
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Kenaikan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter memicu kekhawatiran di tengah masyarakat. Isu yang ramai dibicarakan mulai dari ancaman inflasi hingga potensi lonjakan konsumsi BBM subsidi akibat perpindahan pengguna Pertamax ke Pertalite.
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Deni Aditya Susanto, menilai dampak kenaikan harga Pertamax perlu dilihat secara utuh dan tidak berlebihan. Menurutnya, kebijakan penyesuaian harga BBM nonsubsidi secara fiskal masih tergolong rasional.
“Kalau harga BBM nonsubsidi terus ditahan terlalu lama, ruang fiskal pemerintah akan semakin terbebani. Penyesuaian harga menjadi salah satu langkah untuk menjaga kesehatan fiskal negara,” ujarnya, Sabtu (13/6/2026).
Deni menjelaskan, kenaikan harga Pertamax berbeda dengan kenaikan BBM subsidi seperti solar atau Pertalite yang dampaknya lebih cepat terasa pada distribusi barang dan jasa. Sebab, mayoritas kendaraan logistik masih menggunakan solar dan biodiesel yang memperoleh dukungan subsidi pemerintah.
Artinya, kenaikan Pertamax tidak serta-merta mendorong lonjakan harga kebutuhan pokok. “Kalau yang naik BBM subsidi untuk transportasi logistik, dampaknya langsung terasa pada harga beras, sayur, dan kebutuhan pokok lainnya. Sementara Pertamax lebih banyak digunakan kelompok menengah, sehingga transmisi inflasinya lebih lambat,” jelasnya.
Menurut Deni, tekanan inflasi kemungkinan tetap ada, tetapi bergerak bertahap. Kenaikan biaya transportasi pribadi dapat memicu tuntutan kenaikan upah, lalu direspons dunia usaha melalui penyesuaian biaya produksi dan harga barang.
Karena proses tersebut tidak terjadi seketika, inflasi nasional dinilai masih berada pada level yang relatif aman. Deni menilai kelompok yang paling terdampak justru kelas menengah. Mayoritas pengguna Pertamax berasal dari kelompok ini, sementara pendapatan mereka tidak otomatis naik saat biaya transportasi meningkat.

Kenaikan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter memicu kekhawatiran di tengah masyarakat. (Humas)
Akibatnya, sebagian anggaran rumah tangga yang sebelumnya dialokasikan untuk kebutuhan lain harus bergeser untuk biaya mobilitas. “Pendapatan tetap, tetapi biaya hidup meningkat. Di sinilah tekanan daya beli muncul,” katanya.
Kondisi ini berpotensi mendorong sebagian pengguna Pertamax beralih ke Pertalite. Berdasarkan sejumlah survei konsumsi energi, pengguna Pertamax diperkirakan mencapai sekitar 20 persen dari total konsumen BBM nasional.
Meski begitu, Deni memperkirakan perpindahan konsumsi tidak akan terlalu besar, hanya sekitar 10–12 persen dari total pengguna Pertamax. Namun, pergeseran kecil itu tetap dapat menambah beban subsidi negara secara signifikan. “Jika perpindahan konsumsi cukup besar, tambahan subsidi yang harus ditanggung negara diperkirakan berkisar Rp12 triliun sampai Rp29 triliun,” ungkapnya.
Menghadapi kenaikan biaya hidup, Deni menyarankan masyarakat kelas menengah lebih cermat mengelola keuangan. Diversifikasi sumber pendapatan dinilai penting di tengah ketidakpastian ekonomi global. “Kalau memungkinkan, jangan hanya bergantung pada satu sumber pendapatan. Kalau belum memungkinkan, pengeluaran harus dikelola lebih hati-hati,” ujarnya.
Ia juga mendorong masyarakat menunda konsumsi yang tidak mendesak, memperkuat tabungan, dan memprioritaskan kebutuhan utama. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa berhemat bukan berarti menghentikan konsumsi sepenuhnya. Belanja yang wajar tetap diperlukan agar roda ekonomi, terutama sektor UMKM dan usaha lokal, tetap bergerak.
Dari sisi kebijakan, Deni menilai pemerintah perlu menyiapkan instrumen perlindungan untuk menjaga daya beli kelas menengah. Salah satu opsi yang bisa dipertimbangkan ialah bantuan atau subsidi upah seperti yang pernah diterapkan sebelumnya. Di sisi lain, pemerintah juga harus berhati-hati menambah beban subsidi agar stabilitas fiskal tetap terjaga.
Menurut Deni, hal terpenting saat ini adalah menjaga ketenangan publik dan menghindari spekulasi berlebihan. “Ekonomi Indonesia sebenarnya masih cukup baik. Inflasi terjaga, tekanan global bisa dilewati, dan ketahanan ekonomi kita semakin kuat. Yang penting sekarang menjaga ketenangan, meningkatkan literasi, dan mengonsumsi BBM secara wajar tanpa kepanikan,” ujarnya.
SoulMed Diluncurkan, RS UMS Dukung Medical Wellness Tourism Solo
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Surakarta (RS UMS) A.R. Fachrudin mendukung pengembangan ekosistem kesehatan digital melalui partisipasi dalam peluncuran awal aplikasi SoulMed. Kegiatan yang...
Panahan Solo Raih Dua Emas Pertama di Porprov Jateng 2026
KENDAL, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Tim panahan Kota Solo meraih dua medali emas pada hari pertama pertandingan cabang olahraga panahan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII/2026 Semarang...
Dosen UMS Dampingi Atlet Indonesia Raih Emas Asian Para Games
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dosen Pendidikan Jasmani Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Azlan Khoirur Rozikin, turut berkontribusi dalam keberhasilan atlet Indonesia meraih...
Sambut Milad ke-61 Kokam, Pemuda Muhammadiyah Solo Putar Film Kedung Kopi
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Surakarta bersama Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) menggelar refleksi Milad ke-61 Kokam bertajuk “Jejak Darah di Kedung...
Tiga AUM Muhammadiyah di Bolon Ajak Warga Berdoa Memohon Hujan
KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Tiga Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), yakni MIM Digdaya Bolon, SMP Muhammadiyah 7 Program Unggulan, dan TK Aisyiyah Bolon, bersama warga menggelar Salat Istiska...
Sekolah Muhammadiyah Karanggede Dukung Silaturahmi Akbar FGM
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Jajaran kepala sekolah dan madrasah Muhammadiyah se-Kecamatan Karanggede menyatakan dukungan terhadap Silaturahmi Akbar Forum Guru Muhammadiyah (FGM) yang dijadwalkan berlangsung pada 7 November...
UMS Beri Penghargaan bagi Penggerak Muhammadiyah se-Solo Raya
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan penghargaan kepada pimpinan daerah, cabang, ranting, serta dosen dan tenaga kependidikan yang berkontribusi dalam pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah. Apresiasi...
Ribuan Anggota Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Hari Jadi ke-68 UMS
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat komitmen dalam membangun generasi berlandaskan nilai-nilai Islam melalui Tablig Akbar dalam rangka Hari Jadi ke-68 UMS. Kegiatan yang menghadirkan...
Wali Kota Solo Siapkan Program Air Bersih Gratis PDAM untuk Rumah Ibadah
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Wali Kota Solo, Respati Ardi menyiapkan program air bersih gratis dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Toya Wening atau PDAM bagi seluruh rumah...
Tiba-tiba Ingat Seseorang, Benarkah Dia Juga Memikirkan Kita?
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pernah tiba-tiba teringat seseorang, lalu tidak lama kemudian orang tersebut menghubungi atau muncul di hadapan kita? Sebagian orang menganggap pengalaman itu sebagai tanda...
Grup Band Mess in Balance Tuntaskan “Sacred of Ignin Tour” di Lima Kota
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Band rock asal Kota Solo, Mess in Balance (MIB), telah menuntaskan rangkaian tur bertajuk “Sacred of Ignis Tour” di lima kota, yakni Jakarta, Depok,...
Mahasiswa dan Alumni UMS Bersatu Membangun Kepedulian melalui Organisasi Al-Barokah
KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Mahasiswa dan alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang tergabung dalam organisasi Al-Barokah mengadakan kegiatan sosial di Panti Disabilitas Anugrah, Kepoh RT 05/06, Desa Tohudan,...






