Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Tarjih & Tajdid

Pentingnya Pembelajaran Diskusi Kelompok Kecil dalam Pembelajaran Speaking

Renaldo Gaspie, S.Pd. (Guru Bahasa Inggris SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta), Editor: Yusuf R. Yanuri
Rabu, 14 Desember 2022 12:21 WIB
Pentingnya Pembelajaran Diskusi Kelompok Kecil dalam Pembelajaran Speaking
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Sumber: sampoernauniversity.ac.id

Di era revolusi industry 4.0, sudah tidak asing lagi mendengar pernyataan bahwa kemampuan berbicara bahasa asing khususnya bahasa Inggris merupakan keharusan yang wajib dimiliki oleh peserta didik demi eksistensi bersaing seiring berkembangannya zaman.

Namun permasalahan klasik yang sering terjadi di lingkungan sekolah adalah ukurangnya kecakapan berbahasa Inggris secara aktif yakni melalui lisan oleh peserta didik. Sekolah cenderung menjadi wadah yang hanya mengedepankan aspek teori semata dan cenderung mengesampingkan bahwa inti tujuan dari belajar suatu bahasa adalah memiliki kemampuan untuk berkomunikasi secara aktif dan natural.

Ada banyak faktor yang melatar belakangi kurangnya kemampuan berbahas Inggris secara aktif ini. Yakni kurangnya variasi metode pembelaharan dari guru dan kurangnya rasa percaya diri dari peserta didik untuk berbicara khususnya di depan kelas.

Rasa kurang nyaman yang sering dinyatakan oleh peserta didik dikarenakan kebanyakan dari mereka beranggapan bahwa situasi pembelajaran di dalam kelas kurang nyaman. Peserta didik memilki kumpulan kosa kata yang rendah sehingga mereka cenderung khawatir untuk melakukan kesalahan diakibatkan keterbatasan dalam pemahaman tata bahasa (grammar) dan pengucapan (pronounciation).

Kekhawatiran semacam ini bahkan sering diungkapkan oleh peserta didik yang sedang belajar di bangku SMA sekalipun.

Salah satu model pembelajaran yang mudah dan menyenangkan untuk digunakan adalah dengan Regu Kelompok Kecil (Small Group Discussion).

Di dalam model pembelajaran ini, guru akan membagi perserta didik di dalam kelompok kecil terdiri dari 3-4 anggota untuk mendiskusikan dan berlatih speaking sesuai dengan topik yang sedang dibicarakan.

Dampak dari implementasi model pembelajaran menggunakan regu kelompok kecil (Small Group Discussion) ini adalah peserta didik menjadi lebih aktif untuk mengikuti kegiatan speaking dalam bahasa Inggris.

Rata-rata nilai yang diperoleh peserta didik yang ditandai dengan kelancaran dan pemilihan kosa kata pun mengalami kenaikan.

Secara keseluruhan metode ini dapat menjadi salah satu jawaban untuk permasalahan pembelajaran yang dihadapi peserta didik. Selama ini, saat pembelajaran speaking, tidak sedikit dari peserta didik yang cenderung malu untuk berlatih dan tampil berbicara, terlebih saat guru meminta mereka tampil di depan kelas.

Namun, dengan menggunakan metode Small Group Discussion, peserta didik cenderung lebih berani karena mereka hanya diminta berlatih speaking bahasa Inggris di dalam kelompoknya saja. Hal ini tentu menciptakan suasana nyaman yang dapat mendukung pembelajaran speaking tersebut.

Di dalam strategi pembelajaran dalam Small Group Discussion, ditemukan beberapa dampak positif berkaitan dengan hasil percakapan yang ditampilkan oleh peserta didik. Hal ini disebabkan dalam Small Group Discussion, peserta didik yang tergabung di dalam kelompok yang sama memiliki keterkaitan dan juga kewajiban untuk saling memotivasi satu sama lain. Terutama apabila ada anggota yang mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dengan lebih percaya diri.

Di dalam Small Group Discussion, setiap anggota memiliki kesempatan untuk mendiskusikan ide dan alur percakapan yang ingin disampaikan. Peserta didik juga berkesempatan untuk menentukan pilihan kosa kata yang tepat yang akan digunakan di dalam percakapan mereka. Dengan kesempatan untuk memilih kosa kata ini berdampak pada alur ide percakapan yang lebih baik dan natural.

Berita Terbaru

Dari GWO Sriwedari, Belajar Jadi Manusia Seutuhnya

Dua kali saya menyaksikan tampilan seni budaya dalam bentuk drama dan pagelaran seni daerah nusantara persembahan dari siswa SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta. Gelaran...

Membangun Amal Usaha Muhammadiyah Unggulan

Muhammadiyah adalah sebuah organisasi yang bergerak atas semangat al-Ma’un dan Al-Ashr (dari etos ke spirit peradaban) dan berkhidmat untuk membangun kemanusiaan, keumatan, kebangsaan, dan internasional...

Apa yang Bisa Dilakukan oleh Pimpinan Muhammadiyah dalam Menghadapi Penurunan Jumlah Warganya?

SURAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pernyataan Denny JA mengenai penurunan yang signifikan dalam jumlah warga Muhammadiyah dalam 20 tahun terakhir merupakan isu yang perlu dipertimbangkan dengan serius...

Historical Walking, Ikhtiar Pembumian Nilai Kemuhammadiyahan

Sepanjang yang saya ketahui, ada dua buku yang mengupas perjalanan Sejarah Muhammadiyah kota Surakarta. Pertama, Matahari Terbit di Kota Bengawan yang ditulis oleh Dr Mohamad...

Mindful Learning dalam Pembelajaran Kimia

Materi kimia sangatlah menarik. Bila seorang guru mampu membangkitkan minat dan motivasi siswa, materi kimia bisa menjadi sarana berpikir kritis, kreatif, membentuk karakter ilmiah dan...

STEM and Digitalisation (3): Manpower Development, Coaching Students, and Reflective Thinking

Diskusi dan sharing pengelolaan pendidikan bersama akademisi Nanyang Polytechnic Singapura berlanjut sampai hari ke -10. Tema Pengembangan sumber daya manusia untuk pertumbuhan ekonomi, membangun cara...

Melekat Kelas Baru

Di awal tahun pelajaran baru, satuan pendidikan menyiapkan awal tahun pelajaran. Kegiatan awal tahun ditandai adanya berbagai kegiatan. Salah satunya adalah masa pengenalan lingkungan sekolah...

STEM and Digitalisation (2): Menciptakan Iklim dan Ekosistem Inovasi

Baca seri pertama dari artikel ini di sini Hari ke-2, 3, dan 4 pelatihan, kami berdialog dan sharing dengan Mr Yoon Eng Tong dalam forum...

Merawat Intelektualisme Muhammadiyah (Refleksi Seabad Matahari Bersinar di Kota Bengawan)

RESENSI BUKU Merawat Intelektualisme Muhammadiyah (Refleksi Seabad Matahari Bersinar di Kota Bengawan) Judul Buku : Merawat Intelektualisme Muhammadiyah (Refleksi Seabad Matahari Bersinar di Kota Bengawan)...

STEM And Digitalisation (1): Refleksi Teachers Course di Nanyang Polytechnic Singapura

Hari ini, Senin 17 Juli 2023 saya berkesempatan untuk belajar secara langsung bersama Dr Judy Emily dari Nanyang Polytechnic (NYP) Singapore untuk mendalami model pendidikan...

Romansa Guru Penggerak

Program guru penggerak merupakan bagian dari program merdeka belajar episode ke lima yang digagas oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Program guru pengerak adalah...

Buku Merawat Intelektualisme Muhammadiyah Telah Terbit

Kabar gembira bagi para aktivis dan kader Muhammadiyah di kota Solo. Pasalnya, buku karya Dr Mohamad Ali yang merupakan catatan–catatan sejarah pergerakan Muhammadiyah di kota...

Leave a comment