Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Umum

Hari Anak Nasional 2026, Guru Besar UMS Soroti Pentingnya Penuhi Hak Anak

Yusuf Humas UMS, Editor: Alan Aliarcham
Kamis, 23 Juli 2026 16:26 WIB
Hari Anak Nasional 2026, Guru Besar UMS Soroti Pentingnya Penuhi Hak Anak
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh setiap 23 Juli menjadi momentum bagi keluarga dan masyarakat untuk memastikan terpenuhinya hak-hak anak. (Humas)

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh setiap 23 Juli menjadi momentum bagi keluarga dan masyarakat untuk memastikan terpenuhinya hak-hak anak.

Guru Besar Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Sri Lestari, mengingatkan pentingnya menghadirkan rumah sebagai ruang aman agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Menurut Sri Lestari, Hari Anak Nasional seharusnya menjadi ajang refleksi untuk menilai apakah anak-anak telah memperoleh haknya, hidup dengan bahagia, dan tumbuh di lingkungan yang aman. Ia menilai masih maraknya kasus kekerasan, perundungan, hingga penindasan terhadap anak menunjukkan bahwa perlindungan terhadap anak masih menjadi tantangan bersama.

“Dalam Hari Anak, yang perlu ditanyakan adalah apakah hak-hak anak sudah terpenuhi dan apakah mereka hidup dengan cara yang membuat mereka bahagia. Saat ini masih banyak kasus kekerasan di keluarga maupun lingkungan pergaulan. Pertanyaannya, di mana ruang aman bagi anak?” ujarnya, Kamis (23/7/2026).

Dari perspektif psikologi keluarga, Sri Lestari menilai masih banyak orang tua yang belum memahami hak-hak dasar anak, termasuk hak menyampaikan pendapat dan menentukan pilihan sesuai tahap perkembangannya. Ia mencontohkan masih banyak remaja yang memilih jurusan kuliah bukan atas keinginan sendiri, melainkan karena dorongan orang tua.

Ia juga menyoroti tantangan pengasuhan di era digital. Menurutnya, penggunaan gawai secara berlebihan membuat anak kehilangan kesempatan berinteraksi langsung dengan orang lain dan berpotensi mengalami kesepian meski berada di tengah keluarga maupun teman sebaya.

Sri Lestari mengingatkan kebiasaan memberikan gawai kepada anak usia dini agar tetap tenang dapat menghambat proses tumbuh kembang mereka. Anak-anak pada usia prasekolah membutuhkan interaksi, sentuhan, dan komunikasi yang intensif untuk mengenali emosi, mengembangkan kemampuan berbicara, serta melatih pengendalian diri.

Peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh setiap 23 Juli menjadi momentum bagi keluarga dan masyarakat untuk memastikan terpenuhinya hak-hak anak.

Peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh setiap 23 Juli menjadi momentum bagi keluarga dan masyarakat untuk memastikan terpenuhinya hak-hak anak. (Humas)

Ia menyebut meningkatnya kasus speech delay menjadi salah satu dampak yang perlu diwaspadai apabila anak terlalu dini terpapar gawai tanpa pendampingan yang memadai.

Selain itu, pengenalan emosi sejak usia dini dinilai menjadi fondasi penting dalam mencegah berbagai persoalan psikologis, termasuk perilaku perundungan. Anak yang terbiasa mengenali dan mengelola emosinya akan lebih mampu mengendalikan diri ketika menghadapi berbagai situasi.

Terkait maraknya kasus bullying, Sri Lestari menjelaskan bahwa korban perundungan berisiko mengalami trauma, kecemasan, kehilangan rasa percaya diri, hingga kesulitan mengembangkan potensinya. Dampak tersebut tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga dapat memengaruhi kehidupan sosial maupun akademik anak hingga dewasa.

Untuk membangun anak yang percaya diri dan mandiri, ia menekankan pentingnya menjadikan rumah sebagai tempat yang aman dan nyaman. Orang tua perlu menerima anak apa adanya, membiasakan diri mendengarkan cerita anak tanpa menghakimi, serta tidak menjadikan nilai akademik sebagai topik utama dalam setiap percakapan.

Menurutnya, kebiasaan berdialog akan membuat anak lebih terbuka ketika menghadapi persoalan. Di sisi lain, guru juga diharapkan tidak membanding-bandingkan kemampuan anak dengan teman maupun saudara kandung karena pengalaman tersebut dapat meninggalkan dampak psikologis yang panjang.

Sri Lestari mengajak keluarga, sekolah, perguruan tinggi, dan masyarakat membangun lingkungan yang ramah anak melalui langkah-langkah sederhana, seperti menyediakan makanan bergizi, membatasi konsumsi makanan ultra-proses, mengurangi ketergantungan pada gawai, serta meluangkan waktu untuk berkomunikasi dengan anak setiap hari.

Menurutnya, kolaborasi seluruh pihak menjadi fondasi utama dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, tangguh, serta berkembang secara optimal baik dari sisi fisik maupun mental.

Berita Terbaru

Ketika Usia Bertambah, Jangan Biarkan Makna Hidup Berkurang

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Bertambahnya usia bukan alasan untuk berhenti berkarya dan mengabdi. Masa pensiun justru dapat menjadi fase baru untuk memperbanyak syukur, menjaga kesehatan, memperluas kebermanfaatan,...

Silaturahmi Pensiunan Muhammadiyah Solo, Rawat Persaudaraan dan Semangat Pengabdian

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Puluhan purnatugas pendidik dan tenaga kependidikan Perguruan Muhammadiyah Kota Surakarta berkumpul dalam agenda Silaturahmi dan Pengajian Pensiunan Perguruan Muhammadiyah Kota Surakarta, Sabtu (29/8/2026)....

BikersMu Jepara Konsolidasi, Dorong Komunitas Bikers Berkontribusi bagi Warga

JEPARA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Sebanyak 33 peserta mengikuti silaturahmi dan konsolidasi awal untuk menyongsong pembentukan kepengurusan BikersMu Chapter Jepara. Kegiatan tersebut berlangsung di Pantai Bandengan, Tirta...

Ironi Solo sebagai Kota Cerdas Pangan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pemerintah Kota (Pemkot) Solo telah mendeklarasikan Kota Solo sebagai Kota Cerdas Pangan sejak 2020. Pemkot Solo telah menandatangani Pakta Milan (Milan Urban Food Policy...

Pakar UMS: Desil Tak Bisa Jadi Satu-satunya Dasar Batasi Pertalite

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Wacana pembatasan pembelian Pertalite berdasarkan desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) mendapat perhatian dari pakar Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan...

Touring ke Pacitan, Bikersmu Solo Perkuat Ukhuwah dan Nilai Keagamaan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Komunitas Bikersmu Solo menggelar touring sekaligus camping ke Pacitan selama dua hari satu malam, 15-16 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 30 peserta...

UMS Bekali Pemuda Karang Taruna Jajar Keterampilan Las Listrik

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membekali pemuda Karang Taruna RW VIII Kampung Kraton Ulo, Kelurahan Jajar, Kecamatan Laweyan, Surakarta,...

Haedar Nashir Tekankan Pentingnya Peran Pers Berkemajuan

JAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan bahwa pers harus ditempatkan sebagai pilar keempat demokrasi. Menurutnya, pers memiliki peran penting dalam...

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, Terima Sertifikat Wartawan Utama Khusus dari Dewan Pers

JAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir sampaikan Orasi Ilmiah dalam rangka Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah 2026 dan penyerahan kartu dan sertifikat...

Masjid Nurul Hidayah Mojo Solo Torehkan Prestasi di CRM Award Jateng

JEPARA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Masjid Nurul Hidayah Mojo, Kota Solo, meraih Juara Harapan 1 Masjid Unggulan Jawa Tengah dalam Lomba Expo dan Cabang Ranting Masjid (CRM)...

KBIHU Aisyiyah Solo Buka Manasik Haji 1448 H, Siapkan Jemaah Sesuai Sunah

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Aisyiyah Kota Solo menggelar pengajian perdana sekaligus pembukaan bimbingan manasik haji tahun 1448 Hijriah/2027 Masehi, Ahad (9/8/2026),...

Ustaz Dwi Jatmiko: Lima Fase Manusia, Momentum Memperbanyak Bekal Takwa

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Tema tentang lima fase manusia dan momentum perbanyak bekal takwa menjadi tema ceramah yang disampaikan Ustaz Dwi Jatmiko pada acara pengajian Subuh Barokah di...