Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right

Belajar SBdP Lebih Menyenangkan dengan Project Based Learning (PjBL)

Nikmah Hidayati (Kaur Humas SD Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta), Editor: Yusuf R. Yanuri
Kamis, 16 Februari 2023 17:11 WIB
Belajar SBdP Lebih Menyenangkan dengan Project Based Learning (PjBL)

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Dalam peningkatan kreatifitas dan motivasi belajar di kelas, pemilihan model pembelajaran menjadi sangat penting. Pemilihan model pembelajaran yang tidak tepat akan memicu berbagai permasalahan yang terjadi di dalam kelas.

Model Project Based Learning (PjBL) merupakan salah satu pengelolaan pembelajaran yang dapat diaplikasikan dalam rangka meningkatkan kreatifitas dan motivasi belajar murid. PjBL dibangun atas kegiatan pembelajaran dan tugas nyata yang terkait dengan kehidupan sehari-hari, sehingga memberikan tantangan bagi murid untuk dipecahkan secara berkelompok.

Widardiyanto Kurnia Fachruddin, guru mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) kelas IV SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta menerapkan model pembelajaran PjBL dalam materi jenis-jenis alat musik berdasarkan sumber bunyi, fungsi, dan cara memainkannya, Senin (14/2/2023).

Menurut Fachruddin, PjBL merupakan model pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi dan kreatifitas, di mana murid secara berkelompok dapat bebas dalam merencanakan aktivitas belajar, melaksanakan proyek, dan menghasilkan produk kerja yang bisa dipresentasikan di depan kelas.

“Model PjBL adalah pembelajaran yang menikberatkan pada masalah sehari-hari dan melatih murid untuk berfikir kritis,” ujarnya.

Selanjutnya, Fachruddin mengungkapkan enam langkah pembelajaran pada model Project Based Learning. Langkah pertama, penentuan pertanyaan mendasar. Dalam kegiatan ini guru mengajukan pertanyaan pemantik.

“Sudahkah kalian mengenal jenis-jenis alat musik?” “Dalam praktik di lingkungan sekitar, pernahkah kalian melihat gambar atau video terkait jenis-jenis alat musik secara langsung ataupun di media?”

Langkah kedua, mendesain perencanaan projek. Guru membagi murid menjadi beberapa kelompok, setiap kelompok berjumlah empat anak yang heterogen. Murid mempersiapkan diri, meliputi persiapan alat, bahan, media, dan sumber yang dibutuhkan.

Langkah ketiga, menyusun jadwal pelaksanaan projek. Guru dan murid membuat kesepakatan tentang jadwal pembuatan produk dan menyusun jadwal penyelesaian projek dengan waktu yang telah ditentukan bersama selama 10 menit. Projek direncanakan selesai dalam tiga pertemuan pembelajaran.

Langkah keempat, memonitor keaktifan dan perkembangan projek. Murid melakukan pembuatan projek tentang jenis-jenis alat musik. Bahan dan alat dapat disiapkan murid dari rumah dalam setiap kelompok. Sesuai dengan langkah-langkah yang sudah disampaikan oleh guru. Guru selanjutnya memantau keaktifan murid selama melaksanakan projek dan membimbing jika murid mengalami kesulitan.

Langkah kelima, menguji hasil. Pada langkah ini, guru bersama murid berdiskusi. Membahas kelayakan projek yang telah dibuat dan yang akan dipaparkan di depan kelas.

Langkah keenam, evaluasi pengalaman belajar. Setiap kelompok mempresentasikan secara bergantian dan menjelaskan hasil produk yang telah buat. Guru menanggapi hasil dan memberi apresiasi.

Menurut salah satu murid kelas IV, Nismara Pragya Chedrina Agung, kegiatan pembelajaran SBdP menjadi sangat menyenangkan.

“Pembelajarannya sangat menyenangkan, karena langsung membuat projek dan seru karena kelompok saya dalam membuat projek paling besar dan banyak artikel yang terkumpul,” ungkapnya.

Berita Terbaru

Selama Ramadan, Masjid Al-Munir UMPKU Siapkan Iftar Gratis

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Semarak menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah mulai terasa di Masjid Al Munir UMPKU di kampus dua, tepatnya di Jl. Kolonel Sutarto, Jebres, Kota...

Belajar Mendalam pada Ramadan

Pembelajaran mendalam (deep learning) adalah pendekatan pedagogis yang menitik beratkan pada kedalaman pemahaman dan penguasaan konsep, tidak lagi pada luasnya materi atau hapalan fakta semata. Siswa yang...

Ruang Imajiner: Ahmad Dahlan, Hasyim Asy’ari, dan Rakyat Membahas Penentuan 1 Syawal 2026

Malam itu, langit terasa berbeda. Takbir belum berkumandang, tetapi perdebatan sudah riuh di mana-mana. Di masjid, di grup WhatsApp, bahkan di warung kopi, satu pertanyaan...

Ketika Silaturahmi Berubah Jadi Panggung Kesombongan

Idulfitri seharusnya menjadi momen paling sakral dalam perjalanan spiritual seorang Muslim. Setelah sebulan penuh berpuasa, menahan diri, dan melatih keikhlasan, hari kemenangan itu datang sebagai...

Berikut Lokasi Salat Idulfitri yang Digelar Muhammadiyah Kota Solo

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan Idulfitri 1447 Hijriah jatuh pada Jumat (20/3/2026). Keputusan tersebut mengacu kepada Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) yang mulai...

Idulfitri : Kembali dalam Pelukan Fitrah

Malam-malam terakhir Ramadan selalu terasa berbeda. Ada haru yang sulit dijelaskan, seolah waktu berjalan lebih cepat dari biasanya. Doa-doa dipanjatkan dengan lebih lirih, istighfar diulang...

Puasa Sepanjang Tahun

Saat bulan Ramadan berlalu, pertanyaan penting yang patut diajukan adalah: what’s next? Apakah puasa selesai bersama berakhirnya Ramadan, atau justru di situlah puasa yang sesungguhnya...

Buka Bersama PCPM Kobeng: Perkuat Ukhuwah dalam Bulan Penuh Berkah

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kota Bengawan menggelar buka bersama pada Selasa (17/3/2026). Kegiatan yang bertempat di lantai 3 Masjid Nurul Hidayah Mojo Semanggi...

Gembleng Karakter Sejak Dini, Siswa Kelas I SD Muhammadiyah PK Solo Ikuti Pesantren Ramadan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Sebanyak 84 murid kelas I SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti kegiatan Pesantren Ramadan 1447 Hijriah guna menanamkan nilai religiusitas dan kemandirian...

Regulasi Medsos Anak Disorot, Literasi Digital Jadi Kunci

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menerbitkan Kebijakan yang membatasi akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun dinilai sebagai langkah preventif dalam...

Zakat Fitrah dan Dampak Sosialnya pada Masyarakat

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Zakat fitrah menjadi salah satu ibadah wajib bagi umat Islam menjelang Hari Raya Idulfitri. Setiap muslim yang mampu diwajibkan menunaikan zakat ini sebagai bentuk...

Pengkaderan Berkemajuan Tidak Harus Mahal

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Pengkaderan Muhammadiyah yang berkemajuan tidak harus mahal. Hal itu diungkapkan Ketua Majelis Pembina Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Solo,...

Leave a comment