Apa yang sebenarnya kita maksud ketika berkata, “Aku mencintaimu”? Apakah cinta hanyalah perasaan manis yang membuat jantung berdebar? Atau sekadar ketertarikan yang menyala dan padam sesuka waktu? Di tengah budaya populer yang mereduksi cinta menjadi sebentuk romansa dangkal, Makna Cinta hadir seperti angin segar yang membawa kita keluar dari euforia semu menuju perenungan yang sunyi, tajam, dan mendalam.
Lewat buku ini, Yanny Yeski Mokorowu mengajak pembaca menapaki jalan terjal cinta dari kacamata Søren Kierkegaard, filsuf eksistensialis yang lebih memilih menggugat kenyamanan daripada memanjakan rasa. Cinta, bagi Kierkegaard, bukanlah hiburan, melainkan panggilan.
Buku ini adalah panggilan bagi siapa pun yang berani memaknai cinta sebagai tugas keberadaan, bukan sekadar emosi sesaat. Buku ini lahir dari inspirasi perenungan mendalam terhadap pemikiran Søren Kierkegaard seorang filsuf eksistensialis Kristen.
Tujuannya adalah mengajak pembaca untuk menjalani cinta yang autentik dan tanpa syarat bukan sekadar memenuhi tuntutan tren, gaya hidup, atau kebutuhan emosional sesaat di tengah arus cepatnya budaya populer yang menggelontorkan standar cinta dangkal, penulis memberi alternatif: belajar mencinta dengan kesadaran diri yang jujur kasih yang melebihi euforia, cinta sebagai tindakan, bukan formalitas.
Memahami cinta sejati sebenarnya cukup mudah: yaitu ketulusan hati tanpa syarat. Kehadiran buku ini merupakan salah satu media bagi masyarakat untuk lebih cerdas dalam memahami tentang hakikat cinta.
Baik cinta antar lawan jenis, sesama manusia, dan sebagainya. Disadari atau tidak, bahwa manusia merupakan makhluk yang terus mencari makna (hlm. 3). Hal itu berlangsung selama proses perjalanan hidupnya.
Makna Cinta dibangun di atas pijakan pemikiran Kierkegaard, khususnya dalam karya terkenalnya Works of Love. Di dalamnya, Mokorowu membedah cinta bukan dari sudut romantisme populer, tetapi dari kedalaman refleksi spiritual dan etika Kristiani. Cinta sejati, menurut Kierkegaard, tidak bisa dikurung dalam perasaan. Ia adalah kehendak untuk mengasihi, bahkan ketika tidak ada alasan untuk itu.
Buku ini membagi cinta ke dalam beberapa wajah:
- Cinta kepada sesama sebagai kewajiban,
- Cinta kepada musuh sebagai bentuk kedewasaan spiritual,
- Cinta dalam relasi pernikahan sebagai pengorbanan dan kesetiaan,
- Cinta yang bersumber dari kasih Allah (agape), bukan sekadar eros atau philia.
Dalam penjelasannya, Mokorowu tidak hanya menjabarkan gagasan filosofis, tetapi juga membawa pembaca pada pertanyaan-pertanyaan yang sangat eksistensial: Apakah aku mencintai karena aku ingin, atau karena aku dipanggil untuk mencintai? Apakah cintaku memberi ruang bagi orang lain untuk tumbuh, atau justru mengekang mereka dalam kepemilikan egois?
Salah satu kekuatan utama buku ini adalah gaya penulisannya yang reflektif dan kontemplatif. Mokorowu tidak hanya menyampaikan ide, tapi juga menyuguhkan pengalaman membaca yang mirip seperti perjalanan spiritual. Ia menulis bukan hanya untuk kepala, tapi juga untuk hati.
Bahasanya memang cukup akademis di beberapa bagian, tetapi tetap menyisakan ruang yang indah bagi pembaca umum untuk menikmati maknanya. Setiap bab seperti sebuah cermin yang jujur: kita mungkin tidak suka dengan yang kita lihat, tetapi itulah kita—manusia yang belajar mencinta.
Penulis juga lihai menjembatani antara pemikiran abad ke-19 dengan persoalan abad ke-21. Ia menghubungkan ajaran cinta Kierkegaard dengan realitas dunia modern yang penuh kekacauan, individualisme, dan relasi yang rapuh. Dalam dunia yang cepat menyalahkan dan melupakan, cinta ala Kierkegaard justru mengajak kita untuk setia, memaafkan, dan tetap mencinta, bahkan ketika tidak mudah.
Walau buku ini sarat makna, tidak bisa dipungkiri bahwa gaya filosofisnya menuntut kesabaran dan keterbukaan pikiran. Beberapa istilah seperti “cinta sebagai tugas ilahi” atau “kasih sebagai relasi vertikal-horizontal” mungkin menantang bagi pembaca awam. Namun justru di sanalah keistimewaannya: Makna Cinta bukan buku yang dibaca untuk selesai, melainkan untuk terus direnungi.
Disarankan untuk membaca perlahan, bahkan berulang kali, sembari mencatat dan merenungkan setiap gagasannya. Buku ini cocok dijadikan teman dalam keheningan bukan sebagai pelarian, tetapi sebagai pengingat akan makna terdalam dari hidup yang saling terhubung dalam cinta.
Bagi siapa pun yang sedang bergumul dalam relasi, yang pernah patah, yang sedang mencinta dalam diam, atau bahkan yang kehilangan arah dalam mencintai diri sendiri buku ini adalah sahabat yang tepat. Ia tidak menawarkan solusi instan, tapi membekali kita dengan kedalaman makna dan kekuatan untuk memilih mencinta, bahkan dalam keheningan yang menyakitkan.
Buku ini sangat layak dijadikan bahan diskusi komunitas rohani, kelompok studi filsafat, atau kelas etika teologi. Akan lebih menarik jika cetakan selanjutnya menyertakan ringkasan tiap bab atau pertanyaan reflektif agar pembaca dapat mengolah pemahamannya secara lebih personal.
Bagi pembaca, jangan ragu untuk menyelami buku ini perlahan. Catat, garis bawahi, diskusikan, dan yang paling penting biarkan diri Anda disentuh oleh cinta yang bukan sekadar kata, melainkan panggilan untuk menjadi manusia yang lebih utuh.
Seperti kata Kierkegaard, “Cinta itu membangun.” Maka Makna Cinta adalah batu bata kecil yang membantu kita membangun kembali relasi dengan Tuhan, sesama, dan diri sendiri. Ini bukan buku yang selesai begitu halaman terakhir ditutup. Ia akan tinggal dalam pikiran, menyapa diam-diam di setiap tindakan, dan mengingatkan bahwa cinta bukan milik siapa-siapa cinta adalah tugas kita semua.
Jika Anda ingin tahu bagaimana mencintai dengan benar dengan jujur, dewasa, dan penuh kasih maka bacalah buku ini. Bukan untuk menambah teori, tetapi untuk mengubah cara hidup.
Pulang yang Tidak Pernah Benar-Benar Sampai
Ada rindu yang tak pernah menemukan alamatnya sendiri Ia kemudian tumbuh, menua, dan tetap tertahan oleh sejarah Apalah kemudian arti dari kata pulang, jika sebuah...
Resensi Buku Negara Paripurna, Membedah Lunturnya Nilai Pancasila
Daftar IsiIsi dan Pokok Pemikiran BukuHistorisitas PancasilaRasionalitas PancasilaAktualitas PancasilaKeunggulan BukuKelemahan BukuPenilaian dan RelevansiBuku ini merupakan karya monumental Yudi Latif yang membedah Pancasila secara komprehensif, baik...
Resensi Buku Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Menceritakan sebuah keluarga miskin yang hidup tanpa punggung keluarga sejak Tania (sekitaran 8 tahun) dan Dede (umur 3 tahun) masih kecil, mereka hidup dalam...
Resensi Buku: Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati
Setiap orang pasti pernah merasa lelah dengan kehidupan: soal mimpi yang tak sampai, cinta yang kandas, atau hidup yang terasa biasa-biasa saja. Namun, pernahkah kita...
Resensi Buku Perempuan yang Menunggu di Lorong Menuju Laut
Daftar IsiSinopsis SingkatEkofeminisme dalam Konteks NusantaraKelebihan NovelKekurangan NovelPesan MoralRekomendasi & PenutupResensi BukuSOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Penulisan novel ini terinspirasi langsung dari realitas pahit di Pulau Sangihe, sebuah wilayah...
Rsesensi Buku 9 dari Nadira: Cermin Keberanian Leila S. Chudori
Leila S. Chudori (lahir 12 Desember 1962) adalah wartawan dan penulis produktif Indonesia. Sejak masa remaja, karya-karyanya dimuat di majalah anak-anak, dan ia juga bekerja...
Muhammadiyah, Best Practise Kewirausahaan Sosial di Indonesia
Judul Buku : Bangkitnya Kewirausahaan Sosial Indonesia: Kisah Muhammadiyah Penulis : M. Arsjad Rasjid P.M. Penerbit : Pustaka KSP Kreatif dan Kadin Indonesia Edisi :...
Merekam Jejak Pemikiran Pakar Pendidikan Muslim Modernis
Judul : Diskursus Pedagogi Kritis Kaum Muslim Modernis Penulis : Dr. Mohamad Ali Halaman: 152 halaman ISBN: 978-602-361-638-1 Cetakan: 1, Mei 2024 Penerbit: Muhammadiyah University...
Kemiskinan Tak Menghalangi Gapai Masa Depan
Judul buku : Dompet Ayah Sepatu Ibu Penulis : J.S. Khairen Penerbit : Grasindo Genre : Fiksi Tahun : Cetakan keenam, Januari 2024 Baca Juga...
Seruan Sang Muazin Bangsa
Judul : Islam Berkemajuan untuk Generasi Milenial Penulis : Hasnan Bachtiar Tahun terbit : 2023 Ketebalan : xlvi + 386 Ukuran : 14 x 21 cm Penerbit : Xpresi Books,...






