Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Resensi Buku

Resensi Buku Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

Hanif Syairafi Wiratama, Editor: Alan Aliarcham
Senin, 11 Agustus 2025 17:31 WIB
Resensi Buku Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Kover buku Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin.

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Menceritakan sebuah keluarga miskin yang hidup tanpa punggung keluarga sejak Tania (sekitaran 8 tahun) dan Dede (umur 3 tahun) masih kecil, mereka hidup dalam kesusahan dan selalu dihadapkan oleh rintangan-rintangan yang bahkan belum tentu anak sekecil itu bisa melewatinya.

Tetapi dia datang di dalam kehidupan keluarga Tania, seketika kehidupan keluarga mereka berubah dengan singkat dengan adanya dia di kehidupan keluarga Tania dan kalimat sumpah yang dilontarkan oleh Tania ke dia, tetapi disanalah muncul sebuah perasaan yang belum ia ketahui di saat kecil.

Seperti judulnya “Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin” hidup Tania selalu terasa sulit bahkan ia belum bisa menerimanya. Namun tetap ia jalani seperti biasa seolah-olah tak terjadi apa pun dan selalu mengikuti alur dari takdirnya, seperti daun jatuh yang tertiup angin yang akan membawa ke manapun angin bertiup.

Tania, seorang gadis yang hidup dengan ibunya dan adik laki-lakinya, Dede, setelah ayah mereka meninggal akibat TBC. Mereka terpaksa mengamen naik turun bus dan tinggal di rumah seadanya dari kardus.

Suatu hari, ketika kaki Tania tertusuk paku payung saat mengamen, seorang pria baik hati bernama Danar datang menolongnya. Ia menyebut dirinya “malaikat”, karena tanpa pamrih membiayai tempat tinggal, pendidikan, dan usaha ibu mereka.

Tania berhasil melanjutkan sekolah dengan beasiswa hingga ke Singapura. Seiring waktu, muncul benih cinta di hatinya untuk Danar pria terpaut usia 14 tahun darinya. Meski Danar memperkenalkan Ratna sebagai kekasihnya dan kemudian menikah, Tania belajar menata ulang hidup dan ikhlas menerima kenyataan.

Kelebihan

-Bahasa yang ringan namun emosional mudah dicerna dan menggugah perasaan pembaca berbagai usia.

-Tema inspiratif: menghadirkan pesan ketulusan tanpa pamrih, pendidikan sebagai jalan keluar dari kemiskinan, hingga arti cinta yang terkadang adalah merelakan.

-Akhir cerita yang tidak biasa: menyentuh pembaca dengan realitas pahit sekaligus penuh harapan.

Kekurangan

-Tema cinta dengan jarak usia yang jauh: beberapa pembaca merasa kurang nyaman karena genre fiksi remaja yang melibatkan ketertarikan terhadap pria lebih dewasa.

-Istilah bahasa tertentu terkadang sulit dipahami bagi sebagian pembaca.

Nilai Moral & Pesan Tersembunyi

-Ikhlas dalam menerima takdir. Judul novel itu sendiri sudah menjadi metafora: “daun yang jatuh tak pernah membenci angin”, melambangkan penerimaan dengan lapang dada.

-Mencintai tidak selalu berarti memiliki Tania menyimpan cinta yang tulus meski harus merelakan Danar berbahagia tanpa dirinya.

-Kebaikan hati bisa mengubah hidup: Danar adalah contoh nyata bahwa kemurahan hati bisa membuka jalan bagi masa depan seseorang.

-Pendidikan sebagai kunci perubahan: Tania yang gigih meraih prestasi hingga dapat beasiswa ke luar negeri membuktikan pendidikan adalah jalan keluar dari kesulitan .

Kesimpulan

Novel ini memiliki makna kehidupan yang mendalam sehingga cerita dapat di serap dan dihayati oleh pembaca. Dalam memperkenalkan karakter-karakter, novel ini sangat mudah untuk diidentifikasi oleh pembaca sehingga dapat merasakan perasaan tokoh dalam cerita di novel ini.

Memiliki kaidah kebahasaan yang mudah dipahami oleh pembaca dan tidak memasukkan kata atau kalimat yang bertele-tele. Garis besar buku ini tidak memiliki beberapa kekurangan. Namun di dalam penulisan cerita di novel ini sangat membosankan saat membacanya. Buku ini juga memiliki ending yang membuat pembaca tidak tahu jawaban dari akhir cerita.

Novel ini sangat di rekomendasikan oleh para pembaca lain agar memahami filososi jalani hidup seperti daun jatuh yang mengikuti tiupan angin kemana pun dengan lapang dada. Novel ini juga memberikan kita gambaran kehidupan orang-orang yang selalu ingin hidup seperti kita di saat ini, tetapi sulit untuk mewujudkannya, cerita yang lumayan seru untuk di baca .

Buku ini menyuguhkan kisah fiksi remaja yang menyentuh dan inspiratif, dengan nuansa haru, perjuangan, dan pembelajaran hidup yang dalam. Cocok untuk pelajar dan dewasa yang ingin diingatkan tentang kekuatan ikhlas, kebaikan tanpa pamrih, dan keberanian untuk merelakan. Meski ada beberapa elemen kontroversial, keseluruhan narasi tetap mengalir kuat dan memikat jiwa.

Identitas Singkat

  • Judul: Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
  • Penulis: Tere Liye (nama asli: Darwis)
  • Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, terbit pertama 16 April 2018, cetakan berkali-kali karena sangat populer.
  • Genre: Fiksi remaja
  • Jumlah Halaman: 264 halaman.

Berita Terbaru

Pulang yang Tidak Pernah Benar-Benar Sampai

Ada rindu yang tak pernah menemukan alamatnya sendiri Ia kemudian tumbuh, menua, dan tetap tertahan oleh sejarah Apalah kemudian arti dari kata pulang, jika sebuah...

Resensi Buku Negara Paripurna, Membedah Lunturnya Nilai Pancasila

Daftar IsiIsi dan Pokok Pemikiran BukuHistorisitas PancasilaRasionalitas PancasilaAktualitas PancasilaKeunggulan BukuKelemahan BukuPenilaian dan RelevansiBuku ini merupakan karya monumental Yudi Latif yang membedah Pancasila secara komprehensif, baik...

Resensi Buku: Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati

Setiap orang pasti pernah merasa lelah dengan kehidupan: soal mimpi yang tak sampai, cinta yang kandas, atau hidup yang terasa biasa-biasa saja. Namun, pernahkah kita...

Resensi Buku Perempuan yang Menunggu di Lorong Menuju Laut

Daftar IsiSinopsis SingkatEkofeminisme dalam Konteks NusantaraKelebihan NovelKekurangan NovelPesan MoralRekomendasi & PenutupResensi BukuSOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Penulisan novel ini terinspirasi langsung dari realitas pahit di Pulau Sangihe, sebuah wilayah...

Rsesensi Buku 9 dari Nadira: Cermin Keberanian Leila S. Chudori

Leila S. Chudori (lahir 12 Desember 1962) adalah wartawan dan penulis produktif Indonesia. Sejak masa remaja, karya-karyanya dimuat di majalah anak-anak, dan ia juga bekerja...

Makna Cinta: Menjadi Autentik dengan Mencintai Tanpa Syarat Ala Søren Kierkegaard

Apa yang sebenarnya kita maksud ketika berkata, “Aku mencintaimu”? Apakah cinta hanyalah perasaan manis yang membuat jantung berdebar? Atau sekadar ketertarikan yang menyala dan padam...

Muhammadiyah, Best Practise Kewirausahaan Sosial di Indonesia

Judul Buku       : Bangkitnya Kewirausahaan Sosial Indonesia: Kisah Muhammadiyah Penulis             : M. Arsjad Rasjid P.M. Penerbit            : Pustaka KSP Kreatif dan Kadin Indonesia Edisi                 :...

Merekam Jejak Pemikiran Pakar Pendidikan Muslim Modernis

Judul   : Diskursus Pedagogi Kritis Kaum Muslim Modernis Penulis : Dr. Mohamad Ali Halaman: 152 halaman ISBN: 978-602-361-638-1 Cetakan: 1, Mei 2024 Penerbit: Muhammadiyah University...

Kemiskinan Tak Menghalangi Gapai Masa Depan

Judul buku     : Dompet Ayah Sepatu Ibu Penulis           : J.S. Khairen Penerbit          : Grasindo Genre              : Fiksi Tahun             : Cetakan keenam, Januari 2024 Baca Juga...

Seruan Sang Muazin Bangsa

Judul                : Islam Berkemajuan untuk Generasi Milenial Penulis             : Hasnan Bachtiar Tahun terbit     : 2023 Ketebalan        : xlvi + 386 Ukuran             : 14 x 21 cm Penerbit           : Xpresi Books,...

Leave a comment