
YOGYAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Komunitas Kucing Muhammadiyah (KucingMu) yang sempat viral setelah meluncurkan Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) khusus kucing kini mendapat dukungan dari Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.
Komunitas yang digagas Bidang Kesehatan Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) DIY bersama Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PWM DIY itu dinilai memiliki potensi berkembang menjadi gerakan dakwah sekaligus amal usaha di bidang kesehatan hewan.
Popularitas KucingMu di media sosial memicu antusiasme masyarakat. Banyak warga mencari informasi mengenai komunitas tersebut, menyatakan minat bergabung, bahkan berasal dari luar Daerah Istimewa Yogyakarta.
Merespons perhatian publik yang terus meningkat, DPD IMM DIY bersama LDK PWM DIY melakukan audiensi dengan PP Muhammadiyah di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Yogyakarta, Rabu (22/7/2026). Pertemuan itu membahas latar belakang pembentukan KucingMu, tujuan penerbitan KTAM khusus kucing, hingga peluang pengembangan layanan kesejahteraan hewan.
Ketua Bidang Kesehatan DPD IMM DIY, Afghan Azka Falah, menjelaskan KucingMu lahir dari keinginan menghadirkan gerakan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Awalnya ini hanya obrolan ringan antara saya dan dr. Rais di Sekretariat IMM Universitas Gadjah Mada. Kami berpikir bagaimana menghadirkan gerakan baru yang dapat melibatkan mahasiswa kedokteran, kedokteran hewan, farmasi, dan disiplin ilmu kesehatan lainnya dalam satu aksi nyata,” ujarnya.
Menurut Afghan, gerakan tersebut dibangun dengan paradigma One Health, yakni konsep yang memandang kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kesehatan lingkungan sebagai satu kesatuan yang saling berkaitan.
“Kesehatan manusia tidak bisa dipisahkan dari kesehatan hewan maupun lingkungan. Ketiganya saling memengaruhi. Karena itu, kolaborasi lintas profesi menjadi sangat penting,” katanya.
Ia menambahkan, kucing dipilih sebagai pintu masuk gerakan karena memiliki kedekatan historis dan emosional dengan manusia sehingga lebih mudah diterima masyarakat. Melalui kegiatan pemeriksaan kesehatan kucing, komunitas ini juga melibatkan dokter hewan Muhammadiyah untuk memberikan layanan pemeriksaan, obat, vitamin, salep, hingga tindakan noninvasif.
Afghan menjelaskan KTAM khusus kucing yang sempat menjadi perbincangan luas pada awalnya hanya dibuat untuk menambah daya tarik kegiatan. Namun, kartu tersebut kemudian dinilai memiliki manfaat lebih luas.
“Setelah kami diskusikan, kartu identitas hewan ini memiliki manfaat sebagai rekam medis, pendataan populasi, hingga menjadi basis pengembangan layanan kesehatan hewan di masa depan,” ujarnya.
Punya 90 Anggota
Saat ini KucingMu telah memiliki sekitar 90 anggota dalam grup komunikasi dengan sekitar 60 ekor kucing yang telah terdata dalam sistem keanggotaannya.
Ke depan, DPD IMM DIY berencana membentuk Jaringan Veteriner Muhammadiyah sebagai wadah kolaborasi dokter hewan Muhammadiyah. Selain itu, KucingMu juga menyiapkan program Trap-Neuter-Return (TNR) untuk pengendalian populasi kucing liar yang diawali dengan pemetaan populasi di sejumlah Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA).
Ketua Umum DPD IMM DIY, Mayda Dwi Hadiyanti, menilai sambutan masyarakat terhadap KucingMu menunjukkan bahwa dakwah Muhammadiyah dapat dikembangkan melalui pendekatan yang kreatif dan dekat dengan generasi muda.
“Awalnya kami diminta mencari cara memperluas gerakan Muhammadiyah di DIY melalui penambahan komisariat dan cabang IMM. Ternyata kegiatan seperti ini justru mendapat respons luar biasa. Ini menjadi peluang bagi Muhammadiyah untuk mengembangkan dakwah melalui pendekatan yang unik dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Ketua LDK PWM DIY, Ananto Isworo, melihat KucingMu tidak hanya memiliki nilai dakwah, tetapi juga peluang ekonomi melalui pengembangan layanan seperti klinik hewan, pet shop, hingga penitipan kucing.
“Kalau klinik hewan atau tempat penitipan kucing bisa terwujud, itu akan menjadi prestasi luar biasa. Muhammadiyah memiliki ratusan rumah sakit dan klinik manusia, tetapi hingga kini belum memiliki klinik maupun rumah sakit hewan,” ujarnya.
Ketua PP Muhammadiyah, Agung Danarto, menyambut baik lahirnya KucingMu. Menurutnya, komunitas tersebut dapat menjadi lahan dakwah baru sekaligus berkontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat.
“Ini sangat baik karena bisa dikaitkan dengan kesehatan masyarakat. Kucing sudah menjadi bagian dari banyak rumah tangga. Kalau kesehatan hewannya terjaga, tentu akan berdampak pada kesehatan pemiliknya. Apalagi jika nanti berkembang menjadi rumah sakit hewan, hotel kucing, pet shop, atau rumah singgah kucing sebagai bagian dari dakwah komunitas,” katanya.
Agung mendorong KucingMu terus berkembang sebagai kelompok minat yang menghimpun dokter hewan dan pemerhati kesejahteraan hewan hingga mampu mewujudkan amal usaha kesehatan hewan pertama di lingkungan Muhammadiyah.
Sekretaris PP Muhammadiyah, Muhammad Sayuti, menambahkan KucingMu merupakan contoh gerakan bottom-up yang lahir dari kreativitas kader muda Muhammadiyah. Menurutnya, komunitas tersebut melengkapi berbagai komunitas dakwah Muhammadiyah yang telah hadir sebelumnya, seperti BikersMu, GowesMu, RunnerMu, dan JakiMu.
Ia juga menegaskan bahwa KTAM khusus kucing bukan dimaksudkan untuk menjadikan hewan sebagai anggota Muhammadiyah.
“KTAM kucing itu bukan untuk memobilisasi kucing menjadi anggota Muhammadiyah, melainkan sebagai instrumen pendataan kesehatan hewan sekaligus pintu masuk dakwah komunitas. Dari sana sangat mungkin berkembang menjadi layanan maupun unit usaha yang bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Hari Anak Nasional 2026, Guru Besar UMS Soroti Pentingnya Penuhi Hak Anak
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh setiap 23 Juli menjadi momentum bagi keluarga dan masyarakat untuk memastikan terpenuhinya hak-hak anak. Guru Besar...
Dosen UMS Ungkap Fakta Baru Manuskrip Al-Qur’an Keraton Surakarta Berusia Lebih dari 200 Tahun
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Dosen Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Ainur Rhain, bersama tim peneliti mengungkap temuan baru mengenai manuskrip...
Delegasi Belanda Apresiasi Model Perdamaian Lintas Iman Muhammadiyah Berbasis Aksi Lingkungan
JAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pendekatan Muhammadiyah dalam membangun perdamaian melalui aksi lingkungan lintas iman mendapat apresiasi dari Delegasi Kedutaan Besar Kerajaan Belanda. Pendekatan tersebut dinilai mampu...
Gelombang Panas Global Kian Ekstrem, Guru Besar UMS Soroti Pentingnya Adaptasi Iklim
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Gelombang panas ekstrem yang melanda sejumlah negara di Eropa dalam beberapa pekan terakhir kembali memunculkan kekhawatiran terhadap dampak perubahan iklim. Suhu yang...
Menang di Trofeo Wonorejo Cup, Doskar UMS FC Bawa Pulang Gelar Juara
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) turut ambil bagian dalam pertandingan eksibisi Wonorejo Cup IV bertajuk “Piala Bersama 2026” melalui tim sepak bola Doskar...
PDM Boyolali Lantik Pengurus BikersMu, Perkuat Dakwah lewat Komunitas Otomotif
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Boyolali resmi melantik Pengurus BikersMu Chapter Boyolali periode 2026–2028 pada Selasa (16/6/2026). Pelantikan yang digelar di Dukuh Kemel,...
Muhammadiyah Pandang Malam Satu Suro sebagai Budaya, Tauhid Tetap Utama
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Muhammadiyah memandang tradisi Malam Satu Suro sebagai bagian dari kebudayaan masyarakat Jawa yang lahir dari proses sosial dan sejarah. Namun, tradisi tersebut...
Pertamax Naik ke Rp16.250, Pengamat UMS Soroti Beban Kelas Menengah
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Kenaikan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter memicu kekhawatiran di tengah masyarakat. Isu yang ramai dibicarakan mulai dari ancaman inflasi...
Muhammadiyah Investasikan Rp800 Miliar untuk Bangun Pabrik Infus
MALANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, melakukan groundbreaking (peletakan batu pertama) pabrik infus milik Persyarikatan, PT Suryavena Farma Indonesia, Kamis (11/6/2026), di...
Akademisi UMS Ingatkan Pentingnya Kepastian Teknis dalam Ekspor Satu Pintu
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Akbar Pratama Kartika menilai kebijakan ekspor satu pintu yang melibatkan Badan Usaha...
Indonesia Open 2026 Banyak Beri Pelajaran soal Teknologi dan Analisis Olahraga
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Perhelatan Indonesia Open 2026 yang menghadirkan atlet-atlet bulu tangkis terbaik dunia dinilai menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk mempelajari perkembangan pembinaan olahraga...
Jurus Mahasiswa UMS Tenangkan Sapi Sebelum Penyembelihan Kurban
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Penyembelihan hewan kurban di Lapangan Timur Masjid Hj. Sudalmiyah Rais Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Kamis (28/5/2026), menjadi pengalaman berharga bagi...






