Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Umum

Delegasi Belanda Apresiasi Model Perdamaian Lintas Iman Muhammadiyah Berbasis Aksi Lingkungan

Redaksi, Editor: Alan Aliarcham
Kamis, 9 Juli 2026 15:14 WIB
Delegasi Belanda Apresiasi Model Perdamaian Lintas Iman Muhammadiyah Berbasis Aksi Lingkungan
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Hening Parlan menjelaskan pendekatan Eco Bhinneka Muhammadiyah yang menghubungkan penguatan kebebasan beragama atau berkeyakinan dengan aksi nyata merawat lingkungan. (Foto oleh: Fajar Firmansyah/ @ecobhinneka)

JAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pendekatan Muhammadiyah dalam membangun perdamaian melalui aksi lingkungan lintas iman mendapat apresiasi dari Delegasi Kedutaan Besar Kerajaan Belanda. Pendekatan tersebut dinilai mampu menghadirkan ruang kolaborasi nyata bagi masyarakat lintas agama sekaligus memperkuat kebebasan beragama atau berkeyakinan (Freedom of Religion or Belief/FoRB).

Apresiasi itu disampaikan saat Delegasi Kedutaan Besar Kerajaan Belanda berkunjung ke Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Rabu (8/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, Eco Bhinneka Muhammadiyah memfasilitasi dialog bertajuk Building Peace through Interfaith Collaboration.

Delegasi dipimpin Paul Bekkers selaku Ambassador and Special Envoy for Freedom of Religion or Belief, didampingi Zilla Boyer dan Edwin Arifin. Dari Muhammadiyah hadir Direktur Eco Bhinneka Muhammadiyah Hening Parlan, Ketua Himpunan Difabel Muhammadiyah (HIDIMU) Fajri Hidayatullah, serta perwakilan komunitas muda lintas iman Eco Bhinneka Muhammadiyah.

Hening Parlan menjelaskan dialog menjadi langkah awal membangun kepercayaan, sedangkan perdamaian diwujudkan melalui aksi bersama menjawab persoalan masyarakat.

Karena itu, isu lingkungan dipilih sebagai titik temu. Melalui pengelolaan sampah, konservasi, pemberdayaan perempuan, hingga transisi energi, masyarakat dari berbagai agama dapat bekerja sama tanpa memandang perbedaan identitas.

Selama enam tahun terakhir, pendekatan tersebut berkembang di berbagai daerah. Salah satunya melalui pendampingan SMA Muhammadiyah Conservation di Manokwari yang mempertemukan siswa dari beragam agama untuk belajar menjaga lingkungan.

Eco Bhinneka Muhammadiyah juga mengembangkan pendekatan ekofeminisme, mempertemukan tokoh agama dan anak muda lintas iman, serta menggagas Gerakan 1.000 Cahaya guna mendorong efisiensi dan transisi energi di masjid, sekolah, pesantren, serta cabang dan ranting Muhammadiyah.

Paul Bekkers menilai pengalaman Eco Bhinneka Muhammadiyah menunjukkan dialog lintas iman akan lebih bermakna ketika diwujudkan melalui aksi bersama yang melibatkan masyarakat, terutama generasi muda.

“Indonesia memiliki pengalaman yang sangat berharga. Ketika orang-orang dari berbagai agama bekerja bersama, mereka tidak hanya saling mengenal, tetapi juga membangun kepercayaan. Pengalaman seperti ini penting untuk terus diperkuat,” ujarnya.

Perkuat Kebebasan Beragama

Menurutnya, pengalaman yang dibangun melalui Program Joint Initiative for Strategic Religious Action (JISRA) membuktikan kolaborasi lintas iman mampu memperkuat kebebasan beragama atau berkeyakiRnan. Pengalaman tersebut juga menjadi dasar komitmen Pemerintah Kerajaan Belanda untuk melanjutkan kerja sama penguatan FoRB di Indonesia.

Senada dengan itu, Zilla Boyer menilai Indonesia memiliki banyak praktik baik dalam membangun masyarakat yang inklusif. Pengalaman tersebut, katanya, menjadi pembelajaran berharga bagi berbagai negara yang menghadapi tantangan menjaga keberagaman.

Dialog juga menghadirkan Kristina Damayanti, anggota komunitas anak muda lintas iman Sederek Eco Bhinneka dari Surakarta. Berasal dari Gereja Kristen Indonesia (GKI), ia mengaku menemukan ruang untuk belajar, membangun persahabatan, dan berkolaborasi bersama anak muda dari berbagai latar belakang.

“Di Eco Bhinneka saya belajar bahwa merawat lingkungan bisa menjadi cara untuk saling mengenal dan bekerja sama meski berbeda agama,” tuturnya.

Perwakilan komunitas muda lintas iman, Ghifari Misbahudin, menilai kebebasan beragama atau berkeyakinan di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan. Karena itu, diperlukan ruang yang aman dan inklusif agar masyarakat dari berbagai latar belakang dapat saling berkolaborasi.

“Perubahan iklim tidak memilih korbannya. Karena itu, merawat bumi menjadi ruang bersama untuk saling mengenal, bekerja sama, dan membangun kepercayaan,” ujarnya.

Ketua HIDIMU, Fajri Hidayatullah, menambahkan semangat persaudaraan dan kebebasan beragama juga perlu memastikan kelompok difabel memperoleh kesempatan yang setara untuk berpartisipasi. Bersama Eco Bhinneka Muhammadiyah, HIDIMU terus mendorong terwujudnya rumah ibadah yang ramah difabel serta memperluas ruang partisipasi penyandang disabilitas dalam berbagai aspek kehidupan.

“Penguatan kebebasan beragama atau berkeyakinan tidak hanya tentang rumah ibadah, tetapi juga memastikan kelompok difabel dapat berpartisipasi dalam berbagai aspek kehidupan,” katanya. Suasana dialog semakin hangat dengan penampilan Vocal Group GPIB Pancoran Rahmat Depok yang membawakan lagu-lagu bertema persaudaraan.

Pertemuan ini menegaskan komitmen Muhammadiyah dan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda untuk terus memperkuat kerja sama membangun masyarakat yang damai dan inklusif. Melalui kolaborasi lintas iman, kedua pihak meyakini penguatan kebebasan beragama atau berkeyakinan dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga bumi sebagai rumah bersama.

Berita Terbaru

Ironi Solo sebagai Kota Cerdas Pangan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pemerintah Kota (Pemkot) Solo telah mendeklarasikan Kota Solo sebagai Kota Cerdas Pangan sejak 2020. Pemkot Solo telah menandatangani Pakta Milan (Milan Urban Food Policy...

Pakar UMS: Desil Tak Bisa Jadi Satu-satunya Dasar Batasi Pertalite

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Wacana pembatasan pembelian Pertalite berdasarkan desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) mendapat perhatian dari pakar Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan...

Touring ke Pacitan, Bikersmu Solo Perkuat Ukhuwah dan Nilai Keagamaan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Komunitas Bikersmu Solo menggelar touring sekaligus camping ke Pacitan selama dua hari satu malam, 15-16 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 30 peserta...

UMS Bekali Pemuda Karang Taruna Jajar Keterampilan Las Listrik

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membekali pemuda Karang Taruna RW VIII Kampung Kraton Ulo, Kelurahan Jajar, Kecamatan Laweyan, Surakarta,...

Haedar Nashir Tekankan Pentingnya Peran Pers Berkemajuan

JAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan bahwa pers harus ditempatkan sebagai pilar keempat demokrasi. Menurutnya, pers memiliki peran penting dalam...

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, Terima Sertifikat Wartawan Utama Khusus dari Dewan Pers

JAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir sampaikan Orasi Ilmiah dalam rangka Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah 2026 dan penyerahan kartu dan sertifikat...

Masjid Nurul Hidayah Mojo Solo Torehkan Prestasi di CRM Award Jateng

JEPARA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Masjid Nurul Hidayah Mojo, Kota Solo, meraih Juara Harapan 1 Masjid Unggulan Jawa Tengah dalam Lomba Expo dan Cabang Ranting Masjid (CRM)...

KBIHU Aisyiyah Solo Buka Manasik Haji 1448 H, Siapkan Jemaah Sesuai Sunah

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Aisyiyah Kota Solo menggelar pengajian perdana sekaligus pembukaan bimbingan manasik haji tahun 1448 Hijriah/2027 Masehi, Ahad (9/8/2026),...

Ustaz Dwi Jatmiko: Lima Fase Manusia, Momentum Memperbanyak Bekal Takwa

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Tema tentang lima fase manusia dan momentum perbanyak bekal takwa menjadi tema ceramah yang disampaikan Ustaz Dwi Jatmiko pada acara pengajian Subuh Barokah di...

BikersMu Sleman Rayakan Milad Ke-1 dengan Aksi Sosial dan Dakwah di Jalanan

KLATEN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – BikersMu Chapter Sleman memperingati milad pertama dengan menggelar touring dakwah yang dipadukan dengan bakti sosial, layanan kesehatan gratis, dan pengajian di kawasan...

Guru Besar UMS: Investasi Rp1.010 T Buktikan RI Masih jadi Magnet Investasi

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Realisasi investasi Indonesia pada semester I 2026 yang mencapai Rp1.010,6 triliun dinilai menjadi sinyal positif terhadap daya saing nasional di tengah dinamika...

PP Muhammadiyah Restui KucingMu, Siapkan Langkah Menuju Klinik hingga Rumah Sakit Hewan

YOGYAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Komunitas Kucing Muhammadiyah (KucingMu) yang sempat viral setelah meluncurkan Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) khusus kucing kini mendapat dukungan dari Pimpinan Pusat...