
SEMARANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Magister Ilmu Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Abi Umaroh, menggagas Youth Clean Air Movement for Tobacco Control (YCAM-TC) 2026 untuk melibatkan pelajar dalam pengawasan penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kota Semarang.
Program tersebut dikembangkan melalui kajian dan advokasi kebijakan yang dilakukan Youth Impact Circle (YIC). Pelajar tidak hanya menjadi sasaran edukasi mengenai bahaya rokok, tetapi juga didorong untuk mengenali pelanggaran, melakukan pemantauan, melaporkan temuan, hingga menyusun rekomendasi kebijakan.
Gagasan tersebut berangkat dari temuan YIC yang mengidentifikasi 375 titik iklan rokok di Kota Semarang. Sebanyak 364 titik atau sekitar 97 persen di antaranya berada dalam radius 500 meter dari satuan pendidikan. Kondisi tersebut diperkirakan membuat sedikitnya 74.578 pelajar berpotensi terpapar iklan rokok setiap hari.
“YCAM-TC ini merupakan program yang lahir dari rangkaian advokasi kebijakan Kawasan Tanpa Rokok yang sudah kita jalankan selama satu tahun terakhir. Melalui program ini kami berharap pelajar mampu meningkatkan pemahamannya tentang bahaya produk tembakau dan berani melaporkan jika terdapat pelanggaran terhadap aturan KTR di lingkungan sekolahnya,” ujar Abi yang menjadi Project Leader YCAM-TC 2026, Jumat (11/9/2026).
Menurut Abi, keterlibatan pelajar diperlukan agar pengawasan KTR tidak hanya bergantung pada pemerintah maupun organisasi masyarakat. Pelajar dapat berperan langsung di lingkungan sekolah melalui edukasi teman sebaya, pemantauan, pelaporan, dan penyusunan rekomendasi berdasarkan kondisi yang mereka temukan.
Isu pengendalian tembakau juga menjadi bagian dari kebijakan nasional dan daerah. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat terdapat 5,9 juta perokok anak. Sementara itu, Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 mengatur pembatasan penempatan iklan rokok dalam radius 500 meter dari satuan pendidikan dan kawasan bermain anak.
Di tingkat daerah, Kota Semarang telah memiliki Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2013 tentang Kawasan Tanpa Rokok. YCAM-TC 2026 mencoba memperkuat implementasi kebijakan tersebut melalui partisipasi anak muda.
Program tersebut merupakan kolaborasi YIC dengan Pemerintah Kota Semarang dan sejumlah organisasi kepemudaan. Sejumlah pihak yang terlibat antara lain Indika Foundation, Komite Nasional Pengendalian Tembakau, IYCTC, Indonesia SOS, dan WeUS Youth Community.
Dari unsur pemerintah, program tersebut melibatkan Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Mochamad Abdul Hakam, serta Sekretaris Satpol PP Kota Semarang Marthen Stevanus Dacosta.

Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin.
Wakil Wali Kota Semarang mengapresiasi keterlibatan anak muda dalam mendorong advokasi KTR. Menurutnya, gerakan semacam itu perlu diperluas agar pesan mengenai bahaya asap rokok dapat menjangkau pelajar secara lebih dekat. “Saya berharap kegiatan serupa dapat semakin sering dilaksanakan agar kesadaran pelajar terhadap bahaya asap rokok terus meningkat,” ujarnya.
Selain mendapatkan pemahaman mengenai kebijakan dan pengendalian tembakau, peserta YCAM-TC 2026 memperoleh pembekalan teknis mengenai mekanisme pelaporan. Sekretaris Satpol PP Kota Semarang menjelaskan informasi yang perlu disertakan dalam laporan, mulai dari lokasi, waktu, kronologi, hingga dokumentasi.
Peserta juga diperkenalkan dengan sejumlah kanal pengaduan yang dapat digunakan untuk menyampaikan laporan terkait dugaan pelanggaran KTR. Dari sisi kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang memaparkan dampak paparan asap rokok, antara lain gangguan pernapasan, peningkatan risiko penyakit jantung, iritasi mata, hidung dan tenggorokan, hingga kanker.
Sementara itu, perwakilan Komite Nasional Pengendalian Tembakau, Sarah Muthiah W, memberikan pemahaman mengenai strategi industri tembakau dalam menjadikan anak muda sebagai bagian dari pasar masa depan.
Pembekalan YCAM-TC 2026 telah dimulai secara daring pada 29 Agustus hingga 4 September 2026. Materi yang diberikan mencakup temuan pelanggaran KTR di lingkungan pendidikan, penegakan KTR dalam mendukung Kota Layak Anak, partisipasi pelajar dalam kebijakan daerah, serta peran anak muda sebagai agen perubahan.
Setelah mengikuti pembekalan, peserta diarahkan menjadi agen tobacco control di sekolah masing-masing. Mereka akan menjalankan edukasi teman sebaya, melakukan pemantauan KTR, melaporkan dugaan pelanggaran, serta menyusun policy brief berdasarkan temuan di lapangan.
Program yang mengangkat tema “Bersama Wujudkan Lingkungan Belajar yang Sehat, Nyaman dan Bebas dari Asap Rokok” tersebut kemudian dilanjutkan dengan kegiatan luring sekaligus Grand Opening pada 6 September 2026 di Aula dr. Hasan Sulaiman, Dinas Kesehatan Kota Semarang.
Melalui YCAM-TC 2026, Abi dan YIC mendorong pelajar mengambil peran lebih aktif dalam kebijakan yang menyangkut lingkungan mereka. Keterlibatan mahasiswa Magister Ilmu Hukum UMS dalam program tersebut juga memperlihatkan bagaimana pengetahuan akademik dapat diterjemahkan menjadi advokasi kebijakan dan gerakan partisipatif untuk membangun lingkungan pendidikan yang lebih sehat.
Tiba-tiba Ingat Seseorang, Benarkah Dia Juga Memikirkan Kita?
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pernah tiba-tiba teringat seseorang, lalu tidak lama kemudian orang tersebut menghubungi atau muncul di hadapan kita? Sebagian orang menganggap pengalaman itu sebagai tanda...
Grup Band Mess in Balance Tuntaskan “Sacred of Ignin Tour” di Lima Kota
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Band rock asal Kota Solo, Mess in Balance (MIB), telah menuntaskan rangkaian tur bertajuk “Sacred of Ignis Tour” di lima kota, yakni Jakarta, Depok,...
Mahasiswa dan Alumni UMS Bersatu Membangun Kepedulian melalui Organisasi Al-Barokah
KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Mahasiswa dan alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang tergabung dalam organisasi Al-Barokah mengadakan kegiatan sosial di Panti Disabilitas Anugrah, Kepoh RT 05/06, Desa Tohudan,...
Wayang dari Sak Semen Jadi Media Edukasi Lingkungan di Solo
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Dwi Jatmiko, mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan sampah untuk mencegah kerusakan lingkungan melalui media wayang berbahan...
Prof. Aidul Fitriciada Azhari Jelaskan Putusan MK tentang Ijazah Gibran
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pakar hukum tata negara Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Aidul Fitriciada Azhari, menjelaskan bahwa putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait perkara syarat pendidikan dan dokumen...
Kekeringan di Ngasinan, MIM 01 Manyaran Kirim Tangki Air Bersih
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 01 Manyaran, Karanggede, menyalurkan bantuan dua tangki air bersih kepada warga Dusun Ngasinan, Kecamatan Wonosegoro, Boyolali, Rabu (7/10/2026). Bantuan...
Pura Mangkunegaran Jadi Ruang Archfest 2026, Arsitek dan Mahasiswa Kolaborasi
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Ikatan Alumni Teknik Arsitektur (IATA), Program Studi S1 Arsitektur, dan Program Profesi Arsitek (PPAr) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersinergi dalam penyelenggaraan Archfest 2026....
RS PKU Muhammadiyah Surakarta Salurkan 12 Tangki Air ke Boyolali
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- RS PKU Muhammadiyah Surakarta bersama Lazismu KL RS PKU Muhammadiyah Surakarta, PDAM Surakarta, dan sejumlah pihak menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak...
Umrah ke Tanah Suci, Dwi Jatmiko Bawa Pengalaman Spiritual
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Menunaikan ibadah umrah menjadi pengalaman spiritual sekaligus pembelajaran mendalam bagi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab, Dwi Jatmiko. Dai Champions Standardisasi...
KBIH Al Kautsar Muhammadiyah Kelas Klego Gelar Manasik Haji Bagi 101 Calon Jemaah
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Al Kautsar Muhammadiyah Kabupaten Boyolali sukses menggelar praktik manasik haji mandiri untuk kelas Klego, Ahad (4/10/2026). Kegiatan yang dipusatkan...
RS PKU Muhammadiyah Surakarta Tekankan Bahaya Bullying pada Acara MES Surakarta & Asbisindo Goes to School
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-RS PKU Muhammadiyah Surakarta turut ambil bagian dalam memeriahkan agenda Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Surakarta dan Perkumpulan Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Goes to School...
Dari Solo ke Forum Asia Pasifik, Mahasiswa UMS Angkat Isu Sampah Pangan
JAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Isu pengurangan food loss and food waste tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga beririsan dengan keadilan pangan, perubahan iklim, dan kebijakan publik....






