan bagi masyarakat.
Seperti pergi ke museum misalnya atau kegiatan historical walking, yakni kegiatan rekreasi khususnya jalan-jalan di tempat yang memiliki nilai sejarah. Walaupun kegiatannya rekreasi, namun ini bisa menjadi media yang efektif untuk mewujudkan fungsi inspiratif dan instrutif dari Sejarah itu sendiri.
Historical Walking Sejarah Muhammadiyah Solo
Secara konsep, metode historical walking menjadi salah satu medium mengenalkan sejarah melalui kegiatan rekreasi, khususnya jalan-jalan di tempat yang memiliki nilai sejarah. Mempelajari sejarah dengan pendekatan ini memiliki potensi untuk menjadikan sejarah itu menarik dan membumi. Pandangan masyarakat umum yang memiliki kesan bahwa sejarah itu membosankan, salah satunya disebabkan metode penyampaiannya melalui hafalan.
Sejarah Muhammadiyah Solo memiliki perjalanan panjang dan mengandung nilai-nilai inspiratif bagi kaum muda dalam kiprah memajukan kualitas kehidupan yang lebih maju dalam dakwah di segala bidang. Kehadiran SATV, peran Keraton Kasunanan Solo, Kiprah Kyai Mochtar Boechori. Serta kyai Sontohartono sangat layak menjadi inspiratif bagi kaum muda dalam melakukan gerakan pengembangan kemajuan kehidupan umat. Terlebih daerah Keprabon yang sekarang menjadi kantor pusat dakwah Muhammadiyah Surakarta, memiliki cerita sejarah yang bisa dijadikan pelajaran hidup generasi penerus.
Perjalanan sejarah dakwah Muhammadiyah di Kota Surakarta memiliki nilai historis tinggi dalam pengembangan dakwah dan kehidupan umat. Narasi sejarah Muhammadiyah ini sangatlah penting di hayati dan dipelajari oleh generasi muda milenial, tujuannya agar generasi milenial memiliki kesadaran sejarah dan memetik nilai juang dalam memajukan kehidupan umat. Oleh karena itu, perlu ada kemasan edukasi yang bersifat mendidik dan menggembirakan, salah satunya dalam bentuk historical walking.
Kegiatan dalam bentuk history walk, menjadi salah satu medium mengenalkan sejarah melalui kegiatan rekreasi, khususnya jalan-jalan di tempat yang memiliki nilai sejarah seperti Balai Muhammadiyah Keprabon, lokasi Percetakan Persatuan, Sontohartanan, serta keraton Mangkunegaran yang memiliki narasi nilai sejarah pengembanagan kehidupan perlu dibumikan kepada generasi penerus. Terlebih, dengan hadirnya dua buku yang saya sebutkan diatas, menjadi sumber narasi yang perlu di bumikan melalui kegiatan ini agar nilai Kemuhammadiyahan membumi. Semoga wacana dalam tulisan ini bisa diwujudkan.
Dari GWO Sriwedari, Belajar Jadi Manusia Seutuhnya
Dua kali saya menyaksikan tampilan seni budaya dalam bentuk drama dan pagelaran seni daerah nusantara persembahan dari siswa SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta. Gelaran...
Membangun Amal Usaha Muhammadiyah Unggulan
Muhammadiyah adalah sebuah organisasi yang bergerak atas semangat al-Ma’un dan Al-Ashr (dari etos ke spirit peradaban) dan berkhidmat untuk membangun kemanusiaan, keumatan, kebangsaan, dan internasional...
Apa yang Bisa Dilakukan oleh Pimpinan Muhammadiyah dalam Menghadapi Penurunan Jumlah Warganya?
SURAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pernyataan Denny JA mengenai penurunan yang signifikan dalam jumlah warga Muhammadiyah dalam 20 tahun terakhir merupakan isu yang perlu dipertimbangkan dengan serius...
Mindful Learning dalam Pembelajaran Kimia
Materi kimia sangatlah menarik. Bila seorang guru mampu membangkitkan minat dan motivasi siswa, materi kimia bisa menjadi sarana berpikir kritis, kreatif, membentuk karakter ilmiah dan...
STEM and Digitalisation (3): Manpower Development, Coaching Students, and Reflective Thinking
Diskusi dan sharing pengelolaan pendidikan bersama akademisi Nanyang Polytechnic Singapura berlanjut sampai hari ke -10. Tema Pengembangan sumber daya manusia untuk pertumbuhan ekonomi, membangun cara...
Melekat Kelas Baru
Di awal tahun pelajaran baru, satuan pendidikan menyiapkan awal tahun pelajaran. Kegiatan awal tahun ditandai adanya berbagai kegiatan. Salah satunya adalah masa pengenalan lingkungan sekolah...
STEM and Digitalisation (2): Menciptakan Iklim dan Ekosistem Inovasi
Baca seri pertama dari artikel ini di sini Hari ke-2, 3, dan 4 pelatihan, kami berdialog dan sharing dengan Mr Yoon Eng Tong dalam forum...
Merawat Intelektualisme Muhammadiyah (Refleksi Seabad Matahari Bersinar di Kota Bengawan)
RESENSI BUKU Merawat Intelektualisme Muhammadiyah (Refleksi Seabad Matahari Bersinar di Kota Bengawan) Judul Buku : Merawat Intelektualisme Muhammadiyah (Refleksi Seabad Matahari Bersinar di Kota Bengawan)...
STEM And Digitalisation (1): Refleksi Teachers Course di Nanyang Polytechnic Singapura
Hari ini, Senin 17 Juli 2023 saya berkesempatan untuk belajar secara langsung bersama Dr Judy Emily dari Nanyang Polytechnic (NYP) Singapore untuk mendalami model pendidikan...
Romansa Guru Penggerak
Program guru penggerak merupakan bagian dari program merdeka belajar episode ke lima yang digagas oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Program guru pengerak adalah...
Buku Merawat Intelektualisme Muhammadiyah Telah Terbit
Kabar gembira bagi para aktivis dan kader Muhammadiyah di kota Solo. Pasalnya, buku karya Dr Mohamad Ali yang merupakan catatan–catatan sejarah pergerakan Muhammadiyah di kota...
Program Pendidikan Akhlak & Karakter di Perguruan Muhammadiyah Kottabarat
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Sekolah sebagai sebuah ekosistem pendidikan bagi siswa sangat strategis dalam menanamkan nilai-nilai unggul yang akan diserap siswa melalui pemahaman, pembiasaan dan keteladanan. Beragam...






