
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Lima mahasiswa Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengembangkan gagasan Blackout Protocol, sebuah konsep protokol kontingensi kota untuk menghadapi pemadaman listrik total atau blackout berkepanjangan.
Gagasan tersebut membawa mereka lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa bidang Video Gagasan Konstruktif (PKM-VGK) yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Belmawa. Pengumuman pendanaan disampaikan pada 23 Mei 2026.
Blackout Protocol dikembangkan melalui proposal berjudul “Blackout Protocol: Model Kontingensi Kota di Ambang Chaos Akibat Dampak Global Shutdown Energi di Indonesia”. Tim terdiri atas Reyhana Elsa sebagai ketua, bersama Muthia Azizah, Ardianto Wahyu, Fais Bayu, dan Afkar Fakhru. Mereka berasal dari Program Studi Ilmu Komunikasi dan Teknik Informatika FKI UMS.
Alih-alih hanya memikirkan sumber listrik cadangan atau proses pemulihan jaringan, tim mengarahkan gagasannya pada persoalan yang muncul ketika sebuah kota harus tetap menjalankan layanan dasar dalam kondisi jaringan listrik utama belum kembali normal.
Ketua tim, Reyhana Elsa, mengatakan gagasan tersebut muncul dari perhatian terhadap kerentanan sistem energi akibat berbagai gangguan, mulai dari bencana hingga dinamika global.
Tim juga mempertimbangkan sejumlah peristiwa, termasuk pemadaman besar Jawa-Bali pada 2019, dampak bencana banjir di Aceh pada 2025, serta ketegangan geopolitik di Selat Hormuz yang dapat berpengaruh terhadap pasokan energi global.
“Kalau blackout total benar-benar terjadi, ada beberapa sektor yang menurut kami paling menentukan keberlangsungan masyarakat, yaitu kesehatan, perbankan, lalu lintas, dan air. Oleh karena itu, keempat sektor ini yang jadi fokus kami,” ujar Reyhana, Jumat (11/9/2026).
Blackout Protocol dirancang untuk mengatur sejumlah aspek ketika kondisi darurat terjadi, seperti layanan prioritas, sumber energi cadangan, titik pelayanan, hingga mekanisme masyarakat memperoleh layanan ketika listrik dan jaringan komunikasi mengalami gangguan.
Pada sektor layanan vital, tim mengusulkan pemanfaatan panel surya sebagai sumber energi cadangan. Sejumlah fasilitas seperti rumah sakit, ATM di lokasi strategis, dan lampu lalu lintas menjadi titik yang diprioritaskan agar tetap dapat beroperasi selama pemadaman.
Khusus lampu lalu lintas, keberadaan sumber energi cadangan diharapkan dapat menjaga pengaturan arus kendaraan sehingga risiko kecelakaan di persimpangan dapat ditekan ketika sistem kelistrikan utama terhenti.

Lima mahasiswa Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengembangkan gagasan Blackout Protocol, sebuah konsep protokol kontingensi kota untuk menghadapi pemadaman listrik total atau blackout berkepanjangan. (Humas)
Tim juga merancang sistem untuk menjaga akses air bersih melalui AQUARES atau Autonomous Water Resilience System. Perangkat ini dirancang memanfaatkan panel surya untuk memompa air tanah dari sumur dalam menuju reservoir, kemudian mendistribusikannya ke kawasan permukiman melalui jaringan pipa bawah tanah.
Akses masyarakat terhadap air dirancang menggunakan kartu RFID yang dapat bekerja secara luring. Dengan demikian, layanan air tetap dapat dimanfaatkan meskipun jaringan internet dan komunikasi ikut terdampak akibat blackout.
Menurut Reyhana, pendekatan yang secara khusus mengatur keberlangsungan layanan kota ketika pemadaman total berlangsung masih belum banyak mendapat perhatian.
Selama ini, pembahasan ketahanan energi lebih banyak berfokus pada pasokan, jaringan, sumber pembangkit, dan pemulihan teknis setelah gangguan. Sementara itu, Blackout Protocol mencoba menyatukan keberlangsungan sejumlah layanan dasar dalam satu skenario kesiapsiagaan.
Kebaruan gagasan tersebut, lanjut Reyhana, bukan hanya pada penggunaan panel surya atau pengembangan AQUARES. Hal yang menjadi perhatian utama adalah integrasi berbagai solusi ke dalam satu protokol yang telah disiapkan dan dapat diaktifkan ketika kondisi darurat terjadi.
Dosen pendamping tim, Siti Azizah Susilawati, menilai gagasan mahasiswa tersebut menawarkan perspektif berbeda dalam melihat ketahanan kota terhadap krisis energi.
“Program pemulihan yang sudah dilakukan oleh pemerintah kita selama ini fokusnya ke infrastruktur besar dan cenderung di bagian teknis, belum sampai ke kebutuhan operasional warga sehari-hari. Padahal saat krisis, layanan kesehatan, transaksi keuangan, lalu lintas, sampai air bersih itu semua hal yang tidak bisa ditunda sehingga gagasan Blackout Protocol dinilai relevan untuk dikembangkan,” ujarnya.
Melalui gagasan tersebut, tim berharap pemerintah daerah dan pemangku kepentingan memiliki dua lapis kesiapsiagaan, yakni skenario pemulihan jaringan listrik sekaligus protokol untuk menjaga layanan vital tetap berjalan selama masa gangguan.
Dengan protokol yang disiapkan sejak kondisi normal, respons terhadap blackout berskala luas tidak harus dimulai dari nol. Prioritas layanan, sumber daya cadangan, lokasi pelayanan, serta mekanisme operasional telah ditentukan sebelum krisis terjadi.
Gagasan tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya pendekatan lintas disiplin dalam menghadapi krisis energi. Kolaborasi mahasiswa Ilmu Komunikasi dan Teknik Informatika mempertemukan aspek teknologi dengan komunikasi, koordinasi, dan tata kelola respons sehingga kesiapsiagaan kota tidak hanya bergantung pada kemampuan memulihkan listrik, tetapi juga menjaga aktivitas dasar masyarakat tetap berlangsung.
AI Bantu Hakim Susun Putusan, Guru Besar UMS Tekankan Pentingnya Integritas
PONTIANAK, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Perkembangan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) mulai memengaruhi cara kerja berbagai profesi, termasuk di lingkungan peradilan. Teknologi tersebut dapat membantu hakim mencari...
Masta PMB UMS 2026 Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Ribuan Mahasiswa Baru
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sekitar 8.195 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendapat pengalaman berbeda dalam rangkaian Masa Ta’aruf Penyambutan Mahasiswa Baru (Masta PMB) dan Ekspo Unit...
Ribuan Mahasiswa Baru Meriahkan Ekspo UKM UMS 2026, Kenali Minat dan Bakat
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Ribuan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memadati Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan dalam Ekspo Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) 2026. Kegiatan tersebut menjadi...
725 Mahasiswa Baru FKIP UMS Ikuti Masta IMM, Didorong Jadi Akademisi Humanis
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sebanyak 725 mahasiswa baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengikuti Masa Ta’aruf Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Masta IMM) sebagai...
Dari Karya ke Etalase Digital, UMS Dampingi Guru SLB Kembangkan Wirausaha Siswa
KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat keberlanjutan program Difabel Berwirausaha melalui pelatihan bagi guru SLB Anugerah...
Awardee Beasiswa BAZNAS di UMS Dibekali Bahasa Asing untuk Hadapi Dunia Global
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Kemampuan bahasa asing menjadi salah satu bekal yang diperkuat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bagi mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB). Melalui mentoring yang...
Pondok Shabran UMS Perkuat Literasi untuk Cetak Kader Ulama Adaptif
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sebanyak 186 mahasantri Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengawali perkuliahan Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027 melalui Stadium General di Aula...
Seboto Smart Farming UMS Masuk Tahap Monev, Teknologi IoT Pertanian Ditinjau
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (HMP PTI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjalani Monitoring dan...
Bukan Sekadar Ziarah, Ini yang Dipetik Mahasiswa UMS dari Jejak Prof. R. Soeharso
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (HMP PTI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) turut mengikuti upacara...
UMS Dampingi Pekerja Migran di Korsel Kelola Keuangan dan Persiapkan Masa Depan
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Korea Selatan mendapat pembekalan mengenai pengelolaan keuangan dan kesehatan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PkM-KI) Universitas...
IMM UMS Sambut Mahasiswa Baru, Tegaskan Peran Mahasiswa sebagai Pejuang Perubahan
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Ketua Koordinator Komisariat (Korkom) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Rizki Damarjati Wicaksono, mengajak mahasiswa baru menjadikan masa kuliah sebagai awal...
Bukan Sekadar Penyambut, Duta Masta UMS Dampingi Mahasiswa Baru hingga Lulus Masta
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Kemeriahan Masa Ta’aruf Penerimaan Mahasiswa Baru (Masta PMB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan, Kamis (3/9/2026), tidak lepas dari...






