Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Umum

Paradoks Era Digital: Demokratis, tapi Krisis Etika

Alvian, Editor: Alan Aliarcham
Sabtu, 14 Maret 2026 20:31 WIB
Paradoks Era Digital: Demokratis, tapi Krisis Etika
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Ilustrasi dunia digital dan media sosial.

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Perkembangan teknologi digital membuka ruang kebebasan baru bagi masyarakat dalam menyuarakan suara, menyampaikan pengalaman, hingga mengawasi kekuasaan. Namun, di balik peluang tersebut, muncul persoalan lain yang tak kalah serius dalam era keterbukaan yaitu menciptakan krisis etika dalam ruang digital.

Dosen mata kuliah Media dan Budaya Siber Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Mulia Ramadhan Fauzani, menyebut kondisi ini sebagai paradoks era digital. Menurut Mulia, digitalisasi membawa demokratisasi informasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Media sosial memungkinkan memberikan peluang kepada siapa pun dalam menyampaikan apa yang mereka lihat, rasakan, dan alami. “Digitalisasi menghadirkan demokratisasi. Siapa pun bisa melaporkan apa yang dia alami, apa yang dia lihat, dan apa yang dia rasakan,” ujarnya, Rabu (11/3/2026)

Fenomena ini pernah terlihat dalam berbagai gerakan sosial global. Ia menyinggung gelombang protes masyarakat di negara-negara Arab pada awal 2010-an yang memanfaatkan media sosial untuk mengekspresikan kekuatan publik. Di Indonesia, ruang digital juga menjadi tempat generasi muda menyuarakan kritik terhadap kebijakan negara.

Namun kebebasan itu, kata Mulia, berjalan beriringan dengan munculnya krisis adab di ruang digital. Ia menilai kekerasan yang sebelumnya terjadi secara fisik kini berpindah ke dunia maya dalam bentuk kekerasan mental. “Di dunia digital kekerasannya bukan lagi kekerasan fisik, tapi kekerasan mental,” katanya.

Berbagai bentuk dapat dilihat dalam praktik-praktik cyberbullying, ujaran kebencian, hingga fenomena cancel culture yang sering terjadi di media sosial. Bahkan, kata dia, tidak jarang publik memperdebatkan pendapat medis dari seorang dokter yang jelas memiliki expertise skill di bidangnya.

Dosen mata kuliah Media dan Budaya Siber Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Mulia Ramadhan Fauzani.

Dosen mata kuliah Media dan Budaya Siber Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Mulia Ramadhan Fauzani.

Data global juga menunjukkan persoalan tersebut. Dalam survei kesantunan digital yang pernah dirilis Microsoft dalam studi tahunannya, “Civility, Safety, and Interactions Online – 2020” – bersama dengan temuan dari Digital Civility Index (DCI) 2020., Indonesia tercatat berada di peringkat 29 dari 32 negara yang disurvei, bahkan menjadi yang terendah di kawasan Asia Pasifik.

Temuan itu memperlihatkan bahwa persoalan etika bermedia di Indonesia masih menjadi tantangan besar. Meski demikian, Mulia menilai persoalan ini tidak sepenuhnya berasal dari karakter masyarakat. Ia melihat ada banyak lapisan penyebab, mulai dari kultur sosial hingga lemahnya regulasi yang mengatur ruang digital.

Dalam konteks ini, ia mengapresiasi langkah pemerintah yang membatasi penggunaan media sosial bagi anak di bawah umur sebagai upaya melindungi generasi muda dari konten negatif. Akan tetapi menurutnya, kebijakan tersebut tidak cukup jika tidak disertai dengan penguatan literasi digital masyarakat.

Ia menilai anak-anak tetap bisa mengakses media sosial melalui perangkat milik orang tua sehingga persoalan utamanya tetap pada kemampuan masyarakat memahami dan menyaring informasi. “Pemerintah juga harus membekali masyarakat supaya bisa mandiri menavigasi diri mereka di dunia digital,” ujarnya.

Mulia juga menyoroti fenomena buzzer dan bot di media sosial yang bekerja secara terstruktur, sistematis, dan masif, terutama pada momentum politik seperti pemilu. Konten yang diproduksi sering kali dirancang untuk memancing kemarahan publik melalui informasi yang tidak utuh.

Di tengah kondisi tersebut, ia menilai literasi digital menjadi kunci bagi masyarakat untuk menghadapi dinamika ruang digital. Pengguna media sosial perlu belajar memeriksa sumber informasi, menilai kredibilitas media, serta memahami kelengkapan data sebelum mempercayai suatu konten.

Bagi Mulia, ruang digital Indonesia sebenarnya masih relatif terbuka dibandingkan beberapa negara lain yang lebih ketat membatasi ekspresi warganya. Namun dalam beberapa tahun terakhir, ia melihat munculnya gejala yang mengkhawatirkan, mulai dari meningkatnya pengawasan digital hingga maraknya kejahatan siber seperti penipuan digital, pinjaman online ilegal, dan judi daring.

Karena itu, menurutnya, perbaikan ruang digital tidak bisa hanya mengandalkan regulasi semata. Diperlukan kesadaran kolektif masyarakat untuk membangun budaya bermedia yang lebih beretika. Tanpa itu, ruang digital berpotensi terus menjadi cermin sisi gelap masyarakat yang sebelumnya tersembunyi di dunia nyata.

Berita Terbaru

Ustaz Adi Sulistyo Isi Kajian Bakda Subuh di Masjid Balai Muhammadiyah Kota Solo

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Kajian bakda Subuh di Masjid Balai Muhammadiyah PDM Kota Solo, Jumat (13/03/2026), diisi oleh Ustaz Adi Sulistyo yang menyampaikan materi tentang kriteria...

Mahasantri Pondok Shabran UMS Inisiasi Ramadhan Island Fest 1447 H di Raja Ampat

RAJA AMPAT, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Mahasantri Pondok Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang juga Dai Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LDK PP Muhammadiyah), Ari Hardianto, menggagas penyelenggaraan...

Bank Jateng Syariah KCPS UMS Gelar Jalan Senja Bersama Mitra UMKM

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai kegiatan Jalan Senja yang digelar oleh Bank Jateng Syariah KCPS UMS bersama para pelaku UMKM di wilayah Menco Raya, Kartasura, Sukoharjo, Rabu...

Negara vs Big Tech: Dosen FHIP UMS Soroti Kedaulatan Digital Indonesia

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Langkah tegas Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam memberikan peringatan keras kepada raksasa teknologi Meta dinilai sebagai momentum krusial penegasan kedaulatan digital nasional. Peringatan...

Tokoh Masyarakat Apresiasi Silaturahmi Ramadan UMS, Dorong Kolaborasi Dakwah

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Kegiatan Pengajian Ramadan dan Silaturahmi yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendapat apresiasi positif dari para tokoh masyarakat dan takmir masjid di sekitar kampus....

Menurunnya Minat Menjadi Anggota BEM, Pembina Soroti Tantangan Aktivisme 4.0

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret (FKIP UNS) melaksanakan pelantikan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP UNS yang bertempat di Aula Gedung...

Pelantikan Pengurus BEM FKIP UNS: Dekan dan Wakil Dekan Mendorong Mahasiswa Berkarakter “Juara”

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret (FKIP UNS) secara resmi melantik 181 pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP UNS dalam sebuah prosesi...

Pesantren Jurnalistik Muhammadiyah Jateng Pacu Akselerasi Dakwah Digital

SEMARANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Jurnalistik merupakan bagian dari dakwah amar makruf nahi mungkar yang dilakukan melalui tulisan. Profesi ini dinilai sangat mulia, bahkan telah dicontohkan oleh KH Ahmad...

Andy Ratmanto Sampaikan Kultum Salat Tarawih di Masjid Al-Hikmah Danukusuman

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ketua Majelis Kader Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM Banjarsari, Kota Solo, Andy Ratmanto, belum lama ini menyampaikan kultum salat Tarawih di Masjid Al-Hikmah yang dikelola...

FGM Boyolali Siapkan Halal Bihalal Guru Muhammadiyah Se-Kabupaten

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Boyolali menggelar rapat koordinasi persiapan Halal Bihalal Guru Muhammadiyah se-Kabupaten Boyolali baik guru SD/MIM, SLTP/MTSM/ SLTA Muhammadiyah pada Selasa...

Membangun Cabang dan Ranting Perlu Kolaborasi

Ketua Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo, Sumanto, mengatakan lembaganya sudah menyiapkan indikator-indikator untuk memonitor perkembangan Muhammadiyah...

Kisah tentang RotiMu…

Shabran Bakery. Dari namanya, bagi warga Muhammadiyah Kota Solo, bisa menebak siapa pengelola industri roti ini. Ya, Shabran Bakery adalah industri roti rumahan yang dikelola...